BODYGUARD BERHIJAB

BODYGUARD BERHIJAB
Mengikuti Permainan



"Lalu kenapa aku tidak bisa membantumu saat kamu mendapat masalah?"


"Bukan begitu,...Hufftt........Sebenarnya......"


Kessy menggangtung ucapannya membuat Hana mengangkat alisnya sebelah.


"Sebenarnya??" tanya Hana.


"Apa kamu tau siapa rekan bisnis papa yang aku temui hari ini?,dia Refan" Ketus Kessy.


"Oh ya?Tuan Refan?"


"Iya,dia sangat menyebalkan sekaliiii" Kessy memukul mukul bantal untuk melampiaskan rasa kesalnya.


"Hari ini dia datang keperusahaanku,melihat semua hasil pekerjaanku bersama ayah,dia bilang banyak sekali kesalahanku,file yang aku berikan banyak yang salah hingga aku harus memperbaikinya dan dia akan kembali lagi untuk menchek hasilnya minggu depan" Ketus Kessy.


"Itu berarti aku harus bertemu dengan manusia itu lagi?" lanjut Kessy dengan tampang wajah tersakiti.


"Pantas saja tuan Refan sangat sibuk sekali hari ini,ternyata dia berkunjung keperusahaanmu ya" Ucap Hana sambil mengangguk-anggukkan kepalanya pelan.


"Seharusnya kamu merasa beruntung,karna yang datang itu tuan Refan" lanjut Hana.Kessy menatap bingung pada Hana.


"Apanya yang beruntung?yang ada aku selalu mendapat masalah jika bersamanya"


Hah...Hana memghembuskan nafas kasar seraya memutar bola matanya malas.


"kessy!,apa kamu tau?urusan perusahaan itu bukanlah hal yang sepele yang bisa dipermainkan,tapi perusahaan itu adalah suatu tanggung jawab yang besar.Satu kesalahan saja bisa membuat kerugian yang amat besar.Untung yang bertemu dengan mu tuan Refan dan dia ingin kamu mengulanginya minggu depan,itu berarti dia memberimu kesempatan kedua, coba saja dengan perusahaan lain dan dengan rekan bisnis lain,sudah dipastikan jika mereka akan menolak dan perusahaanmu pasti mengalami kerugian" jelas Hana


"Huh..Iya kamu benar, tapi dia sangat menyebalkan sekali dimataku"


Hana terkekeh kecil melihat raut wajah cemberut Kessy, temannya ini memang sangat unik.


"Kamu harus sabar,mana tau kamu itu berjodoh dengan tuan Refan" Ucap Hana membuat Kessy melotot.


"Tidak...tidak..aku tidak mau berjodoh dengan dia,bisa mati muda aku jika bersamanya" tolak Kessy mentah-mentah.


" Ya, siapa taukan? jadi begini ya Kessy,salah satu tanda orang berjodoh itu,mereka sering bertemu secara tiba-tiba dan tanpa disangka-sangka,kamu selalu bertemu dengannya bukan walau kamu tidak mau bertemu dengannya" jelas Hana membuat Kessy memutar bola matanya malas.


" Jadi maksudmu jika aku sering bertemu dengan dia berarti aku berjodoh dengannya?" Hana menganggukkan kepala mengiyakan ucapan Kessy.


" Berarti kamu berjodoh dong dengan tuan Arga,kan kalian setiap hari bertemu" ucap Kessy membuat Hana terpingkal.


"Kenapa kamu tertawa, aku benarkan?kamu bilang jika sering bertemu artinya berjodoh" ketus Kessy tapi Hana tetap tak menanggapinya,dia tetap tertawa membuat Kessy mulai jengah.


"Dimana Hana yang dulu,Hana yang dingin,Hana dengan wajah datarnya yang tak mau tertawa,jangan pun tertawa tersenyum saja sangat enggan,sangat datar" Ketus Kessy.


Mendengar hal itu,Hana langsung berhenti tertawa lalu menatap Kessy dengan tatapan tak bisa diartikan.Kessy yang ditatap oleh Hana bergidik ngeri.


"Maaf,maaf aku hanya bercanda" ucap Kessy.


Hana menghela nafas kasar,ekspresinya berubah seratus delapan puluh derajat,Hana yang tadinya tersenyum kini berubah jadi dingin.


"Aku selalu bertemu dengan tuan Arga kan karna pekerjaan, baik kamu bertemu dengan tuan Refan juga karna pekerjaan tapi aku kan terjadwal, sedang kamu bertemu secara mendadak, lagian kalau kamu berpikiran seperti itu, berarti kamu berjodoh dong dengan satpam di perusahaanmu kan kalian setiap hari bertemu?" jelas Hana dengan wajah datar.


"Kamu benar juga?Aaaaa.....tapi aku tidak mau berjodoh dengannya, aku tidak mau, tolong aku Hana, jauhkan aku darinya, jangan biarkan aku bertemu dengannya" ucap Kessy dengan wajah cemberutnya.


"Hei, kan belum tentu kamu berjodoh dengannya atau tidak, aku hanya menebaknya saja,ah sudahlah lebih baik kita tidur, aku mengantuk" Hana segera membaringkan tubuhnya diranjang dan menarik selimut hingga lehernya.


"Ya tapikan kamu menakuti ku" keluh Kessy.


"Hana! Hana! apa kau sudah tidur?" Kessy menggoncang tubuh Hana tapi tetap saja Hana tidak menyaut.Hah..kessy membantingkan tubuhnya diatas kasur dengan posisi terlentang.


" Jika aku berjodoh dengan tuan Refan,aku harap dia punya sifat tersembunyi seperti sifat romantis agar aku bisa tetap bahagia dengannya, tapi..tapi aku tidak mau dengannya,aku berharap tidak berjodoh dengannya" ucap Kessy


"Hana! apa kau mendengarku? Hana!! Maii!!"


"Tidurlah, besok kamu harus bekerja bukan?"


"Iya"


》》》


Pagi harinya Hana sudah bersiap untuk pergi bekerja, tentunya pergi kerumah besar keluarga Admadja. Kessy pun sudah selesai bersiap-siap untuk pergi kekantor.


Hana mengantar Kessy keperusahaannya setelah itu melajukan mobilnya menuju rumah besar keluarga Admadja. Sesampainya disana Hana langsung masuk karena ada beberapa penjaga yang berada disana yang langsung membukakan Hana pintu.


Hana mengedarkan pandangannya keseluruh penjuru rumah mencari keberadaan nyonya Maryana yang biasanya terlihat setiap ia datang.


Hana tak melihat Maryana membuatnya merasa bingung.


" Bu Ny, nyonya besar pergi kemana?" tanya Hana singkat.


" Nyonya besar sedang berada dikamar Hana, karna tuan besar sedang sakit" jawab Bu Ny.


"Benarkah?" Hana langsung terkejut mendengar hal itu.


" Iya Hana"


" Baiklah bu Ny terima kasih "


Setelah itu Hana langsung bergegas menuju kamar Maryana dan Leon.


Saat sudah berada didepan pintu kamar, Hana melihat ada dua orang bodyguard yang menjaga pintu kamar.


Hana bertanya apakah ia boleh masuk, dan bodyguard itu langsung mengangguk lalu segera membukakan Hana pintu.


"Assalamualaikum" salam Hana membuat semua orang yang berada didalam kamar menatap kearahnya.


"Waalaikumsalam"


Didalam kamar Hana melihat ada Arga, seorang dokter, seorang perawat, Maryana dan juga Leon yang terbaring di ranjang.


"Selamat pagi Nyonya besar, tuan besar, tuan muda, selamat pagi dokter, suster" Hana sedikit membungkukkan tubuhnya memberi hormat pada pada semua orang yang berada dalam kamar tersebut. Mereka hanya menganggukkan kepala.


" Pagi juga Hana, kau sudah datang?" ujar Maryana yang sedang duduk disamping Leon yang terbaring sambil tersenyum.


" Iya nyonya besar" jawab Hana.


" Apa yang terjadi pada tuan besar nyonya?" tanya Hana.


" Tidak apa, suamiku hanya kelelahan saja" jawab Maryana.


" semoga lekas sembuh tuan besar"


Maryana hanya tersenyum pada Hana.


" Ekhem...pagi Hana" Arga berdehem sebelum menyapa Hana membuat Maryana tersenyum.


" Hana! lebih baik kamu temani saja Arga bekerja karna suamiku yang sedang sakit jadi Arga harus bekerja lebih keras lagi dalam pengurusi perusahaan" jelas Maryana.


" Iya Hana, ada juga yang ingin aku bicarakan denganmu sekarang " imbuh Arga.


Hana mengernyit heran, lalu kemudian menganggukkan kepalanya pertanda setuju. Arga berjalan keluar terlebih dahulu dari sana, Hana sedikit membungkukkan badannya memberi hormat untuk meminta izin pergi dari sana.


Hana menyusul Arga keruang kerjanya.


Tok...tok...tok...


" Masuk!"


Hana masuk kedalam ruangan tersebut dan melihat Arga yang sedang fokus pada leptopnya. Hana berjalan kearah meja kerja Arga.


" Hal apa yang ingin tuan muda bicarakan dengan saya tuan muda?" tanya Hana to the point.


" Apa kau akan masuk kerancana selanjutmu Hana? " Hana yang tau kemana arah pembicaraan Arga mengernyit bingung.


" Belum tuan, Untuk sekarang yang bisa kita lakukan hanya mengikuti permainan mereka tuan muda, saya akan segera mencari tau semuanya secara perlahan tuan, saat kita sudah mengetahui dalang sebenarnya dari masalah ini dan apa penyebabnya maka mulai dari sana kita akan bergerak melawan mereka tuan muda " jelas Hana


Arga menganggukkan kepalanya " Lalu bagaimana dengan Refan?, aku rasa dia akan terkena masalah, apa sebaiknya kita beritahu dia?"


" Soal tuan Refan, saya rasa anda bisa menyelesaikannya tuan muda sebab dalam perusahaan anda lah yang paling berkuasa"


" Tapi untuk saat ini aku tidak bisa membantunya, kau taukan statusku seperti apa sekarang?"


" Jika tentang hal itu, yang paling dibutuhkan saat ini adalah kepercayaan anda pada tuan Refan "


" Ya kau benar "


.


.


.


JANGAN LUPA LIKE VOTE AND COMEN YAH


Lopyu Reiders yang bertahan