
Duaarr !!
Cahaya meledak saat terkena tubuh naga itu lalu banyak darah yang tersembur keluar.
"Oh sial darahnya !"
Hampir saja darah naga itu akan mengenai baju Akuto lagi.
"Hehe selamat ! ..... jika ini benar kekuatan naga itu , berarti kekuatanku.."
Akuto mencoba untuk menebak kekuatan apa yang sebenarnya yang ia miliki.
Awalnya ia berpikir bahwa kekuatannya adalah kekuatan imajinatif yang mengwujudkan apapun yang dibayangkan pemiliknya.
Tapi dugaan Akuto sekarang mulai berubah karena dia telah melihat sendiri kalau ia telah mengambil kekuatan naga yang telah dikalahkanya.
"Berarti kekuatanku adalah bisa mengambil kekuatan musuh yang telah kukalahkan !!"
Aku berteriak dengan senang saat menyadari bahwa dirinya mungkin saja bisa menjadi karakter yang overpower.
"Kufufu ! mungkin saja aku akan mengalahkan raja iblis atau semacamnya lalu menjadi PAHLAWAN TERKENAL !!"
Akuto memiliki angan - angan yang sangat besar akan tetapi air terjun yang dijadikannya tempat tinggal telah hancur berantakan.
"Yah air terjunnya rusak.. sebaiknya aku mencari sebuah desa untuk tinggal"
Akuto berduka karena tempat yang ia sukai hancur karena pertarungannya sendiri dan memutuskan untuk berkelana mencari desa.
Setelah itu Akuto mencoba mengumpulkanl berbagai barang yang ada disekitar air terjun itu.
"Baiklah untuk berkelana aku perlu membuat sebuah ransel tapi.. yang aku bisa dapatkan hanya kayu saja !!"
Akuto kebingungan karena bahan yang ia miliki untuk membuat tas hanyalah kayu kayu dan ranting pohon.
"Jika saja aku bisa membuat tas... tunggu !"
Akuto mengingat sebuah tas yang pernah ia lihat dianime serangan raksasa.
( tas yang dipakai eren ama mikasa kecil pas ngumpulin kayu bakar jadi gua namain tas kayu bakar ya :v )
"Mungkin aku akan membuat tas seperti itu saja !!"
Akuto mencoba membuat alat kerajinan yang bisa ia pakai untuk membuat tas kayu bakar.
"Aku ingin membuat alat.. tapi aku tidak mempunyai alat ! kalau begitu.."
Akuto menatap kedua tangannya ia berencana untuk memakai mereka sebagai alat.
Tapi gagasan itu semakin kuat setelah Akuto ingat bahwa ia bisa menciptakan sihir dengan mudah hanya dengan membayangkannya.
"Baiklah whuaaa...."
Akuto membayangkan tangannya di aliri mana biru yang banyak ditangannya yang bisa memotong segalanya.
( "Kyaa yamete kudasai !" )
"Sial ! pemandangan indah apa tadi !"
Fokus pikiran Akuto berubah setelah pikiran mautnya muncul kepermukaan Akuto mencoba lagi untuk fokus dalam imajinasinya dan dia berhasil.
zzeeriing !
"Oho ini mirip sekali !!""
Akuto menganyukan tangannya dan membelah kayu kayu dengan mudah.
"Ahahah ! kalau begini serigala - serigala itu bisa kucincang habis !"
Dan sebuah pedang tak terlihat atau bisa dibilang kekuatan baru Akuto telah tercipta.
"Baiklah ! saatnya membuat tas kayu bakar !"
Akuto membuat semua bahan yang ia perlukan untuk membuat tas kayu bakar.
"Mari kita buaatt !!"
Setelah sejam lebih membuat tas Akuto selesai membuat tas itu.
"Ehehe walau tampilanya jelek yang penting tas ini kuat menahan beban berat !"
Satu tugas selesai sekarang Akuto mempersiapkan banyak hal lainnya sebelum berkelana.
"Apa ini ? kulit serigala !!"
Akuto baru menyadari bahwa ia memiliki kulit serigala yang ia dapatkan saat bertarung sebelumnya.
"Kalau begitu aku akan membuat pakain saja ! dengan bulu bulu ini aku bisa tahan dari kedinginnan"
Langit telah berwarna jingga dan semua persiapan Akuto telah siap dengan sempurna.
"Ready Perfectly !"
Akuto menggunakan sebuah jubah serigala putih dan memakai sebuah tas kayu yang membawa berbagai bawaanya.
"Aku berangkat !"
Akuto asal saja memilih arah yang ia yakini dan berjalan lurus.
Sudah lama sejak Akuto meninggalkan air terjun dan ia sekarang sedang berjalan santai.
"Fuu fuu fuu !... fuu ??"
Akuto tersadar bahwa ia memulai perjalanannya dimalam hari lalu berbalik.
"Eh ?! aku sudah jauh !! sial !"
Akuto memandangi sekitar lalu mencoba jalan dengan perlahan lahan tanpa membuat suara.
"Baiklah ... aku tidak ingin melakukan reuni dengan serigala san sekarang.."
Dengan berhati hati Akuto melangkahkan kakinya secara perlahan lahan.
Lalu setelah beberapa langkah ia menemukan sebuah lahan yang lumayan luas yang dikelilingi pohon.
"Hmm apa itu ?"
Disana Akuto melihat sesuatu karena gelapnya malam ia tidak melihatnya dengan jelas.
"Fire !"
Akuto mengeluarkan sihir api kecil lalu menembakannya kesana.
"Jika terjadi kebakaran aku akan menggunakan Sihir air berskala besar sekarang !"
"Umu ? oho terbak -"
"WHOAAA !!"
"Eh ?! beruang !!"
Akuto melihat Beruang besar dengan cakar mengerikab ditangannya dan banyak darah yang berlumuran dimulutnya.
"Da - darah !"
"Errrrruarr !!"
Beruang itu mendekat dengan cepat dengan badannya yang terbakar api beruang itu berlari menuju Akuto.
Saat beruang itu sudah dekat Akuto melompat mundur dan menembakan sihir.
"Aqua Shot !!"
Sebuah tembakan air mengenai punggung beruang yang terbakar dan memadamkan apinya.
"Yosh ! dengan begini aku tidak perlu khawatir mati terkepung api !"
"Ruaaarr !!"
"Oi ! aku sudav memadamkannya !!"
Beruang itu tetap menyerang Akuto dengan cakar besarnya.
"Wuff ! ahaha ! sepertinya aku sudah berkembang !"
Akuto menghindari serangan demi serangan beruang itu.
"Ahaha ! hey apa yang kau makan sampai banyak sekali darah yang tumpah dari mulutmu ?"
"Ruaarr !!!"
"Sudah kuduga kau tidak akan menjawabnya ! Wind Blade !!"
Dengan sekali tembak tubuh beruang itu terbelah menjadi dua dan suara mengaum yang sebelumnya ada seketika menghilang.
"Yosh selesai !"
Akuto melihat beruang itu sudah terkapar ditanah dan tak bergerak lagi.
"Benar benar melelahkan.. oh iya apa yang dimangsa ya ?"
Karena penasaran Akuto berjalan menuju daging - daging berserakan yang sebelumnya dimakan oleh beruang itu.
"Fire ! mari kita lihat ?"
Kali ini Akuto tidak menembakan apinya karena merasa sudah aman ia berjalan dengan santai.
"Huff busuk !"
Akuto melangkahkan kakinya lalu ia tersandung.
"Hmm ? apa itu ?"
Akuto melihat mengarah ke kakinya dan tercengang.
"A - apa apaan ini !"
Akuto terjatuh kebelakang dan melihat kepala manusia yang sudah tak bernyawa tergeletak didepannya.
"Urgh ! sial !"
Akuto menahan isi perutnya yang akan keluar karena pemandangan yang ada didepannya lalu terdengar suara yang semakin mendekat.
"Cepat !! kita harus menemukan beruang itu sebelum terlambat !!"
"Viona !! dimana kau !!"
Akuto melihat kearah pepohonan disana banyak cahaya obor yang berkumpul.
Mereka yang sebelumnya berada dipepohonan mendekat ketempat Akuto berada.
"Viona ! apa itu kau ?!"
Akuto tidak menjawab karena ia masih terkejut.
"Viona ?... huh ? siapa kau ?"
Seorang lelaki dengan pedang dipinggangnya mendekat lalu bertanya kepada Akuto.
"Orang yang kau cari mungkin disana"
Akuto menunjuk kearah dimana kepala manusia tanpa tubuh.
"Terimah kasih !! Vio - !"
Pria itu terkaget lalu beberapa orang lain ikut mendekat.
"Hey apa kau menemukannya ? dan siapa bocah ini ? Oi !!"
Mereka mendekat lalu melihat hal yang sama dilihat oleh pria itu dan mereka terdiam.
"Viona.."
"Sial !! Kita terlambat !! dasar sialan !!"
Mereka semua memasang raut sedih beberapa menyebut nama gadis itu dengan sedih.
"Oi bocah ! apa yang terjadi padanya ?!"
"Eh di - dia dimangsa oleh seekor beruang"
Seluruh orang yang disana menatap tajam lalu mengepalkan tangannya.
"Sekarang dimana beruang sialan itu bocah ?!"
"Ada disana"
"Apa ?!"
Mereka melihat beruang yang sudab terbelah dua dan banyak darah yang keluar dari tubuhnya.
"Huh ? siapa yang mengalahkannya ? bagaimana bisa ?"
"Hmm itu beruang itu akulah yang mengalahkannya"
Sontak semua orang terkaget lalu tatapan mereka semua menuju Akuto yang hanya terdiam saat dipelototi.