
Min ri mengurung diri di dalam kamar, beberapa kali ibunya memanggil, Min ri sama sekali tidak menghiraukannya, ibu memutuskan menemui Min ri, ibu mengetuk pintu dan membukanya,"Apa kau sibuk? Tanya ibu.
Min ri menggelenggkan kepalanya,"Ada apa bu?
Ibu mendekat, dia mengusap lembut rambut Min ri,"Apa ada yang menganggumu di sekolah? Tanya ibu lagi.
Min ri berdecak,"Pertanyaan ibu salah, di sekolah akulah yang suka menganggu anak-anak lain, anak ibu ini kuat, tidak akan ada yang berani menganggunya kata Min ri angkuh.
Ibu menganggukkan kepalanya pelan beberapa kali,"Baiklah, lalu katakan pada ibu, apa yang membuat anak ibu menjadi diam dan murung?
Min ri terdiam, berusaha menahan kesedihannya, dan pada akhirnya dia menyerah lalu mendarat cepat dalam dekapan ibunya,"Ibu, Tae joon-ah akan pergi meninggalkan Andong, kata Tae joon, dia akan ke Amerika sebab Ayahnya di tugaskan di sana ucap Min ri.
Ibu menghela napas panjang,"Jadi begitu masalahnya? Pacar kamu akan pergi jauh?
Min ri melepas pelukan ibunya dan menatapnya,"Ah ibu, dia bukan pacarku, dia hanyalah temanku.
Ibu kembali menarik Min ri dalam pelukannya,"Baik, dia adalah hanya temanmu, kalian kan bisa saling mengirim kabar melalui surat, telpon rumah juga bisa?
Min ri menggeleng lagi,"Itu berbeda ibu, aku lebih suka mengobrol langsung daripada lewat telpon, aku tidak akan melihat raut wajahnya saat berbicara denganku.
Ibu mengusap-ngusap punggung Min ri seraya menepuk-nepuknya,"Ibu mengerti, tapi kau juga harus memperhatikan perasaan dari sudut pandang Tae joon, apa menurutmu Tae joon juga tidak merasa sedih karena harus meninggalkanmu?
Min ri berhenti terisak, dia melepas pelukan ibunya dan menatapnya,"Ibu benar, aku sama sekali tidak pernah menanyakan perasaannya Ibu.
Ibu menyentuh hidung Min ri dan mencubit pipinya,"Kenapa kau jadi egois Min ri? Sebaiknya besok bicaralah dengan Tae joon dan berbaikanlah dengannya.
Min ri mengangguk setuju,"Terima kasih Ibu, aku akan meminta maaf pada Tae joon besok.
Ibu bangkit dari duduknya dan menepuk bahu Min ri,"Kau tidurlah, besok kau harus ke sekolah ucap ibu dia lalu mematikan lampu kamar Min ri dan juga menutup pintu kamarnya.
*****
Sudah menjadi kebiasaan dan rutinitas bagi Min ri, jika dia datang terlambat ke sekolah, bahkan teman-temannya memberinya julukan ratu terlambat. Min ri menjadi pusat perhatian di sepanjang jalan menuju kelasnya, tentu saja karena dia memang menjadi pemandangan indah karena paras wajahnya, tapi saat Min ri berbalik menatap mereka yang menatapnya, maka dengan cepat mereka mengalihkan pandangannya, Min ri kembali fokus pada jalanan di hadapannya, sembari menyilangkan kedua tangannya di atas perutnya, dia juga tak lupa memasang wajah kesal,"Aish! Kenapa mereka terus memandangiku?
Entah apa yang sedang terjadi, di depan kelas Min ri ada banyak orang yang berkerumun,"Apa yang terjadi? Mereka menangisi apa? Batin Min ri mulai penasaran.
Min ri bertemu dengan kedua sahabatnya sesaat dia akan berjalan masuk ke dalam kelas,"Kenapa kau datang terlambat? Tanya Ji soo panik.
"Itu bukanlah hal yang baru, tapi ada apa? Kenapa semua orang menangis?
"Tae joon.
Mendengar nama Tae joon, Min ri merespon dengan cepat,"Kenapa? Ada apa dengan Tae joon?
Sung ri menepuk bahu Min ri,"Tadi, orang tua Tae joon datang. Mereka menjemput Tae joon, katanya jadwal pemindahan ayah Tae joon di majukan, sekarang mungkin Tae joon sudah pergi.
"Apa? Min ri melepas tasnya dan memberikannya pada Ji soo. Aku titip tasku.
"Kau mau ke mana?
"Aku akan mengejar Tae joon, dia tidak boleh pergi sebelum mengucapkan salam perpisahan padaku. Aku juga berhutang sesuatu padanya. Aku pergi dulu katanya dan mengedipkan sebelah matanya pada kedua sahabatnya dan berlari kencang ke arah pintu gerbang sekolah.
*****
Ayah dan ibu Tae joon masuk ke dalam mobil, tapi mereka tidak menjalankan mobilnya karena Tae joon belum masuk ke dalam mobil, dia terus saja melihat ke belakang seolah sedang menunggu seseorang menemuinya,"Nak? Ada apa? Apa ada yang tertinggal?
Tae joon melihat ke arah ibunya,"Tidak ada ma.
"Masuklah Tae joon, ayah takut jika kita akan ketinggalan pesawat.
Tae joon masih melihat ke belakang,"Apa Min ri belum datang? Dia memang selalu datang terlambat, aku jadi tidak bisa mengucapkan selamat tinggal padanya.
"Ada apa dengan kak Min ri? Kata seorang siswi yang melihat Min ri berlari cepat.
"Mungkin dia menang loutre.
"Atau dia sudah tidak bisa menahan sakit perutnya.
Min ri terus berlari dan tak sengaja menabrak seorang lelaki yang tidak menghindar darinya, karena lelaki itu sedang mendengarkan music dan berjalan memungungi Min ri, dan lagi-lagi lelaki itu berhasil mencegah Min ri terjatuh,"Kau? Kata Yoon jae sembari menunjuk Min ri.
"Ah maaf, tapi aku ada urusan mendesak katanya dan melanjutkan berlari.
Min ri sudah ada di depan gerbang, napasnya sudah terengah-engah,"Sial! Aku bisa kehilangan Tae joon jika seperti ini. Min ri melihat kendaraan itu berjalan di depannya, dia berusaha mengejar meski tenaga sudah habis terkuras,"Tae joon-ah! Teriaknya.
Tae joon menutup matanya pelan dan membaringkan kepalanya di kursi mobil,"Ada apa Tae joon, kau seperti sedang ada masalah.
Tae joon memalingkan wajahnya dari ibunya,"Aku baik-baik saja.
Ayah Tae joon melihat seorang gadis mengejar mobilnya,"Siapa anak itu?
Ibu Tae joon menatap ayah Tae joon,"Ada apa?
"Mungkin itu teman Tae joon.
Tae joon membuka kedua bola matanya, dia berbalik dan melihat sosok anak yang di sebutkan ayah dan ibunya,"Min ri? Senyum kini terlihat di wajah Tae joon. "Ayah hentikan mobilnya.
Min ri tidak punya kekuatan untuk mengejar mobil itu lagi, dia berhenti dan terlihat sedih,"Apa yang harus aku lakukan, aku bahkan tidak memiliki nomor ponsel Tae joon.
Min ri berbalik hendak kembali ke kelasnya dengan perasaan sedih karena tidak bisa mengucapkan salam perpisahan pada Tae joon.
"Min ri-ah, Park Min ri!
Min ri sudah berjalan kembali ke kelas, tetapi sebuah suara yang memanggil dan menyebut namanya menghentikan langkah kakinya. Dia menoleh ke sumber suara, seorang lelaki yang sangat ingin dia temui kini berdiri di belakangnya dan mengirimkannya sebuah senyuman terindah padanya.
"Tae joon-ah. Ah syukurlah, kau melihatku mengerjarmu? Tanya Min ri.
Tae joon berusaha mengatur napasnya dan menganggukkan kepalanya,"Iya, itu sebabnya aku berada di sini.
Keduanya tiba-tiba terdiam dan merasa canggung satu sama lain,"Maafkan aku kata Min ri memulai pembicaraan.
"Bukannya, aku yang harusnya minta maaf? Ucap Tae joon sedikit ragu.
Min ri menggelenggkan kepalanya,"Aku yang salah, aku tidak pernah memikirkan perasaanmu sebelumnya dan bersifat egois.
Tae joon tersenyum,"Tidak, aku sama sekali tidak pernah menyalahkanmu. Apa yang kau katakan padaku kemarin memang ada benarnya, itu sebabnya aku akan mengatakan ini padamu.
*****
Yoon jae menunduk dan memungut sesuatu,"Jepit rambut lagi? Apa dia memang seceroboh itu? Aku tidak akan menyimpan ini, aku akan menyusulnya dan memberikan ini padanya.
Yoon jae berhenti saat melihat Min ri dan Tae joon sedang membicarakan sesuatu dan bersembunyi di balik pohon.
"Apa kau mau menungguku? Aku tidak akan melarangmu mempunyai hubungan dengan lelaki, tapi jika aku kembali apa kau akan memilihku?
"Kau bicara apa? Pergilah, ayah dan ibumu sudah lama menunggumu.
"Baik, aku pergi kata Tae joon. Tapi dia kembali menoleh dan berlari lalu menarik Min ri dalam pelukannya.
Sementara Yoon jae, dia masih bersembunyi dan menyaksikan kemesraan mereka,"Ouch! Apa yang aku lakukan di sini? Bersembunyi, seolah aku sedang menangkap basah mereka berselingkuh.