
Tengah malam
Raja Vigor memakai jubah abu abu nya yang memperlihatkan dada bidangnya, rambut hitam panjangnya terurai begitu saja.
Ia mengeluarkan sayapnya, dan terbang pergi menuju perbatasan sungai untuk menemui Ratu Calesthane yang sudah menunggunya disana.
Ratu Calesthane duduk sendirian di batu besar sungai, ia mencium aroma khas dari Raja iblis yang semakin mendekat. Tak lama kemudian, Raja Vigor berdiri tak jauh dari Ratu Calesthane dengan wajah dingin.
"Ini terakhir kalinya kita bertemu, katakan apa yang ingin kau katakan" sahut Raja Vigor yang masih berdiri ditempatnya.
Ratu Calesthane tersenyum kecil sambil memandang wajah pria yang terlihat dingin dihadapannya.
"Maafkan aku..."
"Untuk apa?"
"Untuk kesalahanku yang dulu"
Raja Vigor tertawa "Hahaha... sudah kubilang lupakan saja masa lalu kita, kita sudah tidak ada hubungan apa apa lagi... sesuai kemauanmu"
Ratu Calesthane menghampiri Raja Vigor yang masih tidak melakukan apapun,ia berdiri tepat dihadapannya.
"Aku terpaksa melakukannya, jika aku tidak melakukannya... aku tidak akan bisa menjadi ratu"
Raja Vigor mendengus kesal mendengar perkataan ratu Calesthane.
"Demi menjadi ratu kau mengkhianatiku??"
"Aku hanya meminjam kekuatan dari batu kristalmu untuk membunuh ratu Maleena !!!" bentak ratu Calesthane yang membuat raja Vigor tertegun seketika.
"Kau bisa melihat kebenarannya pada diriku Vigor..." sahut ratu Calesthane.
Raja Vigor meletakkan jari telunjuknya ke dahi ratu Calesthane, dan dalam sekejab iapun dapat melihat kejadian sebenarnya di masa lalu.
Ratu Calesthane dulunya hanya seorang peri penjaga biasa yang cantik dan rupawan, ratu Maleena memanfaatkan kecantikan ratu Calesthane untuk menggoda raja iblis yaitu raja Vigor untuk mendapatkan batu kristal itu.
Ratu Maleena sangat murka ketika mendapati ratu Calesthane yang benar benar mencintai raja Vigor, iapun mengancam akan menghukum semua orang yang ratu Calesthane sayangi jika ia tidak mendapatkan batu itu.
Namun siapa sangka, setelah ratu Calesthane berhasil mendapatkan batu itu, ratu Maleena menghukum ratu Calesthane dengan menghancurkan sayapnya.
Beruntungnya, batu yang ratu Calesthane berikan pada ratu Maleena adalah batu yang palsu. Batu yang asli ia gunakan sendiri untuk melawan ratu Maleena, dan iapun berhasil mengalahkan ratu Maleena.
Ratu Calesthane ingin mengembalikan batu kristal milik raja Vigor, namun ia mengurungkan niatnya ketika mendengar raja Vigor menyetujui pernikahannya dengan wanita iblis yang dijodohkan padanya.
Raja Vigor menarik kembali jari telunjuknya, air mata nya mengalir seketika.
Ratu Calesthane tersenyum dengan air mata mengalir di pipinya, ia mengeluarkan kalung yang bersembunyi didada dan tertutup oleh bajunya. Kalung dengan batu kristal merah milik raja Vigor.
Ratu Calesthane melepas kalungnya dan memberikannya pada raja Vigor, seketika wajah ratu Calesthane memucat, sayap putih membentangnya layu seketika seperti bunga yang kekeringan.
"Inilah wujud diriku yang sekarang, maafkan aku Vigor... aku terpaksa me...mmm"
Raja Vigor mencium bibir ratu Calesthane sebelum wanita itu menyelesaikan kata katanya.
Ciuman mereka semakin dalam, hingga ratu Calesthane reflek mendorong tubuh raja Vigor ketika merasa kehabisan nafas karna ciuman dari raja Vigor.
Ratu Calesthane terdiam seketika, jantungnya berdegub sangat kencang dan semakin kencang ketika raja Vigor membelai pipinya dengan lembut.
"Maafkan aku....Calesthane, kau boleh memilikinya... kau pantas memiliki batu kristal itu, aku tak sanggup merasakan penderitaanmu selama ini.. maafkan aku" sahut raja Vigor sambil memakaikan kalung batu kristal itu ke leher ratu Calesthane.
Tubuh ratu Calesthane kembali segar seperti semula.
Ratu Calesthane menghapus air matanya lalu memeluk raja Vigor dengan erat.
Ratu Calesthane merasakan tubuh raja Vigor yang dingin dan juga aroma tubuhnya yang masih sama seperti dulu, aroma yang ia rindukan selama ini.