BODYGUARD BERHIJAB

BODYGUARD BERHIJAB
Tugas Aneh



Hana terus berlari hingga kini ia telah berada didepan pintu luar ruang meeting Arga.Dengan perlahan ia membuka pintu tersebut dan ia sangat terkejut saat melihat salah satu rekan Arga menodongkan pistol kearah Arga, tanpa basa basi Hana langsung berlari untuk menghentikan penembak itu.


Doorr...


Prang..


Disaat pria itu mulai menarik jari telunjuknya untuk menekan pistol itu Hana langsung memegang tangan pria itu dan mengarahkan pistol itu kearah kaca gedung yang langsung pecah.Mendengar suara tembakan pistol semua orang yang sedang fokus ke layar infokus langsung kaget dan ketakutan.Arga sendiri sangat terkejut melihat Hana sudah memelintir tangan kanan pria itu yang memegang pistol sedangkan posisi setengah tubuhnya sudah dalam keadaan tengkurap diatas meja,Hana menekan tengkuk pria itu keatas meja yang membuatnya tak bisa bergerak leluasa.


"Hana!!!,apa yang kau lakukan?" teriak Arga.


Mendengar teriakan Arga Hana langsung menaruh kaki kanannya diatas punggung rekan Arga itu untuk menggantikan tangan kirinya.Hana mengambil pistol yang masih berada ditangn pria itu dengan tangan kiri dan melemparnya keatas meja rapat tersebut.


Arga sangat terkejut melihat pistol itu,seketika wajahnya memerah menahan amarah,rahangnya mengeras,kedua tangannya terkepal menampakkan urat-uratnya.Hana yang mengerti kalau Arga sekarang sangat marah langsung mengisyaratkan pada Refan untuk membawa Arga pergi dari ruangan ini.Ia takut kalau didalam ruangan itu masih ada teman orang yang dalam tahanannya saat ini.


Refan yang seakan mengerti dengan isyarat dari Hana langsung menyuruh semua orang dan Arga untuk meninggalkan ruangan itu.


"Arga sebaiknya kita pergi dari sini" Ucap Refan sambil merangkul bahu Arga.Arga tidak menolak ia mengikuti langkah Refan namun..


Aaaaaa.....


Langkah Arga terhenti ketika mendengar jeritan Hana.Pria itu menendang perut Hana yang membuat Hana terpental kebelakang.Pria itu langsung naik keatas meja dan hendak mengambil pistolnya.Arga tak tinggal diam,ia menggagalkan niat pria itu.


brukk..


Arga langsung menendang pria itu hingga terjatuh dari meja.Hana langsung bangkit saat pria itu bangkit.


"Katakan siapa yang menyuruhmu?" Bentak Arga pada pria itu.


"Hahaha,kau ternyata jeli juga nona!!!" pria itu tertawa remeh tanpa memperdulikan pertanyaan Arga.


"Kau....siapa yang menyuruhmu??" teriak Arga penuh emosi.


"Jangan berteriak tuan Arga,aku ada didepanmu!!!" pria itu menyeringai kejam.


Bugh...


Hana memukul wajah pria itu.Saat ini ia juga terbawa emosi karna pria itu mempermainkan Arga.


"Nona,kau kuat juga ternyata"


"Dasar brengsek!!!,siapa yang menyuruhmu?" teriak Hana.


"Kau sama saja nona,berteriak padaku,padahal aku ada didepanmu" pria itu sama sekali tak merasa takut atau gemetar sedikitpun.


"Kau...."


Bugh...


Bugh...


Bugh...


Perkelahian pun terjadi antara Hana dan pria itu dan sekarang pria tersebut sudah terkapar tak berdaya.Pria itu memang tubuhnya lebih besar dari Hana namun,keahlian Hana jauh lebih baik darinya yang membuat pria itu kalah.


Para polisi sudah datang,sebelumnya Refan sudah menelpon polisi agar datang kesana.Dua polisi membawa pria itu keluar dari gedung.Hana dan Arga akan mengintimidasi pria itu dikantor polisi karna sekarang pria itu tak sadarkan diri.


Hana yang sedang kelelahan karna menghajar pria tadi,terduduk lemas dilantai dengan menyandarkan punggungnya kekaca gedung.Hana akui pria yang ia hajar tadi sangat kuat dan keahliannya dalam bela diri juga sangat bagus tapi Hana jauh lebih gesit dari pria itu.


"Apa kau baik-baik saja Hana?" tanya Arga.Hana yang menundukkan kepalanya langsung mendongak saat Arga bertanya padanya.Untuk pertama kalinya Arga menyebut namanya,Hana pikir Arga tak pernah tau namanya mangkanya dia tak pernak memanggil namanya.Tapi kali ini Arga memanggilnya membuatnya tersenyum tipis,sangat tipis bahkan Argapun tak akan tau kalau Hana sedang tersenyum padanya.


Hana langsung berdiri dengan tertatih,ia juga banyak terluka,namun sabisa mungkin ia mencoba untuk tetap bersikap biasa-biasa saja walau masih terdengar meringis manahan sakit.


"Saya tak apa tuan" lirih Hana menahan sakit.


"Bagaimana kau berkata seperti itu,kau pasti sangat sakit sekarang,biar aku panggilkan dokter untuk mengobatimu" ucap Arga.Arga menyuruh Lucy untuk segera memanggil dokter Rosa,dokter kepercayaannya.


"Sekarang duduklah sebentar lagi dokter akan datang" perintah Arga.


Hana duduk disalah satu kursi diruangan itu,ia menyandarkan tubuhnya kesandaran kursi sambil memejamkan matanya.


Lebih kurang 15 menit,dokter Rosa sudah datang.Ia segera menghampiri Hana dan langsung membersihkan luka Hana.Saat Hana sedang diobati,tiba-tiba saja ada yang menelpon Refan.


"Halo"


"selamat siang pak"


"Ada apa pak" tanya Refan.


"Saya hanya ingin memberitahu bapak kalau polisi yang saya kirim untuk segera datang kekantor bapak mendapat serangan dari orang yang tidak dikenal ditengah jalan" jelas polisi itu.


"Shit...kalau begitu terima kasih untuk informasinya pak,saya tutup" Refan langsung menutup panggilan itu.


"Sepertinya pria tadi lolos"


Hana yang sedang diobati langsung menghadap kearah Refan.Arga yang sedang duduk dikursi langsung berdiri.


"Apa maksudmu?"


"Sepertinya dua orang polisi yang datang membawa pria tadi adalah komplotan pria itu sediri" jelas Refan.


"Sial...."


"Arga!!!!!" Teriak seseorang menggema di seluruh ruangan.Orang itu langsung berlari dan langsung memeluk Arga.


"Sayang apa kau baik-baik saja?,apa kau ada yang terluka?" tanyany pada Arga.


"Lepaskan aku Clarissa,kau tidak sopan" ucap Arga setengah berteriak melepas pelukan Clarissa.


"Kenapa kau seperti ini Arga,aku hanya mengkhawatirkanmu,aku langsung kesini saat Lucy memberi tahuku kalau ada yang ingin melukaimu" Ketus Clarissa.


Arga langsung menatap tajam kearah Lucy,Lucy yang ditatappun segera mengalihkan pandangannya.Hana yang telah diobati langsung berdiri dan berterima kasih pada dokter Rosa.


"Terima kasih dok karna telah mengobati saya" ucap Hana sembari memberi membungkukkan tubuhnya memberi hormat.


"Sama-sama,kalau begitu saya akan kembali kerumah sakit,sampai jumpa lagi nona,Assalamualaikum" pamit dokter Rosa


"Waalaikumsalam,hati-hati dok"


Dokter Rosa tersenyum dan menganggukkan kepalanya,kemudian langsung pergi dan diantar oleh sekretaris Lucy sampai ke depan gedung.


Hana masih saja berdiri dengan menundukkan kepalanya tak mempedulikan perdebatan tuannya dengan Clarissa.Ia mengira kalau Clarissa adalah Kekasih Arga karna tadi dia memanggil Arga dengan sebutan sayang.Hana tak berani ikut campur urusan pribadi Arga kerna Arga sendiri yang memintanya untuk tidak ikut campur.


Clarissa yang melihat kepergian dokter Rosa segera mengarahkan pandangannya pada Hana.


"Siapa dia Arga?" tunjuk Clarissa lada Hana.


Arga langsung mendapatkan ide yang menurutnya bisa menjauhkan dirinya dari Clarissa.Arga berjalan menghampiri Hana dan berdiri disebelahnya.


"Oh..dia?" tunjuk Arga.Clarissa dengan cepat menganggukkan kepalanya.


Arga mengambil tangan Hana dan menyelipkan jari-jarinya pada jari-jari Hana dan terlihatlah mereka seperti sedang bergandengan.Hana sangat terkejut saat Arga menggandeng tangannya,begitu juga dengan Clarissa dia terlihat shock melihat itu sedangkan Refan,dia terlihat biasa saja karna ia mengerti akan rencana Arga.Refan tau sejak dulu kalau Arga pasti akan mencari 1001 cara agar Clarissa menjauhinya.


"Dia adalah kekasihku,namanya Hana,dia sangat cantik bukan?" Ucap Arga dengan masih menggandeng Hana.Hana membelalakkan matanya tak percaya akan ucapan Arga barusan,ia berusaha melapaskan genggaman Arga ditangan namun Arga malah mempereratnya.


"Kau pasti bercandakan Arga?" Clarissa mengelengkan kepalanya tak percaya.


"Kau pasti berbohong,kau hanya milikku dan hanya aku yang boleh menjadi kekasihmu" Ucap Clarissa.


"Kenapa?Aku mencintainya dan dia juga mencintaiku,benarkan sayang" Arga menatap Hana yang ekspresinya sudah tidak bisa lagi diartikan.


"Dan Clarissa,kau tidak bisa memaksa perasaan seseorang untuk menyukaimu,sebaiknya kau lupakan saja aku karna aku sudah bahagia sekarang bersama kekasihku,kau juga berhak bahagia tapi bukan denganku" lanjutnya.


"Tidak,sampai kapanpun aku tak akan melepasmu Arga,tidak akan" Clarissa langsung pergi begitu saja meninggalkan ruangan itu.Melihat Clarissa yang sudah pergi,Hana langsung menghempaskan tangan Arga dengan kasar.


"Apa maksud tuan tadi,kenapa tuan mengatakan kalau aku adalah kekasih tuan,bukankah tuan sendiri yang mengatakan kalau aku tidak boleh ikut campur urusan pribadi tuan?" Ucap Hana dengan nada yang tidak berteriak.


"Tugasmu adalah memastikan agar aku aman bukan?memastikan agar tak seorangpun ada yang menggangguku bukan?.Perempuan tadi menggangguku jadi tugasmu adalah menjauhkan aku darinya" ucap Arga enteng tanpa merasa bersalah sedikitpun.


"Memang saya tugas saya adalah memastikan agar anda aman tapi saya tidak mau ikut campur soal percintaan anda tuan" tegas Hana.


"Ingat!! aku adalah tuanmu jadi terserah aku mau berbuat seperti apa padamu dan jangan pernah membantah perkataanku" ucap Arga kemudian melenggang pergi dari ruangan itu.


Hana mengepalkan kedua tanganya.Ia sangat geram dengan Arga,bukan lebih tepatnya sangat marah karna beberapa alasan.Pertama,Arga menyentuh tangannya,kedua,Arga menyeretnya dalam masalah pribadi Arga,ketiga,Arga sangat egois.


"Dasar pria egois" batin Hana.


Saat akan keluar mengikuti Arga,Refan menepuk bahu Hana pelan dan mengatakn sesuatu padanya.


"Kau harus selalu siap untuk tugas-tugas aneh dari Arga"


.


.


.


JANGAN LUPA LIKE VOTE AND COMEN YAH


Lopyu Reiders yang bertahan