BODYGUARD BERHIJAB

BODYGUARD BERHIJAB
Menolak Perjodohan



Disinilah Arga sekarang berada,dirumah besar yang bak istana,tempat dimana ia tumbuh besar sebelum masalah datang dikehidupannya.Hana dan Arga sampai pada pukul 21.05,meskipun sudah lewat jam makan malam,Maryana tetap senang dengan kedatangan putranya itu.


Karna mereka sampai sudah lewat jam makan malam,Arga berharap keluarga William sudah pulang terlebih dahulu sebelum dia datang.Tapi sepertinya itu hanya angan-angannya saja karna disaat Arga memasuki rumahnya yang diikuti oleh Hana dari belakang,ia sangat terkejut,seketika rahangnya mengeras,wajahnya memerah menahan amarah saat mendapati mamanya yang sedang berbincang-bincang dengan mamanya Clarissa,Nyonya Utari,namun tatapan tajamnya bukan tertuju pada dua wanita paruh baya tersebut melainkan pada wanita yang duduk disamping Maryana,siapa lagi kalau bukan Clarissa.


Huff....hah..Arga menghirup dan menghembuskan nafasnya secara teratur untuk menetralkan amarahnya,ia tak ingin membuat sang mama malu dengan kelakuannya.


Arga segera melangkahkan kakinya yang sempat terhenti melewati pintu utama.


"Assalamualaikum" salam Arga dan Hana bersamaan.


Maryana,Utari dan juga Clarissa yang sedang asyik berbincang mengalihkan pandangan mereka kearah sumber suara.Maryana langsung berdiri,berjalan menghampiri Arga begitu juga dengan Utari dan Clarissa.


"Waalaikumsalam,kau sudah datang nak?" jawab Maryan sambil mengelus kepala Arga ketika Arga mencium punggung tangannya.


"Iya ma" ucap Arga sambil tersenyum paksa kearah mamanya,kemudian ia juga mencium punggunh tangan Utari tanpa menoleh sedikit pun pada Clarissa.


"Dimana Papa ma?" tanya Arga.


"Papamu berada di ruang kerjanya bersama tuan William" jawab Meryana.


"Oh..kalau begitu Arga mau bertemu papa dulu ma" Maryana menganggukkan kepalanya.Arga sekilas melirik tajam Clarissa yang tersenyum padanya,kemudian Arga langsung pergi keruang kerja.


#Setelah Arga pergi...


"Selama malam nonya besar dan nyonya?" sapa Hana ramah sambil membungkukkan tubuhnya sedikit.


"Utari.." jawab Utari dengan tersenyum.


Hana menganggukkan kepalanya"selamat malam nyonya Utari" sapa Hana ramah.


"Kau..." ucap Clarissa sambil menunjuk Hana.


"Selamat malam nona Clarissa,kita bertemu lagi" Ucap Hana dengan wajah datar.


"Kenapa kau ada disini,dan kenapa kau selalu mengikuti kemanapun dia pergi?" Ketus Clarissa.Membuat Maryana dan Utari mengernyit heran.Maryana menyentuh bahu Clarissa.


"Kau sudah kenal dengan Hana nak?" tanya Maryana lembut.


"Kenal?mana mungkin aku mengenalnya wanita tanpa ekspresi sepertinya" Clarissa memalingkan wajahnya sok cemberut.drama batin Hana.


"Ada apa nak,kenapa kau terlihat kesal sekali dengan Hana?" tanya Maryana.


"Tante siapa dia?kenapa dia selalu bersama Arga,aku sama sekali tidak suka padanya" Clarissa memanyunkan bibirnya sok imut,hah...ekting anda sungguh bagus nona,apa aku masukkan saja ya anda kedunia interteimen lawakan atau.... jadi perempuan yang tersakiti juga cocok,andakan pintar menangis, Batin Hana.Hana masih menatap Clarissa dengan tatapan datar.


"Dia bodyguard Arga Clarissa,tentu saja dia selalu bersama Arga" jelas Maryana.


"Bodyguard?" Clarissa menautkan alisnya tak mengerti.


"Iya,dia bodyguardnya Arga,namanya Hana" ucap Maryana sembari memegang pundak Hana.


Tapi Arga bilang dia kekasihnya,haha ternyata dia hanya bodyguard ya,Arga aku tau kamu hanya berbohong kepadaku,kalau hanya bodyguard aku bisa meminta tante Maryana untuk memecatnya saja maka dia tidak akan bisa lagi menghalangiku untuk mendekati Arga,batin Clarissa.Clarissa menyeringai menatap Hana,ia sungguh yakin kalau rencananya akan berhasil.


"Tante kenapa dia yang jadi bodyguard Arga,aku mau tante memecatnya,pokoknya harus,aku tak suka padanya" Rengek manja Clarissa sambil bergelayut dilengan Maryana.


Sepertinya anda menantangku nona,tapi baiklah jika nyonya besar memecatku,aku tak akan lagi bertemu dengan ratu drama seperti anda nona,sungguh memuakkan,batin Hana.


"Tidak ada yang boleh memecat Hana"


Semua orang yang tengah berkumpul diruang tamu langsung mengalihkan pandangannya kearah sumber suara.


"Arga?" Clarissa menatap tidak suka pada Arga saat mengatakan hal tersebut.


"Tidak ada yang boleh memecat Hana selain diriku" tegas Arga,menatap tajam kearah Clarissa.


"Tapi---"


"Mama Arga lapar" Ucapan Clarissa terpotong karna ucapan Arga membuat Clarissa mendengus kesal.


"Kau belum makan nak? dimana papa dan tuan William?" tanya Maryana seraya mengelus pundak Arga,Maryana menatap kebelakang Arga untuk namun tak mendapati suaminya dan tuan William.


"Baiklah,Clarissa bisa kau siapkan makanan untuk Arga?" tanya Maryana menatap Clarissa.


"Bis---"


"Hana yang akan menyiap makanan untukku" Lagi-lagi Arga memotong ucapan Clarissa membuat Clarissa semakin kesal.


"Oh..baiklah kalau begitu nak,Hana tolong siapkan makanan untuk Arga"


"Baik nyonya" Hana mengikuti langkah Arga kedapur.Sedangkan Clarissa menatap kesal keduanya.


Kemudian Hana menyiapkan makanan untuk Arga,Arga memakannya dengan lahap tentu saja karna dia belum makan apapun setelah pulang dari kantor tadi.


Setelah Arga selesai makan,semua orang berkumpul diruang tamu termasuk tuan Leon dan tuan William.


Hana juga berada diruang tamu namun duduknya terpisah sedikit menjauh karna tak mau ikut campur urusan mereka.Perbincangan hangat itu berlangsung lama hingga tak terasa sekarang sudah menunjukkan pukul 22.40 malam.


"Sepertinya ini sudah larut malam,sudah saatnya membicarakan rencana kami berdua" Ucap Leon sambil menatap William.


"Kau benar leon" William ikut menimpali ucapan Leon seraya tersenyum sumringah.


Clarissa yang duduk disebelah Maryana senyum-senyum sendiri membuat Arga mengernyit heran,kenapa dia senyum senyum,apa lagi rencananya? pikir Arga.Semuanya juga tersenyum selain Arga.


"Sebelumnya kami sudah membicarakan hal ini,ini kami lakukan demi masa depan putra putri kita,hah....sebenarnya Arga kami ingin menjodohkanmu dengan Clarissa" ucap Leon sambil menepuk pelan bahu Arga.


"APA!!!,menjodohkan?ha...Arga tidak mau pa,Arga sama sekali tidak mau dijodohkan dengan wanita ini" Arga langsung berdiri dan menolak kala mendengar ucapan Leon.Hana pun kaget dengan teriakan Arga,ia langsung berdiri dan sedikit mendekati mereka.


"Ada apa denganmu Arga,kenapa kau tidak mau?kau sudah kenal Clarissa dari sejak SMP kan dan dia juga anak yang baik,lalu mengapa kau menolaknya?"


"Karna Arga sudah mengenalnya makanya Arga tak mau dijodohkan dengannya pa"


"Apa maksudmu Arga,pokoknya papa tak mau ada penolakkan dan papa akan menikahkkan kalian minggu depan" tegas Leon yang sekarang juga sudah berdiri menghadap Arga.


"Apa?menikah?,lebih baik Arga pergi dari sini dari pada harus menikah dengan wanita jalang sepertinya" Teriak Arga menujuk Clarissa.


PLAK....


Arga memegang pipinya yang terasa memanas karna Leon langsung menampar Arga.Semua orang terkejut saat melihat Leon menampar Arga.


"Jaga bicaramu Arga" bentak Leon


"Pukul saja Arga pa...tampar saja,walau papa ingin menampar Arga ratusan kali Arga tak akan pernah menikahi wanita ini" Arga menunjuk dan menatap tajam Clarissa membuat Clarissa menciut ketakutan.Utari memeluk Clarissa yang mulai menangis.Sedangkan Maryana mencoba menenangkan Arga.Arga melepaskan tangan Maryana dari lengannya dan melangkah pergi keluar.


"Kalau kau tidak mau,papa akan cabut semua aset dan fasilitas yang papa berikan padamu,termasuk kau tidak akan lagi menjadi CEO diperusahaan pusat" teriak Leon membuat Langkah Arga terhenti.Arga membalikkan badannya sambil tersenyum sinis.


"Silahkan saja pa,lakukan semua yang papa mau,Arga akan pergi dan hidup sendiri" Ucap Arga kemudian benar benar pergi keluar dari rumah.


"Suamiku apa yang kamu lakukan,Arga anak kita jangan biarkan dia pergi" lirih Maryana yang sudah tak dapat membendung air matanya, memohon kepada Leon agar menghentikan Arga.Hana yang bingung sendiri dengan situasi ini langsung pergi mengejar Arga keluar dari rumah.


"Tuan!!!"


"Tuan muda tunggu saya!!!"


Hana berlari mengejar Arga yang berjalan cepat kearah mobil,Arga masuk kedalam mobil begitu juga Hana ia juga masuk dan langsung melajukan mobil ketika Arga memintanya untuk pergi dari rumah.


Hana menjadi sangat bingung,apa yang harus ia lakukan.Hana terus malajukan mobil,sekarang tujuannya adalah apartememen.


"Jangan keapartemen!" seru Arga.


.


.


.


JANGAN LUPA LIKE VOTE AND COMEN YAH


Lopyu Reiders yang bertahan