Become a Hero In Another World

Become a Hero In Another World
Menuju Kota Aivend



Akuto bersama kedua bersaudara pedagang itu sedang duduk didalam kereta kuda salah satu saudara pedagang itu mengendarai kereta tersebut dan salah satunya sedang berbincang dengan Akuto.


"Jadi kota aivend adalah kota tempat dimana banyak petualang pemula ?"


"Yah itu benar banyak orang datang kesana untuk mendaftar disana bahkan seorang legenda petualang lahir disana loh !"


"Wow kalau begitu aku ingin bertanya tentang harga untuk tinggal disana ?"


"Yah itu terbilang cukup murah untuk kualotas terendah kau bisa menyewa kamar dengan harga 6 tembaga per hari untuk makan dengan porsi biasanya kalau tidak salah 4 tembaga"


"Hmm.. sepertinya kau tahu banyak ya'


" Hahaha tidak tidak aku hanya mengingat suatu penginapan dimana aku pernah menginap dahulu"


"Jadi kau sudah sering berkunjung kesini ?"


"Yah begitulah"


Terbawa suasana mereka herdua tak menyadari bila mereka sudah sampai ke tempat tujuan yaitu kota aivend.


"Oi kalian berdua mau mengoceh sampai kapan ? kita sudah sampai nih digerbang kota !"


"Sudah ?'


" Hahaha aku terlalu sibuk berbicara denganmu saudara akuto ! kalau begitu ayo kita keliar terlebih dahulu"


"Baiklah"


Mereka bertiga pergi keluar dari kereta dan beberapa prajurit datang menghampiri mereka.


"Oh rupanya kalian berdua ya !"


"Yoo kapten penjaga !"


"Seperti biasanya jenggot mu hanya menghalangi muka indahmu"


'Jenggotku adalah berlianku !! , Hmm siapa bocah yang kalian bawa itu ?"


"Dia pengawal kami , Oi kenalkan dirimu !"


'Baik ! perkenalkan namaku Sai Akuto aku adalah seorang pengawal !"


Kapten prajurit itu datang mendekati Akuto dan menatapjya dengan tajam.


"A - apa ?"


"Kau tidak terlihat tangguh ? dan juga dimana senjatamu ? dari pakainmu.. apa kau seorang yang lahir dihutan ??"


Sontak seluruh orang yang ada disana tertawa termasuk kedua saudara pedagang itu.


"Eh ini adalah jubah serigala ! dan ini taring serigala kalau ini adalah baju sekolahku dan ini tas yang kubuat dari kayu !"


"Kuhahah ! tanpa kau jelaskan aku sudah tahu tapi baju sekolah itu apa ? aku tidak pernah melihatnya"


Semua orang mulai terdiam dan memperhatikan baju yang akuto kenakan dari atas sampai bawah.


"Kau siapa.. ?"


Para prajurit memasang muka aneh dan mengarahkan tombak mereka kepada Akuto


"Apa kau mata mata kekaisaran ?!"


"Eh apa ?! bu - bukan ! lagi pula aku tidak tahu mata mata kekaisaran itu apa ?!'


" Hey kapten prajurit bukankah ini berlebihan ? dia adalah pengawal kami yang menyelamatkan nyawa kami tak sepantasnya ia diperalukan seperti itu ayolah"


"Yah kurasa itu benar sebaiknya kau tenang dan lihat terlebih dahulu bocah ini jenggot tebal"


Kapten prajurit itu menghembuskan napasnya lalu pasrah.


"Baiklah kalau begitu kami akan memeriksa bawaannta"


"Akuto biarkan mereka mengeceknya"


"Okey"


Akuto menurunkan tasnya lalu bawahan kapten prajurit itu mulai membongkar isi tas milik Akuto.


Mereka menemukan berbagai macam tumbuhan , ranting pohon , dan berbagai hal lainnya.


"Sepertinya tidak ada yang mencurigakan kapten ! tapi sepertinya kau benar jika dia adalah anak yang lahir dihutan !"


Dan mereka tertawa kembali.


"Baiklah kurasa tak apa tapi kusarankan kau buang tas kayumu jika tak ingin ditertawai seisi kota ! ahahahaha !"


"Akan segera kulakukan ! ( Sial tak mungkin nasibku akan sama dimanapun ku berada ! bahkan dunia lain !! )"


"Kalian boleh masuk !"


"Terimah kasih kapten prajurit !"


"Yo terimah kasih jenggot tebal !"


"Terimah kash !"


Setelah menyampaikan terimah kasihnya mereka semua berjalan masuk kedalam kota dan berjalan di jalan utama kota.


"Ini sangat besar berbeda dengan jalan setapak yang kulalui"


"Jalan utama lebih besar dari pada kota ini dibandingkan dengan ibu kota , tidak ada apa apanya !"


"Yah itu benar wanita dan bir di ibukota lebih enak muehehe..."


"Ahaha suatu hari kami akan menunjukannya kepadamu saudara Akuto !"


Setelah tiba disebuah perempatan kereta itu berhenti dan Akuto melihat lihat kenapa mereka berhenti.


"Yosh sudah sampai kau hanya perlu berjalan digang itu lalu mencari penginapan dengan tanda **** didepannya"


"Terimah kasih untuk Masalah lencana petualang itu ?"


"Kami akan menghubungi koneksi kami disana nanti pastikan kau datang disore hari ya saudara Akuto !"


"Baiklah"


Akhirnya Akuto kembali ke petualangan Solonya lagi dan disini misinya adalah menemukan penginapan dengan tansa **** didepannya.


"Ha... gang ini bercabang.. belok kanan atau belok kiri ??"


Bingung harus memilih arah yang mana Akuto mengeluarkan sebuah ranting kayu dan mendirikannya lalu melihat arah jatuhnya.


"Kiri ! kalau begitu aku akan ke kiri"


Akuto berjalan dengan penuh keyakinan jika jalan yang ia pilih itu benar dan setelah beberapa menit berjalan ia menemukan sebuah seperempatan kecil.


"Kali ini aku harus lurus ? atau belok ya ?"


Didepan terlihat sebuah Air mancur dan jalan yang lebih lebar artinya jalan ditengah adalah salah satu akar jalan yang ia lewati tadi jika pedagang itu benar penginapan itu berada di gang ini.


Akhirnya Akuto memilih arah kanan karena disebelah kiri adalah jalan buntu.


"Sial seharusnya aku memintanya mengantarkanku tepat didepan penginapan saja !! ahhh !!"


Berguman sendiri tapi tak dekat dari Akuto terdengar suara jeritan.


"Tolong !!"


"Diam !!"


Akuto menghentikan gumamannya dan mencoba mendengar kembali apakah suara yang ia dengar itu benar teriakan minta tolong atau hanya khayalannya saja.


"To - tolong !'


"Tidak diragukan Lagi !!"


Akuto segera berlari menuju asal suara itu dan melihat ada empat orang laki laki salah satu dari mereka bertubuh besar dan ada orang yang mengenakan jaket lulit dengan tanduk tanduk disisinya.


"A - ada apa ?! apa yang terjadi ??"


"Ahaha ! teriakanmu lumayan Cebol"


"Kau harus memujiku kalau begitu !"


"Ahaha kerja bagus nanti akan kuberikan pukulan tepat diwajahmu !"


"Apa ?!"


Mengabaikan anak kecil yang kaget pria dengan jaket kulit itu datang mendekati Akuto.


"Oi dilihat dari penampilanmu apa kau seorang pengembala ?"


"Aku pengembara ! bukan pengembala !!"


"Yah iya itu aku tak peduli ! serahkan uang dan semua barang barang mu jika kau tidak ingin mati disini !"


Ketiga orang yang sebelumnya hanya berdiri dibelakang datang mengelilingi Akuto.


"Apa yang kalian ingin lakukan ?"


"Kami tidak akan melakukan apapun jika kau memberikan barang berhargamu serta uangmu kepada kami"


"Tapi aku memerlukannya untuk mendaftar sebagai petualang .. dan membayar penginapan"


"Huh ?? penginapan ? kau tak perlu itu orang sepertimu sebaiknya tidur diselokan ahahaha !"


"Ahaha ! itu benar ! sebaiknya kau tidur dan berenang diselokan !"


"Aku hanya bilang tidur bodoh !"


"Aduh ! hanya tidur ! hanya tidur !"


"Bagus.. sekarang mana ?"


Mereka semua mulai mengeluarkan aura mengintimudasinya dan Akuto bingung dengan apa yang harus dilakukannya.


"( Sial jika aku menggunakan sihirku.. mungkin mereka akan mati.. kalau begitu ! )"


Berniat kekuatan matanya agar fisiknya lebih kuat hingga bisa melawan mereka tapi dari belakang terdengan suara hentakan kaki dan gesekan zirah besi.


"Boss !!"


"Ya !! semuanya cepat ambil !!"


"Oi ! hentikan !"


Para bandit itu menarik tas kayu bakar Akuto dan mereka berhasil melakukannya.


"Tas ku !!"


"Sepertinya diriku terlambat !!"


"Hahaha ! coba tangkap kami !!"


"Diamlah !!"


Para bandit itu pergi menjauh akan tetapi Akuto melihat sesosok wanita cantik dengan rambut pink dan dada besar.