
Sekarang sudah menunjukkan pukul 22.14 tapi Arga masih sibuk berkutik dengan leptopnya.Ia harus menyelesaikan semua pekerjaannya hari ini supaya proyek barunya bisa dilaksanakan dengan cepat.Janji Refan untuk membantunya sudah ia dapatkan namun Refan harus pulang satu jam lalu karna ibunya memaksanya untuk pulang.
Disela sibuknya Arga mengalihkan pandangannya sekejap menatap Hana yang sedang duduk disofa yang terlihat sedang membaca buku yang ada diatas meja kecil didepan sofa.Hana sesekali tampak menguap karna mengantuk.
"Sudah ku katakan jangan menungguku,kau bisa pulang dan beristirahat" Ucap Arga kembali menatap leptopnya,sekesal apapun ia kepada Hana tetap saja ia tidak tega jika melihat Hana kelelahan karna menunggunya.
Arga adalah pria baik yang lembut,ramah dan sopan,ia adalah tipe lelaki yang tak mudah terbawa emosi tapi jika ada yang membuat dirinya terganggu atau merasa tidak nyaman maka ia akan bersikap dingin dan sangat sulit untuk ditebak.
Hana yang sedang membaca buku mendongakkan kepalanya menatap kearah Arga yang terlihat masih sibuk.
"Tidak tuan,tugas saya belum selesai sebelum tuan muda aman sampai di apartemen tuan dan beristirahat" Arga yang mendengar perkataan Han menghembuskan nafas kasar.
"Kau tidak perlu terlalu memikirkan perkataan mama,kau bukan robot,kau itu juga manusia biasa yang membutuhkan istirahat" ucap Arga yang tanpa mangalihkan pandangannya. Hana tertegun mendengar perkataan Arga.Hana tak menyangka pria yang menurutnya sangat sombong ternyata memiliki hati yang baik dan peduli dengan orang lain.
"Terima kasih tuan,tapi saya akan tetap menunggu anda disini sampai anda selesai dan memastikan tuan sampai dengan aman diapartemen tuan"
"Terserah kau saja"
Satu jam telah berlalu dan Arga baru saja menyelesaikan pekerjaannya.Arga merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku,tubuhnya terasa begitu lelah setelah seharian bekerja.
"Aku sudah selesai,ayo kita pulang" Arga merapikan dokumen-dokumen yang ada diatas mejanya,setelah itu iya beranjak untuk segera pulang.
Hana segera berdiri saat Arga berdiri,ia manganggukkan kepalanya.Setelah itu Hana mengikuti langkah Arga dari belakang.Diparkiran mobil yang tersisa hanyalah mobil milik Arga,bagaimana tidak,dia bekerja sampai larut malam.Saat Hana ingin membukakan pintu mobil untuk Arga,Arga menahannya.
"Biar aku yang menyetir,kesinikan kunci mobilku?" Arga menengadahkan telapak tangannya kepada Hana.
"Biar saya saja tuan,anda begitu lelah hari ini,lebih baik anda beristirahat saja tuan" ucap Hana menundukkan kepalanya.
"Kau mau kita mati bersama apa?dengan kondisimu yang mengantuk seperti itu kau bilang ingin menyetir?" Ucap Arga dingin menatap tajam kearah Hana.
"Hufff....baiklah tuan,maafkan saya karna saya mengantuk" Hana menyerahkan kunci mobil kepada Arga.
"Cepatlah masuk,kalau tidak aku akan meninggalkanmu disini"
"Baik tuan"
Arga melajukan mobilnya meninggalkan perusahaan,ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang,ia sebenarnya juga sangat mengantuk tapi masih bisa menahan rasa kantuknya.
Karna mereka pulang sudah tengah malam,jalanan terlihat sangat sepi.Arga melihat sekelompok preman sedang berkumpul di tepi jalan,ia tak merasa curiga sedikitpun,Arga hanya menganggap kalau mereka sedang berkumpul biasa saja.Tapi itu tak berlangsung lama,dari kaca spion Arga melihat para preman tersebut mengikuti mobilnya dari belakang menggunakan sepeda motor.
Arga masih berfikiran positif kalau mereka tidak mengikutinya,ia mencoba mengelabui mereka dengan memasuki jalan yang berbeda arah namun tak disangka mereka masih mengikutinya.
Arga mulai panik,ia mengendarai mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata.Hana yang sedang tertidur mengeliat karna merasa sedikit terganggu tapi ia tidak bangun.
Preman tersebut juga melajukan motor mereka dengan kecepatan tinggi.Mereka sudah seperti balapan dijalanan,satu buah motor preman yang dinaiki oleh dua orang tersebut melajukan motornya lebih dari kecepatan Arga,ia menghadang Arga sehingga mau tak mau Arga mengerem mendadak agar tidak menabrak preman yang ada didepannya.
Ciiiittttttt......
Suara ban mobil yang bergesekan dengan aspal.Mobil Arga melesat kesamping seperti menghadang jalan.Hana yang sedang tidur langsung terdorong kedepan dan hampir saja kepalanya membentur dash bort mobil jika Arga tidak menahan kepalanya dengan tangannya.
"Astaghfirullah" ucap Hana
Hah...hah....hah....nafas arga jadi tidak beraturan,keringatnya bercucuran.
"Apa kita masih hidup?" tanya Arga tanpa sadar,ia begitu shok dengan apa yang baru saja terjadi.
"Ada apa tuan kenapa anda ngerem mendadak?" tanya Hana setelah membenarkan posisinya.Hana fokus menatap Arga, ia tidak tau kalau mobil Arga sudah melintang dijalanan karena ada yang menghadang mereka.
"Tuan!!!!" Arga tidak menyaut Hana,dia masih diam membeku.Nafasnya pun masih belum stabil.
"Tuan!!!!" teriak Hana sambil memukul keras lengan Arga yang membuat arga sadar.
"Ada apa tuan?" tanya Hana sekali lagi.
"Lihatlah itu" Hana langsung menghadap kearah yang ditunjuk oleh Arga,betapa terkejutnya Hana melihat ada 4 orang yang sedang menghadang mereka.
"Siapa mereka tuan,apa mereka begal?"
"Entahlah,aku juga tidak tau,dari tadi mereka selalu mengikuti kita hingga salah satu dari mereka mendahului kita dan menghadang jalan"
"Apa??mereka sudah mengikuti kita dari tadi,tapi kenapa anda tidak membangunkan saya tuan?" ucap Hana setengah berteriak,bagaimana bisa dia lengah seperti ini.
"Untuk apa aku membangunkanmu tidak ada gunanya juga"
"Tapi tuan---"
"Sudahlah berhenti berdebat denganku,lihat mereka coba pikirkan bagaimana caranya agar kita bisa lepas dari mereka sekarang" Arga langsung memotong perkataan Hana yang mencoba mendebatnya.
"Tunggu aku akan menghubungi polisi dulu?" Arga langsung mengambik ponselnya dan menelpon polisi agar segera datang ketempat mereka.
"Tunggulah sebentar,mereka akan segera datang" Ucap Arga setelah selesai menelpon polisi.
"Tidak tuan kalau kita menunggu maka mereka akan menghancurkan mobil ini,Tuan tenang saja,biar saya bereskan mereka semua dan tunggulah disini" ucap Hana yang ingin membuka pintu mobil namun hijabnya ditarik oleh Arga yang membuatnya kembali menghadap Arga.
"Kau ingin mati apa?lihatlah mereka ada 4 orang dan juga sepertinya mereka lebih kuat,kita berdua saja tidak akan sanggup mengalahkan mereka" jelas Arga.
"Kuat saja tidak cukup tuan tapi keahlian lebih penting" Hana langsung keluar dari mobil.
"Siapa kalian,apa yang kalian inginkan" Tanya Arga menatap tajam mereka.
"Serahkan semua yang kalian miliki,maka kami akan melepaskan kalian" suara salah satu preman.
"Ck..ternyata kalian begal ya,hei kau kenapa kau diam saja? ayo hajar mereka,tadi kau yang paling bersemangat ingin menghabisi mereka tapi sekarang mengapa kau diam,apa kau takut?" Ucap Arga menatap Hana yang hanya diam saja,entah apa yang dia pikirkan sekarang.
"haha...preman seperti mereka tidak pantas untuk ditakuti tuan,saya diam karna saya tidak mau mengotori tangan saya untuk menghajar begal brengsek seperti mereka" Hana menyeringai menatap para preman tersebut.
"Hei...nona kau gadis yang manis tapi mulutmu sangat pedas,apakah aku boleh mencicipinya" salah satu preman tersebut mendekati Hana dan Hendak menyentuh Wajah Hana tapi dengan cepat Hana memelintir tangan preman tersebut kebelakang punggungnya dan langsung menendang punggung preman tersebut.
Bugh..
Preman tersebut tersungkur keaspal.Arga yang melihat itu sontak kaget dengan aksi Hana.
"Jangan pernah menyentuhku dengan tangan kotormu itu!!!" teriak Hana.
"Hahaha...nona kau ternyata kuat juga,gadis yang menarik"
"Ck.Jika kalian berani lawan aku!!!"
Preman itu tidak menyerang Hana melainkan Arga,namun dengan cepat Hana menghalanginya dan mulai memukul preman itu satu persatu.
Bugh....
Bugh....
Bugh....
Beberapa pukulan dan tendangan Hana layangkan,disaat Hana sedang melawan preman yang lain satu preman hendak menusuk Hana dengan pisau tapi Arga langsung menendang dan menggagalkan aksi preman tersebut.
Tak berapa lama,semua preman itu terkapar diaspal.Para polisi pun datang dan langsung menangkap mereka.
"Apa tuan dan nona baik-baik saja?" tanya salah satu polisi.
"Ya kami baik-baik saja,hanya sedikit lebam tapi kami bisa mengobatinya nanti" Jawab Arga.
"Baiklah,kalau begitu terima kasih,kami akan membawa mereka dan meminta keterangan"
"Sama-sama pak dan terima kasih juga karna telah datang kesini" Polisi itu menganggukkan kepalanya lalu pergi meninggalkan Arga dan juga Hana.
"Apa tuan baik-baik saja?" tanya Hana
"Kenapa kau mengkhawatirkan aku,lihat dirimu,kau yang paling banyak terkena pukulan dan kenapa kau melindungiku tadi?" Ucap Arga setengah berteriak pada Hana.
"Itu memang tugas saya tuan,melindungi anda dan memastikan anda baik-baik saja."
"Ah..sudahlah sekarang kita pulang dan obati lukamu"
"Baiklah tuan tapi,biar saya saja yang menyetir tuan,kali ini anda tidak boleh lagi menolak,saya tidak mau anda kenapa-napa tuan"
"Baiklah"
Arga dan Hana segera pulang keapartemen Arga.Sesampainya disana Arga menyuruh Hana untuk istirahat diapartemennya.
"Sebaiknya kau istirahat disini saja,kau bisa tidur dikamarku dan aku akan tidur di sofa ruang tamu" ucap Arga setelah keluar dari mobil.
"Terima kasih tuan tapi,itu tidak perlu saya juga tinggal disini" ucap Hana
"Apa maksudmu?" Arga mengernyitkan dahinya heran akan perkataan Hana.
"Nyonya besar sudah menyiapkan semuanya tuan muda termasuk tempat tinggal saya,nyonya besar telah menyiapkan satu apartemen untuk saya disebelah apartemen anda tuan"
"Hah..mama terlalu berlebihan dalam semua ini,baiklah kalau begitu,sekarang istirahatlah,ini sudah hampir subuh dan obati lukamu itu"
"Baiklah tuan muda,anda juga harus istirahat" Arga menganggukkan kepalanya.Setelah itu Arga langsung masuk keapartemen begitupun dengan Hana ia juga memasuki apartnya.
Setelah masuk kedalam apartnya,Hana langsung menghempaskan tubuhnya keatas kasur.
"Hari ini begitu melelahkan,apakah hari hari ku akan seperti ini kedepannya?" guman Hana sambil memejamkan metanya.Lalu kemudian ia menatap langit-langit membayangkan kejadian tadi.
"Aneh sekali...kenapa para preman tadi ingin menyerang Tuan Arga ya,padahal aku yang memulai itu,tidak mungkinkan mereka mengasihani wanita?atau jangan jangan....." Hana langsung terduduk dari posisinya yang terlentang.
"Jangan-jangan semua ini sudah direncanakan?"
.
.
.
JANGAN LUPA LIKE VOTE AND COMEN YAH
Lopyu Reiders yang bertahan