BODYGUARD BERHIJAB

BODYGUARD BERHIJAB
Lucy yang berbeda



1 Jam telah berlalu, sekarang Arga sedang menunggu Lucy yang sedang menuju ruangannya.


Tok ... tok ... tok ...


" Masuk! " Seru Arga


Ya itu adalah Lucy, dia segera masuk setelah Arga membolehkannya masuk. Arga melihat kearah Lucy yang berhajalan tertunduk,begitu pun dengan Hana yang juga memandanginya intens.


" Apa yang kau rencanakan sekretaris Lucy, kenapa kau terlihat sangat ketakutan? ini bukanlah dirimu yang angkuh seperti biasanya " batin Hana


" Berikan padaku! " perintah Arga saat Lucy sudah berada didepannya. Dengan ragu-ragu Lucy memberikannya kepadanya Arga. Arga melirik sekilas kearah Lucy kemudian beralih membaca dokumen yang diberikan Lucy. Lucy tampak gelisah, dia terlihat sangat ketakutan dan semua gerak-geriknya tidak luput dari pandangan Hana. Hana mengangkat sebelah alisnya pertanda bingung.


Lucy semakin gemetar ketakutan kala Arga terlihat menggeram didepannya. Hana beralih menatap Arga. Arga terlihat sangat marah sekarang, rahangnya menegas, wajahnya terlihat memerah dan tangannya yang mengepal memegang yang memperlihatkan buku tangannya.


Sudah Hana pastikan bahwa Lucy tidak lulus dalam kesempatan keduanya.


" Bereskan semua barangmu dan segera pergi dari perusahaanku, aku tidak butuh pekerja sepertimu " Ucap Arga dengan nada yang sangat dingin membuat siapapun yang mendengarnya bergidik ngeri.


" Ma ... maaf tu ... tuan, sa ... ya akan mem ... perbaikinya lagi " ucap Lucy gagap. Hana yang melihat reaksi Lucy semakin dibuat bingung " Siapa kau, sekretaris Lucy ini bukan dirimu " batin Hana.


" Keluar! sebelum aku menyuruh security untuk menyeretmu keluar dari kantorku " Ucap Arga.


" Ta ... tapi tuan, "


" KELUAR!! " Teriak Arga menggema diseluruh ruangannya. Hana dan Lucy terlonjak kaget mendengar teriakan Arga. Lucy mulai mengeluarkan air mata yang tidak bisa lagi dia bendungi. Lucy langsung berbalik meninggalkan ruangan Arga sambil menyapu air matanya yang terus berjatuhan.


Hana benar-benar merasakan kesedihan dalam diri Lucy, entah mengapa ia merasa bahwa wanita tadi bukanlah Lucy.


Diluar, didepan pintu ruang Arga, Lucy menyapu habis air matanya, bersamaan dengan datangnya seseorang yang ingin memasuki ruangan Arga.


" Kau? " ucap orang itu, Lucy hanya menanggapinya dengan senyum yang dipaksakan, setelah itu ia segera meninggalkan orang itu.


" Arga!!! " teriak orang itu.


Arga yang duduk sambil menunduk memijit pelipisnya seketika kaget mendengar teriakan itu.


" Astaga!! lepas dari mulut harimau, masuk kedalam mulut buaya " batin Arga.


" Situasi sekarang sangat tidak aman, lebih baik aku mencari alasan untuk keluar dari sini, " batin Hana


" Tuan muda, ada yang menelpon saya dan ini sangat penting, saya permisi dulu tuan " ucap Hana langsung berjalan setengah berlari hendak keluar dari ruangan Arga. Tapi, langkahnya terhenti kala mendengar suara dingin nan tajam milik Arga.


" Hana tetap disini! " Teriak Arga.


" Jika kau keluar, maka liat saja hukuman apa yang akan kau dapatkan dan juga akan ku potong gajimu sebanyak 50% " lanjut Arga


Hana menghela nafas kasar, dengan berat hati ia kembali ketempatnya semula dan menghempaskan tubuhnya begitu saja di atas sofa.


" Argaaaa! aku disini, kenapa kau malah melarangnya pergi? biarkan saja dia pergi " ucap Clarissa dengan memelas. Clarissa mulai mendekati Arga yang sedang duduk dikursinya.


" Stop! kau mau apa Clarissa? " ketus Arga.


" Aku sangat merindukan mu, kau kemana saja sayang " Ya, orang itu adalah Clarissa, dia merengek ingin memeluk Arga seperti anak kecil, namun Arga selalu menghidarinya.


Arga memijit pelipisnya, kepalanya benar-benar sakit untuk saat ini.


" Keluar kau dari kantorku! " titah Arga pada Clarissa.


" Siapa yang kau sebut calon suamimu, apa kau amnesia? tidak ingatkah kau kalau aku menolak perjodohan itu? satu lagi satu-satunya orang yang akan menjadi calon istriku adalah Hana " tegas Arga. Hana membelalakkan matanya, kaget dengan penuturan Arga, enteng sekali Arga menyebutkan bahwa dirinya adalah calon istrinya.


Clarissa menggeram marah, ia tersenyum sinis pada Arga kemudia beralih menatap Hana. Clarissa berjalan kearah Hana sambil tertawa mengejek, Arga dan Hana mengernyit heran.


" Sekeras apapun kau menolakku Arga, kau tidak akan bisa mengelak dari perjodohan ini, aku tidak amnesia aku masih ingat saat kau menolakku diperjodohan itu dan aku juga tidak akan lupa bahwa papamu membelaku " ucap Clarissa


" Dan kau! jangan mimpi dapat menjadi nyonya Arga, karena orangtuanya sudah merestuiku dengan Arga " lanjut Clarissa sambil menunjuk wajah Hana.


Hana sama sekali tidak tersinggung, ia hanya menatap Clarissa dengan wajah datarnya tanpa berniat membalas perkataan Clarissa. Bagi Hana, Clarissa hanya membual saja karna ia sudah tau apa yang sebenarnya.


" Hahaha .... percaya diri sekali kau Clarissa, kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi " Arga menunjukkan seringainya menatap Clarissa.


" Terserah kau sayang, secepatnya kita akan segera menikah " Setelah mengucapkan itu, Clarissa membisikkan sesuatu ketelinga Hana


" Kau jangan pernah bermain-main denganku atau kau akan menyesal karna aku akan mengahancurkan hidupmu jika kau berani mengusik hidupku " bisik Clarissa setelah itu ia melenggang pergi, keluar dari ruangan Arga.


" Kau bermain dengan orang yang salah nona, kau pikir aku akan takut dengan ancaman kecilmu itu? tidak nona " batin Hana. Hana menunjukkan seringainya menatap punggung Clarissa yang mulai berjalan keluar dari ruangan Arga.


Arga menatap Hana, ia mengangkat bahu acuh lalu melanjutkan pekerjaannya.


》》》


Arga baru saja selesai dengan pekerjaan kantornya. Ia beralih menatap kearah sofa tapi tidak mendapati Hana disana. Berjalan menuju ruangan kecil yang ada didalam ruangannya, khusus ia buat sebagai tempat beristirahat sekaligus tempat untuk menunaikan shalat.


Ceklek ...


Arga membuka pintu kamar itu, hatinya menghangat saat melihat Hana sedang menunaikan shalat isya. Arga dengan bejalan dengan gerakan pelan menuju tempat whudu' karna ia juga belum menunaikan shalat isya.


Setelah Arga dan Hana menunaikan shalat isya, sekarang waktu untuk keduanya pulang dari kantor tersebut.


Sekarang Hana dan Arga sudah berada didalam mobil, Hana segera melajukan mobilnya keluar dari area perusahaan.


" Hana! aku lapar " ucap Arga singkat. Hana sudah faham dengan perkataan Arga yang selalu singkat, jika Arga mengatakan lapar berarti Hana harus mencarikan makanan untuknya.


" Didepan ada sebuah restoran tuan, tapi bukan restoran yang mewah, apa anda mau berhenti disana tuan ? "


" Apa kau pernah makan disana? " tanya Arga.


" Tentu tuan muda, saya sering makan disana, makanan yang meraka sajikan disana sangat enak-enak bahkan hampir setiap hari saya kesana bersama Kessy tuan " membayangkan makanan yang ada direstoran yang sering ia kunjungi itu membuat Hana tanpa sadar berbicara panjang lebar dan juga tidak penting bagi Arga.


Arga tersenyum tipis mendengar ucapan Hana, " Wanita yang sangat sederhana, mudah bahagia dengan hal-hal sederhana sangat berbeda dengan wanita diluaran sana " batin Arga.


" Baiklah kita berhenti disana! "


.


.


.


JANGAN LUPA LIKE VOTE AND COMEN YAH


Lopyu Reiders yang bertahan