
Disisi lain, Hana sekarang sudah berada didepan sebuah rumah minimalis bersama rekannya Jhon. Ya, itu adalah rumah yang ditemui oleh Jhon saat mengikuti Lucy.
" Jhon! kau yakin ini rumahnya? " bisik Hana
" Iya nona, "
" Tapi kau bilang, disini ada penjagaan yang sangat ketat? "
" Entahlah nona, tapi saya benar-benar melihat ada banyak penjaga disini tadi "
" Baiklah ayo kita masuk ! "
Dengan sangat hati-hati Jhon dan Hana bergerak agar dapat masuk kedalam rumah tersebut. Saat mereka sudah berada di belakang rumah yang pagarnya hanya setinggi bahu Hana, Jhon hendak menaiki pagar tersebut namun dicegah oleh Hana.
" Ada apa nona? "
" Tunggu sebentar, tidak mungkin mereka membuat ini terlalu mudah "
Hana mulai curiga dengan pagar didepan mereka saat ini, Hana berpikir pasti ada sesuatu yang akan terjadi jika mereka menyentuh pagar itu. Hana mencari sesuatu yang bisa dijadikan umpan, apa yang akan terjadi saat sesuatu mengenai pagar tesebut. Nah Hana menemukan seekor katak didalam got disana, sedikit menjijikkan tapi ia harus melakukannya.
Hana melemparkan katak itu tepat mengenai pagar dan yap, seketika katak itu hancur tersengat aliran listrik yang sangat tingggi. Jhon yang melihat hal itu, sontak saja sangat kaget.
" Kau lihat Jhon, pagar ini memiliki sengatan listrik yang sangat tinggi, sekarang kita tidak mungkin masuk kedalam, " Ucap Hana
" Kita perlu rencana yang matang untuk ini, sebaik kita pergi saja dulu dari sini! "
" Begitukah, baiklah nona mari kita pulang "
" Ya "
Setelah itu mereka segera pergi dari sana sebelum ada orang yang melihat keberadaan mereka.
》》》
Clarissa yang frustasi, membawa diri ke sebuah clup malam, ia meminum begitu banyak anggur hingga membuatnya begitu mabuk.
" Hai! " Ucap seseorang menepuk bahu Clarissa, lalu ia duduk disamping Clarissa.
" kau? apa yang kau lakukan disini? "
" Tentu saja untuk bersenang-senang, apa kau ada masalah? kau minum banyak hari ini, apa kau frustasi? "
" Hm, ini semua karena wanita kampungan itu, dia merebut Arga dariku "
" Wanita kampungan? "
" Siapa lagi kalau bukan boryguarnya yang jelek itu, dasar murahan, perayu! "
" Apa kau mau balas dendam? "
" tentu saja, akan ku buat dia hidup menderita "
" Baiklah, aku akan membantumu "
》》》
Keesokan harinya, Hana menghubungi Kessy dan juga Refan untuk meminta bantuan pada mereka. Karna dikantor Kessy tidak terlalu sibuk, ia mau membantu Hana. Sedangkan Refan selalu siap jika Arga atau pun Hana meminta bantuan kepadanya. Untuk saat ini, Hana belum bisa memberitahu Arga soal rencananya ini karna kondisi dan mood Arga yang saat ini tidak stabil.
Saat Hana datang ke kediaman keluarga Admadja pagi ini untuk menjemput Arga pergi kekantor, Hana sudah mendapati sikap Arga yang datar dan juga dingin. Karna penasaran, ketika Hana menunggu Arga bersiap, Hana memberanikan diri hanya untuk sekedar bertanya kepada Maryana. Maryana dengan senang hati menceritakan apa yang terjadi tadi malam, Hana sempat merasa geram saat mendengar Clarissa menghinanya dan juga hampir bunuh diri. Tapi disisi lain ia juga merasa tenang saat Arga membelanya. Maryana meminta Hana untuk mengembalikan mood Arga, Hana hanya mengangguk patuh. Ia akan mecoba sebisa mungkin untuk mengembalikan mood Arga.
Untuk merancang rencananya Hana meminta Refan dan Kessy untuk menemuinya disebuah kafe. Namun keluar tanpa sepengetahuan Arga sangatlah tidak mudah bagi Hana. Sedari tadi ia memikirkan bagaimana cara agar Arga mengizinkannya keluar.
" Bagaimana caranya agar aku bisa keluar dari sini, tuan Arga hari ini seperti kucing yang baru saja melahirkan, sangat sensitif sekali jika ada yang mendekatinya, entah sudah berapa karyawan yang ia marahi hari ini "
" Ah itu dia, aku katakan saja kalau aku akan menemui Kessy karena ada urusan penting, pasti tuan muda akan mengizinkanku, lagi pula aku tidak berbohongkan, haha ... Hana kau memang cerdik "
Setelah itu Hana langsung pergi menuju ruangan Arga.
Tok ... tok ... tok ...
" Masuk! "
Hana masuk kedalam ruangan Arga dengan pelan-pelan karna takut akan membuat Arga merasa terganggu dan berakhir ia tidak akan mendapatkan izin nantinya. Saat memasuki ruangan Arga, Hana melihat Arga sangat fokus pada leptop miliknya.
" Sudahku katakan, jika belum selesai jangan kembali atau kau sudah bosan bekerja disini? " ucap Arga tanpa mengalihkan pandangannya dari leptopnya.
" Ekhem ... tuan muda ini saya, Hana "
Mendengar suara Hana, Arga langsung mendongakkan kepalanya menatap kearah Hana.
" Apa ada masalah? kenapa kau datang kemari? " tanya Arga datar lalu melanjutkan pekerjaannya.
" Oh, itu tuan ... saya ada janji dengan Kessy hari ini, ada urusan penting, jadi apa saya boleh keluar sebentar tuan? " Jujur Hana sangat gugup saat ini, namun rasa gugupnya itu ia sembunyikan dengan ekspresinya yang datar.
" Benarkah? urusan penting apa? "
" Hah? urusan penting ... itu tuan, Kessy belum memberitahukan saya urusan penting apa " Arga mulai curiga dan membuat Hana semakin gugup.
" Kau tidak bisa berbohong, katakan ada urusan apa kau ingin keluar? "
" Hah? ti ... tidak tuan saya tidak berbohong " Ucap Hana.
" Apa kau ingin gajimu bulan ini aku potong 50% karna kau telah berbohong padaku? " ucap Arga dengan santainya, namun berbeda dengan Hana, ia merasa sangat geram dengan Arga. Ingin rasanya Hana menendang Arga saat ini juga.
" Huh lagi-lagi diancam dengan gaji, kenapa ada manusia sepertimu tuan muda, benar-benar menyebalkan " batin Hana.
" Hah! baiklah tuan, sebenarnya saya ingin menemui Kessy dan juga tuan Refan, saya meminta bantuan mereka untuk menchek ada apa sebenarnya di lokasi yang dikirimkan oleh Jhon kemarin " Hana terpaksa mengatakannya karna Arga selalu saja mencurigainya.
Arga menggeram kesal setelah mendengar ucapan Hana.
" Kenapa kau tidak memberitahuku! dan jika kau pergi siapa yang akan mengerjakan pekerjaanmu?! " teriak Arga. Hana hanya bisa tutup telinga mendengar teriakan Arga yang rasanya seperti ingin memecah gendang telinganya.
" Heii ... tenanglah tuan! saya tidak memberitahukan pada anda tentang masalah ini karna saya tidak ingin menambah beban pikiran anda, Ini semua demi kebaikan anda, hal ini saya lakukan agar kita secepatnya bisa menemukan siapa dalang dibalik masalah anda ini tuan dan soal urusan pekerjaan anda tenang saja, bukankah ada begitu banyak karyawan disini yang sangat hebat, profesional dan lebih mahir dari saya, lagi pula staff sekretariskan ada banyak tuan "
" Dia benar juga! kenapa aku marah-marah tidak jelas seperti ini? " batin Arga
" Ekhem ... pergilah! " ucap Arga lalu kembali fokus pada pelerjaannya.
" Apa itu berarti anda mengizinkan saya tuan? "
" Hm "
" Terima kasih tuan, kalau begitu saya akan pergi sekarang, Assalamualaikum "
.
.
.
JANGAN LUPA LIKE VOTE AND COMEN YAH
Lopyu Reiders yang bertahan