Chef Talent Girl

Chef Talent Girl
Episode 10. Pesanan pelanggan baru.



Mamak mengumpulkan teman yang biasa membantu memasak yang akan dijadikan karyawan di restoran yang baru. Pertama kali mereka menginjakkan kakinya, heran, kagum dan tidak percaya pada apa yang nampak di depan mata. Bengkel dipugar menjadi rumah makan bersih dan mewah.


Setelah mamak mengarahkan, mereka diajak masuk ke dapur.


"Di ruang ini, tempat membuat resep masakan dan minuman, kemudian nanti kalian menunggu perintahku, misalnya minuman di jus atau diberi air panas dan makanan di rebus, di goreng atau ditumis, dan sebagainya. Ada pertanyaan?"


"Tidak Mak"


"Baik sekarang. Kita mulai bekerja."


Mereka belum tahu apa yang harus dikerjakan.


Selfy sedang sibuk membuat resep, menentukan dan menimbang bahan-bahan masakan di ruang tertutup.


"Ibu ibu kita mendapat pesanan makan siang ala Prancis namanya, Coq au vin."


Mereka diam, heran dan kagum kepada mamak, ternyata mamak bisa memasak makanan barat yang belum mereka kenal.


"Ini adalah makanan Prancis untuk makan tamu nanti siang. Tolong kaki ayam ini dimasak dengan anggur merah dalam waktu yang cukup lama, kalau sudah nanti aku masukan bumbu."


"Ya. Bu"


"Iris jamur jamur ini. Bumbu rempah khas Prancis sedang aku buat."


"Mengapa pakai anggur merah, Bu?"


"Agar rasa dagingnya nikmat, juga memiliki tekstur yang sangat lembut." Mamak membaca tulisan cara memasak makanan yang diberikan oleh Selfy.


Mamak dan mereka mulai memasak dan Selfy duduk di kursi kasir bersama karyawan yang bertugas menyajikan suatu hidangan yang enak rasanya, terlihat indah, dan layak untuk dibayar.


Selfy selain menyiapkan resep menu utama (main course). Dia juga telah membuat resep makanan pembuka (appetizer) dan makanan penutup (dessert).


Makanan itu dipesan oleh Theo yang akan makan siang bersama rekan binis. Dia merencanakan mendirikan hotel dan restoran lisensi dari hotel dan restoran Papan dia di Prancis. Secara diam diam langkah Theo ini, dipelajari oleh Selfy untuk mewujudkan mimpinya. Seandainya dia menerima tawaran kerja sama dengan Theo, dia tidak perlu memikirkan dana, perizinan dan bangunan. Tetapi dia ingin berdiri di atas kakinya sendiri.


"Minuman apa ini, Non? "Tanya salah satu karyawan, ketika dia membawa beberapa botol minuman.


"Kata Mamak, Ini Pastis, merupakan minuman yang sangat mudah kita temukan di Prancis, hampir setiap rumah pada umumnya menyimpan minuman ini."


"Aroma adas manis ini?"


"Benar. Sajikan menggunakan es atau pun air, kalau nanti ada yang pesan."


"Ini mengandung alkohol ya Non? "


"Di sana minuman yang non alkohol hanya air mineral. Itu saja yang bawa salah satu dari tamu kita nanti. "


"Apakah pria yang datang kemarin?"


"Ya. Kamu yang menerima sebelum aku datang, bukan."


"Pria itu tampan, loh Non. Saya tak jemu jemu melihat dia."


"Memang dia idola cewek cewek di sekolah dahulu."


"Tetapi, saya melihat dari cara dia memandang Nona, seperti dia menyimpan perasaan cinta yang lama terpendam."


"Ha, sembarangan kamu. Sudah sana kerja." Sambil tertawa karyawan pergi ke ruang tunggu.


Gara gara kata kata karyawan tadi, Selfy jadi mengenang perhatian Theo kepada dia sejak dahulu sampai sekarang. Kadang berpikir dia akan jadi pemenang diantara banyak cewek yang ingin mendapat perhatikan dari Theo, tapi kadang merasa tidak akan nyaman bersama dia yang mempunyai banyak penggemar dan yang paling menakutkan bila dia melihat penderitaan Mamak yang ditinggalkan Papa. Lebih nyaman sendiri bebas menentukan langkah hidup bukan berarti egois tetapi mandiri dan peduli terhadap kepentingan bersama. "Maaf Theo. Lanjutkan perjuangan kamu membuka pintu hatiku untuk cinta."