
Flashback On
Hari semakin sore dan itu menandakan bahwa semua karyawan di perusahaan Admadja Group sudah pulang.
Hari ini adalah minggu ketiga setelah Arga ditetapkan koma oleh dokter.Sekarang Hana sedang dalam perjalanan untuk menjeput Kessy diperusahaannya.Kessy berjanji akan membantu Hana menyelidiki masalah ini,tentu saja Hana sangat senang saat sahabatnya membantunya.
Hana sudah sampai didepan perusahaan Kessy.Didepannya sudah tampak kessy yang tampaknya sudah menunggu sedari tadi.Tanpa menunggu lama Kessy langsung masuk kedalam mobil.
"Hai" sapa Kessy setelah memasuki mobil.
"Assalamualaikum" tegur Hana sedang Kessy hanya nyengir kuda menampakkan deretan gigi putihnya.
"Hehe lupa,assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" jawab Hana kemudian langsung melajukan mobilnya meninggalkan area lerusahaan.
"Hana!!!,apa hari ini kamu akan melihat cctv lagi?" tanya Kessy.
"Ya,kamu akan menemanikukan?"
"Tentu saja,aku akan selalu membantumu"
"Terima kasih" Hana tersenyum kearah Kessy.
#Perusahaan Admadja group
Mobil Hana sudah sampai di perusahaan Arga.Ia memarkirkan mobilnya dan segera keluar.
"Ayo kita masuk,pasti tuan Refan sudah menunggu kita" ajak Hana.
"Hah,pria menyebalkan itu lagi" guman Kessy.
"Ayo!!"
Mereka dengan segera memasuki kantor.Mereka langsung saja mendatangi ruangan Refan.
setelah sampai Hana langsung mengetuk pintu ruangan Refan.
Tok..tok..tok..
Tak ada yang menyaut dari dalam ruangan itu.Hana mengetuknya beberapa kali namun nihil,tak ada yang menyaut dari dalam.
"Tuan Refan kemana ya?padahal tadi aku sudah mengabarinya kalau aku akan datang?" tanya Hana pada Kessy.
"Aku tidak tau,lebih baik gedor dengan keras saja pintunya,palingan dia tidur"
"Tapi--"
DOR..DOR..DOR...
"HEI TUAN REFAN TUKANG TIDUR!!! BANGUN!!! KAMI SUDAH LUMUTAN MENUNGGU ANDA DISINI!!!" teriak Kessy.Hana menghela nafas dan mengusap dadanya karna kaget ketika Kessy langsung saja mengetuk pintu ruangan Refan dengan keras dan berteriak tanpa persetujuan darinya."untung semua orang sudah pulang" guman Hana dalam hati.
"Siapa yang kau sebut tukang tidur?" Suara seseorang dari arah belakang mereka,Hana membalikkan tubuhnya mendapati Refan dengan secangkir kopi ditangannya.Tapi tidak dengan Kessy,dia masih saja menggerutu tidak jelas tanpa berbalik kearah belakang.
"Siapa yang kau sebut tukang tidur?"
tanya Refan lagi.
"Tentu saja,situan tuan Refan itu,siap---" Kessy sadar,ia langsung membalikkan tubuhnya kearah belakang,seketika matanya melotot dengan mulut menganga melihat Refan sudah berada didepannya.
Kessy kembali sadar dan segera berdehem menghilangkan keterkejutannya.
"Ekhem.."
"Tuan Refan!,sejak kapan anda ada disini?" tanya Kessy setenang mungkin.
"Sejak pagi" jawab Refan polos.
Kessy melotot mendengar jawaban Refan,kemudian ia melirik Hana yang hanya terkekeh kecil.
"Ekhem,yang saya maksud bukan itu tuan,ah..lupakan,dari mana saja anda tuan,apa anda tidak tau sudah hampir 30 menit kami berdiri disini,tapi anda tidak ada" jelas Kessy.
"Saya tidak menyuruh anda nona untuk menunggu saya,lagipun jika anda lelah kenapa tidak duduk saja bukankah disana ada sofa" Ucap Refan menunjuk Sofa didepan ruanganya.Refan sebenarnya hanya ingin memancing Kessy,entah kenapa menjahilinya membuat Refan merasa sangat senang.
Hobi yang aneh.
"Kau...." Kessy menggeram kesal seolah olah sekarang Refan tengah mempermainkan dirinya.
Hana yang melihat situasi sudah tak terkendali,jika dibiarkan rencananya untuk melihat cctv tidak akan terlaksana.Hana melerai mereka berdua yang terus saja adu mulut,ia heran kenapa Kessy begitu jengkel dengan Refan padahal selama ini Hana menyimpulkan bahwa Kessy itu pencinta pria tampan.
Setelah situasi dibawah kendali mereka segera menuju ke ruangan pengendali seluruh cctv yang ada di perusahaan itu.Bisa dibayangkan bukan berapa banyak cctv yang ada diperusaan super besar itu.
Setelah sampai disana mereka mulai mencek semua cctc tapi tak ada satupun yang janggal,mereka menceknya sampai malam hari,hanya beristirahat ketika shalat maghrib saja.
Sekarang sudah menunjukkan pukul 20.19 tapi mereka belum juga selesai.
"Hana,sepertinya hari ini sama dengan hari hari sebelumnya" Ucap Kessy yang sudah mulai lelah dan mengantuk.
"Iya Hana,sepertinya hari in sama dengan hari sebelumnya" Ucap Refan mengiyakan ucapan Kessy.
"Ck.Peniru"
Hana menatap Refan dan Kessy secara bergantian,melihat wajah lelah mereka membuatnya merasa bersalah.
"Maaf,saya sudah merepotkan kalian" lirih Hana menundukkan kepalanya.Refan dan Kessy saling pendang.
"Tidak!!! tidak Hana aku tak merasa direpotkan kok,kita tidak merasa begitukan tuan Refan?" Refan menganggukkan kepalanya.
"Sudahlah ayo kita lanjutkan" ajak Refan
Hana tersenyum kemudian kembali mencek cctv.
Hana tampak fokus sekali hingga ia mendapatkan satu kejanggalan.
"Tuan Refan!!!" panggil Hana
"Ya"
"Coba lihat ini,kenapa yang ini kosong? tidak menampakkan gambar sama sekali?"
"Coba aku lihat"
"Oh ini cctv yang ada diruangan Lucy,cctv ini rusak dan belum diperbaiki" ujar Refan
"kenapa aku lupa ya" guman Refan pelan.
"Apa!!,rusak?tunggu-tunggu,cctv diruangan sekretaris Lucy rusak,semenjak tuan Arga koma dia sering keluar disaat jam kerja"
"Apa maksudmu Hana?apa kau mencurigai Lucy?" tanya Refan langsung.
"Ah bukan maksud saya berburuk sangka tapi sedari awal saya bertemu dengannya saya memang kurang suka padanya,entah karna apa tapi yang jelas saya sedikit mencurigainya.
"Itu tidak mungkin Hana,dia orang kepercayaan di perusahaan ini mana mungkin dia berani berhianat" Hana sedikit bingung,sepetinya Lucy sangat berpengaruh disini.
"Mungkin anda benar tuan,tapi apa saya boleh melakukan sesuatu tuan,untuk menghilangkan rasa curiga saya?" Refan tampak berfikir dan menimang nimang.
"Tentu saja,apa yang akan kau lakukan?"
"Apa saya boleh memasang alat penyadap tuan di ruangan sekretari Lucy tuan?"
"Baiklah"
"Ya sudah kalau begitu sekarang sebaiknya kita pulang,ini sudah jam 21.00,tidak baik bagi kalian para wanita keluar malam.
"Yasudah ayo kita pulang Hana aku sangat mengantuk,hooaam" Ucap Kessy yang kemudian menguap.
"Baiklah,terima kasih tuan Refan,besok saya akan membawa seseorang untuk memasang alat penyadapnya" ucap Hana.
"Sama sama,baiklah,ayo kita pulang!!"
#Keesokan Sorenya
Setelah pulang dari rumah sakit,Hana kembali menjemput Kessy,tapi sebelum itu ia sudah menghubungi Dimas untuk membantunya nanti.
Sekarang Hana dan Kessy sudah sampai didepan perusahaan Admadja Gruop,dipintu masuk utama,sudah ada seorang laki-laki yang menunggu mereka.
"Assalamualaikum Dimas" salam Hana dan Kessy sopan setelah keluar dari mobil dan menghampiri Dimas.
"Waalaikumsalam Mai cantik"
Sudah menjadi kebiasaan bagi Dimas yang jika menyapa Hana dengan sebutan Mai cantik.
"Ekhem,cuma Hana doang nih yang disapa?" ketus Kessy,ia sebenarnya hanya bercanda saja.
"Eh?Sisi cute juga ada,waalaikumsalam Sisi cute"
"Telat!!"
"Eh jangan cemberut seperti itu,nanti Dimas khilaf lo" ucap dimas enteng membuat Kessy refleks memukul keras bahu Dimas.
Bugh...
"Awww,sakit tau Sisi cute"
"Siapa suruh otakmu kotor" Ya Kessy tau arah pembicaraannya kala Dimas mengatakan Khilaf.Ada yang salah dengan kata khilaf?hah?entahlah.
Hana terkekeh melihat tingkah keduanya,Kessy dan Dimas menjadi akrab sejak Kessy menjadi teman Hana.Mereka jadi sering bertemu saat Kessy memutuskan untuk ikut belajar bela diri juga di AMA
Flashback Off
.
.
.
JANGAN LUPA LIKE VOTE AND COMEN YAH
Lopyu Reiders yang bertahan