BODYGUARD BERHIJAB

BODYGUARD BERHIJAB
Menyusun Rencana Baru



Masalah memang tiada habisnya, baru selesai masalah ini datang lagi masalah baru, kadang belum selesai masalah pertama, masalah kedua malah menghampiri. Tergantung seseorang menyikapinya harus bagaimana, harus selalu bersabar, harus pandai dalam mengolah dan mengecilkan hingga masalah itu habis.


Sekarang Hana, Arga, Kessy dan juga Refan sudah berada diruangan kerja Arga. Tentunya setelah Hana berteriak kepada Refan dan Kessy yang sedang beradu suara dan ego diluar sebelumnya. Keadaan sekarang bisa dibilang sedikit tegang, itu karena Refan dan Kessy yang saling menatap sinis menyiratkan ketidaksukaan masing-masing. Hana dan Arga menghela nafas kasar sudah tak terhitung kalinya. Sejauh ini mereka masih mendiamkan Refan dan Kessy yang juga memilih diam dan malah sibuk dalam seni menatap sinis.


" Ekhem..." Arga berdehem membuat Hana, Kessy dan juga Refan menatap kearahnya.


" Mau sampai kapan kalian akan seperti elang yang tengah menatap mangsanya? tajam sekali" ucap Arga membuat Kessy melihat kearah Refan begitupun Refan, mereka saling membuang muka setelah disindir oleh Arga.


" Kessy!, aku menyuruhmu kesini untuk meluruskan semuanya bukan malah bertengkar dengan tuan Refan " ucap Hana.


Sontak Kessy dan Refan menoleh kearah Hana. Mereka menatap Hana bingung, meluruskan? apa maksudnya?.


Hana yang mengerti akan kebingungan Kessy dan Refanpun mulai menjelaskan.


" Sebenarnya, ini semua adalah jebakan"


" Jebakan?" tanya Refan dan Kessy bersamaan.


Hana menganggukkan kepalanya.


" Ini adalah jebakan dari sekretaris tuan muda--"


" Maksudmu Lucy?" Hana yang belum selesai berbicara langsung dipotong oleh Refan membuat Arga dan Kessy merasa kesal.


" Hei kau diamlah dulu" ketus Kessy.


" Akukan hanya bertanya, kenapa kau sewot sekali" Ucap Refan tak kalah ketusnya.


" Ya kau mengganggu saja, merusak suasana tau tidak?"


" Hei!, sudah-sudah, kenapa kalian bertengkar lagi?" tegur Arga menengahi mereka. Hana yang melihat itu hanya bisa memutar bola mata malas sambil menghela nafas berat.


" Tuan Refan!, nona Kessy!, apa kalian sudah selesai? bisakah saya melanjutkannya?" tanya Hana menahan geram.


" Lanjutkan, jangan mendrama " Ucap Arga membuat Hana mendelik kesal.


" Jadi, tuan Refan anda dijebak oleh Lucy, sekretaris tuan Arga, saya sudah pernah mengatakan pada anda bahwa saya merasa ada yang aneh dengan sekretaris Lucy. Ketika anda meminta saya untuk berhenti menyelidiki tentang Lucy, saya masih menyisakan beberapa alat penyadap diruang sekretaris Lucy "


" Lalu kenapa kau tidak memberitahukannya padaku Hana?" tanya Refan, ia sangat terkejut saat mengetahui bahwa Lucy mengkhianati perusahaan.


" Saya baru mendapatkan buktinya kemarin tuan dari salah satu teman saya dan berencana akan memberi tahu anda hari ini, tapi sepertinya mereka bergerak satu langkah dari kita sekarang tuan" jelas Hana.


" Berarti yang menggelapkan uang dan membatalkan semua kerja sama dengan beberapa perusahaan itu ulah dari Lucy?" tanya Refan


Hana menganggukkan kepalanya membuat Refan dan Kessy melotot, terutama Kessy, ia merasa bersalah karena sudah memaki habis Refan yang tak bersalah sama sekali. Disisi lain ia juga merasa marah kepada Lucy apalagi Refan, saat ini wajahnya sudah memerah menahan amarah.


" Beraninya wanita itu menjebakku " Refan menggeram kesal dan langsung berdiri hendak pergi dari sana namun, langsung dicegah oleh Arga.


" Kau mau kemana? " tanya Arga.


" Aku akan menemui penghianat itu " jawab Refan berapi-api.


" Sudah! , kau tak perlu melakukan itu, sekarang yang kita butuhkan adalah sebuah rencana "


" Apa maksudmu Ar? apa kau tak marah kepada Lucy "


" Tentu saja aku sangat marah padanya, bahkan aku menyakiti orang lain saat aku mengetahui hal itu " Arga menoleh sekilas pada Hana, ia menetap Hana sendu merasa bersalah karena telah menyakitinya. Kemudia ia kembali menatap Refan.


" Kita tidak boleh gegabah, kita tidak tau apa tujuannya melakukan ini semua, saat ini mereka sudah berada selangkah didepan kita, jika kita tak mempunyai rencana yang sangat matang, mereka bisa menghancurkan kita dengan mudah " lanjut Arga.


Kessy yang mendengar Arga berbicara seperti itu langsung tertegun berbeda dengan Hana dan Refan yang hanya bersikap biasa.


" Tuan Arga benar, kita tidak boleh gegabah menghadapi mereka, apa kau faham Refan? " Ucap Kessy.


" Hei! kau juga marah padanyakan? " Ketus Refan


" Hei Nona Kessy! , apa kau tak merasa bersalah kepadaku? ingat! tadi kau memakiku, meneriakiku, apa kau tak ingat telah memfitnahku? seharusnya kau meminta maaf padaku bukan malah menyudutkan aku terperti itu" teriak Refan.


" Hah, mulai lagi " Ucap Hana dan Arga berasamaan, Arga yang jengah mendengar pertengkaran Refan dan Kessy, memilih berdiri dan pergi keluar dari ruangan kerjanya.


" Tuan! anda mau kemana? " tanya Hana saat melihat Arga berdiri.


" Keluar, mendengarkan mereka berdebat membuat aku lapar " jawab Arga sekenanya yang sudah melangkah keluar.


" Tunggu saya tuan! "


" Cepatlah"


Hana dan Arga sudah pergi meninggalkan ruangan itu sedangkan Kessy dan juga Refan masih saja bertengkar saling membela diri sendiri.


》》》


" Lalu apa rencanamu kali ini Hana? " tanya Arga.


Sekarang mereka sudah berada ditaman belakang, memilih tempat yang lebih segar, nyaman dan tentunya jauh dari Kessy dan Refan yang selalu bertengkar.


" Mulai besok anda akan kembali kekantor tuan muda" ucap Hana sambil menundukkan kepalanya.


" Benarkah?"


" Iya, saya rasa menghadapinya dengan cara sembunyi seperti ini akan lebih sulit, lebih baik kita menghadapinya secara langsung, ya tentunya saya sudah menyiapkan rencana yang matang tuan " jelas Hana.


" Bagaimana kau punya rencana secepat ini? aku tidak melihatmu berpikir untuk menyiapkan rencana, apa kau yakin dengan rencanamu ini Hana?"


" Tentu saja tuan "


" Hei kalian, apa kami mengganggu kalian?" tanya Refan yang datang entah dari mana, berhasil membuat Arga dan Hana terkejut.


" Hahaha .... sepertinya aku mengganggu ya? lihatlah wajah kalian? " Refan masih saja tertawa membuat Arga jengkel dan langsung menendang tulang kering Refan.


" Astaghfirullah, hisssshh...." Refan meringis, Hana juga meringis melihat ekspresi Refan yang sepertinya sangat kesakitan.


" Hahahaha!!! " Kessy yang menyaksikan itu langsung terbahak melihat Refan yang kesakitan.


" Makanya jangan pernah mengganggu orang yanh sedang pacaran! haha.." ucap Kessy disela-sela tawanya.


" Pacaran!? " Ucap Arga dan Hana bersamaan.


" Kessy! kamu jangan sembarangan ya? aku disini bersama tuan Arga untuk menyusun rencana bukan pacaran, apa kamu mau aku membatalkan rencana ini dan membiarkan kerja sama perusahaanmu dengan perusahaan tuan muda benar-benar selesai?" Ucap Hana datar.


" Jangan!! baik-baik, maafkan aku, jadi apa rencana kalian?"


" Aku akan mengatakannya, tapi bisakah kamu bekerja sama dengan tuan Refan dan tak bertengkar lagi dengannya? begitu juga dengan tuan Refan, apa anda bisa melakukannya tuan? "


Kessy dan Refan yang saling pandang. Sebenarnya mereka masih saling kesal, tapi mau bagaimana lagi mereka tidak boleh egois.


" Hufft ... baiklah aku mau, demi perusahaanku maka aku akan bekerja sama dengan pria menyebalkan ini "


" Ya aku juga mau, aku akan berusaha untuk bekerja sama dengan nona cerewet ini "


Kessy dan Refan saling menyindir dan saling menatap tajam satu sama lain. Jika dalam komik-komik mungkin sudah terlihat sengatan listrik diantara mereka :)


__________________| | |__________________


JANGAN LUPA LIKE VOTE AND COMEN YAH


Lopyu Reiders yang bertahan