
Selfy gadis remaja anak seorang janda separuh baya sedang membantu mamak mempersiapkan makanan untuk dijual di serambi toko. Walaupun warung kecil dan sederhana tetapi melayani pesanan makanan lokal dan luar negeri dalam porsi kecil.
Saat jam pulang kerja tiba, warung Mamak ramai sekali, tamu yang datang silih berganti. Langganan mereka kebanyakan para kelas menengah ke bawah dan kebanyakan pembelian mereka dibungkus kemudian dibawa pulang. Warung itu tutup selalu tidak sampai malam, karena dagangan sudah habis sebelum petang. Sehingga Selfy masih mempunyai banyak waktu belajar setelah membantu melayani pembeli.
"Masak sendiri atau titipan dagangannya, Mak? " Salah satu pelanggan bertanya selagi menunggu makanan dibungkus.
"Saya sendiri, Non. mengapa? "
"Aroma dan rasa masakan berbagai jenis masakan Mamak itu enak dengan rasa yang khas. "
"Terima kasih, Non".
Banyak pelanggan Mamak yang beranggapan bahwa juru masak masakan adalah Mamak sendiri, ujung ujung Selfy yang kena salah karena mereka memandang bahwa selfy tidak pernah membantu mamak memasak, sehingga mereka sinis, ada yang sok ikut ngatur bahkan langsung menghina dia. Perlakuan mereka justru menjadi pemicu Selfy untuk menyembunyikan identitasnya.
Selfy telah belanja bahan masakan yang dipesan oleh pelanggan. Dia fokus pada masakan 2 porsi Beef Bulgogi Bowl. Dia telah mempersiapkan, daging sapi, pilih yang sedikit lemaknya, bahan marinasi: bawang merah, bawang putih, daging apel/pir/nanas, gula merah, soy sauce, kecap asin jepang, minyak/butter untuk memasak sapi, bahan lainnya: daun bawang iris, untuk taburan biji wijen, taburan, minyak wijen. Dia memasak bahan itu dengan ukuran menurut resep yang lahir dari hati nurani dia seorang chef yang berbakat dan membuat masakan itu se lezat mungkin, agar pelanggan puas dan tidak merendahkan mamak.
Di dapur hanya mereka berdua sambil memasak, mamak menggunakan kesempatan untuk mengajar anaknya tentang nilai kehidupan. Karena Mamak ingin anaknya yang berbakat menjadi anak yang berkepribadian, tidak sombong dan mandiri, melalui pengalaman hidup dengan melihat, mendengarkan, dan melakukan yang terbaik.
***
Sore itu, seorang Ibu datang dengan anak perempuan di warung. Anak itu tidak percaya bahwa warung yang sederhana dapat menyajikan masakan yang enak dan murah sedangkan ibunya meyakinkan.
Selfy melihat mereka pernah datang dan mendengar pembicaraan mereka, teringat bahwa ibu itu cerewet sekali dan kebetulan Mamak sedang sibuk melayani pembeli, maka dia ambil alih pekerjaan nya “Dari pada orang itu menunggu, nanti berbicara yang tidak enak didengar, maka aku akan melayani pembeli, biar mamak menghadapi mereka,” kata Sefly dalam hati.
Anak perempuan itu ingin kontrak mamak sehari memasak di rumah mereka. Dia punya hajat syukuran.
“Maaf Non, saya terlanjur menerima pesanan untuk besuk. Tapi kalau boleh saya masak di rumah, mungkin bisa.” Jawab Mamak.
Mereka berdua saling pandang dan mamak menunggu keputusan mereka. Akhirnya mereka memutuskan untuk dikirim menu yang sama dengan pesanan kemarin untuk seratus orang dan disajikan secara prasmanan. Anak perempuan itu memuji makanan melebihi karya dia baik aroma maupun rasanya. Dia juga seorang chef yang bekerja di salah satu hotel terkenal di Korea.
“Neng, dengar itu kata anakku. Belajar masak pada Mamak.” Selfy tidak menanggapi dengan kata kata, dia hanya tersenyum.
Selfy membawa catatan pesanan makanan pelanggan dan pergi ke pasar sore belanja bahan yang diperlukan, sehingga tidak membantu mamak. Setelah dia berangkat tidak lama kemudian datang lagi Ibu yang
memesan makanan ala korea dengan anak perempuannya.
“Mak, maaf ada yang lupa.”
“Apa yang ketinggalan?” Mamak mengira ada barang yang ketinggalan.
“Lupa belum pesan makanan pembuka.”
Mamak kebingungan karena Selfy baru saja berangkat ke pasar. Maka dia mengulur waktu sampai Selfy datang.
“Makanan pembuka khas Korea maksudnya?”
“Ya, Mak. Mamak bisa membuat, bukan?” Kata anak perempuan itu.
Mamak kebingungan, lalu mencari secarik kertas dan pensil, agar dia menulis saja. Sialnya, kertas dan pensil dibawa Selfy. Kemudian mamak memencet tombol telepon genggam dan membuka google tentang makanan pembuka ala korea.
"Tteokbokki, Mak"
“Eh, Mak itu makanan apa namanya asing di telingaku.” Si ibu meyakinkan kemampuan memasak mamak.
“Makanan dari tepung beras yang dimasak dengan bumbu gochujang bercita rasa pedas dan manis. Tteokbokki juga tidak hanya berisi kue beras saja, melainkan juga berisi telur, sosis, dan fish cake, Bu.”
“Terus apa lagi.”
“Tadi sudah aku katakan, bukan, Mandu, hidangan berupa pangsit yang dibuat dari adonan tepung yang berisikan daging berbumbu kemudian dikukus. Mandu juga biasanya disajikan dalam jumlah banyak, sehingga sangat cocok dimakan bersama keluarga besar.” Mamak menjelaskan sambil membaca tulisan pada layar monitor.
“Maaf ya Mak, Saya telah menyinggung perasaanmu dengan kata kataku. Ternyata kamu juru masak yang hebat.'
Pada saat mereka pamit, Selfy datang.
“Aduh,..lama sekali nunggu kamu, ke mana saja kamu tidak bantu Mamak malah pergi. Mamak suka memasak anaknya suka main."
"Non, untuk berapa orang?" Mamak memotong pembicaraan ibu itu.
"Seratus orang, Mak."
Selfy hanya tersenyum sambil mengangkat belanjaan. Lalu dia mengambil catatan pesanan makanan pada hari itu dan pulang kemudian membuat resep makanan di rumah. Walaupun dia dihina, dia senang, karena berhasil meyakinkan kemampuan mamak kepada pelanggan.
Ketika dia sampai dirumah masih ada teman mamak sedang memasak di dapur, padahal dia akan meracik resep makanan yang harus jadi sore itu dan paginya akan dimasak.
"Bu, bumbu dapur mamak taruh di mana ya?"
"Buat apa Neng? "
"Mamak menyuruh menyiapkan bumbu untuk dimasak besuk pagi."
"Itu kelihatan, di dalam almari kaca."
"Mana Bu? "
"Itu semua ada di situ. Maka kamu bantu Mamak di dapur, tidak main hp dan tidur."
"Ya Bu."
"Tut,.. tut.." Handphone Ibu itu berdering dan dia mengangkat.
"Mamak suruh saya bantu di warung Neng. Warung ramai katanya. " Kata ibu itu.
"Silakan Bu"
"Mamak itu tahu aja." Selfy berbicara sendiri lalu merancik resep beberapa masakan pesanan pelanggan.
Tidak lama kemudian Mamak pulang dan membantu Selfy menyiapkan menu makanan yang dipesan oleh para pelanggan. Mamak melirik Selfy yang sedang menimbang dan mencampur bumbu dengan bahan yang akan dimasak.
"Dia teliti sekali membuat resep masakan. Aku ingat mendiang Papanya ketika masih bekerja sebagai Chef di hotel? Dia selalu membawa sebagian kecil hasil masakannya dan aku menjadi tester. Tetapi masakan Selfy jauh lebih enak dibanding mendiang Padanya.