
Selfy tidak mengganti atau mengurangi struktur organisasi hotel dan orang orang yang menduduki serta nama hotel tetap "Wijaya Hotel", Mamak sebagai Pemilik dan dia sendiri sebagai asisten. General Manager sampai manajer yang lain tetap.Dia akan mengembangkan restoran tetapi kehabisan dana maka dia membutuhkan investor.
Dia ingin mendapat predikat bintang yang lebih kecil. Sehingga dia butuh investor.
Theo sangat terkejut ketika dia datang ke hotel itu sudah ganti pemilik dan tidak dijual. Padahal dia pernah datang dan sekarang akan membeli dan mengurus sertifikat, karena dia mendapat informasi bahwa pemilik hotel yang sudah meninggal itu pernah selingkuh dengan mendiang mama dia. Selfy juga terkejut tidak mengira kalau yang datang Theo, karena dia juga tahu saat papa dia meninggal tinggal bersama mama Theo.
"Kamu pemilik hotel ini?"
"Bukan. Aku asisten pribadi pemilik hotel ini."
"Hotel ini milik siapa?"
"Istri mendiang pemilik hotel ini. Karena dia tidak tahu sama sekali bagaimana mengelola hotel sehingga dia mempercayakan segala nya kepadaku, Mengapa?"
"Aku pernah datang ke sini pada saat hotel ini akan dijual. Berhubung surat suratnya tidak jelas, aku akan mempertimbangkan dahulu, tetapi kalau memang tidak dijual lagi, ya sudah."
"Bagaimana kalau dana kamu investasi ke hotel ini, dengan perhitungan presentase dari penghasilan hotel kamu ambil selama berapa tahun hingga lunas?"
"Aku mengerti, ide bagus itu, tetapi aku akan minta persetujuan papa aku dahulu."
Sertifikat tanah itu, telah digunakan sebagai jaminan pinjaman di bank, untuk mengembalikan pinjaman dia yang telah digunakan untuk mengurus sertifikat itu. Maka dia mencari investor yang percaya pada usaha dia.
"Apa yang akan dikembangkan lagi?"
"Restoran"
"Ya. Nanti Tempat terpisah dengan restoran. Maka kami butuh dana lumayan banyak."
"Mudah mudahan Papa setuju. Kalau tidak nanti akan saya usahakan. Apa pun akan saya lakukan untuk kamu."
"Tapi kita profesional kerja, Loh."
Theo tidak sabar, lalu menelepon Papa dia karena dia tidak ingin kehilangan kesempatan bekerja sama dengan Selfy. Dengan demikian akan ada komunikasi dan pelan pelan dia akan mencairkan hati Selfy.
"Papa saya setuju."
"Bagus. Kita besuk konsultasi hukum dan membuat surat perjanjian kerja."
"Sekarang aku mau buka kamar dahulu dan istirahat."
******
Selain memiliki bakat memasak, dia cerdas menjalankan usaha. Tetapi dia menyembunyikan identitas di belakang Mamak, setiap pertemuan dengan manajer manajer hotel walaupun dia yang punya ide tetapi dia selalu mengatakan bahwa ide dari Nyonya Purwaningtyas Wijaya selaku pemilik hotel dan restoran sedangkan dia sebagai asisten hanya menyampaikan saja. Walaupun mereka telah memiliki hotel berbintang dan megah tetapi tidak meninggalkan rumah mereka.
Ketika Selfy sampai di rumah dia menceritakan pertemuannya dengan investor, Theo dan Mamak setuju datang ke lembaga bantuan hukum. Mamak bangga dengan anaknya yang telah mengubah hidup mereka dengan usaha di atas kaki sendiri. Mamak yang dahulu harus memeras keringat untuk mencari sesuap nasi, sekarang tinggal diam di rumah asetnya yang bekerja keras.
*****
Anggy lewat di depan restoran Selfy, dia berhenti dan membaca tulisan bahwa restoran pindah ke hotel "Wijaya". Dia penasaran dan akan menuju ke sana. Karena hotel itu berbintang, menurut dia tidak mungkin Selfy bisa ada di sana. Anggy hidupnya semakin tidak tenang selalu terbayang oleh keberhasilan Selfy.