BODYGUARD BERHIJAB

BODYGUARD BERHIJAB
Benar-benar Teman



Sekarang Hana, Refan dan Kessy sudah berada disebuah kafe. Hana sudah menceritakan semuanya pada mereka dan juga sudah mengatakan apa yang harus mereka lakukan. Mereka mengangguk paham akan perkataan Hana.


" Jadi tugas kami harus bisa masuk kedalam rumah tersebut dan mengamati sekeliling? " ucap Refan, Hana menganggukkan kepala.


Refan dan Kessy tampak berpikir, apa yang harus mereka lakukan agar bisa masuk kedalam rumah yang memiliki penjagaan yang ketat.


" Ah itu dia, aku memiliki cara agar kami bisa masuk kedalam rumah itu " ujar Refan antusias


" Benarkah? rencana seperti apa itu? " tanya Kessy.


Refan menyeringai lalu membisikkan idenya kepada Kessy membuat Hana mengernyitkan dahinya. Jika sudah seperti ini, Hana memiliki firasat bahwa ini merupakan ide gila yang akan ditolak mentah-mentah oleh Kessy.


" Aaa!! tidak!! " Teriak Kessy seketika membuat Hana sangat kaget.


" Huh ... apa sebenarnya idemu tuan Refan, hingga membuat Kessy berteriak histeris seperti itu? sungguh Kessy yang malang, aduuuh jantungku rasany ingin melompat keluar ketika mendengar Kessy berteriak " batin Hana.


" Aku tidak mau, kalau begitu kau saja yang pergi, aku tidak mau mengikuti rencana gilamu itu! " Teriak Kessy.


" Hei tenanglah, kau tidak perlu takut, aku akan berada disisimu dan menjagamu " ucap Refan yang entah kenapa terdengar tulus di telinga Hana.


" Aku tidak takut! tapi itu sangat memalukan! " lagi-lagi suara Kessy terdengar keseluruh penjuru kafe.


" Hei kalian disana! jika ingin berteriak pergilah kehutan sana, jangan disini ! " tegur salah seorang pengunjung yang sepertinya merasa terganggu. Kessy yang sedang berteriak tiba-tiba saja mulutnya dibekap oleh Refan, Kessy terus saja meronta minta dilepas namun Refan tak kunjung melepaskannya.


" Ah maafkan teman saya ini tuan! dia memang sudah biasa berteriak seperti ini, mungkin karna aku kurang mempèrhatikannya akhir-akhir ini sehingga dia tidak meminum obatnya " Ucap Refan kepada pengunjung yang menegur mereka tadi.


Mendengar ucapan yang dilontarkan Refan membuat Kessy membulatkan matanya. Kessy langsung saja menggigit tangan Refan yang membekap mulutnya.


" Arrggh! ... kau gila! ini sangat menyakitkan " Refan meringis, Hana pun meringis melihat Refan yang sangat kesakitan. Sedari tadi Hana hanya bisa menutup wajah menggukan buku menu, sangat malu karna semua tatapan pengunjung terarah pada mereka bertiga.


" Kau yang gila! apa maksudmu mengatakan aku tidak meminum obat?! apa kau kira aku ini gila?! " Ketus Kessy.


" Haha ... menurutmu?! aku merasa iya, kau sangat gila bahkan sampai menggigitku seperti ini, " ucap Refan semakin membuat Kessy betambah kesal.


" Kau! ... " Kessy langsung memukul lengan Refan secara bertubi-tubi, tapi Refan tidak merasa kesakitan malahan dia semakin gencar untuk menggoda Kessy.


" Hei! ... apa kalian tidak mendengarku? berhenti sekarang! " Tegas Hana. Kali ini Refan dan Kessy mendengarnya, mereka langsung saja berhenti setelah mendengar perkataan Hana yang terdengar sangat tegas dan juga dingin.


" Apa kalian mau didepak dari tempat ini? kenapa ribut sekali?! " Ucap Hana tajam nan dingin


" Ma ... maafkan kami " Ucap mereka serempak.


" Huh ... baiklah, tuan Refan jika Kessy tidak setuju dengan rencana anda, sebaiknya jangan dipaksakan, saya tidak mau memaksa kalian melakukan suatu hal yang tidak ingin kalian kerjakan " Ucap Hana. Diam, hanya itu yang bisa Refan dan Kessy lakukan sekarang.


" Baiklah, sepertinya tidak ada lagi yang harus dibicarakan, saya tidak ingin memaksa kalian, jadi maafkan saya telah membuang waktu kalian, saya akan pergi, terima kasih untuk hari ini " Ucap Hana lalu segera berdiri dan hendak melangkah pergi. Kessy melihat sorotan kekecewaan dimata Hana, ia menyadari bahwa tingkahnya barusan sangatlah kekanakan " Maafkan aku Hana " batin Kessy.


" Tunggu Hana, aku ... aku setuju dengan rencana Refan " ucap Kessy sembari menahan Hana agar tidak pergi.


" Aku tidak apa-apa Kessy, jangan lakukan sesuatu yang tidak kau sukai " Ucap Hana sambil tersenyum kearah Kessy.


" Tidak! aku sama sekali tidak merasa terpaksa, aku akan membantumu, kamu selalu ada untukku, membantuku disaat aku jatuh, selalu berada disisiku saat aku sedih, kamu adalah temanku, aku pasti juga bisa membantumu " ucap Kessy membuat Hana dan juga Refan tertegun.


" Terima kasih Kessy, kamu sudah mau menjadi temanku, aku sangat beruntung bertemu denganmu " Ucap Hana


" Akulah yang merasa beruntung memiliki teman sepertimu " Hana dan Kessy berpelukan, saling menyalurkan kasih sayang sebagai teman. Bagi Hana maupun Kessy, mereka sudah menganggap satu sama lain sebagai saudari sendiri. Refan begitu terharu melihat keakraban dua sahabat didepannya.


" Aku berharap Arga juga akan mempercayaiku seperti mereka yang saling percaya satu sama lain " batin Refan.


.


.


.


JANGAN LUPA LIKE VOTE AND COMEN YAH


Lopyu Reiders yang bertahan