BODYGUARD BERHIJAB

BODYGUARD BERHIJAB
Menceritakan #1



"Apa anda cenayang tuan?" pertanyaan itu spontan saja keluar dari mulut Hana.


"Kau gila!!" Setelah mengucapkan itu Arga langsung melenggang pergi dari tempatnya meninggalkan Hana yang tercengo dengan kata katanya.


"Tuan!!!,tungggu saya!!!" Hana setengah berlari saat Arga mulai menjauh.Arga kembali keruang kerjanya,Refan bercerita kalau akhir-akhir ini,perusahaan mengalami penurunan semenjak dirinya tak datang lagi kekantor.


Sesampainya di dalam ruang kerja,Arga langsung duduk dikursi kerjanya.Mulai membuka leptopnya dan mencek email yang masuk.


Hana yang melihat Arga mulai mengerjakan kembali pekerjaannya,memilih duduk disofa dalam ruangan itu.Ya katakanlah Hana tidak sopan,langsung main duduk saja sebelum diperbolehkan,tapi itu sudah biasa ia lakukan,ketika dikantor Arga pun,Arga memerintahkannya untuk duduk saja tanpa perbolehkan,jadi ia tak perlu lagi meminta izin.


Apakah sebaiknya aku mengatakan semuanya saja pada tuan muda? yah aku harus memberitahunya tentang semuanya padanya. batin Hana


" Tuan! "


" Hm "


" Saya ingin mengatakan tentang semuanya pada anda tuan, tentang semua kejadian setelah kita kecelakaan pada malam itu " Ucap Hana dengan sangat jelas Arga dapat mendengarnya.


" Kenapa tiba-tiba kau ingin mengatakannya? aku pikir kau tidak akan memberitahukannya padaku, bahkan papa, mama dan juga Refan, kalian hanya ingin aku berdiam diri, tidak melakukan apapun seperti pecundang, " Ucap Arga sambil tersenyum kecut. Ia merasa selama ini dia hanya seperti anak bayi yang tidak bisa melakukan apa-apa.


" Bu ... bukan seperti itu, kami tidak berniat menyembunyikan ini semua dari tuan muda, tapi kami hanya mengingat kondisi anda tuan, kami hanya menunggu waktu yang tepat, " ucap Hana memperjelas agar Arga tidak salah faham lebih jauh lagi.


" Aku sudah sehat sekarang lalu kenapa tidak ada yang memberitahukan masalah ini padaku! " jawab Arga sedikit emosi.


Hana memutar bola matanya jengah, benar-benar heran dengan tuannya ini. Bukankah dia sudah berniat memberitahukan kali ini lalu kenapa dia malah marah-marah.


" Tuan! bukankah saya akan memberitahukannya pada anda sekarang? lalu kenapa anda malah marah marah?" tanya Hana membuat Arga bungkam.


Dasar tukang emosian, untung saja aku memiliki kesabaran yang lebih, kalau tidak mungkin aku sudah melemparnya kekandang buaya. Batin Hana


Hening ...


" Kenapa kau diam? bukannya kau ingin mengatakan semuanya? " Tanya Arga sengit.


" Hah ... baiklah tuan saya akan menceritakannya, waktu itu seminggu setelah kecelakaan pada malam itu saya sudah diperbolehkan untuk pulang oleh dokter, pada saat itu Nyonya Merry dan Nyonya Maryana saling berebutan untuk membawa saya pulang, tapi ... saya tidak mau dan memilih tinggal bersama Kessy. Setelah itu saya memutuskan untuk memakai cadar agar orang lain tidak mengenali saya dan ---" ucapan Hana langsung disela oleh Arga membuat Hana menghentikan ceritanya.


" Tunggu, jangan ceritakan itu, langsung saja kerencana kalian " protes Arga karna Hana menceritakannya terlalu awal.


Hah ... Hana memutar bola matanya jengah, ia sekarang kesal dengan Arga, Menyesal aku menawarkan diri untuk bercerita. Batin Hana. "Baiklah ..."


Flash Back On


Sekarang Hana, Kessy dan Refan sudah berkumpul di suatu tempat yang sudah mereka siapkan untuk menyusun rencana, mereka sudah menyiapkan tempat yang benar-benar aman dan tersembunyi.


" Dimana kak Asraf Hana? kenapa belum datang juga? " tanya Kessy yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan tuan Muda Aldrick itu.


" Ah ya, tadi kakak bilang dia tidak bisa datang karna tiba-tiba ada urusan mendadak keluar kota" jelas Hana pada Kessy. Kessy yang mendengar hal itu langsung cemberut, ia merasa kecewa karna tidak bisa bertemu dengan orang yang dia sukai.


" Dasar perempuan kecentilan, disini kita akan menyusun rencana besar tapi kau malah sibuk memikirkan tuan Muda aldrick " Sindir Refan. Mata Kessy langsung memunculkan kilatan tajam. Tangan sudah terkepal ingin melayangkannya kewajah Refan.


" Kau .... "


" Assalamualaikum " ucap dua orang yang baru datang dari arah pintu.


Kessy yang awalnya ingin marah langsung mengalihkan pandangannya pada sumber suara tadi begitu juga Refan dan Hana.


" Siapa Mereka? " Tanya Refan, sedangkan Kessy yang sudah tau mereka hanya diam saja.


" Waalaikumsalam, ah ya Dim, Rey ayo duduk kesini " mereka menganggukan kepalanya dan segera bergabung bersama Hana, Refan dan Kessy.


" Tuan Refan, mereka ini adalah teman-teman saya sewaktu saya kuliah, saya percaya pada mereka dan mereka pasti akan bisa membatu kita " ucap Hana. Refan hanya menganggukan kepalanya setelah itu mereka saling berkenalan setelah itu mereka langsung membahasa rencana mereka.


Flash Back Off


" Jadi seperti itu tuan awal mula rencana besar ini. Dari hasil penyelidikan kami, kami mendapatkan beberapa bukti." Ucap Hana yang kemudian diangguki oleh Arga.


Hana berfikir sejenak, apakah ia harus memberitahukan siapa sebenarnya penghianat perusahaan selama ini,ia menimang-nimang jika mengatkannya pada Arga,ia takut Arga akan bertindak gegabah,tapi jika ia diam saja,saat Arga mengetahuinya nanti akan lebih berbahaya.


"Baiklah,lebih baik aku beritahu saja soal ini pada tuan muda" pikir Hana.


" Kenapa kau diam? apa yang kau temukan? " tanya Arga.


"Saya sudah tau siapa orang yang selama ini menghianati perusahaan tuan,tuan muda" ucap Hana, Arga menoleh pada Hana sambil menaikkan satu alisnya bingung.


"Ya saya sudah menemukannya,saya memiliki beberapa bukti yang saya kumpulkan selama anda koma tuan muda dan tadi saya bertemu dengan salah seorang rekan yang membantu saya menemukan bukti tentang penghianat itu" jelas Hana panjang lebar.


"Maksudmu,penghianat itu salah satu karyawanku?" tanya Arga,ia benar benar belum paham maksud Hana.


"Bukan hanya sekedar karyawan tuan saja,tapi ia juga salah satu orang yang paling banyak mencampuri urusan perusahaan tuan"


"Siapa?"


Hana mengeluarkan poselnya,lalu ia menghampiri Arga dan menyodorkannya pada Arga.Arga tambah bingung kenapa Arga malah menyodorkan ponselnya.


"Dengarlah tuan"


Arga mulai mendengarkan rekaman suara itu.


"Hallo mr.Ka! "


"Saya sarankan agar tuan jangan bersuara terlebih dahulu,dengarkanlah ini baik baik terlebih dahulu"


"Baiklah"


Hana mengulangnya lagi,kini Arga benar benar serius mendengarnya.


"Hallo mr.Ka !!"


"Apakah semua berjalan lancar,kapan kau akan benar-benar membuat perusahaan itu hancur?"


"Sesegera mungkin akan saya laksanakan mr.Ka,saya disini hanya mendapat sedikit masalah karna Refan masih ada disini mr.Ka,tapi sebetar lagi saya akan menyingkirkannya,lalu setelah itu,dengan leluasa saya akan menghancurkan perusahaan ini tuan"


"Bagus,lakukanlah dengan baik,jangan biarkan satu orangpun mengetahuinya,jika mereka tau,siap siap saja,pistolku selalu menganggur"


"Haha kau tak bisa mengancamku seperti itu Ka,aku lebih cerdik dari yang kau pikirkan,akan kupastikan tak seorang pun yang akan mengetahui ini"


tut..tut...


"Dari mana kau mendapatkan ini?" tanya Arga penuh amarah,tangannya terkepal kuat memperlihatkan urat dan buku tangannya dengan jelas,rahangnya mengeras dan wajahnya tampak memerah.


"Dari Dimas,dia yang telah membantu saya mengumpulkan bukti bukti terkait Lucy, dari awal kami telah mencurigai bahwa Lucy lah penghianat perusahaan"


Arga langsung berdiri dari duduknya seperti tak mampu lagi menahan amarahnya,Arga tampak lebih menyeramkan berkali lipat sekarang,bahkan Hana sedikit takut melihatnya namun ia sembunyikan dengan wajah datarnya.


Arga langsung berjalan cepat hendak keluar dari ruangannya.Hana yang tau siatuasi langsung menghentikan Arga.


"Jangan gegabah tuan!!!" ucap Hana menghentikan langkah Arga.


"Saya tau anda akan marah setelah mendengar ini,tapi saya harap anda jangan bertindak tanpa berpikir terlebih dahulu tuan,karna itu akan mengacaukan semuanya" Jelas Hana.


Mendengar penuturan Hana,Arga langsung membalikkan tubuhnya menghadap Hana.


"Jadi maksudmu aku tak punya akal??" Arga menatap tajam Hana.Jujur Hana takut tapi ia tak memperlihatkannya dengan jelas.


"Bukan begitu maksud saya tuan muda,awalnya saya juga marah dan ingin segera membongkar kebusukan Lucy,tapi Dimas mengatakan pada saya untuk tidak bertindak gegabah,kita belum tau untuk siapa dia bekerja dan apa tujuan sebenarnya dia ingin menghancurkan perusahaan tuan,jika kita langsung saja bertindak tanpa membuat rencana terlebih dahulu,mereka akan dengan mudah menghancukan kita" jelas Hana.


Hah...Arga menghela nafas kasar,ia mengacak ngacak rambutnya dan kembali duduk tapi disofa.


"Bagaimana cara kalian bisa mengetahui semua ini?" tanya Arga dingin.


Hana bergidik ngeri mendengar suara dingin Arga.


" Setelah kami menyusun rencana ini, tuan Refanlah yang menghandle perusahaan tuan muda karna tuan Leon mempercaykannya pada tuan Refan. Tuan Refan selalu mengawasi semuanya, apakah ada pergerakan dari musuh setelah mereka mengira anda sudah tiada,tuan Refan bilang tidak ada,tapi satu hal janggal menurut tuan Refan,Lucy lebih sering keluar dijam kerja tapi dia masih berpikiran bahwa pasti ada urusan yang mengharuskannya untuk keluar"


Hana merasa kakinya sakit karna terlalu lama berdiri,ia menghampiri Arga yang duduk disofa.


"Lalu apa lagi?" tanya Arga sambil menatap Hana yang sudah berada didepannya.


"Apakah saya boleh duduk tuan?kaki saya lelah berdiri terus " Ucap Hana datar tapi kesannya memohon pada Arga untuk diberi izin duduk.


"Ck.duduk" Arga berdecih lalu membolehkan Hana duduk.


"Akhirnya..."


"Lanjutkan!!"


"Baiklah,saya merasa tak yakin,sudah terhitung dua minggu sejah anda menghilang,tidak mungkin mereka tidak melakukan pergerakan,lalu saya memutuskan untuk keluar dari persembunyian ini"


"Ck.kamu kira kita main petak umpet?" potong Arga langsung saat Hana mengatakan keluar dari persembunyian. Hana menatap Arga dengan wajah tak bisa diartikan karna super super datar. Arga terkekeh melihat Hana,emosinya menguap begitu saja entah kemana.


"Saya tidak bercanda tuan,kenapa anda malah tertawa?apa ada yang lucu?" ucap Hana datar.


"Tidak,tidak,,lanjutkan" Arga kembali menetralisir ekspresinya menjadi datar.


"Saya memutuskan untuk memakai cadar agar orang lain tidak tau siapa saya,saya datang keperusahaan setiap hari mencek seluruh CCTV,tentunya setelah semua orang pulang.Saya dibantu oleh tuan refan dan juga sahabat saya Kessy"


Flashback On


Hari semakin sore dan itu menandakan bahwa semua karyawan di perusahaan Admadja Group sudah pulang.


Hari ini adalah minggu ketiga setelah Arga ditetapkan koma oleh dokter.Sekarang Hana sedang dalam perjalanan untuk menjeput Kessy diperusahaannya.Kessy berjanji akan membantu Hana menyelidiki masalah ini,tentu saja Hana sangat senang saat sahabatnya membantunya.


Hana sudah sampai didepan perusahaan Kessy.Didepannya sudah tampak kessy yang tampaknya sudah menunggu sedari tadi.Tanpa menunggu lama Kessy langsung masuk kedalam mobil.


"Hai"


"Assalamualaikum"


.


.


.


JANGAN LUPA LIKE VOTE AND COMEN YAH


Lopyu Reiders yang bertahan