
Setelah insiden kecelakaan itu,Hana memilih tinggal bersama sahabatnya itu diapartemen Milik Kessy.Maryana dan juga Merry sudah menawarkan padanya untuk memberinya sebuah apartemen namun ia menolaknya.Ya bukan untuk merepotkan Kessy,tapi Kessylah yang memintanya dan memaksanya untuk tinggal bersama dengan alasan Kessy ingin menghabiskan waktu bersama nya dan juga mungkin ia bisa membantu Hana.
Hana terbangun karena suara alarm dari ponselnya.Ia menggeliat,menjulurkan tangannya keatas meja nakas,tempat dimana ponselnya ditaruh masih dengan mata terpejam.Hana meraba-raba meja nakas,karna ia merasa tak menyentuh ponselnya yang masih berbunyi keras sama sekali.Hana memilih membuka matanya lalu mendudukkan tubuhnya.Ia meraih ponselnya kemudian mematikannya.Ia melihat ponselnya,sekarang jam baru menunjukkan pukul 03.45 pagi.Hana melihat kesamping,mendapati Kessy yang tidur nyenyak sambil memeluk guling.
Hana beranjak dari tempat tidur,ia akan membersihkan diri terlebih dahulu sebelum waktu shalat subuh masuk.Ia berjalan kearah lemari untuk mengambil handuk dan juga pakaian yang akan ia kenakan.Setelah itu ia masuk kedalam kamar mandi dan melanjutkan aktivitasnya.
Setelah selasai mandi,Hana keluar dari kamar mandi,ia melihat kearah tempat tidur dan melihat Kessy masih tertidur lelap.Hana mendekati Kessy.Ia mencoba membangunkannya dengan menguncang lengan Kessy pelan.Kessy hanya melenguh masih enggan untuk membuka matanya.Hana tak menyerah,ia menarik selimut yang menutupi tubuh Kessy sebagian.
"Sebentar lagi" Ucap Kessy dengan serek dan terdengar tidak jelas,namun Hana mengerti.
"Ayolah nona CEO,kamu harus bangun,kau harus jadi contoh teladan bagi para karyawan mu nona.Kau tidak boleh terlambat jadi cepatlah bangun" Ucap Hana masih mengguncang lengan Kessy bahkan sekarang lebih kuat dari sebelumnya.
" Hm" guman Kessy
"Ayolah,Kessy kau harus bangun!!!" Hana menarik sebelah tangan Kessy yang memeluk guling.
"Iya-iya ini bangun bawel" Ketus Kessy yang sekarang sudah mendudukkan tubuhnya.
"Sekarang kamu mandi,lalu shalat subuh,ok"
"Hm" Kessy beranjak dari tempat tidur dengan langkah kesal menuju kamar mandi.
#07.00 pagi
Hana dan Kessy sudah duduk di meja makan bersiap memakan sarapan meraka untuk mengisi tenaga mereka dipagi hari.Hana menyiapkan pancake untuk meraka.
"Hana,mungkin hari ini aku akan pulang terlambat" ucap Kessy disela sela makannya.
"Kenapa?" tanya Hana singkat.
"Hari ini akan ada kunjungan dari perusahaan pusat,papa bilang akan ada juga satu perwakilan dari perusahaan temannya untuk melihat perkembangan perusahaanku" jelas Kessy.
"Waw,nona CEO kau sangat sibuk sekali ya,aku doakan semoga semuanya berjalan dengan lancar,tetap semangat ya" ucap Hana lalu mengepalkan tangannya diudara pertanda menyemangati Kessy.
"Terima kasih,aku harap juga begitu,mudah-mudah semuanya berjalan sesuai rencana" guman Kessy yang masih didengar oleh Hana.
Setelah selesai sarapan,Kessy berangkat kakantornya.Sekarang Hana juga bersiap untuk berangkat kekediaman Admadja.Saat Hana hendak melajukan mobilnya,terdengar suara notifikasi masuk di ponselnya.
Ia lalu menunda melajukan mobilnya,ia mengambil ponselnya yang ada didalam tas kecil miliknya.
Tolong ambilkan dokumen perusahaan dikantor,Refan tidak bisa mengantarnya karna ia sangat sibuk hari ini. ~ Arga.
Hana membaca pesan yang ternyata dari Arga.Dengan cepat ia membalasnya.
Baik tuan muda ~Hana.
Hana melajukan mobilnya meninggalkan parkiran apartemen.
Sesampainya dikantor Hana,memarkirkan mobinya dengan rapi.Sebelum ia keluar dari mobil,ia menghubungi Refan terlebih dahulu agar ia tidak ketahuan ataupun dicurigai.Setelah mendapat persetujuan Hana keluar dari mobil kemudian masuk kedalam kantor.
Ia akan melakukan prosedur untuk bertemu dengan seorang atasan layaknya telah membuat janji pertemuan.Para pegawai menatap Hana heran,karna cadar yang melekat dan menutupi wajahnya itu.
Hana tak menghiraukannya,ia dengan santainya berjalan menuju meja resepsionis.Pegawai itu tersenyum pada Hana.
"Ada yang bisa saya bantu?" tanya pegawai itu ramah.
"Saya ingin bertemu dengan tuan Refan dan saya juga sudah membuat janji pertemuan dengannya" pegawai wanita itu menganggukkan kepalanya,ia menghubungi seseorang yang Hana yakini itu adalah Refan.
"Baiklah bu,anda bisa naik kelantai teratas,tuan Refan sudah menunggu anda disana"
"Baiklah,terima kasih" Ucap Hana ramah,pegawai itu nenganggukkan kepalanya lalu tersenyum manis pada Hana.Han membalasnya dengan sedikit menundukkan kepalanya,entah tersenyum atau tidak kemudian ia segera pergi menuju lift.
Setelah sampai di lantai atas,tempat dimana Refan bekerja.Hana keluar dari lift,tiba-tiba saja...
Bugh
tak sengaja tubuh Hana menarak seseorang dari arah luar yang hendak masuk keadalam lift,membuat dokumen-dokumen yang dibawa oleh orang tersebut jatuh berserakan.
Hana langsung membantu orang tersebut mengumpulkan dokumen yang berserakan.
"Maaf,saya tidak melihat anda tadi" ucap Hana sambil mengumpulkan dan merapikan dokumen tersebut.
Orang itu dan Hana saling bertatapan.
Sekretaris lucy. Batin Hana
Mata itu. batin Lucy
Seperkian detik mereka bertatapan.Hana langsung memutuskan kontak mata mereka dengan menghadap kesembarang arah.Lalu ia memberikan dokumen yang ia rapikan pada Lucy kemudian segeraa pergi meninggalkan Lucy setelah mengucap kata maaf.
Lucy masih mematung ditempat.Mata itu,rasanya aku pernah melihat mata itu,tapi dimana dan..siapa wanita tadi, pikir Lucy.Tak mau berlarut-larut dengan pikirannya,Lucy memutuskan untuk melanjutkan pekerjaannya.
Setelah selesai mengambil dokumen yang diminta oleh Arga,Hana kembali melajukan mobilnya menuju kediaman Admadja.
Hana sudah sampai dirumah besar Admadja.Hana langsung masuk setelah seorang pelayan membukakan pintu untuknya.Ia berjalan memasuki ruang tamu dan mendapati Maryana yang duduk bersama seorang wanita paruhbaya yang menurutnya wanita itu adalah temannya.
"Assalamualaikum... " salam Hana.
"Waalaikumsalam" jawab mereka serempak.
Hana menghampiri Maryana dan juga temannya itu.Hana mencium punggung tangan Maryana,memang sebelumnya ia tak berani menyalami Maryana karna menurutnya itu tidak pantas baginya yang notabennya hanya seorang bodyguard,tapi Maryana sudah menganggap Hana sebagai putrinya dan meminta Hana tidak perlu canggung padanya.Bahkan Maryana meminta Hana untuk memanggilnya mama sama seperti Arga tapi itu tidak berani ia lakukan.
"Eh?,Maryana ini siapa?" tanya Wanita itu saat Hana mencium punggung tangannya juga.
"Hah?,maksudmu putriku ini?" tanya Maryana sambil menunjuk Hana.Wanita itu mengernyitkan dahinya.
"putri?" Wanita itu bingung karna sebelumnya ia tak pernah dikenalkan dengan anaknya yang ini.
"Iya,namanya Humairah,ia anak dari sahabat lamaku,karna aku tidak memiliki seorang putri maka aku menganggapnya sebagai putriku sendiri" jelas Maryana,membuat Hana melongo mendengar itu,sejak kapan namaku berganti panggilan menjadi humairah dan apa tadi nyonya katakan anak dari sahabatnya,menganggapku putrinya,pikir Hana.Hana masih bergelut dengan pikirannya,seketika lamunannya buyar kala Wanita paruh baya itu memperkenalkan dirinya pada Hana.
"Parkenalkan nama saya Rosalina,temannya tante kamu" Rosalina menjulurkan tangannya pada Hana.
"Hah? tante? ah..i...iya,saya..saya Humairah Nyonya" jawab Hana gagab.Ah sudahlah mungkin ini cara yang dilakukan nyonya agar tidak ada yang tau siapa aku,batin Hana.
"Hahaha...kamu tidak usah memanggil saya nyonya,panggil saja seperti kau memanggil Maryana atau mungkin aku salah menebak panggilanmu pada Maryana?" ucap Rosalina sambil terkekeh kecil.
Hana bingung harus menjawab apa,Maryana yang menyadari tingkah aneh Hana langsung menjawab pertanyaan Rosalina.
"Ah..iya kau salah Rosa,Humairah memanggilku mama,benarkan Humairah?" ucap Maryana berusaha menyembunyikan kegugupannya.
"Yyaa...ya ma..ma" jawab Hana terbata.
Rosa terkekeh lagi" Haha..ya ya ya baiklah,kalau begitu Humairah panggil saja aku tante atau kau juga boleh memanggilku mama,soalnya aku juga tidak mempunyai putri"
"Baiklah tan...tante" gugup Hana
Rosalina menatap tumpukan dokumen yang dibawa Hana.Kemudian beralih menatap Hana.
"Apa yang kau bawa itu humairah?" tanya Rosalina membuat Hana membeku ditempat.Apa yang harusku katakan tidak mungkin aku jawab ini adalah dokumen yanh diminta oleh tuan Arga.batin Hana.
"Oh..ini..ini adalah tugas kuliah Humairah,Humairah akan belajar mengelolah perusahaan bersama tuan..eh maksudnya bersama papa Leon" jelas Hana
"eh bukankah sekarang tuan Leon sedang berada dikantor?" tanya Rosalina lagi membuat Hana sedikit risih karna terus saja ditanyai.
"Mmm itu,Humairah akan belajar langsung dikantor,Humairah kesini cuma mau mengambil beberapa bahan untuk belajar didalam kamar" jelas Hana.
"Oh begitu ya"
"Kalau begitu Humairah akan mengambilnya sekarang saja" Hana berdiri dari duduknya dan langsung pergi menuju kamar Arga yang berada dilantai dua.Meski terlihat tidak sopan saat ia pergi begitu saja tapi ia harus melakukannya untuk menghindari pertanyaan Rosalina lagi.
Hah....ada ada saja,kenapa aku berada disituasi rumit seperti ini, aku serasa menjadi seorang buronan yang sedang berusaha bersembunyi. guman Hana dalam hatinya.
.
.
.
JANGAN LUPA LIKE VOTE AND COMEN YAH
Lopyu Reiders yang bertahan