BODYGUARD BERHIJAB

BODYGUARD BERHIJAB
Rencana Hana



Hana mulai tersadar,ia mengerjapkan matanya.


"Dimana aku?" ucap Hana lemah.


"Anda sudah sadar nona?"


Hana mengalihkan pandangannya kearah sumber suara,Hana melihat ada seorang laki-laki paruh baya sedang berdiri disampingnya


"Siapa bapak dan dimana saya sekarang?" tanya Hana.


"Saya Ujang,sekarang nona ada dirumah sakit" ucapnya ramah.


"Rumah sakit?" guman Hana.Hana mencoba mengingat kejadian sebelumnya ia langsung teringat dengan Arga.


"Pak,dimana tuan saya?" Ucap Hana mulai panik.Hana mencoba bangun dari tidurnya namun Ujang mencegahnya.


"Nona tak perlu khawatir,sekarang teman nona ada di ICU dan teman saya Jupri ada disana menunggunya" Jawab Ujang.


"ICU?...apa..apa bapak bisa membawa saya kesana sekarang?"


"Tapi...nona kondisi anda..."


"Saya mohon pak bawa saya kesana" lirih Hana.


"Baiklah"


Ujang mengambil kursi roda untuk Hana dan Ujang juga membantu Hana untuk bangun.Hana tak marah saat Ujang menyentuh tangannya karna ini dalam keadaan darurat.Hana sudah duduk dikursi roda dan Ujang mulai mendorongnya untuk segera pergi keruang ICU.


Setelah sampai disana,Ujang dan Hana melihat Jupri duduk dikursi tunggu luar ruang ICU.


"Bagaimana keadaan tuan saya pak?" tanya Hana langsung.Jupri menundukkan kepalanya tak berani menatap Hana.


"Pak kenapa bapak diam saja?" tanya Hana lagi.Jupri perlahan menatap Hana dengan berat hati ia mengatakan kalau Arga sekarang koma.


"Ko...koma?"


Jupri menganggukkan kepalanya " Iya nona,kata dokter,kepalanya terluka parah karna terbentur terlalu keras".Hana menutup mulutnya dengan kedua tangannya,air mata yang ia tahan agar tidak keluar sekarang sudah membasahi pipinya.


"Maaf tuan...maafkan saya" lirih Hana menundukkan pandangannya.


"Nona,apa ada keluarga anda yang bisa dihubungi?" tanya Jupri.


Hana kau tak boeh menangis,kau harus kuat ya harus kuat.


Hana menghapus air matanya.Ia berfikir harus menghubungi siapa,ponselnya? ponselnya sudah hancur.Hana cobalah mengingat sesuatu,pikir Hana.Ya itu dia,batin Hana.Hana mendongakkan pandangannya.


"Pak apa saya boleh meminjam ponsel bapak?"


"Ponsel,saya ada cuman...hehe..saya tidak ada pulsa nona" ucap Jupri sambil nyengir.


"Kamu ini Jupri disaat genting seperti ini malah tidak ada pulsa,bagaimana kamu ini" Ledek Ujang.


"Ya mana saya tau akan ketemu dengan nona ini,lagian kenapa malah meledekku memang kamu punya pulsa?" balas Jupri


"Tidak" ucap Ujang polos tanpa merasa bersalah.


"Dasar!!! itu sama saja namanya"


"Sudah sudah lebih baik saya pakai telepon rumah sakit saja" ujar Hana menengahi keduannya.Jupri dan Ujang menganggukkan kepala.


Setelah itu,Ujang mendorong kursi roda Hana,sedangkan Jupri memilih tinggal untuk berjaga.Setelah sampai di meja resepsionis, Jupri membantu Hana mengambilkan telponnya dan menyodorkannya pada Hana.


"Assalamualaikum nyonya" salam Hana mencoba untuk tetap kuat agar tidak menangis.


"Waalaikumsalam Hana,ada apa kau menelpon malam begini,apa ada masalah?" Tanyanya pada Hana.


"Nyonya Merry!!!" Ya Hana menelpon Merry karna hanya nomor merry yang ia ketahui.


"Ya"


"Saya....saya dan tuan Arga ke...kece...kecelakaan"


"Apa!!!!" Merry sangat kaget.


"Iya nyonya,aku dan tuan Arga kecelakaan,bisakah nyonya memberitahu nyonya Maryana dan tuan Leon,ponsel saya hancur jadi tidak bisa menghubungi mereka" jelas Hana dengan lemah.


"Ba...baiklah,tapi bagaimana kalian bisa kecelakaan?" tanya Merry.


"Nanti saya ceritakan Nyonya,datanglah ke RS Melati dijalan Xxx"


"Baiklah,assalamulaikum"


"Waalaikmsalam"


Setelah memutuskan sambungan teleponnya,Hana kembali keruang ICU untuk melihat Arga.Setelah mengantar Hana,Ujang dan Jupri berpamitan kepada Hana untuk pergi karna tak bisa berlama lama.Hana mengucapkan terima kasih banyak kepada Jupri dan ujang,Hana memberikan nomor teleponnya kepada mereka dengan alasan jika ada masalah Hana mungkin bisa membantu mereka.Setelah kepergian mereka,Hana terdiam,melamun mengingat kejadian yang hampir saya meregang nyawanya.


Tak berselang lama Asraf,Merry,Maryana dan Leon sudah sampai di rumah sakit.Wajah mereka kelihatan sangat panik,ada rasa kekhawatiran yang mendalam pada diri mereka,terutama Maryana,ia begitu terguncang mendengar kabar kecelakaan putra semata wayangnya itu.


Tubuhnya terkulai lemas,kakinya tak dapat menopang tubuhnya lagi,hingga ia terduduk lemas dilantai.Leon mencoba menenangkan Maryana,ia merengkuh tubuh istrinya yang tak berdaya itu.


"Ini semua salah kamu Leon hiks...hiks...,salah kamu....hiks... seandainya kamu tak memaksanya maka ini tak akan terjadi....hiks..." Maryana memukul mukul dada Leon sambil terisak.


"Maafkan aku Maryana,maaf" ucap Leon lembut,ia mengusap kepala dan punggung sang istri mencoba untuk menenangkannya.


Hana menitikkan air matanya didalam pelukan Merry namun tidak sampai terisak.Hana merasa sangat bersalah karna tak bisa menjaga Arga dengan baik.Hana mencoba untuk kuat dan tidak menangis lagi,perlahan Hana mendekati Maryana dan Leon yang terduduk dilantai.


"I..ini..se..semua salah saya nyonya,saya tak bisa menjaga tuan Arga dengan baik,sa..saya tak bisa menyelamatkan tuan Arga,saya memang payah,sangat payah sekali,maafkan saya nyonya,maafkan saya" Lirih Hana menundukkan kepalanya.Satu tangannya yang tidak terluka meremas bajunya untuk menguatkan dirinya.


Maryana mendongakkan kepalanya saat mendengar Hana.Ia melepas pelukan suaminya dan berbalik menatap Hana yang duduk dikursi roda.


"Ini bukan salah kamu Hana,kau tidak boleh menyalahkan dirimu seperti ini,lebih baik kamu istirahat ya?" ucap Maryana.


"Tapi--"


"Ssstttt...sekarang kau istirahat ya,kau juga terluka parah" Hana menganggukkan kepalanya.Merry membawa Hana keruangannya.Maryana dan Leon memilih untuk bertanya besok saja tentang apa yang sebenarnya terjadi.Hana mungkin masih shock dan itu juga tidak baik untuk kesehatannya.Leon meminta kepada pihak rumah sakit agar memindahkan Arga keruang VVIV.


#Keesokannya...


" Nak cobalah bubur ini sedikit! kamu akan bertambah sakit jika tidak makan sayang" ucap Merry sambil mengusap kepala Hana yang tertutupi hijab itu.


" Iya Hana! kakak tidak pernah mengajarimu jadi selemah ini, apa kamu mau kakak laporin keguru kalau murid yang ia bangga-banggakan sekarang menjadi lemah tak berdaya? " Hana langsung menggelengkan kepalanya cepat saat Asraf sudah membawa nama gurunya. Ia sangat tau sifat gurunya jika mendengar ada muridnya yang lemah, hah apa lagi Hana, entahlah mungkin Hana akan dicincang.


" Nah makanya kamu harus makan! "


" Baiklah Hana akan makan, kakak slalu saja begitu, apa-apa selalu membawa nama guru" Hana memakan buburnya dengan perasaan kesal, ia menatap tajam kepada Asraf yang sudah ia anggap sebagai kakak kandungnya sendiri. Sedangkan yang ditatap hanya melebarkan senyumannya.


" Sayang makannya pelan-pelan atau biar aku saja yang menyuapimu" ucap Merry


" Tidak usah nyonya, saya bisa sendiri " Tolak Hana lembut, setelah itu ia segera menghabiskan makanannya.


Brak ...


" HANA! "


Semua orang yang ada dalam ruangan sangat terkejut dan langsung memandang kearah sumber teriakan tadi. Tampaklah disana Kessy, sahabat Hana. Kessy terlihat ngosngosan, Kessy segera berlari kearah Hana dan tak menghiraukan orang yang juga ada dalam ruangan itu.


" Hana apa kau terluka parah? apa ada tulang yang patah? apa kepalamu terbentur dan kau amnesia? Hah? apa jangan-jangan kau tidak mengingatku? Aku Kessy Hana, Kessy sahabatmu!" Kasak kusuk Kessy yang sedari tadi sudah diperhatikan oleh Asraf dan Nyonya Merry. Sedangkan Hana hanya menatap jengah sahabatnya itu.


" Hana kau benar-benar melupakan ku, aah tidak kau ti---"


" Stop Kessy, Stop! okey"


" Hana kau tak lupa---"


" Tidak! aku tidak lupa padamu Kessy, seperti yang kamu lihat aku tidak apa-apa, tulangku tidak ada yang patah, kepalaku juga tidak terluka, apakau melihat kepalaku diperban? aku tidak amnesia! " jelas Hana.


" Iya Kes, harusnya kamu masuk itu ucap salam, lah ini baru datang main nyelonong saja, berteriak dan berpikiran yang tidak-tidak " timpal Asraf yang sedari tadi sudah gemas dengan tingkah Kessy.


Kessy hanya menampilan cengiran tanpa dosanya.


" Hehe maaf kak, maaf Nyonya Merry, aku hanya shock saja mendengar kabar Hana kecelakaan dan langsung kesini tanpa mempedulikan apapun "


" Kau ini ada-ada saja Kessy " Ucap Merry sambil mengelengkan kepalanya.


" Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam, " Jawab semua orang dalam ruangan Hana bersamaan.


Maryana dan Leon datang menemui Hana diruangannya, Maryana berdiri didekat Hana, ia mengelus lembut pucuk kepala Hana.


"Apa kau sudah baikan?" tanya Maryana.


Hana menganggukkan kepalanya.


Setelah itu tak ada lagi yang bersuara,hanya ada keheningan ya membentang diruangan itu.


"Hana?" Leon memecah keheningan.


"Iya tuan besar" Cicit Hana.


Hah....Leon menghembuskan nafas berat."Apa yang sebenarnya terjadi?kenapa kalian bisa kecelakaan separah ini?"tanyanya.


Hana mencengkram kuat selimutnya.Kessy merangkul Hana untuk menguatkan dirinya.Hana menceritakan semua kejadian kemarin tanpa terlewat satupun.


Leon yang mendengar cerita Hana membuatnya sangat marah,rahangnya mengeras,wajahnya pun memerah menahan amarah yang bisa meledak kapan saja.Sedangkan Maryana sudah terisak didalam pelukan Merry.


"Dan...untuk sekarang,saya mohon kepada tuan besar agar tak memberitahu siapapun tentang keadaan tuan muda,termasuk menyelidiki siapa pelaku malam kemarin"


Semua orang mengernyit heran menatap Hana,"Tapi kenapa?"


"Musuh mengira kami tidak selamat saat mobil meledak kemarin.Saya yakin musuh sekarang pasti sudah merasa menang karna berhasil melenyapkan tuan muda dan pasti mereka akan melanjutkan rencana mereka selanjutnya" jelas Hana.


"Saya yang akan menyelidiki ini tuan,cobalah untuk bersikap biasa-biasa saja dan jangan pernah membahas perihal kecelakaan ini pada siapa pun karna musuh tidak kenal tempat,mereka bisa ada dimana-mana jadi tuan...berhati-hatilah" lanjut Hana.


Mendengar itu,Leon mencoba untuk mengerti dan akan mengikuti rencana Hana.Ia tak tau apa sebenarnya rencana Hana tapi ia akan berusaha membantu.


"Baiklah,aku serahkan padamu nak,jika perlu bantuan,kami semua disini akan membantumu" Final dari semuanya adalah mengikuti rencana Hana.


"Dan soal perjodohan kemarin..." Hana menggantung ucapannya membuat semua orang mengernyit heran


"Ada apa?katakanlah Hana" tanya Maryana lembut.


"Bukan maksud saya untuk mencampuri urusan keluarga Admadja,tapi...sebenarnya apa yang tuan muda katakan tentang nona Clarissa benar adanya tuan" Ucap Hana.


"Maksudmu?"...


.


.


.


JANGAN LUPA LIKE VOTE AND COMEN YAH


Lopyu Reiders yang bertahan