
"Bukan maksud saya untuk mencampuri urusan keluarga Admadja,tapi.....sebenarnya apa yang tuan muda katakan tentang nona Clarissa benar adanya tuan" ucap Hana
"Maksudmu?"
"Sebenarnya,sudah satu bulan ini nona Clarissa selalu datang kekantor tuan Arga dan itu membuat tuan Arga sangat risih dengan keberadaannya"Ujar Hana
"Benarkah?"
"Iya tuan,awalnya saya tidak tau mengapa tuan Arga tidak menyukainya,saya juga tidak ingin ikut campur dalam urusan perasaan tuan muda,tapi mengingat tugas saya,saya memutuskan untuk mencari tau apa penyebab tuan Arga tidak menyukai nona Clarissa.Saya bertanya pada tuan Refan karna saya tau mereka sangat dekat,Alhamdulillah tuan Refan mau menceritakannya pada saya.Saat itu saya mulai menyelidiki tentang nona Clarissa"
Maryana yang sudah mulai tenang didalam dekapan Merry,melepas pelukannya kemudian Maryana berjalan menghampiri Hana.Ia duduk dibibir brangkar tepatnya disamping Hana dan mulai mengelus pundak Hana.Hana mengangkat pandangannya lalu tersenyum kearah Maryana yang juga tersenyum kepadanya.
"Apa yang kau temukan Hana?" tanyanya lembut
"Saya menemukan beberapa bukti kalau nona Clarissa pernah jalan bersama pria lain" jawab Hana.
"Lalu apa yang salah dengan itu mungkin itu temannya" Tegas Leon.Hana kembali menundukkan kepalanya.
"Mungkin anda benar tuan itu adalah temannya" Hana tersenyum getir sedangkan Leon tersenyum lega.
"Tapi..." Hana menggantung ucapannya membuat semua menautkan alis mereka bingung.
"Tapi,apakah itu disebut teman jika mereka jalan bergandengan,berciuman,bahkan memasuki kamar hotel yang sama" Tegas Hana.Hana menatap Leon yang begitu terkejut dengan ucapan Hana dengan tatapan sinisnya.Hana tersenyum miring.
"Apa itu namanya teman?"
"A...apa maksudmu?" tanya Leon gagap.
Hana tersenyum miring mengalihkan pandangannya kesembarangan arah.Ia tak ingin menatap Leon,entah apa yang ia rasakan saat ini yang jelas ia sangat tidak suka jika Leon membela Clarissa dibandingkan tuannya.
"Saya ingat dengan tugas saya tuan,saya tak akan membiarkan seorangpun mengganggu ketenangan tuan saya termasuk nona Clarissa.Apa tuan besar tau,disaat saya mengetahui kebenaran tentang nona Clarissa dari tuan Refan,saya langsung pergi kehotel Purnama untuk mencari kebenarannya.Saya memeriksa CCTV 3 tahun yang lalu,awalnya saya pikir saya tak akan menemukannya dan ternyata Allah berkata lain,saya menemukan rekaman nona Clarissa berjalan bergandengan dengan seorang pria memasuki kamar yang sama dan apa anda tau saya melihat mereka berciuman mesra sebelum memasuki kamar tersebut"
Hana merasa jijik jika harus mengingat itu kembali.Semua orang dalam ruangan itu sangat terkejut,apa lagi Leon.Ia tak bergeming sedikitpun dari tempat duduknya disofa dalam ruangan tersebut.
"Bagaimana aksi mereka jika berada dalam kamar?saya bahkan tak ingin memikirkannya,tak berselang lama setelah mereka memasuki kamar,saya melihat tuan muda datang dengan tuan Refan.Mereka langsung masuk begitu saja kedalam kamar.Entah apa yang terjadi didalam sana yang jelas saat tuan Arga keluar,dia keluar dengan penuh amarah"
"Kau jangan mengada-nga--" Hana langsung memotong ucapan Leon dengan kebenaran lain yang lebih mengejutkan.
"Dia juga pernah Hamil" semua orang membelalakan mata saking terkejutnya.Ucapan Hana kali ini benar benar membuat semua orang diam.
"Kau jangan memfitnah" Leon masih membela Clarissa membuat Hana semakin jengkel.
"Saya tidak memfitnah tuan,saya memiliki bukti,saya bukan tipe yang suka memfitnah orang lain karna fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan.Kessy!!! apa kamu mau membantuku?" ucap Hana setengah berteriak.
"Hah? ya tentu saja,apa yang bisa aku bantu?" tanya Kessy yang gelagapan,sedari tadi ia diam mendengarkan ucapan Hana dan berusaha untuk mencernanya.Alhasil ia kebigungan sendiri karna tak tau apa masalahnya.
"Tolong pergilah keapartemenku,lalu ambilkan leptopku didalam laci meja nakas dan satu amplot didalamnya,apa kamu bisa?"
"Tentu saja, aku akan mengambilnya sekarang juga" Kessy langsung pergi keluar dari ruangan itu namun ia kembali lagi karna tak tau pasword kamar Hana,Hana memberitahunya kemudian kembali pergi.
"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Leon.
"Saya akan menunjukkan buktinya pada anda tuan"
Maryana yang melihat emosi Hana yang mulai tak terkontrol segera memeluk Hana untuk menenangkannya.
"Tenanglah sayang,dari mana kau mengetahui kalau Clarissa pernah hamil?" tanya Maryana lembut.
"Saya pergi kebeberapa rumah sakit dikota ini,tapi tak satupun dokter yang saya temui mengenal nona Clarisaa.Namun saya tak menyerah saya meminta bantuan pada tuan Refan,tuan Refan memberitahu saya salah satu teman dekat nona Clarissa dan kami pergi menemuinya.Monha,dia adalah teman nona Clarissa.Dengan sedikit ancaman dari tuan Refan,kami berhasil membuat dia membuka suara dan mencaritakan semuanya.Dia juga memberitahu kami siapa dokter dan dirumah sakit mana nona Clarissa memeriksa kandungannya.Dia bilang pada waktu itu,nona Clarissa telah melepas tuan Arga dan akan bahagia bersama anak dan kekasihnya namun,entah apa penyebabnya nona Clarissa berubah pikiran,dia menggugurkan kandungannya dan mulai lagi mengejar tuan Arga" Jelas Hana panjang lebar.
"Apa yang kau katakan itu benar?" tanyanya menatap tajam Hana.
"Jika anda tidak percaya tunggulah sebentar lagi,saya akan menunjukkan buktinya pada anda tuan" tegas Hana.
Tak berapa lama,Kessy datang dengan sebuah leptop dan satu amplot besar.
Kessy memberikannya pada Hana.Hana membuka amplot tersebut setelah itu ia meminta Kessy memberikannya pada Leon yang duduk disofa.Hana membuka leptopnya dan mencari sesuatu.Sedangkan Leon yang sudah melihat isi amplot tersebut hanya menunjukkan muka masam menyiratkan ketidaksukaan.Hana kembali meminta Kessy memberikan leptopnya pada Leon untuk memperlihatkan sebuah vidio.
Setelah melihat vidio tersebut Leon benar-benar marah.Leon hendak beranjak dari duduknya namun Hana menghentikannya dan berkata
"Jangan gegabah tuan,saya masih belum tau apa tujuan dari nona Clarissa untuk mendekati tuan muda,jadi maaf, saya harap anda jangan mengacaukan rencana saya tuan"
Leon yang sudah berdiri kembali duduk.Maryana mendekati suaminya itu,ia sangat terkejut kala melihat foto-foto dan vidio yang diberikan Hana.Sungguh sekarang Leon dan Maryana merasa jijik dengan kelakuan Clarissa.Mereka salah mengira kalau Clarissa adalah perempuan baik-baik.
"Lihat sekarang suamiku apa kau masih ingin menjodohkan anakmu dengan wanita ini?" ucap Maryana seraya menunjuk foto Clarissa.
"Sudah sedari awal aku bilang padamu,aku merasa tidak cocok dan kurang suka dengannya,tapi kau malah bersikeras ingin menjodohkan anakmu dengan wanita itu,Memaksanya bahkan mengancamnya agar mau menikah dengannya.untung saja ada Hana kalau tidak sudah pasti kau akan menyesal seumur hidup karna merebut kebahagiaan anakmu dan membuatnya berada dalam situasi yang menyedihkan" tegas Maryana.
"Kau tau suamiku,ini kesalahan terbesarmu,anakmu hampir saja mati dan sekarang kondisinya antara hidup dan mati tapi kau masih saja membelanya.Aku tanya padamu apa istimewanya wanita ini hah?" lanjut Maryana yang kini sudah menaikkan nada suaranya.
Leon menghadap Maryana yang duduk disampingnya."Maryana maafkan aku,aku tidak tau soal ini,aku mohon maafkan aku" lirih Leon menggenggam erat tangan Maryana.Maryana mengalihkan pandangannya tak ingin menatap Leon.
"Jangan minta maaf padaku,minta maaf pada anakmu dan juga Hana,kau yang sudah membuat mereka seperti ini,jadi jangan bilang maaf padaku" ujarnya.
"Baiklah" Leon Berjalan menghampiri Hana.
"Maafkan aku Hana dan terima kasih karna sudah memberi tauku semua kebenaran ini,kau sudah menyelamatkan putraku dari kesalahan terbesarku" Ucap Leon.
Hah...Hana menghela nafas berat,kemudian ia menatap Leon dan memaksakan untuk tersenyum.
"Tuan jangan minta maaf pada saya dan jangan berterima kasih pada saya karna ini adalah tugas saya,bukankah anda yang menggaji saya,jadi jangan lakukan itu lagi" Hana kembali mengalihkan pandangannya menatap kesembarang arah.
Leon menggaruk tengkuknya yang tak gatal,karna dirasa semua sudah selesai Leon berpamitan kepada Maryana dan yang lainnya untuk pergi kekantornya.Ia tidak akan memberitahu siapapun tentang kondisi putranya.
Maryana dan Merry juga berpamitan pada Hana dan juga kessy untuk pergi keruangan Arga,mereka akan menemaninya disana. Sedangkan Asraf sudah berpamitan untuk segera pulang saat Maryana dan Leon datang keruangan Hana, karena dia ada meeting pagi ini. Sekarang hanya tinggal mereka berdua dalam ruangan itu.
"Nona CEO apa kamu tidak bekerja?" tanya Hana seperti biasa selalu menggoda Kessy semenjak jadi Seorang CEO.
Kessy mendengus kesal," huh...apa kamu tau,sahabatku mengalami kecelakaan kemarin malam dan sekarang dia ada dirumah sakit mana mungkin aku meninggalkannya" Ketus Kessy.Hana terkekeh kecil melihat raut kesal Kessy.
"Baiklah baiklah sekarang apa kamu mau membantuku lagi?"
"Apa yang harus aku bantu?"
"Apa kau bisa membantuku menuju toilet,aku sudah menahannya dari tadi dan sekarang sudah tidak tahan lagi" ujar Hana.
"Hahahahahaha" Kessy tertawa lepas sedangkan Hana memanyunkan bibirnya,cemberut.
.
.
.
JANGAN LUPA LIKE VOTE AND COMEN YAH
Lopyu Reiders yang bertahan