Chef Talent Girl

Chef Talent Girl
Episode 25. Hotel dan restoran baru



Selfy selain memiliki bakat memasak yang luar biasa, dia pandai mencari peluang bisnis terkait dengan hotel dan restoran. Dia mengelola dua hotel dan satu restoran dibantu oleh para karyawan yang menguasai di bidang mereka. masing masing.


Hotel Larasati milik orang tua Anggy telah dijual kepada Mamak Purwaningtyas dan ganti nama Hotel dan Restoran Wijaya 2. Karyawan lama bersedia bergabung dengan aturan dan perjanjian kerja baru.


Deo dipercaya oleh Mamak Purwaningtyas atas permintaan Selfy sebagai keamanan di hotel Wijaya 2, karena dia yang telah mengetahui seluk beluk hotel. Ketika dia bekerja pada Anggy dan kedekatan Deo dengan Selfy terjadi ketika mereka mengurus pembelian tanah dan hotel. Selfy menilai kerja Deo baik dan dia memiliki tanggung jawab terhadap pekerjaan yang diberikan. Sedangkan karyawan Anggy tetap dipakai Selfy dengan peraturan baru, produk dia, dan Selfy telah mengadakan pencerahan kepada General manager, Wulandari namanya, dan manager yang lain, tentang pola kerja baru. Walaupun satu pemilik dan satu atap Wijaya tetapi urusan rumah tangga berdiri sendiri.


"Wulan, berapa lama kamu kerja di sini? dan sejauh mana kamu mengenal Anggy?" Kata Mamak.


"Saya bekerja, lima tahun, ketika hotel ini masih di kelola oleh Papa dia sebelum sakit. Jadi sampai sekarang kira kira sudah 10 tahun. Saya tidak mengenal dia sebelumnya, tetapi saya tahu latar belakang kehidupan dia. Maka saya bekerja tidak tenang akhir akhir ini. lalu, satu minggu sebelum kejadian itu, saya sudah mengajukan resign , saya takut kena masalah dan saya tahu hotel ini menjadi target operasional Polisi, tapi Nona Anggy tidak peduli walaupun saya sudah memberi informasi dan resign saya ditunda."


"Kasihan dia."


"Kenapa Nona kasihan padanya? Dia sangat membenci Nona, bukan?."


"Ya. Tapi semakin dia membenci, semakin aku kasihan kepadanya karena dia akan semakin tersiksa, sehingga pelarian dia ke narkoba. Lalu berbuat sesuatu di luar pikiran sehat."


"Mudah mudahan dengan rehab ini, dia akan berubah."


"Kalau bukan karena terpaksa atau tekanan tetapi kesadaran diri dan campur tangan Tuhan tentunya, dia akan berubah."Mamak menyela"..


"Maksudnya, Nyonya?"


"Kalau dia berubah karena takut atau terpaksa suatu saat akan kembali lagi tetapi kalau karena Tuhan telah membuka hati dan pikirannya, dia akan berubah.".


"By the way, apakah ada hubungan khusus antara Anggy dan Deo?"


"Yang saya tahu sebatas hubungan kerja, Nona, kenapa?"


"Kalau ada cinta diantara mereka berdua, Deo bisa mengubah dia. Walaupun Deo itu kasar tetapi hatinya lembut."


"Mudah mudahan, Nona."


Selfy dan Mamak meninggalkan hotel Wijaya 2 di perbatasan kota lain, pergi ke hotel dan restoran Wijaya1 di pusat kota besar dan dia singgah di Restoran Wijaya yang sudah mulai operasional. Selfy mempercayakan Theo mengelola dan pembuat resep masakan, sedangkan Tika bagian keuangan serta mengelola  beberapa karyawan.


Restoran Wijaya sebuah restoran mewah terletak di pinggir kota dilengkapi kolam renang dan tempat bermain anak anak serta kolam ikan yang disediakan bagi pengunjung, menerima pesanan segala macam menu masakan dalam dan luar negeri untuk segala macam acara pesta..


Pada bagian belakang restoran berderet rumah kecil beratap ijuk mengelilingi kolam ikan, dengan lampu remang remang menimbulkan kesan romantis.


Deo selalu menemani Anggy saat Anggy menghadapi kesulitan. kedekatan mereka menimbulkan perasaan saling membutuhkan. Perhatian Deo memecahkan hati Anggy yang keras, tetapi sikapnya yang angkuh dan hati pendendam masih menyatu dalam dirinya. Masa rehab dia belum habis karena dana yang sudah habis.


"Deo, aku tidak punya tempat tinggal lagi di kota ini.Aku harus tinggal di mana?"


"Sebaiknya kamu tinggal bersama orang tua kamu, sambil mengubur kesalahan kamu dan hidup baru."


"Aku tidak pernah tinggal di daerah pedesaan yang tandus dan gersang, jauh dari keramaian kota."


"Coba jalani dahulu."


"Tidak. aku tidak bisa. Aku akan tinggalkan tempat ini. Tolong antar aku ke rumah Eva minta pekerjaan orang tua dia dan carikan aku rumah kontrakan."


"Sopir Taksi milik orang tua Eva."


Deo sabar menghadapi Anggy dan menuruti keinginannya.Lalu, mereka berdua meninggalkan tempat rehab menuju ke rumah Eva. Karena perjalanan mereka melewati depan restoran Wijaya, maka mereka singgah di sana..


Anggy kagum melihat keberhasilan Selfy memiliki restoran besar mewah tetapi kekaguman dia menimbulkan rasa iri. Banyak pengunjung, Anggy tidak sempat menyambut kedatangan mereka berdua.Setelah Deo dan Anggy  selesai makan, Selfy menyapa dari jauh kemudian berjalan menuju ke tempat mereka berdua.Anggy melempar kulit  pisang lewat bawah meja dan Deo tidak melihatnya. Dengan tujuan agar Selfy menginjak dan terpeleset.


"Nona!" Teriakan karyawan itu menghentikan langkahnya. Karyawan itu betlari dan membuang kulit pisang itu.


"Terima kasih. Tenang aja. aku udah tahu." Selfy berkata lirih kepada karyawan.


Selfy pura pura tidak tahu yang sedang dilakukan Anggy. Lantas dia menyalami mereka berdua.


"Maaf Sel, peristiwa lusa." Anggy tidak merasa bersalah dan berkata dengan tenang.


"Lupakan saja. Semuanya sudah selesai, bukan?"


"Sudah. Selamat dan sukses selalu untuk usaha kamu."


"Terima kasih. Semuanya Mamak yang menjalankan, aku cuma membantu."


Deo melihat wajah Anggy yang masih mememdam rasa iri dan tidak suka, dia mengalihkan pembicaraan.


"Maaf saya sering meninggalkan pekerjaan." Deo menyela.


"Ya. Tapi kamu harus lebih fokus ke pekerjaan. Karena dalam bulan ini, banyak kedinasan dari luar propinsi yang menggunakan jasa hotel dan restoran".


"Siap".


"Maaf saya tinggal ya? Silakan santai di sini dahulu".


"Enggak Sel, aku udah kencan dengan Eva, dia menunggu".


"Ya. Baiklah".


Selfy meninggalkan mereka berdua menuju ke ruang membuat menu dan Mamak bertemu dengan Theo membahas manajemen Restoran.


Pekerjaan Selfy tidak dapat digantikan, sehingga dia harus menyediakan menu makanan yang telah menjadi ciri khas Hotel dan Resto Wijaya.


Setiap berhadapan dengan Mamak Purwaningtyas, Theo masih belum bisa menghilangkan perbuatan Mama dia terhadap Mamak, Mamak telah mengubur masa lalu itu, sedangkan Selfy masih memendam rasa bersalah karena ayahnya pernah berselingkuh dengan Mama dia.


Cinta antara Selfy dan Theo masih terpendam di hati mereka. Mereka berdua terbelenggu oleh rasa bersalah yang dilakukan oleh orang tuanya.


Selama belenggu ini masih mengikat tidak akan lahir cerita cinta di antara mereka berdua. Theo menunggu dan Selfy masih terbuai dengan pekerjaan. Sedangkan Tika secara diam diam memperhatikan hubungan mereka dan mencari celah untuk mendapatkan simpati Theo.


Bersambung....