
Ratu Calesthane melepas pelukannya lalu menatap mata merah menyala milik raja Vigor.
"Aku harus kembali ke istana ku, terimakasih sudah mempercayaiku Vigor" sahut ratu Calesthane dengan senyuman.
"Aku menginginkanmu, jangan pergi"
Ratu Calesthane membelai rambut hitam raja Vigor.
"Kita tidak bisa seperti dulu lagi... aku adalah ratu dari Mediocris.. aku tidak bisa ikut denganmu"
Raja Vigor hanya membalas perkataan ratu Calesthane dengan senyuman, lalu dengan cepat ia menggendong ratu Calesthane dan membawanya ke dunianya.
"V...Vigor!!! apa yang kau lakukan!! turunkan aku" teriak ratu Calesthane.
"Aku sangat bodoh jika melepaskanmu untuk yang kedua kalinya" sahut raja Vigor .
Raja Vigor mengepakkan sayap hitamnya lalu terbang memperlihatkan pemandangan dunia iblis, Diabolus.
Raja Vigor membawa ratu Calesthane ke istananya.
"Vigor!!... jangan bawa aku ke istana mu... bagaimana dengan anak anakmu nanti"
"Siapa yang berani menentang seorang raja?"
Sampai di istana Diabolus, mereka disambut dengan tatapan serta wajah dingin Sthynx yang tengah duduk di bangku depan istana.
"Sebaiknya aku pulang" sahut ratu Calesthane.
"Anak anakku tidak akan mempedulikannya, jangan khawatir. Mereka hanya mempedulikan urusan mereka masing masing"
Seperti perkataan raja Vigor, Sthynx hanya memandang mereka beberapa detik lalu pergi meninggalkan mereka dengan acuh.
Raja Vigor menurunkan ratu Calesthane, lalu menggandengnya masuk kedalam istana.
"Dulu aku hanya mengajakmu melihat istanaku dari luar"
Ratu Calesthane memandangi seluruh isi istana Diabolus yang suram dan menakutkan,dinding terbuat dari batu dengan obor disetiap sudut, singgasana besar dan menakutkan terpampang jelas menunjukkan bahwa ini adalah istana milik sang raja iblis.Sangat berbanding terbalik dengan istana Mediocris miliknya yang cerah dengan hiasan bunga bunga disetiap sudut jendela.
Livy mengikat rambutnya, lalu keluar dari kamar.Ia dikagetkan dengan sosok Sthynx yang berdiri tepat didepan pintu kamarnya.
"Ah.. kau ini mengagetkanku saja"
"Ratu mu ada disini"
Livy terdiam sesaat"Ra...ratu Calesthane?"
Sthynx mengangguk.
"Kenapa? apa ratu Calesthane mau membawaku kembali?" sahut Livy panik.
"Aw...apa apaan?"
"Ratu Calesthane sedang bersama raja Vigor, jadi jangan mengganggu mereka, aku mengatakan ini karna aku tau kau itu suka mengganggu"
Livy menendang kaki Sthynx lalu berjalan pergi meninggalkannya.
Ratu Calesthane berdiri memandangi sebuah lukisan besar yang terpampang didinding kamar raja Vigor.
Lukisan seorang wanita berambut putih bergelombang, bermata merah dengan senyuman yang terlihat menawan.
"Dia...istrimu?"
Raja Vigor berdiri disebelah ratu Calesthane.
"Ya... namanya Sara"
"Dia... sangat cantik, dia penyihir?"
"Ya... aku dijodohkan dengan seorang penyihir agar keturunanku nanti memiliki kekuatan yang hebat. Dan itu terbukti"
"Lalu... apa yang terjadi padanya?"
"Sara meninggal ketika melahirkan putra ketigaku Allard.. Allard menyerap habis energinya sewaktu masih didalam kandungan."
"Jadi.. Allard yang terkuat diantara yang lainnya?"
"Ya... dia akan menjadi seperti diriku suatu saat nanti" sahut raja Vigor sambil tersenyum.
Ratu Calesthane terdiam, ia mengkhawatirkan Livy, karna jika suatu saat Livy mengandung anak Allard, besar kemungkinan ia akan mengalami hal yang sama dengan Sara.
Raja Vigor memeluk ratu Calesthane dari belakang.
"Aku akan menjadikanmu ratuku selanjutnya"
Ratu Calesthane terdiam mendengarnya.
Raja Vigor membalikkan badan ratu Calesthane, membuat wanita itu memandang wajahnya.
"Ada apa?"
"Aku tidak bisa menjadi ratu mu"
"Kenapa?"
"Siapa yang akan menjadi ratu bagi Mediocris nanti?"