
" Nyonya Merry? "
" Apa aku boleh masuk? "
" Tentu saja, silakan masuk nyonya " Merry masuk kedalam kamar Hana diikuti oleh hana dari belakang setelah menutup pintu kembali. Hana dan Merry duduk disofa.
" Apa aku mengganggu tidurmu Hana? "
" Tidak nyonya, aku sama sekali belum tidur, ada apa nyonya malam-malam begini datang kekamar saya nyonya? "
" Apa kau sudah menemukan pekerjaanmu Hana? " ucap Merry sambil mengelus sayang kepala Hana.
" Be ... belum nyonya " jawab Hana gugup.
"Kenapa nyonya Merry tiba-tiba menanyakan hal itu kepadaku?" batin Hana.
"Jadi begitu ya, Hana aku ada sebuah tawaran pekerjaan untukmu apa kau mau? "
"Pekerjaan? tentu saja saya mau nyonya, saya mau sekali" ucap Hana tersenyum merekah mendengar tawaran dari nyonya Merry.
" Kau yakin Hana? " tanya Merry, membuat Hana mengernyitkan dahinya.
" Tentu saja nyonya, memangnya pekerjaan apa yang nyonya tawarkan kepada saya?"
" Menjadi seorang Bodyguard "
"Hah? bo ... bo... bodyguard? "
" Iya, apa kau merasa keberatan Hana? "
".........." Hana hanya diam tak menjawab.
" Tidak bisa ya? baiklah aku tidak akan memaksamu, kau berhak memilih jalanmu sendiri, kau bisa memikirkannya terlebih dahulu " Hana masih terdiam
" Baiklah kalau begitu, segeralah tidur " ucap nyonya Merry sambil mengelus Kepala Hana kemudian beranjak pergi keluar dari kamar Hana.
Setelah kepergian Merry, Hana masih diam saja.
"Apa aku salah tadi? tidak, aku besok akan menemui Kessy dan meminta pendapatnya, sebaiknya aku tidur, aku begitu lelah hari ini" Hana segera membaringkan tubuh didalam selimut.
#Disisi lain
" Halo Maryana "
"Halo Merry, kenapa kau menelfonku malam-malam begini, apa ada masalah? "
"Tidak! hanya saja, mungkin besok aku belum bisa membawanya padamu tapi aku akan tetap berusaha, kau tenang saja"
"Baiklah kalau begitu salamat malam "
" Selamat malam juga "
#Di apartemen Arga
Trakkk ... cletang
Arga langsung terbangun dari tidurnya saat mendengar suara kaca pecah. Arga langsung pergi kearah bunyi suara tersebut.
" Siapa disana? " Arga berjalan dengan perlahan.
Setelah sampai disana, Arga melihat ada bongkahan batu yang dibaluti kertas dengan darah.
" Sepertinya itu yang membuat kacanya pecah" Arga langsung mengambil batu itu dan mengambil kertas itu. Arga sangat kaget melihat tulisan dikertas tersebut.Coretan menggunakan darah
"Kau akan segera keneraka Admadja".
" Shit, dasar pengecut! keluar kalian aku tidak takut dengan ancaman murahan kalian ini! " teriak Arga. Ia benar benar emosi
"Arrrggg " Arga melempar batu itu kembali keluar.
Arga mengambil ponselnya dan segera menghubungi seseorang.
"Cepat datang kesini sekarang "
" Baik tuan "
#Keesokan paginya
Setelah sarapan, Hana berpamitan kepada nyonya Merry untuk pergi menemui Kessy.
" Nyonya! apa saya boleh keluar untuk menemui Kessy? " tanya Hana gugup, ia hanya bisa menundukkan kepalanya tak berani menatap Merry karna hal semalam.
Merry hanya tersenyum melihat Hana, ia merasa Hana pasti canggung karna Hal semalam.
" Pergilah, tapi jangan pulang terlalu larut " ucap Merry mengelus puncuk kepala Hana yang terbalut oleh hijab itu.
" Iya nyonya, terima kasih, kalau begitu saya pamit Assalamualaikum " ucap Hana kemudian mencium punggung tangan Merry.
" Waalaikumsalam Hati-hati ya nak "
Hana menganggukkan kepalanya kemudian segera pergi menggunakan mobil yang milik keluarga Aldrick.
#DiKafe Dandelion
"Hana disini!!!! " teriak
Hana melihat Kessy melambai kearahnya, ia segera menghampiri Kessy dan duduk bersebrangan dengan tempatd duduk kessy namun masih satu meja.
" Apa aku mengganggu waktu sibukmu nona CEO " ucap Hana bergurau.
" Untukmu, aku tak pernah sibuk kawan " jawab Kessy tersenyum. Hana terkekeh kecil.
"Apa kamu sudah lama menunggu Kessy?" tanya Hana
" Belum terlalu lama juga "
"Apa kau sudah memesan sesuatu? "
" Belum, ayo kita pesan "
" Baiklah "
Kessy memanggil pelayan disana dan mereka memesan makanan mereka.
"Apa ada sesuatu yang mau kamu bicarakan Hana?" tanya Kessy.
" Hm "
" Bicarakan tentang apa? "
" Aku ditawari untuk menjadi seorang bodyguard " jawab Hana dengan raut wajah sendu.
" What?! yang benar saja teman tercantikku harus jadi bodyguard? " Kessy sangat terkejut mendengar penuturan Hana.
"Bagus ... jangan terima, mana mungkin gadis cantik sepertimu harus jadi seorang bodyguard "
" Tapi ini permintaan nyonya Merry "
" Hah? permintaan nyonya Merry? " Hana menganggukan kepalanya.
" Karna itu aku jadi bimbang, jika aku menerimanya, aku takut tidak bisa menjalankan tugasku dengan baik, tapi jika aku menolaknya aku takut nyonya Merry kecewa padaku;" jelas Hana.
" Bagaimana menurutmu? apa yang sebaiknya aku pilih? menerima atau menolaknya " Hana meminta saran kepada temannya berharap Kessy bisa membantunya.
" Aku juga bingung soalnya ini permintaan nyonya Merry, aku tidak tau, kamu tidaklah cocok menjadi seorng bodyguard, kamu terlalu cantik untuk menerima tapi ... nyonya Merry, kamu juga tidak boleh mengecewakan nyonya Merry " ujar Kessy ragu.
" Lalu? "
" Sebaiknya--- " ucapan Kessy terpotong karna pesanan mereka sudah datang.
" Silahkan dinikmati nona " ucap pelayan itu lembut. Sedangkan Hana dan Kessy hanya tersenyum kearah pelayan tersebut.
" Sebaiknya kamu tanyakan saja alasannya kepada nyonya Merry, mengapa dia ingin kamu jadi seorang bodyguard"
" Begitukah? "
"Iya, kamu harus tau alasannya, mungkin saja nyonya merry sedang membutuhkan bantuanmu?"
"Ya aku rasa juga begitu, melihat raut wajahnya kemarin aku merasa nyonya sangat menginginkanku jadi bodyguard"
" Kalau begitu tanyakanlah pada nyonya Merry? "
" Baiklah "
####
#Dikantor Admadja group
Tok ... tok ... tok ...
"Masuk"
"Halo sayang..." ucap seorang wanita dengan penampilan yang begitu sexy, bajunya yang ketat dan rok mini yang ia kenakan memperjelas lekuk tubuhnya.
"Jangan memanggilku seperti itu,aku bukan kekasihmu " ucap Arga dengan suara dingin tanpa mengalihkan pandangannya dari leptop.
"Arga! kenapa kau selalu bersikap dingin kepadaku, tidak bisakah kau bersikap lebih hangat kepadaku " ucap wanita itu dengan manja yang sekarang sudah duduk dimeja Arga.
"Pergilah Clarissa! jangan mengganggu pekerjaanku " ucap Arga dengan suara yang semakin terdengar dingin.
"Kau mengusirku? "
"Pergilah sebelum aku menyuruh keamanan menyeretmu dari sini"
"Kau tega sekali Arga, aku kesini karna aku rindu padamu tapi kau malah mengusirku"
"Pergilah! "
"huh ... baiklah aku pergi " Clarissa pergi dengan kesal kemudian ia pergi keluar dari ruangan Arga.
" Hufff ... " Arga menghembuskan nafas kasar
Drrttt....drrrrrtt...
Arga mengangkat telponnya.
"Apa kalian sudah tau siapa pelaku yang menerorku semalam? "
"Belum tuan tapi saya rasa penerornya kali orang yang sama dengan yang sebelumnya tuan"
"Cepat selidiki! " Arga langsung mematikan ponselnya dan melemparnya kesembarang arah.
#####
#DiKediaman keluarga Aldrick
Hana baru saja sampai dirumah, ia segera mencari nyonya Merry untuk menanyakan alasan mengapa dia ingin dirinya menjadi seorang bodyguard.
" Bi! nyonya Merry ada dimana? " tanya Hana kepada salah seorang pelayan dirumah besar itu.
" Nyonya ada dikamar Hana "
"Baiklah kalau begitu terima kasih bi, saya pergi dulu "
Hana langsung pergi kekamar Merry.
Tok ... tok ... tok ...
" Assalamualaikum "
ceklek
" Waalaikumsalam, Hana? masuklah "
Hana masuk kedalam kamar nyonya Merry. Ia begitu canggung dan bingung harus mulai berbicara dari mana. Merry yang menyadari kegugupan Hana memulai pembicaraan terlebih dahulu.
"Apa ada yang ingin kau katakan Hana?"
"Hah ... mmmm iya, aku ingin membahas tentang tawaran nyonya yang semalam, sebelum aku menerimanya apa aku boleh tau apa alasan nyonya meminta saya menjadi seorang bodyguard? " jelas Hana menundukkan kepalanya merasa gugup.
"Jadi itu alasan kau belum menerimanya?" Hana menganggukkan kepalanya.
"Baiklah aku akan menjelaskannya, sebenarnya ada anak dari sahabat lamaku yang selalu terkena teror, bahkan ada yang ingin mencoba membunuhnya, dia sangat khawatir jadi dia meminta bantuanku untuk mencarikan seorang bodyguard untuk anaknya " jelas.
"Tapi kenapa anda memilih saya nyonya? " tanya Hana.
"Karna aku percaya padamu Hana, aku percaya dengan kemampuan yang kau miliki karna itu aku memilihmu "
"Benarkah? " Merry hanya menganggukkan kepalanya.
" Baiklah, Bismillah, saya mau kalau nyonya yang menginginkan itu"
" Terima kasih Hana " ucap Merry setelah itu dia memeluk Hana.
.
.
.
JANGAN LUPA LIKE VOTE AND COMEN YAH
Lopyu Reiders yang bertahan