BODYGUARD BERHIJAB

BODYGUARD BERHIJAB
Lokasi yang Sama



Saat ini Hana sedang berkutat dengan tugas barunya, tentunya ia dibantu oleh asisten tuan besar Admadja. Hana tampak sangat pusing dengan tugas ini, pikirannya menjadi terbagi dua, urusan Arga dan urusan perusahaan. Setelah sekian jam, akhirnya pekerjaan Hana selesai juga. Ia merenggangkan otot-ototnya yang terasa kaku karna lamanya duduk.


Tiba-tiba saja terlintas dikepalanya perihal Lucy kemarin, Lucy yang sangat rapuh dan juga lemah. "Sebenarnya siapa kau? kau bukanlah nona Lucy " batin Hana.


Ceklek ...


Pintu ruangan Hana terbuka, karna Hana adalah seorang sekretaris, Arga menempatkannya diruangan yang dulu ditempati oleh Lucy.


" Selamat sore tuan muda " ucap Hana sambil menundukkan kepalanya memberi hormat.


" Ya " Jawab Arga singkat. Arga yang tampak lesu langsung saja menghempaskan tubuhnya keatas sofa. Hana mengernyit bingung, ada apa dengan tuannya?


" Tuan! apa ada masalah? kenapa anda tiba-tiba datang? kenapa tidak menyuruh saya saja yang datang keruangan tuan? " tanya Hana


" Sudahlah, toh aku juga sudah disini " jawab Arga singkat. Hana hanya bisa menganggukkan kepalanya.


Lama keduanya larut dalam pikiran masing-masing, hingga suara Arga memecah keheningan.


" Hana! tidakkah kau merasa ada yang aneh dengan Lucy? "


" Ternyata anda juga memikirkan itu tuan " batin Hana


" Saya rasa iya tuan, nona Lucy yang kemarin anda pecat memiliki sisi yang sangat rapuh, berbeda sekali dengan nona Lucy yang pertama kali saya jumpai, sangan angkuh "


" Lalu apa kau sudah mencari taunya? "


" Sudah tuan saya sudah menyuruh salah satu orang kita untuk membuntuti nona Lucy "


" Lalu apa kau sudah menemukan sesuatu? "


" Saya belum menghubunginnya tuan, tunggu sebentar saya akan menghubunginya tuan " Arga menganggukkan kepalanya, Hana dengan segera mengmbil ponselnya lalu menghubungin orangnya yang ia tugaskan untuk mengikuti Lucy. Saat panggilannya tersambung, Hana menspeakerkan ponselnya.


" Assallamualaikum nona Hana " Ucap pria itu.


" Waalaikumsalam Jhon, apa kau sudah menemukan sesuatu? " tanya Hana


" Saya belum menemukan apapun nona, dia mendatangi sebuah rumah yang tidak terlalu besar, namun memiliki keamanan yang sangat ketat, setelah itu ada sebuah mobil yang datang kerumah itu, saya tidak melihat wajah siapa yang datang, hingga orang itu keluar dari rumah itu dan pergi lagi nona " Jelas Jhon


" Lalu apa kau mengikuti orang itu? "


" Iya nona, tapi saya kehilangan jejaknya saat dia sudah berada dikota "


" Tunggu-tunggu apa maksudmu nona Lucy tidak berada dikota? " tanya Hana bingung, sama halnya dengan Hana, Arga sanga bingung karna ia tau Lucy tinggal disebuah apart mewah dan sangat tidak suka berada ditempat yang sederhana apalagi terpencil.


" Iya nona "


" Baiklah kirimkan lokasinya,"


" Baik nona "


Setelah Jhon mengirim lokasinya, mereka langsung mengakhiri sambungan telponannya. Hana melihat lokasi itu, itu tampak sangat tidak asing baginya, rasanya ia pernah melihatnya.


" Ah iya, itu dia " batin Hana.


" Tuan tidakkah anda merasa bahwa lokasi ini sama dengan lokasi terakhir nomor orang yang mengirimi anda pesan? " tanya Hana. Arga langsung saja merebut ponsel Hana membuat Hana memutar bola matanya malas.


" Iya, aku rasa kau benar "


Drrrzzzzz.....


Arga segera mengangkat panggilan tersebut.


" Assalamualaikum nak " salaam Maryana dari sebrang sana.


" Waalaikumsalam ma, ada apa ma? "


" Malam ini datanglah kerumah, keluarga William akan datang untuk makan malam hari ini "


" Apa mama masih ingin bersama wanita itu? "


" Jika kamu ingin mengakhirinya, maka datanglah malam ini "


" Hum ... baiklah ma "


" Kalau begitu mama tutup ya, Assalamualaikum "


" Waalaikumsalam ma "


Hah .... Arga menghela nafas dengan berat, ia benar-benar berharap semua masalahnya dengan Clarissa benar-benar selesai malam ini. Hana yang hanya melihat gerak-gerik tuannya mengangkat alisnya sebelah.


" Ada apa tuan? " tanya Hana


" Hah ... malam ini kita pulang kerumah mama " Jawab Arga yang dibalas anggukan oleh Hana. Hana sebanarnya ingin menanyakan kenapa Arga tiba-tiba pulang, tapi ia tau batasan dan tidak seharusnya dia ikut campur.


" Tuan sebaiknya masalah Lucy ini serahkan saja pada saya tuan, saya akan menyelidikinya sendiri tuan "


" Tidak! kau tidak boleh pergi sendiri, aku akan ikut bersamamu " tegas Arga


" Tuan! sebaiknya anda selesaikan saja masalah nona Clarissa terlebih dahulu, harus! tidak ada penolakan! " ucap Hana tak kalah tegas dari Arga membuat Arga teridiam


" Sebenarnya yang tuan disini aku atau dia? " pikir Arga.


Setelah selesai dengan urusan kantor, sekarang Hana dan Arga sudah berada diperjalanan pulang menuju rumah besar keluarga Admadja. Beberapa saar berlalu, kini Hana dan Arga sudah sampai di kediaman keluarga Admadja. Hana merasa bahwa ini bukan lagi urusannya dan ia juga tidak mau ikut campur dalam masalah ini.


" Tuan! apa sebaiknya saya pulang saja terlebih dahulu? ini adalah acara keluarga Admadja dan saya tidak seharusnya berada disini sekarang ... saya akan menjemput anda saat pulang nanti tuan," Arga mengernyitkan dahinya bingung dengan ucapan Hana. Arga menatap Hana lama yang sedang tertunduk, mencerna perkataan Hana yang baru saja Hana katakan.


" Hah ... aku faham dengan apa yang kau katakan Hana, ya aku rasa sebaiknya aku tidak lagi melibatkanmu dalam masalahku, karena begitu banyak masalahku yang kau urus, maaf Hana dan terima kasih karena telah membantuku selama ini " batin Arga.


" Baiklah, pulanglah dan segeralah istirahat, kau tidak perlu menjemputku, aku akan menginap disini malam ini " Ucap Arga serasa mengusap lembut kepala Hana yang terbalut rapi dengan hijab. Hana menegang saat Arga mengusap kepalanya, ia mendongakkan kepala seketika pandangannya bertubrukan dengan pandangan Arga. Namun hanya selang beberapa detik, Hana memutuskan kontak matanya. Tiba-tiba suasana menjadi sangat canggung bagi Arga dan Hana


" Oh ma ... maaf aku ...ak---- "


" Sebaiknya anda segera masuk tuan! " Ucap Hana datar.


Arga menganggukkan kepalanya setelah itu ia segera masuk kedalam rumah, setelah Arga benar-benar masuk, Hana pun segera melajukan mobilnya, namun bukan ke apartemennya.


.


.


.


JANGAN LUPA LIKE VOTE AND COMEN YAH


Lopyu Reiders yang bertahan