Break the Limit

Break the Limit
Cambuk Api sang Raja Iblis



Allard sampai di istana, ia berlutut dihadapan rajanya yang juga ayahnya.


Allard menceritakan awal pertemuannya dengan Livy hingga masalah mereka sekarang, Ia meminta agar sang ayah menyetujui hubungannya.


Sthynx hanya berdiri disebelah ayahnya.


Raja Vigor sangat marah atas perilaku anak ketiganya itu dan dia mengancam akan membunuh Livy namun Allard bersikeras mempertahankan Livy bahkan dengan nyawanya.


Raja Vigor mengeluarkan cambuk apinya karna marah, dan menghempaskannya ke punggung Allard.


"Bagaimana rasa cambukku ini? Kalau kau bertahan dengan 10 cambukanku saja.. aku akan membiarkan Livy hidup"


Sthynx berlari dan memeluk Allard.


"Ayah... kumohon jangan sakiti Allard, bisakah ayah meringankan hukuman ayah"


"Kenapa kau membela adikmu yang salah? oke kalau begitu kau menerima 3 cambukan Allard"


Allard meremas tangan Sthynx.


"Sthynx jangan, jangan ikut campur.. pergilah"


"Tidak apa apa.. ini salahku karna tidak mencegahmu sedari awal"


Raja Vigor memerintahkan para penjaga untuk merantai Allard dan juga Sthynx.


Allard dan Sthynx terikat disebuah besi panjang dengan rantai di tangan dan kakinya.


CPLAZZ....


Satu persatu cambukan dihempaskan ke punggung mereka, baru dua cambukan sudah membuat luka yang begitu parah di punggung mereka.


Para penjaga melepas rantai Sthynx yang sudah menerima 3 cambukan dan membawa Sthynx ke kamarnya.


Allard hanya terdiam menahan sakitnya, matanya tertutup rapat membayangkan senyum Livy.


CPLAZZZ...


Hanya tinggal 2 cambukan lagi, namun Allard sudah kehilangan kesadaran. Raja Vigor menghentikan cambukannya.


"Penjaga!! Lepas rantainya.. bawa Allard ke kamarnya dan panggil seseorang untuk mengobatinya."


"Baik Yang Mulia Raja"


Raja Vigor mengeluarkan kupu kupu berwarna hitam legam dan memerintahkannya untuk menemui Ratu Calesthane.


Sedangkan di istana Mediocris, Ratu Calesthane duduk di singgasananya dengan cemas, ia takut para iblis akan mencelakai Livy.


Tiba tiba dikejauhan muncul asap asap hitam yang terbang mendekat, ternyata seekor kupu kupu hitam yang berarti Raja Vigor ingin bertemu dengannya disungai Obice.


Ratu Calesthane menghancurkan kupu kupu hitam itu menjadi serpihan kecil.


_Livy_


Livy menghampiri Cedric.


"Cedric... dimana Allard.. kenapa dia belum kembali?"


"Aku akan membawamu kesana sebentar lagi, sebaiknya kau makan dulu, aku sudah menyiapkan apel disana."


Livy duduk disebelah Cedric.


"Umm.. terimakasih sudah baik kepadaku Cedric"


Cedric hanya menoleh sekilas.


"Kukira semua iblis disini jahat.. ternyata tidak semuanya"


Cedric menatap mata Livy dan membelai lembut pipi Livy.


"Itu hanya cerita dari Ratumu saja... selama tidak ada yang berbuat salah, kami kaum iblis tidak akan membuat masalah. Tapi kalau ada yang berani membuat masalah, kami akan membunuhnya"


Livy terdiam sejenak "Apa maksudmu dengan cerita dari ratuku saja?"


"Suatu saat kau juga akan tau"


Livy hanya diam memandangi pemandangan pohon pohon dihadapannya yang terlihat suram.


Cedric tertawa kecil.


"Apa yang kau tertawakan?"


"Tidak... Aku hanya menertawakan kalian berdua yang sangat bodoh"


"Kau yang bodoh..."


"Allard bodoh sudah jatuh cinta pada peri bodoh sepertimu"


Livy mendorong bahu Cedric "Kau yang bodoh... berhentilah mengejekku"


Cedric hanya tertawa kecil dan menarik tangan Livy hingga Livy jatuh kedalam pelukannya.


"Cedric.. lepas.."


Livy dmemandang Cedric dengan tatapan kesal, ia melihat wajah Cedric yang terlihat dingin menatapnya. Mata merah yang sedang menatapnya sangat menakutkan bahkan lebih menakutkan dari mata Allard.


"Cepat habiskan apelmu dan kita akan menemui Allard."


Cedric melepas pelukannya dan kembali mengasah pedangnya.


Livy kembali ke dalam gua dan memakan apelnya. Badannya masih bergetar takut akan mata Cedric dan aura gelapnya.


Livy memakan apelnya sambil terus memandangi Cedric.