Break the Limit

Break the Limit
Peringatan



Dengan gugup Livy berdiri di hadapan Ratu Calesthane yang terlihat anggun duduk di singgasananya.


"Livy, ada yang mau aku bicarakan padamu"


"Iya ratu Calesthane"


"Ada hubungan apa antara kau dan pangeran Allard dari Diabolus?"


Seketika wajah Livy memucat.


Ratu Calesthane menghela nafas panjang.


"Aku harap mulai saat ini kau jauhi dia, peri dan iblis tidak boleh bersama, kau tidak akan tau apa yang akan terjadi padamu nanti Livy....aku hanya mencoba melindungimu"


"Baik ratu Calesthane, saya mengerti"


"Jangan sampai aku melihat dengan kedua mataku sendiri"


"Baik ratu"


Livy meninggalkan istana dengan wajah murung, ia pergi ke perbatasan sungai berharap seseorang yang ia rindukan datang.


Livy duduk dibawah pohon sambil memainkan sihirnya.


Paman Joel menghampirinya


"Livy... apa ada masalah?"


Livy hanya menggeleng sambil tersenyum.


"Paman mau membeli stok makanan, bisakah kau berjaga sebentar"


"Tentu saja paman... jangan khawatir"


"Baiklah... terimakasih, paman pergi dulu"


Tak lama kemudian Livy dikagetkan dengan munculnya Cedric yang duduk disebelahnya.


"Hey!!! Kau mengagetkanku''


"Ada apa? sepertinya kau ada masalah?Apa kau merindukan Allard ?


Livy terdiam sejenak sambil memandangi sungai Obice.


"Aku butuh bantuanmu"


"Katakan pada Allard, jangan temui aku dan jangan kembali kemari, dan kau juga... jangan melewati batas sungai.. Ratu Calesthane telah mengetahui semuanya, dan itu akan sangat berbahaya"


"Apa imbalanku?"


"Apa yang kau inginkan?"


"Bagaimana kalau... satu ciuman"


Livy mengambil sebuah kotak kecil di keranjang yang slalu ia bawa dan memberikannya pada Cedric.


Ini lebih bermanfaat daripada satu ciuman.


Cedric membuka kotak itu , sebuah cairan kental aneh berwarna hijau tua.


"Apa ini ?"


"Itu obat... kalau kau tergores beri saja obat itu, lukamu akan sembuh"


"Hah?... bukankah aku minta satu ciuman?"


Livy mendorong Cedric "Sudah cepat pergi.. paman Joel akan segera kembali"


Paman Joel kembali membawa beberapa kantong makanan.


"Terimakasih Livy sudah mau berjaga, apa kau lapar"?


"Tidak perlu paman, aku pulang dulu"


"Baiklah hati hati".


Malam harinya, Cedric mengatakan semuanya pada Allard, dan tentu saja Allard sangat marah.


Cedric keluar dari kamar Allard dan berjalan menuju ke kamarnya, namun langkahnya dihentikan oleh Sthynx.


"Sepertinya kau juga mau dihukum Cedric"


"Jangan selalu ikut campur Sthynx...pergi jangan ganggu aku"


Hubungan Sthynx dan Cedric memang tidak pernah akur dari dulu, Sthynx yang selalu menurut dan menjadi kesayangan raja sedangkan Cedric yang selalu membantah dan jarang berada di istana.


Allard memandangi pergelangan tangannya, tanda hukuman itu akan hilang besok malam, dan tentu saja setelah tanda itu hilang ia akan menemui Livy walaupun ratu Calesthane memperingatinya.