
Hari ini adalah hari dimana Arga kembali menampakkan diri dihadapan publik. Semua sudah dipersiapkan, termasuk beberapa penjaga yang akan menjaga Arga. Untuk Refan, sementara waktu dia akan berhenti dulu bekerja di perusahaan Admadja, tentunya semua itu termasuk kedalam rencana Hana dan juga Arga.
Orangtua Arga sudah mengetahui semuanya. Awalnya mereka sangat marah dan ingin menindak lanjutinya secara langsung dengan menyerahkannya pada pihak yang berwajib, namun hal itu dicegah oleh Arga karena tidak ingin merusak rencana yang telah ia persiapkan dengan Hana.
Sekarang Arga dan Hana sudah memasuki mobil yang akan membawa mereka menuju perusahaan. Ada beberapa mobil penjaga yang berada didepan dan dibelakang mereka. Bagi Arga, ini terkesan sangat berlebihan ia sebenarnya tidak mau tapi Maryana terus bersikeras untuk menempatkan beberapa penjaga untuk menjaga Arga, bahkan sempat mengancam Arga jika ia tidak mau menuruti mengikuti keinginan Maryana, maka Maryana sama sekali tidak akan mengizinkan Arga keluar dari rumah. Dengan berat hati Arga menerimanya, ia tau Maryana sangat khawatir padanya dan sangat takut jika kecelakaan itu akan menimpanya lagi.
Semua mobil sudah berangkat menuju perusahaan, entah apa yang akan terjadi setelah ini. Tidak membutuhkan waktu yang lama, sekarang mobil yang ditumpangi Arga sudah berada tepat didepan gedung Admadja Group. Hana bergegas turun dan segera membukakan pintu untuk Arga. Disaat Hana turun, semua penjaga langsung turun dari mobil untuk berjaga. Arga yang masih duduk didalam mobil hanya bisa mengurut pelipisnya.
Hana mempersilakan Arga untuk turun dari mobil. Setelah Arga keluar, ia langsung berjalan memasuki gedung. Satpam yang berjaga tampak sangat kaget, melihat Arga yang mendekat, mereka gelagapan membuka pintu kaca tersebut.
" Selamat pagi pak, selamat datang kembali! " Sapa Satpam tersebut yang hanya dibalas dengan anggukan disertai senyuman tipis dari Arga.
Hana tentunya mengikuti Arga dari belakang. Dari pengamatan Hana, tampak banyak sekali pegawai yang terkejut melihat Arga. Setelah hampir dua bulan menghilang, sekarang Arga muncul secara tiba-tiba membuat mereka sangat shok dan penasaran.
Namun, walau begitu mereka tetap menyapa Arga dengan ramah.
Sekarang Arga sudah berada didalam ruangannya. Arga mulai berkutat dengan leptopnya, ia segera menyuruh Sekretaris Lucy untuk mengahadapnya.
Sedangkan Hana sekarang sibuk dengan Handphone-nya, menyiapkan sesuatu.
Tok ... tok ... tok ...
Seseorang mengetuk pintu ruangan Arga yang sudah bisa dipastikan itu adalah Lucy.
" Masuk! " Ucap Arga
Lucy membuka pintu dan segera masuk kedalam ruangan Arga. Hana langsung mendongakkan kepalanya melihat kearah Lucy.
" Ck. lihatlah dia, dia berjalan dengan santainya memasuki ruangan tuan dan masih saja terlihat angkuh tanpa merasa takut atau bersalah sama sekali, benar-banar wanita licik! " guman Hana dalam hati.
Lucy berjalan menuju meja kerja Arga, namun sebelumnya ia sempat melirik Hana yang tengah duduk di sofa ruangan Arga dengan tatapan sinis. Hana yang dilirik pun hanya mengangkat bahu acuh, lalu melanjutkan pekerjaannya.
" Hallo tuan! selamat datang kembali, ada apa tuan memanggil saya kesini? " tanya Lucy dengab tenang.
" Ya, ada banyak masalah diperusahaan selama aku pergi, apa saja yang kau lakukan? " Ucap Arga langsung to the point.
" Maaf atas kelalaian saya tuan! bukan saya yang menyebabkan perusahaan mengalami banyak masalah seperti ini, tapi tuan Refanlah yang menyebabkan ini semua, dia telah terbukti melakukan penggelapan uang dan membatalkan beberapa kerja sama dengan perusahaan lain dengan mengatas namakan nama anda tuan" jelas Lucy dengan santainya.
" Apa aku tidak salah dengar nona, tuan Refan yang menyebabkan ini semua? kau benar-benar wanita licik, kau pikir kami tidak mengetahui semuanya? kau sangat salah nona" batin Hana.
" Dasar wanita licik, sebenarnya untuk siapa kau bekerja? kenapa kau ingin menghancurkan perusahaanku, apa kesalahanku padamu? bahkan kita belum pernah bertemu sebelum kau menjadi sekretarisku!" Batin Arga
" Tuan! apa anda mendengar saya? "
" Tentu saja "
Lucy mengernyit heran, melihat Arga yang tidak menunjukkan respon apapun. Ini benar-benar diluar dugaannya.
" kenapa kau terlihat biasa saja tuan? apa kau tidak marah pada temanmu itu? " batin Lucy
" Kau sudah taukan seberapa besar masalah ini? jadi, aku harap kau bisa menyelesaikan ini dengan cepat karna aku tidak mau perusahaan mengalami kerugian yang lebih besar lagi, kerahkan seluruh staf mu untuk menyelesaikan ini semua! sekarang! " perintah Arga. Wajah Lucy yang sebelumnya kelihatan santai saja berubah menjadi panik.
" Ba ... baik tuan, saya permisi" Gagap Lucy kemudian berbalik keluar meninggalkan ruangan Arga.
Flash Back On
" Untuk memancing mereka keluar kita harus mengeluarkan Lucy terlebih dahulu dari perusahaan, tapi jangan langsung memperlihatkan bahwa kita sudah mengetahui bahwa Lucy yang menyebabkan ini semua, " jelas Hana
" Kenapa? " tanya Kessy dan Refan bersamaan.
" Jika kita langsung menunjukkan kalau Lucy terlibat maka mereka akan segera melenyapkan Lucy agar rencana mereka tidak mendapatkan halangan dan agar mereka tidak ketahuan " Refan dan Kessy menganggukkan faham.
" Kau tenang saja Hana, aku punya rencanaku sendiri agar Lucy keluar dari perusahaan tanpa mengetahui kalau kita sudah tau siapa dia sebenarnya " Arga menyeringai, tersenyum sinis kala mengingat rencana apa yang akan ia perbuat nanti.
Flash Back Off
" Seperti saya sudah mengerti dengan rencana anda kali ini tuan muda " Batin Hana saat melihat seringaian dari bibir Arga.
1 Minggu berlalu, sekarang kondisi perusahaan mulai stabil, namun bukan karena Lucy tapi karena Arga yang bekerja lembur bahkan tidak istirahat agar masalah diperusahaannya cepat selesai.
Lucy? setiap hari ada saja kesalahannya yang membuat Arga kesal, awalnya Arga akan mencari kesalahan Lucy dengan mensabotase hasil kerjanya yang menurutnya akan sangat baik, tapi hal itu sangat berbanding dengan apa yang dipikirkannya. Setiap hari Lucy melakukan kesalahan dan hal itu dimanfaatkan oleh Arga untuk segera mengusirnya keluar dari perusahaan, setidaknya dia tidak bermain kotor karna hal itu murni kesalahan Lucy.
" Apa ini Lucy! " teriak Arga menggema didalam ruangannya.
" Aku sudah memperingatkanmu untuk tidak melakukan kesalahan, tapi apa ini? kau ingin perusahaanku hancur lagi hah?! " Kali ini Arga benar-benar marah, muak dengan segala kesalahan yang dilakukan Lucy. " Apa dia sengaja melakukan ini? aku tau kau tidak sebodoh ini Lucy, rencana apa lagi yang ingin kau lakukan? " batin Arga.
" Ah sudahlah, aku memberimu satu kesempatan lagi, perbaiki ini dalam 1 jam, jika tidak maka bereskan semua barang-barang mu dan keluar dari perusahaanku segera " Ucap Arga dingin.
" Ti ... tidak bisa begitu tuan, sa ... saya ---"
" Cepat pergi! sebelum aku berubah pikiran "
" Ba ... baik tuan, "
Lucy langsung berjalan cepat keluar dari ruangan Arga. Arga menyenderkan tubuh pada sandaran kursiny, ia memijit pelipisnya, kepalanya sangat sakit.
" Hana! " panggil Arga masih tidak mengubah posisinya.
"Iya tuan, " Hana segera beranjak dari sofa dan melangkah lebih dekat kearah Arga.
" Apa kau tidak merasa aneh dengan Lucy? sebelumnya dia tidak pernah melakukan kesalahan seperti ini, kenapa sekarang dia sangat bodoh"
" Iya tuan, saya merasa sedikit curiga dengannya, tapi jika melihat ekpresinya saat anda memarahinya tadi, dia seperti ketakutan, tidak terlihat sedikit pun jika dia sedang bersandiwara " jawab Hana.
" Hah ... entahlah, tapi aku ingin kau tetap selidiki dia, rencana apa lagi yang akan dia lakukan kali ini "
" Baik tuan muda " Hana menundukkan kepalanya.
______________________________________
JANGAN LUPA LIKE VOTE AND COMEN YAH
Lopyu Reiders yang bertahan