
Sung ri memasang wajah cemberutnya, dengan langkah kaki yang terdengar berat karena dia berjalan dengan menyeret sepatunya. Dia memerintah Min ri agar memberinya celah sedikit, agar dia bisa masuk ke tempat duduknya tepat di samping kursi Min ri di bagian dalam. Min ri mendorong kursinya ke belakang, lalu Sung ri melangkah masuk dan masih sempat menyenggol lutut Min ri.
"Maaf ucapnya dan duduk lalu menyembunyikan wajahnya di balik lengannya.
Min ri yang melihatnya menendang ujung sepatu Sung ri jahil,"Wae? Apa kau kehilangan uang? Atau tidak dapat sarapan pagi tanya Min ri lagi.
Dia tidak menjawab, dia hanya berdehem manja agar Min ri tidak menganggunya.
Dari arah berlawanan, Ji soo mencolek perut Min ri dengan jari telunjuknya, membuat Min ri terpekik lalu memegang perutnya.
"Dia kenapa? Tanya Ji soo sembari melirik Sung ri dengan kedua bola matanya.
Min ri menggeleng lalu berbisik,"Molla, apa dia? Tidak kebagiaan sarapan di rumahnya?
Ji soo tersenyum tipis,"Mungkin ada hal lain yang membuatnya bertingkah aneh. Terkadang jawabanmu itu konyol Min ri. Ji soo memperbaiki duduknya karena bel berbunyi tanda pelajaran akan segera di mulai.
*****
Min ri memperhatikan gadis yang mengintip di depan kelasnya, dia terus menatap Min ri sesekali jika Min ri mengalihkan pandangannya, karena penasaran Min ri bangkit dari duduknya dan menghampiri gadis itu,"Ya! Kau cari siapa?
Pertanyaan Min ri sedikit mengejutkannya, Min ri pikir dia ketakutan tapi ternyata dia terkejut karena Min ri menyapanya,"Apa ini bukan mimpi? Eonni menyapaku ucapnya di sertai semburat merah timbul di kedua pipinya.
"Heol, ini bukan mimpi. Aku bertanya kau cari siapa? Ketus Min ri.
Dia terkekeh dan menunjuk ke arah Sung ri,"Dia kakakku ucapnya.
Mata Min ri terbelalak tak percaya,"Jadi kau adik Sung ri?
Gadis itu mengangguk dan berlari masuk menghampiri Sung ri.
"Eonni? Katanya riang.
Sung ri tersenyum pada adiknya yang lebih terlihat seperti kakaknya,"Kenapa kau datang kemari?
Dia berbalik dan melempar senyum pada Min ri, Min ri membalas ngeri padanya,"Hmm begitu, aku tahu kau sangat menyukainya. Tapi dia tidak suka jika perempuan menyukainya.
"Eonni! aku hanya mengidolakannya saja, tidak lebih. Aku masih normal.
"Iya aku paham. Tapi kemungkinan dia tidak akan paham ucapnya sembari memandang Min ri.
"Eonni pasti bisa membujuknya untuk bisa dekat denganku.
"Tidak bisa Im sung na, lebih baik kau kembali ke kelasmu perintah Sung ri sembari merapikan bukunya di atas meja.
Sung na kecewa akan sikap kakaknya, dia berbalik dan berjalan keluar tapi tetap saja dia tersenyum manis saat melihat Min ri yang memperhatikannya.
Min ri menarik Sung ri karena berjalan pelan me arahnya setelah dia memasukkan buku-bukunya ke dalam laci mejanya,"Dia itu siapa? Tanyanya dengan raut wajah seriusnya.
Sung ri menghela napas panjang,"Kau kan sudah dengar pengakuannya.
"Jadi? Dia itu memang adikmu? Wah, aku sungguh tidak percaya. Dia bahkan lebih tinggi darimu ucap Ji soo mencoba menggoda Sung ri.
"Di rumah Imo juga berkata seperti kalian, membandingkanku dengan adikku itu. Jelas itu membuatku tidak senang.
"Sudah kalian jangan bahas itu lagi, bagaimana kalau kita ke sana seru Ji soo sembari menunjuk pohon di ujung kelas satu.
Ketiganya melepas lelah dan penat karena sudah berapa hari ini mereka belajar terus menerus, angin sepoi menyambar mereka, rambut panjang mereka bertebaran ke belakang,"Sejuknya, tidak salah kita memilih istirahat di sini ucap Ji soo santai.
"Kamu benar, aku jadi lupa dengan masalahku kata Sung ri.
"Kalian tahu? Jika nanti kita lulus dari sekolah, apa kita bisa bersama terus seperti ini? Gumam Min ri sembari melirik ke sisi kiri dan kanannya lalu kembali menatap ke depan.
"Ya ampun Min ri, setelah lulus nanti kita kan masih lanjut di sini juga, tentu lah kita akan masih bersama.
Di tengah indahnya kebersamaan mereka, seorang lelaki berjalan ke arah mereka. Dia lalu berhenti melangkahkan kakinya saat tepat berada di hadapan Min ri,"Sunbae? Apa aku bisa meminjam Min ri sebentar?
Ji soo sedikit kesal karena anak itu memanggil nama Min ri begitu saja, sementara Sung ri jelas terlihat senyuman lebar terukir di wajahnya,"Boleh, tapi kamu jangan memakan Min ri ucap Sung ri sarkas.
Ji soo ingin menolak, tapi Min ri menahan sahabatnya, Min ri bangkit dari duduknya dan menghampiri Yoon jae,"Ka..ka..kau ada urusan apa denganku? Kata Min ri dengan nada kesal.
Yoon jae lalu menarik tangan Min ri menjauh dari kedua sahabatnya, Ji soo yang melihatnya berusaha bangkit dan memisahkan mereka, tetapi Sung ri dengan sigap menghentikan Ji soo dengan memeluk pinggangnya,"Kau jangan menganggu mereka, siapa tahu saja mereka berkencan.
"Apa kau gila? Mereka bisa jadi omongan ucap Ji soo kesal.
Tapi pada akhirnya Ji soo menyerah pada keuletan Sung ri menghentikannya,"Kau ini kenapa? Biarkan Min ri mendapatkan cinta baru melupakan kenangan masa lalunya.
*****
Yoon jae membawa Min ri ke belakang kelas, mereka berhenti tepat di dalam taman yang baru saja selesai di buat, Yoon jae melepas tangannya. Sementara Min ri berjalan masuk ke dalam taman dan terlihat sangat mengagumi keindahan taman belakang sekolah, tapi dia berhenti tersenyum saat mengetahui jika Yoon jae sedang memerhatikannya saat ini, dia menoleh dan menatap tajam pada Yoon jae,"Ya! Kau masih memanggil namaku? Kau masih tidak percaya jika aku ini seniormu?
"Tentu saja, aku belum menemukan bukti jika kau adalah sunbae.
Lalu tiba-tiba di tengah perdebatan mereka, muncullah seorang gadis di antara mereka dia lalu membungkuk ke arah Min ri dan berkata,"Selamat siang Eonni ucapnya lalu kembali melanjutkan langkah kakinya.
Min ri menatap Yoon jae sembari memiringkan kepalanya,"Gimana? Apa sekarang kau sudah punya bukti yang kuat Yoon jae-ah?
Yoon jae terdiam mematung. Kini dipikirannya penuh dengan tanda tanya. Apa benar dia lebih tua dariku? Batinnya.
"Hmmm, aku tidak perduli. Aku memanggil kau ke sini, karena aku ingin mengatakan sesuatu padamu, soal di hutan waktu itu, aku minta maaf, aku tidak bisa menolongmu, aku hampir saja membunuhmu. Ku mohon maafkan aku.
"Pfft...kau masih mengingat itu? Aku bahkan sudah lupa, kau kan tidak terlalu tahu tentang tanaman beracun jadi kau tidak perlu merasa bersalah. Wajarkan di usiamu yang masih muda, kamu tidak seharusnya mengetahui semuanya.
"Tapi aku punya teman yang tahu tentang tanaman beracun dan itu membuatku malu.
"Pasti perasaan itu membebanimu selama ini.
Yoon jae mengangguk dan menunduk malu.
Min ri menepuk-nepuk pundak Yoon jae pelan,"Kau jangan khawatir, lupakan saja peristiwa itu. Sekarangpun aku tidak apa-apa, aku sehat dan saat ini berdiri di hadapanmu, jadi apa yang meski kau sesalkan?
Yoon jae mengangkat wajahnya dan memegang tangan Min ri yang saat itu masih menempel di pundaknya.
Min ri terkejut berusaha melepaskan tangannya tapi Yoon jae malah memperat genggamannya. Dan membuat keduanya saling beradu pandang.