
Sudah satu minggu Arga dirawat dirumah sakit sejak kesadarannya kembali oleh karna itu,Arga sudah diperbolehkan oleh pihak rumah sakit untuk pulang.
Sekarang Maryana,Leon,Hana dan juga Refan sudah bersiap untuk membawa Arga pulang,namun sebelum itu dokter Zain melakukan pemeriksaan terlebih dahulu kepada Arga sebelum ia pulang,dokter Zain juga memberikan resep obat yang harus Arga minum.
"Baiklah tuan Arga,sekarang anda sudah baik-baik saja dan saya sarankan jangan terlalu banyak pikiran dulu karna itu akan berpengaruh pada cidera dikepala anda,oh ya satu lagi ini resep obat yang harus anda minum" jelas Dokter Zain Lalu memberikan resep dokter tersebut kepada Maryana yang berdiri disamping bangkar Arga.Semua orang tersenyum lega mendapati Arga yang sudah baik-baik saja.
"Terima kasih dok" ucap Arga sambil tersenyum ramah.Zain menganggukkan kepalanya kemudian pamit dan pergi keluar bersama satu asistennya.
Setelah dokter Zain keluar,datang seorang gadis yang sangat cantik memakai pakaian formal kantoran.Dia berlari memasuki ruangan tersebut membuat semua pandangan terarah kepadanya.
"Assalamualaikum...hah...hah..."
"Waalaikumsalam" jawab serempak semua orang dalam ruangan.
"Kessy?" Celetuk Hana sambil menepuk jidadnya sendiri karna melihat Kessy.
Kessy yang merasa diperhatikan hanya nyengir menampakkan deretan giginya.
"Hei apa yang kau lakukan apa kau habis lomba lari,ngos ngosan seperti itu?" Komentar Refan.
"Iya,saya habis lomba lari tingkat nasional" jawab Kessy asalan.Membuat Refan menggeram kesal,sedang yang lain tersenyum menahan tawa mendengar jawaban Kessy.Maryana dan Leon berjalan kearah sofa dan duduk disana.
Memang Kessy sudah mengenal Arga,Refan,Maryana dan Leon karna bertemu dihari ke 3 Arga dirawat sewaktu koma,sedangkan Arga sendiri mengenal Kessy baru satu minggu yang lalu setelah ia tersadar.
"Tuan Arga apa anda sudah diizinkan pulang?" tanya Kessy ramah.Refan mendelik kesal.
Giliran bicara dengan Arga sangat ramah dan lembut sekali sedangkan denganku selalu bicaranya seperti suara petir terus.Dasar wanita aneh.'batin Refan.
"Iya,aku sudah boleh pulang,oh ya Kessy kenapa kau ada disini?" tanya Arga.
"Kemarin Hana memberitahu saya kalau anda akan pulang Hari ini,jadi saya ingin juga menjemput anda"
"Terima kasih Kessy" Kessy mengangguk tersenyum lebar kemudian ia menghampiri Hana yang berdiri disamping sofa tempat Maryana dan Leon duduk.
Leon dan Refan berbincang bincang sebelum kepulangan Arga sedangkan Maryana beranjak untuk berbincang dengan Arga.
"Kessy kenapa kamu datang seperti itu tadi?" bisik Hana.
"Maaf,tadi ada pertemuan mendadak jadi aku telat" jawab Kessy yang juga berbisik.
"Jika kamu ada pertemuan kenapa datang?" bisik Hana lagi.
"Hehehe kan lumayan bisa melihat wajah tampan tuan Arga" jawab Kessy sambil nyengir kuda.
Leon berdiri dan diikuti oleh Refan.Mereka menghampiri Maryana dan juga Arga.
"Baiklah,apa kau siap untuk pulang Arga?" tanya Leon
"Iya pa,Arga ingin pulang secepatnya dari sini,Arga sudah tidak tahan lagi disini" jawab Arga membuat semua orang tersenyum dengan tingkah Arga yang tiba tiba manja,kecuali Hana,ia mengernyit heran,bingung dengan tingkah Arga yang menurut nya berubah drastis.
Kenapa tuan muda tiba-tiba seperti anak manja begini,apa benar dia tuan muda yang aku kenal,tuan yang dingin,memiliki mata tajam dan tuan yang egois,satu lagi pemarah.pikir Hana.
"Hana apa semuanya sudah siap?" tanya Leon
"Sudah tuan besar,semuanya sudah siap dan keamanannya juga sudah diperketat,sesuai rencana agar tidak terlihat mencurigakan,satu mobil penjaga akan jalan terlebih dahulu kemudian disusul oleh mobil yang ditumpangin tuan Arga setelahnya mobil tuan dan nyonya lalu yang terakhir akan ada mobil penjaga lagi.Untuk jarak kita berkendara tidak akan terlalu jauh ataupun terlalu dekat" Jelas Hana.
"Bangus Hana,kau menjalankan tugasmu dengan baik" Puji Leon.Semua orang tersenyum kearah Hana.
"Terima kasih tuan,kalau begitu saya dan tuan Arga akan turun duluan kebawah nanti tuan Refan akan mengikuti kami dari belakang,setelah 10 menit nanti tuan dan nyonya bisa menyusul kami namun sebelum itu,tuan muda anda harus memakai masker dan topi ini terlebih dahulu" Ujar Hana lalu menyodor sebuah topi dan juga masker.
"Kau ketinggalan satu Hana,kaca mata" Refan memberikan satu kaca mata hitam kepada Arga,Arga menatapnya dengan kesal lalu menarik kaca mata itu dengan kasar.
"Nak ini demi kebaikanmu sayang,diluar sana banyak yang mengincar nyawamu" ucap Maryana lembut mengusap bahu Arga penuh perhatian.
Hah....Arga menghembuskan nafas kasar,ia belum tau apa sebenarnya rencana mereka tapi ia akan mengikutinya saja sekarang.Arga memakai perlengkapan yang sudah diberikan tadi,Hana memakai cadarnya kembali,memang setelah kecelakaan itu Hana memilih memakai cadar untuk menyembunyikan identitasnya.Refan juga memakai masker,topi dan kaca mata.
"Kessy apa kamu membawa mobil?" tanya Hana.
"Ah..aku tidak membawa mobil,tadi aku diantar oleh supirku kemudian aku menyuruhmu pulang" jelas Kessy
"Kalau begitu ikut saja bersama kami,kamu dengan tuan Refan sedangkan aku bersama tuan Arga akan jalan duluan" Ucap Hana lalu menghampiri Arga.
"Hei...aku tidak mau bersamanya" Ketus Refan menunjuk Kessy dengan telunjuknya.
Kesst mendekat pada Refan kemudian menepis tangan Refan yang menunjuknya."Aku juga tidak mau bersamamu,pria sok tampan" Ucap Kessy penuh penekanan.
"Hei...aku ini memang tampan,apa matamu sakit,tidak bisa melihatku yang jelas-jelas sangat tampan ini" Ucap Refan setengah berteriak pada gadis yang ada didepannya yang sedang bersedekap dada dan cuek dengan ucapan Arga.
"Sudah sudah,sebaiknya kalian turuti saja perkataan Hana,jika tidak maka Arga akan menginap lagi hari ini disini" Tegas Maryana menengahi Refan dan Kessy agar tak adu mulut lagi.
"Lagian Hana kenapa aku harus bersamamu,kenapa tidak bersama Refan saja?" tanya Arga sebelum beranjak dari tempat tidurnya.
"Maaf tuan muda,tapi jika anda berjalan bersama tuan Refan maka orang akan memandang kalian Aneh"Sontak Arga dan Refan langsung melihat penampilan mereka.
"Hah...baiklah,aku harus setuju karna aku tak ingin lebih lama lagi disini" Arga turun daru brangkarnya kemudian mencium tangan Maryana dan Leon.Setelah mengucap salam ia langsung keluar yang diikuti oleh Hana dari belakang layaknya anak yang mengekori ayahnya sebab Hana berjalan sambil tertunduk.Bukan tanpa sebab Hana menunduk,ia harus menghubungi dan memerintahkan para pengawal yang akan pergi terlebih dahulu untuk pergi.
Setelah sampai diparkiran,Hana membukakan pintu untuk Arga setelah menutup kembali pintu mobil belakang Hana berlari setengah mengitari mobil lalu masuk kemobil kursi kemudi.Hanya menunggu tiga menit Refan dan Kessy juga sampai walau mereka seperti acuh tak acuh satu sama lain tapi mereka tetap pergi bersama.
Setelah mereka masuk,Hana melajukan mobil mereka keluar dari perkarangan rumah sakit.
Sekitar 1 jam perjalanan mereka sudah sampai dikediaman Admadja.15 menit setelahnya Maryana dan Leon juga sampai.Mereka sekarang tengah berkumpul diruang tengah dan berbincang bincang.Maryana sudah menyuruh Arga untuk beristirahat saja di kamarnya namun ia tak mau karna ia selalu saja istirahat selama dirumah sakit.
Hana dan Kessy tidak ikut berbincang bincang.Karna ada panggilan mendadak dari karntor Kessy dengan segera Hana mengantar Kessy untuk kembali kekantornya.
diperjalanan....
"Dasar pria sok tampan,sok pintar,cerewet,menyebalkan!!!!!" Kessy tak henti henti nya mengumpat Refan tak sadar dengan orang disebelahnya yang sedang mengemudi berusaha untuk menutupi telinganya.
"Hei..jangan seperti itu,telingaku terasa panas karna kamu berteriak tidak jelas" Kesal Hana.
"Habisnya dia itu sok tampan,dia itu sangat...sangat...menyebalkan"
"Kessy,dia itu memang tampan,aku mengakuinya"
"Oh ya" Kessy memutar bola matanya malas.
"Bukankah kamu sangat suka dengan pria-pria tampan lalu kenapa kamu besikap berbeda dengan tuan Refan?"
"Awalnya aku memang suka,tapi karna sifatnya yang menyebalkan itu aku jadi sangat tidak suka padanya,menyebalkan sekali!" Ketus Kessy.Hana terkekeh melihat tingkah sahabatnya itu.
.
.
.
JANGAN LUPA LIKE VOTE AND COMEN YAH
Lopyu Reiders yang bertahan