BODYGUARD BERHIJAB

BODYGUARD BERHIJAB
Mencurigai



Masih dihari dan tempat yang sama,sekarang Hana sedang duduk disofa yang ada dalam ruangan Arga.Arga sedikit kerepotan karna pertemuan pentingnya hari ini berjalan tidak sesuai rencana.Jika ia tak mengurus masalah itu secepatnya maka akan berkemungkinan besar ia akan mengalami rugi yang sangat besar.


Hana masih kesal dengan Arga tapi ia mencoba untuk menahan kekesalannya terlebih dahulu mengingat bahwa saat ini nyawa sang tuan tengah teramcam.Sekarang Hana masih bingung memikirkan bagaimana bisa para polisi yang hendak datang kekantor Arga mendapat serangan mendadak.


"Tuan!!!!!" panggil Hana yang masih terlihat mikirkan sesuatu.


"Hm" Arga tetap sibuk dengan pekerjaannya namun masih mendengarkan Hana berbicara.


"Dari mana mereka tau kalau rekan mereka sudah ketahuan dan tertangkap...kecuali...." Ucapan Hana yang menggantung membuat Arga menoleh padanya.


"Kecuali apa?" Arga mengernyitkan keningnya heran.


"Kecuali,ada orang yang memberi tahu mereka" Ucap Hana.


"Maksudmu dikantorku ini ada seorang penghianat begitu?"


"Ya kemungkinan begitu,tapi pada waktu itu yang ada bukan hanya orang kantor anda sajakan,namun ada beberapa orang luar juga karna itu saya masih ragu"


Arga hanya mangut mangut mendengar penjelasan Hana.Keduanya sekarang terdiam memikirkan siapa orang yang berhianat itu.Apakah orang dalam atau orang luar?.Hana terus memaksakan pikirannya untuk mencari tahu siapa orang tersebut,terlintas dalam pikirannya orang yang sedang melakukan persentase saat itu.


"Tuan,saat kejadian itu,siapa orang yang sedang melakukan persentese?" tanya Hana.


"Kau mencurigainya?" Arga malah bertanya balik yang membuat Hana kehabisan kata-kata,ia tidak ingin menuduh atau mencurigai seseorang tanpa bukti tapi saat ini pikirannya hanya terfokus pada orang yang melakukan persentase.


"Bukan begitu tuan,saya tidak mau berprasangka buruk dulu pada seseorang tapi,saat itu semua orang tengah menatapnya saat berpresentasi dan hanya dia yang menghadap kearah semua orang otomatis dia pasti melihat pria itu ingin menembak tuan" jelas Hana.


"Kau benar juga tapi waktu itu,dia juga kelihatan panik dan ketakutan seperti yang lainnya,aku rasa bukan dia" ucap Arga yang kemudian berjalan dan duduk disebelah Hana.Hana tanpa sadar ia masih tetap duduk disamping Arga dan mereka saling berhadapan.Namun biasanya Hana akan langsung berdiri jika Arga sudah bergerak dari tempat duduknya.


"Baiklah kalau tuan berkata seperti itu,tapi apakah boleh saya sedikit menyelidiki tentang dia tuan?ya..hanya untuk memastikannya saja"


"Mmm tentu saja tapi aku harap kau tak membuat seorang yang tak bersalah terkena masalah"


"Tentu tuan saya akan melakukannya dengan hati-hati dan tertutup,tapi kalau saya boleh tau siapa namanya tuan?" tanya Hana,ia bingung bagaimana menjalankan rencana jika tidak tau orangnya.


"Laila Juanda,sekretaris pak Tang dari Surya group" Hana menganggukan kepalanya.Hana tersadar kalau sekarang ia sedang duduk ditempat yang sama dengan Arga,Hana langsung berdiri dan menundukkan kepalanya.Arga mengernyit heran.


"Ada apa?" tanya Arga singkat.


"Maaf tuan saya sudah lancang duduk bersama anda" jawab masih menundukkan kepalanya.


"Hahaha..kau berlebihan Hana,baiklah aku akan melanjutkan kerjaku saja" Arga berdiri dari sofa dan kembali kekursinya untuk melanjutkan pekerjaannya.


Hari semakin sore,namun Arga masih saja belum selesai mengerjakan pekerjaannya.Hana yang merasa jenuhpun tidak dapat berbuat apa-apa.Sekilas Hana memandang Arga yang sepertinya sangat fokus dengan pekerjaannya.Ia terlihat begitu lelah tapi pekerjaan ini mengharuskannya untuk tetap bekerja agar semuanya kembali normal dan bisa dikontrol.


Jam sembilan malam Arga baru menyelasaikan pekerjaannya.Saat Arga menoleh kearah sofa,ia tak mendapati Hana disana.


"Dimana dia?" guman Arga.Arga berjalan keluar ruangan,ia mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan tapi tak mendapati Hana.Saat ia ingin melangkahkan kakinya kembali keruangan terdengan bunyi lift terbuka,Arga menoleh kebelakang dan dilihatnya Hana keluar dari lift tersebut.


"Dari mana kau?" tanya Arga dengan nada dingin.


"Saya tadi menelpon teman saya tuan" ucap Hana menundukkn kepalanya.


"Kenapa harus keluar? dan mengapa kau tidak minta izin dulu padaku" tanyanya singkat.Entah kenapa Arga memperdulikan itu yang pasti dia hanya ingin tau.


"ayolah tuan kenapa anda mempermasalahkan ini aku tadi hanya menelpon untuk apa aku berbohong"


"Jika saya menelpon disini saya takut mengganggu anda tuan,anda terlihat sangat fokus tuan jadi saya tidak ingin mengganggu konsentrasi anda" jelas Hana.


"Ya sudah,ayo kita pulang aku sudah selesai" Hana menganggukkan kepalanya.


Untuk kali ini mereka sampai di apartemen dengan aman tanpa ada gangguan.Hana mengantar Arga sampai kedepan pintu kamarnya sebelum masuk Arga mengucapkan terima kasih pada Hana.


"Hana" panggil Arga


"Iya tuan,apa ada yang anda butuhkan?"


"Tidak,aku hanya ingin mengucapkan terima kasih padamu karna kau sudah menyelamatkan hidupku 2 kali"


"Ya,kau juga harus istirahat" kemudian Arga masuk kedalam kamarnya.


Didalam kamar Arga,Arga menjatuhkan tubuhnya diatas sofa.Arga memijat pelipisnya karna sedikit merasa pusing,Arga menyunggingkan senyum tipis.


"Gadis yang tangguh" guman Arga.Kemudian Arga beranjak untuk membersihkan dirinya,ia ingin cepat-cepat mengistirahatkan tubuhnya dan pikirannya setelah seharian bekerja ditambah insiden tadi siang.


Setelah mengantar Arga,Hana pun masuk kekamarnya,Hana membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.Ia merasa sangat lelah,sekujur tubuhnya terasa sakit sebab luka malam kemarin belum sembuh ditambah lagi tadi siang,sungguh ini bukan profesi yang pantas untuk seorang wanita,menurut Hana.


Drrrrzzzz.......Drrrrzzzz.....


Hana yang terbaring langsung duduk untuk mengangkat telpon.


"Kessy?,ada apa dia menelpon semalam ini apa dia tidak lelah,melihat tuan Arga bekerja saja aku sudah tau kalau dia pasti sangat lelah,tapi aku senang dia menelponku,aku sangat meridukannya" guman Hana.Hana segera mengangkat telpon itu.


"Assalamualaikum Kess,apa kabar?"


"Waalaikumsalam Hana,aku baik baik saja aku sangat merindukanmu" Hana tersenyum senang Kessy terdengar sedang merengek disana,sungguh sangat menggemaskan.


"Aku juga merindukanmu Kessy,kapan kita bisa bertemu?"


"Kapanpun kau bisa,aku selalu siap,tapi kau belum mengatakan kepadaku siapa majikanmu,selama dua hari ini aku mencoba menghubungi mu tapi kau tidak menjawab sama sekali" Hana tau pasti sekarang Kessy tengah merajuk kepadanya.Hana hanya terkekeh mendengarkan sahabatnya itu mengoceh.


"Kenapa kamu tertawa?" Kessy semakin kesal saat mendengar Hana tertawa.


"Haha...maafkan aku,aku tidak menjawab karna aku tidak membawa ponsel pribadiku,aku hanya membawa ponsel khusus yang diberikan oleh nyonya besar" jelas Hana.


"Nyonya besar? jadi kau menjadi bodyguard nyonya besar?tapi nyonya besar mana?" Kessy memberikan pertanyaan bertubi-tubi pada Hana membuat Hana geleng geleng kepala karna tingkahnya.


"Bukan..aku tidak menjadi bodyguard nyonya besar melainkan tuan muda"


"Wihh,tuan muda,apa dia tampan atau... sangat tampan?"


"Tampan sih tapi aku berpikir dia memiliki kepribadian ganda,kadang-kadang bersikap dingin dan menyebalkan tapi kadang kadang juga bersikap lembut dan ramah" Jelas Hana sambil memikirkan kelakuan Arga padanya.


"Memangnya dia dari keluarga mana kok kamu bisa berfikiran seperti itu padanya?" Tanya Kessy heran


"Tuan muda dari keluarga Admadja" jawab Hana enteng.Tapi tidak dengan Kessy dia sangat terkejut dengan Jawaban Hana.


"Apa!!!!" Hana langsung menjauh posel dari telinganya karna Kessy berteriak sangat keras sehingga membuat telinganya sedikir berdenging.


"Heii jangan berteriak seperti itu,gendang telingaku terasa mau pecah tau" kini giliran Hana Yang kesal dengan Hana.


"Maaf-maaf aku hanya shock saja,tapi kau tidak mengabariku kalau kau jadi bodyguard tuan muda Admadja,pasti menyenangkan bukan bisa dekat dengannya terus" Kessy berbicara seolah sedang menggoda Hana.


Mereka pun bercerita sampai dua jam.


# Disisi lain


Ada seseorang yang sedang memarahi habis-habisan anak buahnya.


"Dasar lemah,membunuh satu orang saja kalian tidak bisa,apa gunanya aku mengeluarkan uang banyak hanya untuk membayar orang yang lemah seperti kalian" pria itu sangat marah.


"Maaf tuan tapi wanita itu yang bersamanya selalu menggagalkan semuanya tuan" ucap Salah satu anak buahnya dengan tertunduk karna takut.


"Urus wanita itu,kalau perlu lenyapkan juga dia" ucap pria itu yang kemudian pergi meninggalkan anak buahnya.


.


.


.


JANGAN LUPA LIKE VOTE AND COMEN YAH


Lopyu Reiders yang bertahan