Break the Limit

Break the Limit
Menunggu



Allard dan Livy bersandar di batu besar, tak lama kemudian Cedric datang.


"Wow... kalian terlihat sangat berantakan"


"Cepat bantu aku"


Allard melepas bajunya dan memperlihatkan luka dipunggungnya.


"Aku akan mengoleskan obat yang diberikan Livy padaku"


Cedric mengoleskan cairan kental itu dengan perlahan ke luka Allard dan dengan perlahan luka itu tertutup dengan sendirinya.


"Oke sudah selesai, giliranmu Livy"


Allard merampas obat ditangan Cedric.


"Aku saja"


Cedric hanya tersenyum kecil.


Livy melepas kancing atas gaunnya dan memperlihatkan punggungnya.Allard membelai punggung Livy yang terluka.


"Oh... sepertinya sayapmu patah"sahut Cedric yang seketika mendapatkan pukulan dari Allard.


Livy menoleh kaget "Benarkah?"


"Tidak.. Cedric bercanda.. sekali lagi cedric membual aku yang akan mematahkan sayapnya"


Selesai mengobati luka Livy, mereka duduk memikirkan apa yang akan dilakukan nanti.


"Aku akan berbicara kepada Ayah, Cedric aku ingin kau menjaga Livy"


"Okay"


Livy menggenggam tangan Allard "Kau yakin?"


Allard mencium kening Livy "Tunggu aku"


Cedric menggendong Livy dan membawanya ke dalam gua yang tidak terlalu besar.


Cedric menyalakan api disetiap sudut sebagai penerangan.


"Kalau kau mau membersihkan badanmu, didalam gua ini ada kolam kecil, aku akan pergi memetik apel"


Livy mengangguk, setelah Cedric pergi Livy segera berjalan masuk kedalam gua dan menemukan kolam kecil itu.


Livy membasuh wajahnya lalu melepas bajunya dan masuk kedalam kolam yang walaupun kecil kedalamannya sampai ke perutnya.


Livy menggosok seluruh badannya lalu tiba tiba ia merasakan pening dikepalanya, pandangannya memburam dan semakin lama semakin gelap.


Cedric mampir ke salah satu rumah yang tak jauh dari tempatnya memetik apel.


Tok tok...


Beberapa saat kemudian pintu terbuka, tampak seorang wanita dan pria yang menggendong bayi mereka terkejut dengan kedatangan Cedric, mereka menunduk hormat.


"Pangeran Cedric"


"Aku hanya ingin meminjam gaun wanita, apa kalian punya?"


"Ini pangeran"


Cedrice membelai pipi bayi mungil mereka ''Terimakasih"


Pasangan suami istri itu terlihat bahagia karna seorang pangeran menyentuh bayi mereka dan itu sebuah kehormatan bagi mereka.


Cedric terbang kembali ke gua, ia merasa ada yang aneh karna gua terlihat sangat sepi. Cedric masuk kedalam dan terkejut melihat Livy yang pingsan dikolam.


Cedric menjatuhkan baju dan apel yang ia pegang dan segera mengangkat Livy.


Cedric membaringkan Livy di atas kayu panjang tempat Cedric tidur.


Wajahnya memerah melihat tubuh Livy yang tanpa sehelai benang pun.


Cedric mengambil gaun yang ia pinjam dan menutupi tubuh Livy.


Ia menyentuh dahi Livy memastikan apakah Livy demam atau tidak, dan ternyata Livy baik baik saja.Cedric memutuskan membiarkan Livy tidur dan menunggunya sampai terbangun.


Beberapa jam kemudian Livy terbangun, Livy duduk dan menyentuh kepalanya yang sedikit pusing.


Cedric menghampiri Livy.


"Apa kau baik baik saja?"


"Mm.... aku hanya merasa sedikit pusing"


"Pakai bajumu, aku juga membawakanmu apel"


Livy terdiam sejenak, lalu memandang tubuhnya yang telanjang.


Livy segera menutupi tubuhnya menggunakan gaun hitam yang berada diatasnya.


"K..kau melihatnya... apa lagi yang kau lakukan... apa kau menyentuh tubuhku!!"


Cedric menghampiri Livy dan tersenyum kecil.


"Menurutmu ? aku juga seorang pria"


Livy terdiam, Cedric menahan tawanya melihat wajah marah Livy.


Cedric memberikan apelnya ke tangan Livy.


"Aku tidak melakukan apapun, lagipula aku tidak tertarik kepada mayat, jadi kau cepat pakai bajumu sebelum aku tergoda"


Livy menurut, Cedric membalikkan badannya sementara Livy memakai gaunnya yang terlihat pas dibadannya.


"Aku sudah selesai"


Cedric duduk disebelah Livy.


"Jadi.. apa yang membuatmu pingsan?"


"Aku tidak tau.. tiba tiba saja kepalaku sangat sakit dan aku bermimpi bertemu dengan ratu Calesthane, ratu sangat marah... aku takut terjadi sesuatu pada Allard"


Cedric hanya diam, ia sudah tau bahwa tentu saja akan terjadi sesuatu kepada Allard.