Chef Talent Girl

Chef Talent Girl
Episode 27. Berbeda orang dalam satu nama



"Saudara saudara saya perkenalan GM kita yang baru Theodeous Suryawan. Mungkin sebuah nama yang tidak asing bagi kalian dan saya ucapkan selamat bekerja sama". Selfy membuka meeting dengan karyawan. Mereka saling berbisik menjadi berisik.


"Mereka pikir dia adalah Deo yang mereka kenal, biarlah mereka nanti tahu dengan sendirinya". pikir Selfy.


Usai meeting Theo masuk ke ruang General Manager tidak lama kemudian Selfy menyusul dengan membawa segelas minuman.


"Ah,... Sel minuman udah di siapkan oleh OB, lho"


"Ini lain aku buat khusus untuk mu. Minuman resep aku yang baru".


Ketika Selfy akan mengganti minuman di meja dengan minuman yang dia bawa, heel sepatu nyangkut kaki kursi hingga dia jatuh tepat tengadah di pangkuan Theo, kedua minuman itu tumpah ke wajah dan bajunya, dalam hitungan menit Selfy di pelukan Theo dan mereka berdua saling beradu pandang kemudian mengalir getaran cinta yang lama terpendam di antara mereka berdua.


"Ah,...maaf,...maaf...". Selfy bangun dan mengambil tissue lalu membersihkan wajah dan baju Theo.


"Gak pa pa udahlah biar aku bersihkan sendiri", pinta Theo tapi Selfy mengelak dan melanjutkan membersihkan wajah dia. Mereka berdua diam tetapi masing masing merasakan getaran dawai cinta di hati mereka. Cinta lama mulai bersemi kembali di hati Selfy, sedangkan. Theo diam terpaku rasa takut menyelimuti hingga dia sulit berkata kata, apa lagi melakukan sesuatu terhadap Selfy. Masih terbayang saat ketika dia ditolak.


Di ruang lain para karyawan membicarakan Theo yang mereka kira Deo yang telah berubah. Mereka memuji ketampanan, kepandaian dan kelembutan Theo. Mereka senang bekerja sama dengan manager ganteng.


Setelah Selfy sampai di Resto Wijaya, dia mengumpulkan semua karyawan Restoran Wijaya.


"Mulai hari ini, Tika sebagai General manager di Resto n' Resort ini, karena Theo saya promosikan menjadi General manager di Hotel dan Resto Wijaya. Tika mempertanggungjawabkan pekerjaan langsung kepada saya. Kalau ada sesuatu terkait dengan tugas baru ini, nanti Tika bisa bertemu di ruangan saya sebelum mengadakan meeting dengan karyawan, karena saya akan ngantor di sini".


"Terima kasih, Nona".'.


"Posisi keuangan menggantikan Tika nanti kita cari. Sekarang silakan bekerja sesuai dengan tugas kalian"


Kemudian Selfy meninggalkan mereka dan masuk ke ruangnya.


Tika, di satu sisi senang karena mendapatkan jabatan penting tetapi di sisi lain dia merasa kehilangan pria yang diidamkan.


"Mengapa bengong? Deo datang tiba tiba.


"Udah. Sekarang aku bertanggung jawab keamanan dan transportasi. Selamat ya Nona GM".


"Selamat juga, Tuan manager transportasi dan komandan security".


"Tapi kenapa kamu nampak ga semangat? Pernah ku bilang kan? jangan pernah mengharapkan cinta Theo. Hati dia itu dah beku untuk cinta. Hanya Selfy yang mampu mencairkan. Tapi kamu nekad?"


"Ya, Kak. Karena aku ga bisa nipu kata hatiku. Bukan aku nekad tapi hati dan pikiran telah terhipnotis oleh keberadaan Kak Theo".


"Okey,..aku mengerti. Tetapi sebelum terlanjur, lupakan dia dan tempatkan dia sebagai Kakak atau partner kerja".


"Kakak sendiri bagaimana dengan Anggy?"


"Aku juga tidak tahu. Banyak orang mengatakan kalau dia itu anak bermasalah, arah hidupnya tidak jelas dan jalan pikiran dia kadang tidak waras".


"Tapi mengapa Kakak bela belain dia terus?"


"Karena sesuatu yang menantang itu, aku terpanggil untuk melibatkan diri tanpa maksud tertentu kecuali membantu".


"Apakah Kakak tidak tahu kalau Wulan, manager Wijaya 2 , naksir Kakak?"


"Ah, dia naksir orang yang salah.Aku sadar diri kok" Deo tersenyum, kemudian pergi menuju ke ruang di mana Selfy berada.


"Senyum itu yang tak dapat kulupakan. Senyum yang sama pada orang yang berbeda.' Kata Tika dalam hati.


Di ruang Theo, Selfy memandang lukisan potret Theo yang terpampang di sudut ruang itu.


Bersambung...