
Sudah 1 bulan setelah kejadian percobaan penembakan terhadap Arga di gedung Admadja group,semenjak itu pula musuh tak lagi melakukan pergerakan.Hidup Arga kembali seperti biasanya tanpa adanya teror lagi.Namun hal itu tak membuat Hana lega bahkan ia lebih waspada karna menurutnya musuh Arga tak mungkin mengalah begitu saja,pasti mereka sekarang tengah merencanakan rencana lain yang lebih besar.
Tapi menurut Arga hidupnya sama sekali tak berubah,memang ia sudah tidak mendapatkan teror pembunuhan lagi,tapi ada orang lain yang membuat dirinya merasa terganggu,ia harus menghadapinya hampir setiap hari yang membuat dirinya kesal setengah mati.
seperti siang ini dikantor Arga.Setelah melakukan pertemuan dengan klien penting Arga kembali bergegas keruangannya.Ketika Arga meeting,Hana selalu berada disamping Arga,ia berpura-pura menjadi asisten pribadi Arga karna memang dikantor Arga tak ada yang mengetahui kalau Hana adalah bodyguard Arga selain Refan tentunya.
Saat ia memasuki ruangannya Arga dan Hana dikejutkan dengan kedatangan wanita yang menurutnya adalah seorang penggaggu.Hana?dalam hal ini Hanalah yang paling merasa jengkel karna dilibatkan dalam hal yang sangat konyol.Arga yang ingin masukpun memberikan tatapan tajam kearah wanita yang sedang duduk disofanya, sedangkan Hana memutar bola matanya jengah melihat wanita itu.
"Ya Allah kapan ini akan berakhir,rasanya aku ingin sekali mencekik tuanku sendiri dan juga wanita itu" batin Hana
"Ya Allah kenapa dia ada disini lagi,aku benar-benar muak dengan wanita ini.Kapan aku bebas dari wanita gila ini Ya Allah" batin Arga.
"Siang sayang,bagaimana pertemuannya?" tanya Clarissa.Sikap Clarissa semakin menjadi-jadi semenjak Arga mengatakan kalau Hana adalah kekasihnya.Hampir setiap hari Clarissa datang kekantor Arga.Arga selalu mengusirnya tapi dengan tak tau malunya dia masih saja datang kekantor Arga.
Arga tak menjawab pertanyaan Clarissa ia terus menatap tajam,tidak suka dengan kehadiran dia disini.
"Arga segitu mempesonakah aku sampai kau tak mau mengalihkan pandanganmu dariku" Clarissa berjalan menghampiri Arga yang masih berdiri dipintu masuk.Clarisaa hendak menyentuh lengan tapi tidak jadi karna Arga langsung berjalan kearah mejanya.
"Apa kau sudah tidak punya malu Clarissa,kenapa kau masih datang kesini?padahal aku selalu mengusirmu?" Ucap Arga yang sekarang sudah duduk dikursinya.Hana melirik sekilas kearah Clarissa dengan tatapan datar kemudian beralih menatap Arga yang sudah duduk,melihat Arga yang sudah duduk Hana berjalan kearah sofa kemudian mendudukkan tubuhnya disana.
"Aku tidak akan menyerah untuk mendapatkanmu Arga,sampai kapanpun,walau kau mengusirku ratusan kali aku akan tetap datang kesini!!! ingat Arga kau hanya milikku,milikku" tegas Clarissa penuh penekanan.
Arga yang mendengar jawaban Clarissa tersenyum sinis,itu hanya obsesimu semata pikir Arga.Hana sebenarnya merasa kasihan dengan Clarissa,Clarissa tak pernah mundur sedikitpun walau Arga sering mengusirnya.Dia mempertahankan dan memperjuangkan keinginannya untuk mendapatkan Arga,tapi apa yang dia dapat hanyalah kekesalan Arga.
Hana sempat berfikir,apakah Clarissa benar-benar mencintai Arga atau hanya sekedar obsesi saja? entahlah.Karena penasaran Hana pernah mencoba mencari tau tentang Clarissa.Ternyata Clarissa adalah anak dari sahabat dekat ayahnya Arga.Sewaktu Remaja,Clarissa sering datang kerumah Arga tapi Arga hanya bersikap acuh tak acuh padanya.Jika mereka sudah kenal begitu lama lantas apa yang membuat Arga tidak suka padanya?Hana akui Clarissa gadis yang cantik,sederajat dengan Arga dan juga sepertinya dia wanita yang baik.Lalu apa?apa karna cara berpakaiannya yang pakai baju kekurangan bahan?.Hana yang semakin penasaran terus mencari tau tentang Clarissa,satu kenyataan yang Hana dapatkan yang menurutnya bisa menjawab semua pertanyaannya tentang Clarissa dan alasan Arga tidak suka padanya adalah karna Clarissa sudah tidak perawan lagi.
Hana sangat terkejut saat mengetahui hal itu,pantas saja Arga tidak suka padanya.Hana berfikir,Arga yang menurutnya seorang pria yang taat agama bersama dengan seorang Clarissa.
Kemudian ia merutuki dirinya sendiri,bagaimana bisa ia berfikir merendahkan orang lain,dirinya saja belum tentu lebih baik tapi sudah merendahkan orang lain.
"Aku sudah punya kekasih dan dia sedang duduk disana jadi jangan membual" ucap Arga seraya menunjuk Hana yang masih diam menunduk.
"Ck,wanita jelek dan kampungan ini kau bilang kekasihmu,wanita dingin yang tidak memiliki ekspresi ini kekasihmu ha...sampai kapanpun aku tak akan pernah percaya Ar" Ucap Clarissa tertawa meremehkan.
"Apa kau bilang nona,wanita jelek,kampungan,dingin,tanpa ekspresi,aku akui kau memang cantik nona tapi mulutmu bahkan lebih pedas dari 100 cabai,aku sudah tidak tahan lagi rasanya aku ingin mencabik-cabik mulutmu itu nona atau aku ingin sekali memasukkan 100 cabai kemulutmu supaya kau tidak bisa bicara lagi" geram Hana dalam hati.
"Berhenti menjelek jelek kana kekasihku,Apa mau mu sebanarnya?kenapa kau begitu terobsesi kepadaku?" tanya Arga menatap tajam Clarissa dengan nada yang terdengar begitu dingin.
"Aku mau kau Arga,aku mau kau mencintaiku,aku sangat mencintaimu Arga dari awal kita bertemu,aku salalu mencari cara agar mendapat perhatian darimu tapi kau tak pernah peduli denganku,kenapa?kenapa kau begitu tega padaku,apa salahku?...Hiks...hiks..." jawab Clarissa mulai terisak,dia tak sanggup lagi membendung air matanya.
Arga tersenyum sinis kemudian berdecih"Ck.Kau tanya apa salahmu?salahmu begitu besar Clarissa,sehingga aku tak akan pernah bisa memaafkanmu,tak akan" jawab Arga.
"Tapi kenapa Arga,kenapa?" teriak Clarissa.Untung saja Hana sudah menutup pintu ruangan Arga dan Arga sudah memakai mode kedap suara diruangannya sehingga orang diluar tidak mendengar keributan didalam ruangannya.
Brak
Arga menggeprak meja kerjanya kemudian berdiri menatap penuh amarah Clarissa.Hana yang duduk diam mendengarkan pertengkarang mereka sambil tertunduk lansung terperanjat kaget saat Arga menggeprak meja.
"Kenapa?kau tanya kenapa?" teriak Arga tak kalah keras dari Clarissa.
"Salahmu adalah karna kau tidur dengan pria itu,saat aku sudah mulai membuka hati untukmu tapi kau kau malah menghianatiku,itulah kesalahan terbesarmu" bentak Arga
Flashback on
Drrrrzzz....drrrrzzz.
"Assalamualaikum Arga"
"Waalaikumsalam fan,ada apa?bisakah kau menghubungiku nanti,sekarang aku sangat mengantuk" Jawab Arga dengan suara serek
"Jangan kau lanjutka tidurmu,cepatlah kemari,kehotel Purnama" ujar Refan
Arga mengernyitkan dahinya bingung kenapa Refan menyuruhnya datang kehotel" Kenapa aku harus kesana?" tanya Arga.
"Saat aku dan kakakku ingin menemui sahabat mama dihotel purnama,aku melihat Rissa jalan bersama dengan seorang pria dan mereka sedang berada dihotel ini sekarang" jelas Refan.Seketika rahang Arga mengeras,tangannya terjepal kuat.Ia mematikan panggilannya dan dengan segera Arga mengganti pakaiannya dan langsung pergi kehotel purnama.
Setelah sampai disana,Arga menemui Refan yang telah menunggunya diloby.
"Apa kau tau dimana mereka sekarang?" tanya Arga langsung to the poin.
"Mereka dikamar 527,ayo kita kesana!!" Saat Arga akan berlari Refan menahannya.
"Kita tidak tau pasword kamarnya" ucap Refan
Arga bergegas menuju kemeja resepsinis,Awalnya mereka menolak memberikan paswordnya namun dengan sedikit ancaman Arga berhasil mendapatkannya.Kebetulan hotel tersebut milik keluarga Argalah.
Mereka segera berlari menuju kamar Clarissa.Setelah sampai Arga membuka pintu itu betapa terkejutnya Arga saat mendapati Clarissa tengah bergulat dengan pria yang tak dikenalnya ditempat tidur.
Clarissa yang melihat Arga tiba-tiba langsung menutup tubuhnya.
"A...Ar....Arga,ke...kenapa kau ada disini?" tanya Clarissa terbata yang sudah gugup barcampur takut.
Arga yang sangat marah langsung pergi dari sana begitu juga Refan.
Flashback off.
Clarissa diam membeku,isak tangisnya sudah tidak terdengar lagi.
"Kenapa kau diam?Aku benarkan,sekarang kau sudah taukan kesalahanmu diamanakan jadi sekarang aku minta kau pergi dari sini dan jangn pernah menggangguku lagi." tegas Arga.
"Maafkan aku Ar...aku mohon ma--" lirih Clarissa terpotong bentakan Arga
"Pergi!!!!" bentak Arga.
Clarissa langsung berlari keluar dari ruangan Arga sambil menangis.
Huffff....Arga menghembuskan nafas kasar.Duduk kembali,menyandarkan tubuhnya kesandaran kursi dan satu lengannya ia gunakan untuk menutupi wajahnya.Hana yang melihat kejadian itu hanya diam tak berani ikut campur,sekarang Arga benar benar marah.Jika sekarang ia bicara mungkin Hana akan menjadi bahan amukan oleh Arga.
.
.
.
JANGAN LUPA LIKE VOTE AND COMEN YAH
Lopyu Reiders yang bertahan