
Ayah Yoon jae kedatangan seorang tamu penting, karena ayah Yoon jae membawa tamunya menuju ruang bacanya, itu menunjukkan jika apa yang akan mereka bicarakan tentu akan sangat rahasia.
Di dalam ruang baca yang sunyi, Presiden kwang tertawa puas karena berhasil melakukan transaksi dengan Ayah Yoon jae,"Seperti yang aku inginkan darimu, ku harap kau tidak mengecewakanku.
"Presiden Kwang, aku ingin menanyakan sesuatu pada anda.
"Boleh, silahkan tuan Nam.
"Mengapa di dalam kerja sama kita ini harus melibatkan putraku? Aku hanya penasaran, lagipula putraku dan juga putrimu masih sangat muda untuk menikah, saya hanya ingin memberitahu anda. Pernikahan bukanlah sebuah permainan Presiden Kwang.
Suara tawa Presiden Kwang memenuhi ruang baca,"Aku tidak mengira jika tuan Nam sangat memperdulikan putranya, seperti yang anda katakan jika mereka masih terbilang muda dan pernikahan itu bukanlah permainan, aku setuju dengan anda. Tapi aku yakin anda mengetahui saya, saya sangat menyukai putramu, walaupun usianya masih muda tapi dia sangat bertalenta, aku yakin dia bisa menjadi pemimpin yang sangat luar biasa nantinya, kau tahu aku pandai melihat kelebihan orang hanya dengan melihatnya, apa sekarang anda puas dengan jawabanku tuan Nam?
*****
Nam dan Presiden Kim keluar dari ruang baca, saat mereka berdua berada di depan ruangan, tak sengaja Presiden Kim bertemu dengan Yoon jae yang menatapnya dengan dingin,"Astaga, aku tidak percaya aku bertemu langsung dengan idolaku dan juga calon menantuku, aku tidak sabar menjadi ayah mertuamu hahaha ucapnya sembari mengusap pundak Yoon jae.
Siapa orang tua aneh ini? Menantu? Itu tidak akan terjadi batin Yoon jae.
"Tuan Kim, kira-kira saat mengandung Yoon jae. Makanan apa yang di makan Nyonya Nam sehingga anaknya mempunyai aura yang seperti ini?
"Kenapa anda memanggilku sebagai calon menantu, aku tidak akan menikah dengan siapapun kata Yoon jae yang tentu tidak setuju dengan omong kosong Presiden Kwang.
Wajah Nam seakan tertampar keras, karena merasa jika putranya tak bisa menjaga kesopanannya. Nam berdeham keras sehingga dapat mencairkan suasana, dan segera mengantar Presiden Kwang ke pintu keluar. Setelah Nam memastikan jika Kwang sudah benar-benar meninggalkan rumahnya. Nam lalu menemui Yoon jae, dan saat itu pula Yoon jae ingin berbicara dengan ayahnya,"Appa? Apa appa menjualku ke orang tua itu? Appa aku tidak akan menikah dengan siapapun.
"Diam! Kau sudah mempermalukan aku di depan Presiden Kwang, kau hampir menghancurkan segalanya Yoon jae.
"Menghancurkan apa? Pekerjaan appa? Demi sebuah pekerjaan appa sampai menjualku?
Tak sanggup menahan emosinya, Nam mengepalkan tangannya dengan geram. Ia lalu melayangkan tamparannya pada pipi Yoon jae.
Ibu Yoon jae melerai keduanya, dia memegang pipi putra kesayangannya itu,"Kenapa kau memukul putraku?
"Dia sudah berani bicara sembarangan padaku, aku ini appanya sudah menjadi kewajibanku mengurus kehidupannya, aku ingin dia hidup dengan enak di masa tuanya tapi apa. Dia malah mengatakan jika aku menjualnya kepada Presiden Kwang.
"Tapi apa harus dengan cara memukulnya?
Kini Nam terlihat menyesal telah memukul putranya itu, dia lalu memijat keningnya dan duduk di sofa.
"Kau! Berani-beraninya kau mengancamku!
"Cukup! Kenapa kalian selalu bertengkar, Yoon jae-ah dengarkan eomma nak. Jangan pernah meninggalkan rumah ini.
Yoon jae melepas pelukan Nyonya Nam,"Tergantung dari keputusan appa ucapnya lalu Yoon keluar dari rumahnya. Nyonya Nam ingin mengejarnya, tetapi Tuan Nam menghentikannya,"Biarkan saja, jika sudah bosan dia pasti akan kembali ke rumah.
*****
Pukul sepuluh malam Yoon jae berjalan hingga ke lokasi dekat rumah Min ri, sudah dua jam dia di luar dan belum memutuskan untuk kembali ke rumahnya. Saat hendak berbelok dia bertemu dengan beberapa anak laki-laki nakal dari sekolahnya, seorang di antara mereka menegur Yoon jae,"Bukankah dia ini teman kelas kita dulu?
"Iya dia adalah Nam yoon jae. Dia berhenti sekolah saat itu karena dia tiba-tiba jatuh sakit.
"Kau benar dan sekarang kita menjadi seniornya.
Seolah tak melihat keberadaan mereka, Yoon jae hendak pergi begitu saja, tetapi anak lelaki bermata sipit dan jangkung itu menghentikan Yoon jae,"Hei? Kau mau ke mana? Kau lupa tata karma? Kau harusnya memberi hormat pada kami karena kami ini seniormu bukan? Hahaha ucapnya dan seluruh temannya pun ikut menertawakan Yoon jae.
"Untung kami menemukanmu, jadi kami bisa melampiaskan amarah kami kepadamu, semua ini karena Min ri sunbae, jika bukan karena dia aku sudah pasti bersenang-senang dengan Haneul waktu itu. Aku sebenarnya tidak takut padanya, hanya saja dia dekat dengan Soo rim sunbae, jika tidak sudah pasti aku akan memukul pelacur itu.
Emosi yoon jae terpancing karena anak-anak ini mengatai Min ri, dan tanpa sadar lelaki jangkung yang saat ini menghadangnya jatuh tersungkur di tanah. Lalu anak lelaki yang mengatakan akan memukul Min ri maju dan hendak memukulnya tetapi dengan cepat Yoon jae bisa menghindari serangannya. Dia lalu tertawa karena ternyata Yoon jae pandai berkelahi dan yang terjadi mereka semua kalah melawan Yoon jae. Yoon jae menunduk dan menarik kerah baju salah satu dari mereka,"Ini peringatanku, jika kau berani menyentuh Min ri kau akan habis di tanganku dan jika kau kabur aku akan mencarimu sampai aku menemukanmu. Ingat itu ucap Yoon jae lalu melepas kerah baju lelaki itu dengan mendorongnya, Yoon jae kemudian melanjutkan jalan-jalan malamnya itu.
Yoon jae sangat gusar, pikirannya penuh dengan perkiraan,"Jadi sebelum aku, Haneul sudah lebih dulu bertemu dengan Min ri? Pantas saja waktu itu Haneul mengatakan jika dia sangat menyukai Min ri. Tapi kenapa aku harus takut? Aku kan tidak punya hubungan apapun dengan Min ri.
*****
Ke esokan harinya, Yoon jae sama sekali tak pulang ke rumahnya. Di sekolah Min ri terlihat sedang menyiram tanaman di depan kelas. Sementara Sung ri dan Ji soo mendekatinya,"Min ri, kau tahu hari ini Yoon jae tidak masuk sekolah, kau tahu alasannya?
Min ri melirik Sung ri lalu meletakkan penyiram bunga di sisi tanaman bunga,"Sepertinya kau salah bertanya padaku, aku dan dia tidak satu rumah Sung ri, jadi bagaimana aku bisa tahu tentangnya? Mungkin dia akan di nikahkan oleh orang tuanya? Karena dia anak yang nakal.
"Tidak boleh, jika itu memang benar terjadi, bagaimana denganmu? Kau akan sakit hati dan menangis sepanjang hari.
Ji soo dengan cepat menarik Sung ri dan menutup mulutnya,"Min ri jangan dengarkan perkataan Sung ri, kau tahu dia selalu berkata seenak hatinya.
Min ri terdiam, dia duduk di kursi depan kelasnya dan terlihat sedang berpikir akan sesuatu. Kenapa dia tidak datang ke sekolah? Apa dia sakit? Batin Min ri.