Chef Talent Girl

Chef Talent Girl
Episode 8. Menjadi pemenang.



"Lalu, apakah kamu yakin saudara kembar kamu ada di kota ini?"


"Kata Papa, dia di kota ini. Tetapi Mama sudah meninggal dunia."


"Apakah sejak berpisah, tidak ada komunikasi diantara mereka berdua?"


"Tidak ada sama sekali. Papa kasih tahu aku saja ketika aku akan berangkat ke sini."


"Bagaimana hubungan kamu dengan Papa sebelumnya."


"Maksudmu?"


"Sejak kamu di tinggal sampai sekarang."


"Aku ikut paman di kota ini. Setelah paman nikah dan hidup dengan istrinya di kota lain. Aku kos dan papa membiayai semua kebutuhan hidupku."


"Apa papa tidak pernah cerita tentang Mama kamu?"


"Papa cerita kalau mama telah hidup bahagia dengan pria pengusaha sukses dan tinggal di luar negeri."


"Ya. Papa kamu punya tujuan yang baik buat kamu, pasti."


"Tetapi naluri seorang anak punya keinginan untuk bertemu mama dan itu aku pikirkan sepanjang hidup. Maka aku minta bantuan kamu."


"Apa yang dapat aku lakukan sebagai orang lemah seperti aku?"


"Jangan merendah karena aku tahu seperti apa kamu dan aku percaya kamu bisa."


"Baiklah. Aku akan mencari informasi tentang saudara kembar kamu."


Satu bulan kemudian.


Lomba memasak telah selesai tinggal menunggu hasil yang akan segera diumumkan.


Peserta lomba semua memiliki pengalaman dan menyandang gelar chef. Hanya Selfy peserta yang berlatar belakang juru masak amatir dan belum mempunyai pengalaman masak di restoran atau hotel berbintang seperti peserta yang lain. Dia hanya juru masak dari rumah ke rumah tetangga yang punya hajat kecil kecilan. Tetapi secara pribadi dia menguasai ilmu memasak makanan khas beberapa negara di dunia.


Berdebar semua peserta lomba saat pengumuman mulai di bacakan oleh panitia.


Pembacaan dimulai dari 10 pemenang favorit


Selfy dengan tenang duduk di urutan kursi paling belakang dengan Mamak. Mamak tidak bergabung dengan peserta lain duduk di depan, karena Selfy sendiri.


Pembacaan pemenang lomba sepuluh besar yang akan berjuang di babak berikutnya akan dilanjutkan setelah penampilan musik terkenal dari Ibu kota.


Pikiran mamak mengenang peristiwa 20 tahun silam.


"Aku jadi ingat saat mendiang papa kamu ikut lomba memasak seperti ini. Situasi sama persis."


" Apakah papa jadi pemenang?"


"Nama dia dibaca pada akhir pembacaan pemenang."


"Kita tunggu. Mudah mudahan Mamak seperti pengalaman papa."


"Amin. Terima kasih."


Pembacaan pemenang dimulai dari urutan ke sepuluh dan nama Anggy disebut. Kemudian pendukung Anggy heboh berteriak yel yel dan bersorak sorai.


Sebelum pembacaan pemenang tiga besar dibacakan yang hadir disuruh menyaksikan penampilan magic show atau pertunjukan oleh magician terkenal dari Ibu kota. Peserta yang namanya belum disebut masih berharap harap cemas.


"Mengapa Mamak tidak pernah cerita tentang Papa?"


Mamak diam.


"Seperti ada yang mamak sembunyikan dariku."


Pembacaan pemenang tiga besar dimulai dari pemenang ke tiga, ke dua dan pemenang pertama nama disebut adalah nama Purwaningtyas Wijaya. Mamak memeluk dia dan keduanya menangis dalam suka cita.


Tiba tiba Anggy berteriak, "Warung berjalan, aku tunggu Mamak kamu di babak berikutnya."


Semua yang hadir melihat arah sumber suara mereka diam termasuk para juri dan bintang tamu.


Kemudian pembawa acara meminta Mamak naik ke panggung.


"Terima kasih Tuhan telah memberkati saya dan terima kasih Selfy atas dukungan semangat serta terima kasih para juri yang telah memberi kesempatan untuk lanjut ke babak berikutnya."


"Karya kamu Carbonara Spagheti, kata juri sesuai dengan tema, makanan untuk anak kos, dari mana Mamak dapat ide?" Kata pembawa acara


"Ketika terima undian, aku buka mangkuk tertutup berisi hanya se gulung mi."


"Ya. Terus."


"Aku ambil saos telur, keju dan bahan lain yang menurut aku bisa membuat masakan itu sederhana tapi enak."


"Luar biasa. Selamat melanjutkan perjuangan Mak."


"Terima kasih."


Semua yang hadir menyambut dengan tepuk tangan. Kecuali Anggy dan kawan.


"Ini pasti ada sesuatu dengan Theo". Kata Anggy.


"Tapi, dia cuma bintang tamu tidak berhak menilai."


"Kalian ingat pertemuan mereka di kafetaria kemarin?."


"Bagus, kemarin aku foto mereka. Kita publikasi di media saja kecurangan mereka."


"Sekarang kita mencari data pendukung tuduhan kita."


"Aku tidak akan pernah rela kamu bahagia." Anggy bicara sendiri.


Tidak pernah jera Anggy selalu ingin menghambat perjalanan karier Selfy. Padahal Selfy telah menyembunyikan identitas.