CHEOS NAMJA CHINGU/FIRST BOYFRIEND

CHEOS NAMJA CHINGU/FIRST BOYFRIEND
EPISODE 7 SUNGAI



          Ban do tidak membalas ketika dia tahu jika orang yang menyerangnya dari belakang adalah Min ri. Dia menahan amarahnya dan meninggalkan Min ri yang masih sangat kesal dan marah. Lihatlah tingkah bocah bedebah itu, harusnya aku menendangnya lebih keras tadi batin Min ri berapi-api.


Ji soo dan Sung ri mendekati Min ri,"Kau baik-baik saja? Tanya Ji soo khawatir.


"Aku baik-baik saja, aku merasa lebih baik sekarang karena sudah memberi pelajaran pada bedebah itu kata Min ri sembari menunjuk ke arah Ban do.


"Kenapa tiba-tiba kau marah padanya, apa tadi aku melewatkan kejadian penting? Tanya Ji soo lagi.


Sung ri menelan ludahnya keras,"Kalian lupakan saja itu, aku tidak ingin membahasnya ucap Sung ri dan Min ri menyetujuinya.


Soo rim meminta izin pada Lee shin untuk bermain di sungai sebelum berangkat ke stasiun kereta api, Lee shin menyetujuinya asalkan mereka selesai sebelum jam tiga sore.


Tanpa pikir panjang lagi, Ban do melompat ke dalam sungai dan berenang sepuasnya, begitupun dengan teman-teman yang lainnya, sepertinya amarah Min ri sudah meredam, walau dia tidak ikut berenang di sungai.


Min ri tersenyum saat ada beberapa ikan mendekatinya di pinggir sungai,"Kiyowo. Min ri memutuskan masuk ke dalam sungai karena ingin menangkap beberapa ikan kecil itu untuk di bawah pulang.


Ji soo mengejutkan Min ri yang sedang asyik menangkap ikan dengan kedua tangannya,"Ji soo ah, kenapa kau tiba-tiba mengejutkanku? Ikan-ikan itu jadi kabur karenamu keluh Min ri.


"Ikan? Mana ikannya goda Ji soo.


Tiga ekor ikan tiba-tiba melewati Ji soo,"Kau benar, ada ikan. Ji soo pun memutuskan membantu Min ri menangkap ikan.


Sudah beberapa menit Min ri dan Ji soo berusaha menangkap ikan, tapi tidak berhasil. Lalu Tae joon datang dan menawarkan bantuannya,"Min ri-ah, Ji soo-ah, apa yang kalian lakukan?


Min ri memukul air dan mengenai wajahnya,"Aku ingin sekali menangkap ikan, tapi aku dan Ji soo tidak bisa menangkap mereka ucap Min ri kesal.


Tae joon tersenyum dan membuka bajunya,"Apa yang kau lakukan? Tanya Min ri sembari menutup matanya.


Tae joon mengacak rambut Min ri,"Kau tidak perlu malu, aku memakai baju dalam ucap Tae joon dan memanggil Soo rim untuk membantunya menangkap ikan.


Soo rim meminta pada Ji soo dan Min ri untuk mencari wadah ikan, satu-persatu ikan yang di tangkap oleh keduanya berkumpul di baju Tae joon, lalu tiba-tiba Ban do berteriak histeris,"Soo rim-ah aku menangkap ikan besar katanya dengan wajah yang begitu senang.


Tapi Soo rim tidak mengubris panggilan Ban do padanya, karena dia dan Tae joon sibuk menangkapkan ikan untuk Min ri dan juga Ji soo.


"Apa kamu masih mau aku mencarikanmu ikan lagi? Tanya Tae joon pada Min ri yang tersenyum karena tak berhenti memandangi ikan kecil yang kini berada di depannya.


Min ri melempar senyumnya pada Tae joon,"Kurasa sudah cukup, terima kasih kau sudah memberiku ikan ini, aku janji aku akan merawat mereka seperti anakku sendiri ucap Min ri polos.


Tae joon tersedak ludahnya mendengar perkataan Min ri, lalu di sisi lain Soo rim tertawa mendengar kekonyolan Min ri. Tiba-tiba Tae joon berteriak dan meminta tolong pada Soo rim,"Soo rim-ah tolong aku katanya sembari menahan raut wajahnya yang begitu kesusahan.


Soo rim mendekati Tae joon,"Ada apa? Apa kau terluka?


"Rasanya geli.


"Apa?


"Kurasa ada ikan yang masuk di bawahku ucap Tae joon malu.


"Aish! Soo rim lalu membantu Tae joon mengeluarkan ikan-ikan yang terjebak di dalam celananya dan semua teman mereka menertawai Tae joon dan Soo rim.


Ji soo membisikkan sesuatu pada Min ri,"Min ri? Sepertinya Tae joon menyukaimu.


"Apa? Itu tidak mungkin.


"Temanku, daripada kau mengharapkan Ban do, bagaimana jika kau bersama dengan Tae joon, aku tidak salah dia itu menyukaimu, dari cara dia memandangmu, memperhatikanmu, dia sangat menyukaimu Min ri percaya padaku ucap Ji soo lagi.


Min ri menggelengkan kepalanya pada Ji soo,"Tidak, dia hanya baik padaku.


*****


Tae joon sedang menunggu jawaban dari Min ri, tapi Min ri sibuk memperhatikan ke luar jendela dan memikirkan perkataan Ji soo padanya soal perasaan Tae joon padanya, karena kesal Ji soo menendang sepatunya, Min ri terkejut dan berbalik,"Ada apa? Tanyanya pada Ji soo.


Ji soo mengerakkan kepalanya ke arah Tae joon, lalu Min ri melihat keberadaan Tae joon kini,"Tae joon-ah? Ada perlu apa?


Tae joon menghembuskan napasnya pelan,"Aku boleh duduk di sebelahmu? Tanyanya lagi.


Min ri mengangguk,"Tentu saja, lagi pula kereta ini bukan milikku, kau tidak harus meminta izin padaku ucap Min ri lagi.


Tae joon tertawa kecil,"Memang benar rumor yang beredar tentangmu Min ri.


Min ri menatap tajam ke arah Tae joon,"Rumor apa?


"Kata teman-teman kau menjadi pribadi yang lain dan mereka benar kau bukan Min ri yang ku kenal dulu.


Min ri tersenyum terpaksa,"Aku merasa jika diriku yang dulu maupun yang sekarang masih tetap sama, tidak ada yang berubah.


Tae joon mengangguk-anggukkan kepalanya,"Kau benar, tapi sebelum itu aku ingin mengatakan sesuatu padamu.


Ji soo dan Sung ri menatap Tae joon begitupun dengan Min ri,"Apa yang ingin kau katakan padaku?


Tae joon menatap Min ri intens,"Aku ingin mengatakan jika aku sudah lama menyukaimu Min ri.


Sung ri dan Ji soo sama-sama tersedak cola yang di minumnya,"Kau menyukai Min ri? Kata Sung ri tak percaya.


"Iya, aku sangat menyukainya saat pertama kali bertemu dengannya.


Teman-teman yang berada di dekat mereka mendengar pembicaraan Sung ri dan Tae joon, mereka lalu memusatkan perhatian mereka pada Min ri dan Tae joon.


"Tapi kenapa kau baru sekarang mengakui perasaanmu tanya Ji soo memastikan.


Tae joon menarik napas dalam dan menghembuskannya pelan,"Karena aku pengecut, itu sebabnya hari ini aku memutuskan untuk mengatakan cintaku pada Min ri demi membunuh sifat pengecutku juga karena aku takut menyesalinya, dan aku juga ingin memperingatkan pada seorang lelaki yang sudah menyiakan dan memandang remeh pada Min ri ucap Tae joon dan semua orang tahu jika orang yang di maksud Tae joon adalah Ban do.


Min ri tidak mengatakan apa-apa, dia terus memandang ke arah Tae joon tanpa berkata apa-apa. Aku mengingat kenangan saat pertama kali masuk ke sekolah, hari itu orang pertama yang aku temui adalah Kang tae joon, dia sangat baik dan perhatian padaku, aku ingat saat itu, tapi entah kenapa perasaan itu memudar, aku sadar jika dari awal aku tertarik padanya, tapi aku tidak menduga dia akan mengatakan perasaannya saat ini padaku batin Min ri.


"Min ri maafkan aku, tapi ayahku akan dipindah tugaskan keluar negeri, dan itu berarti kita tidak akan bertemu ucap Tae joon tak semangat dan teman-teman yang mendengarnya juga merasa iba pada keadaan Tae joon, mungkin mereka tidak akan bertemu dengan Tae joon yang tampan dan baik.


Min ri merasakan matanya memanas dan berembun, dia juga yakin sekali berkedip air matanya akan tumpah. Di saat aku merasa senang karena pengakuannya, dan kurasa aku menemukan orang yang akan melindungiku dan menyayangiku dengan tulus di saat yang sama aku merasa kehilangan dan rasa sakit di dalam dada, oh Tuhan apa yang harus aku lakukan batin Min ri. Dia lalu mengalihkan pandangannya pada Tae joon, dan tanpa sadar Min ri menangisi Tae joon dalam kereta api yang terdiam karena pengakuan kepergian Tae joon.


Tae joon tahu, dia telah menyakiti perasaan Min ri, dia memegang tangan Min ri dan berkata,"Maafkan aku, aku selalu berusaha mendekatimu tapi rasa takutku lebih tinggi. Kurasa ini bukan waktu yang tepat, tapi setidaknya aku legah sudah mengakui perasaanku padamu Min ri, gadis yang sangat ku cintai dan ku kagumi.


Min ri tidak berbalik menatap Tae joon yang mengajaknya berbicara, dia masih menahan tangisannya. Terima kasih, aku ingin mengucapkannya itu padamu Tae joon-ah, tapi aku takut aku akan melakukan hal yang gila jika aku memutuskan melakukannya batin Min ri.


*****


Ban do merenungi dirinya di belakang kelas,"Aku memang jatuh cinta pada Min ri saat pertama kali bertemu dengannya, hal yang sama di rasakan Tae joon, saat itu aku juga jatuh cinta padanya, tapi seiring waktu aku takut menyatakan cintaku padanya, karena aku tahu dia tidak pernah menyukaiku, dia selalu membenciku dan aku tidak tahu kenapa dia berakhir menyukaiku, apa itu rasa kasihan atau karena rasa bencinya yang terlalu besar padaku.


Tae hee adalah orang yang saat ini di tunggu Ban do, Tae hee datang dan menemui Ban do,"Oppa? Ada perlu apa denganku? Tanyanya.


Senyum manis yang terukir di wajah Tae hee membuat Ban do tenang,"Kau sudah datang? Aku ingin mengatakan sesuatu padamu Tae hee-ah.


Tae hee menyisir rambut pendeknya ke belakang telinganya,"Apa yang ingin kau katakan padaku?


Ban do mendekati Tae hee dan berdiri tepat di hadapannya, dia lalu memegang bahu Tae hee,"Tae hee-ah, aku menyukaimu. Apa kau mau menjadi pacarku?


Tae hee terkejut mendengar pernyataan cinta Ban do padanya,"Apa kau serius? Tapi aku dengar kau dekat dengan Min ri eonni, apa dia tidak akan marah padaku jika aku menerima perasaanmu?


Ban do mengepal kedua tangannya,"Aku tidak akan membiarkan itu katanya kesal dan hendak menemui Min ri.