
Raja Vigor duduk di atas ranjangnya dengan raut wajah kesal, ia kesal karna ratu Calesthane menolak menjadi miliknya dengan alasan tidak ada pengganti dirinya sebagai ratu bagi Mediocris.
Ratu Calesthane terdiam duduk di sofa, ia juga ikut marah karna raja Vigor tidak mau mengerti posisinya.
"Sebaiknya aku kembali saja" sahut ratu Calesthane yang seketika menambah amarah raja Vigor.
Raja Vigor berdiri, dengan kesal ia membakar ranjangnya hanya dengan sekali tatapannya.
Ratu Calesthane menyilangkan kakinya "Apa kau mencoba menakutiku? coba saja!!"
Raja Vigor mendekati ratu Calesthane, ia berdiri tepat dihadapan wanita yang duduk memalingkan muka darinya.
"Baiklah... aku akan mengantarmu pulang"
"Apa?"
Raja Vigor menarik tangan ratu Calesthane lalu menggendong ratu Calesthane dengan paksa.
Livy duduk di bangku depan istana bersama Allard, tak lama kemudian Raja Vigor keluar dari istana menggendong ratu Calesthane.
"Ratu Calesthane?" gumam Livy.
"Li...Livy.." sahut ratu Calesthane dengan wajah memerah, ia malu Livy harus melihatnya dalam posisi seperti itu.
Allard memegang tangan Livy.
"Jangan ganggu mereka" sahutnya.
Livy hanya terdiam memandangi raja Vigor yang membawa ratu Calesthane pergi.
"Umm... apa mereka ada sesuatu?" tanya Livy
"Seperti yang kau lihat, sebaiknya jangan mengganggu mereka, aku tidak ingin ayahku marah dengan membakar apa yang dilihatnya"
Sthynx berjalan menghampiri Allard.
"Kali ini ayah hanya membakar ranjangnya gara gara ratu Calesthane"
Allard hanya tersenyum mendengarnya.
"Memang sebelumnya apa pernah seperti ini?" tanya Livy penasaran.
Sthynx berdiri tepat dihadapan Livy "Tentu saja, ratu mu itu menyebalkan, selalu membuat ayahku marah. Dulu karna masalah pengkhianatan ratu Calesthane, ayahku membakar separuh dari hutan disini, bahkan halaman istana hancur semua hanya gara gara satu wanita itu"
"Hey.. kau tidak perlu menyebut ratu Calesthane menyebalkan"
"Memang kenapa? bukankah itulah kenyataannya?"
Allard menendang kaki Sthynx "Sudahlah jangan berdebat"
Livy tertawa "Hahaha.... ya..ya...ya...itu karna kau belum pernah jatuh cinta pada wanita, atau jangan jangan pangeran Sthynx menyukai sesama jenis?"
"Allard.... kalau dia bukan wanitamu, aku sudah memberinya pelajaran"
Sementara itu, raja Vigor dan ratu Calesthane telah sampai di perbatasan sungai.
"Kau boleh turunkan aku disini" sahut ratu Calesthane
"Tidak, aku akan mengantarmu langsung ke istanamu"
"A...apa?..."
"Kalau kau melarangku aku akan membawamu kembali ke istanaku dan menjadikanmu milikku sekarang juga"
"Hah .... baiklah tapi turunkan aku"
Raja Vigor menurunkan ratu Calesthane, mereka berjalan berdampingan.
Kedatangan raja Vigor membuat sebagian dari para peri ketakutan dan sebagian lainnya terpesona akan ketampanan serta kegagahan raja Vigor.Raja Vigor berjalan dengan santainya, ia mengabaikan tatapan tatapan para peri yang dilewatinya.
Sesampainya di istana ratu Calesthane, raja Vigor duduk di singgasana milik ratu Calesthane.
"Hmm..istana mu ini terlalu mencolok, sebaiknya kau ubah tampilan istanamu seperti istanaku"
"Vigor, aku peri sedangkan kau itu iblis, kesukaan kita pastinya bertolak belakang"
"Aku akan mengubahnya nanti"
"Hah ? kenapa kau seenaknya saja, ini istanaku"
"Ini istanaku juga nanti"
"A...apa maksudmu?"
Raja Vigor tersenyum lalu berdiri dihadapan ratu Calesthane yang menatapnya dengan penuh tanda tanya.
"Kau bilang tidak mau menjadi ratu bagi Diabolus karna tidak ada ratu pengganti dirimu, jadi biarkan aku yang menjadi raja disini dan kau ratunya"
"Vi...Vigor !!! kau..."
Raja Vigor mencium bibir ratu Calesthane, membungkamnya agar tidak banyak berkomentar.
Wajah ratu Calesthane memerah.
"Vigor!! masih ada penjaga dan pelayanku disini"
"Aku tidak peduli, biarkan saja mereka melihatnya"