
"Eh.. kenapa kalian menatapku begitu.. ?"
"Kau seorang pengelana ? tapi tak membawa peta ? dan TAK BISA MEMBACANYA ?!!"
"Kufufu Nak wajar saja jika kau tersesat dihutan !"
"Ahahaha ! Bodoh sekali ! kau menjelajah dunia !! Ahahaha !!"
"( Sial ! Aku mengatakannya karena kuyakin penulisan didunia ini berbeda ! dan juga aku tak mungkin berkeliaran tanpa peta !! )"
Akuto memasang raut kesal diwajahnya dan kedua orang itu tertawa.
"Ahaha ! baiklah bocah ! Aku zen akan memgajarkanmu malam ini !!"
"Kalau begitu nak zen tolong ajarkan dia"
"Huff ! mohon bantuanya.. !"
"Ahahaha !"
Pak tua itu pergi kegubuknya dan zen juga pergi kegubuknya untuk mengambil alat tulis dan buku.
Dan sekarang Akuto berada dikamarnya sendirian menunggu paman zen datang.
"Hmm lama sekali.. apa yang dia lakukan ?"
Aku melentangkan badannya ketumpukan jerami dan memejamkan mata.
Tuk ! tuk !
"Apa aku boleh masuk kak ?"
"Hmm ? Oh silakan saja !"
Gadis kecil yang tadi pagi membangunkan Akuto datang masuk melalui pintu dan bukan jendela.
"Jadi ada apa ?"
"Kakak !"
Gadis kecil itu datang berlari mendekati Akuto lalu memeluknya dengan erat.
"Eh ada apa ? ada apa ?"
"Maafkan aku.. ! maafkan aku !"
Sambil memeluk Akuto gadis itu menangis meminta maaf.
"Lah ? kenapa kau meminta maaf ?"
"Aku.. aku..."
"Kamu kenapa ?"
"Aku .. yang membuat kakak pergi menebang kayu dihutan"
Gadis itu menangis lagi dengan kencang dipelukan Akuto.
"Sa - saat kakak dibawa oleh paman.. hiks , Aku melihatnya dan aku.."
"( hmm jadi dia melihat saat aku diseret oleh biadab itu ! )"
Akuto menatap gadis kecil dipelukannya lalu menghelus kepalanya dengan lembut.
"Dengar ... kau tidak salah oke !"
"Hmm tapi .."
"Mereka hanya salah paham, mereka mengira aku adalah penyihir yang sangatlah jahat"
"Tapi kenapa mereka menyret kakak ..?"
"Yah.. itu.. karena aku sulit sekali dibangunkan"
"Kakak sulit dibangunin ?"
"Yup"
"Hiihi kakak lucu !"
"Sekarang hapus air matamu atau tidak pipimu akan berteriak karena kebasahan !"
"Baik !"
Gadis kecil itu mengusap Air matanya dan kebetulan Zen datang membawa buku.
"Oi bocah ! kenapa pintunya terbuka ?"
"Huh itu ! aku lupa menutupnya maaf !"
"Ahaha ! tidak apa.. APA ?!!"
Zen melihat Akuto memeluk gadis kecil itu dan air mata yang sedang diusap gadis itu.
"KA - KAUU !!!"
"Tu - Tunggu !! ini sa - salah !! aku bisa jelaskan"
Bedepak !! pak ! pak !!
Tiga tinjuan mendarat diwajah Akuto sedangkan gadis itu dilempar Akuto kejerami agar tidak terkena tinjuan zen.
Dengan tatapan bingung diwajahnya gadis kecil itu bertanya pada zen.
"Huh ?? paman ! Kenapa paman memukul kakak !!"
"Dia akan menyentuhmu bukan !! pria ini harus diberi pelajaran ! dia bukan penyihir melainkan lolicon !!"
"Tunggu .... !!"
"Ughk !!"
Sambil berdiri diperut Akuto gadis itu menghentikan tinjuan yang menyakiti wajah Akuto.
"Kakak tidak salah ! paman bodoh !"
"Eh ?!"
"Aku datang ke rumah kakak untuk meminta maaf lalu aku memeluk kaka dan aku menangis dan terus aku-"
Gadis kecil itu menjelaskan dengan ala dirinya paman zen diam menatap gadis itu dengan mengangguk - angguk sedangkan Akuto ia menahan sakit diperutnya.
"Owh jadi begitu !"
"Umu ! Umu !"
"Maafkan aku yah bocah ! Ahaha kukira kau akan melakukan hal mesum kepadanya !"
"Tak mungkin ! tapi sebelum itu hey gadis kecil bisakah menyingkir dari perutku ?"
"Huh ? maaf kak !"
"Uhuk uhuk .. tidak apa apa !"
Prok prok prok !
Zen menepuk tangannya untuk mengambil perhatian Akuto dan Loli itu.
"Owh ! baiklah !"
"Aku juga ! Aku juga !"
"Baiklah ! kau juga !"
"Yeaay !"
"Huh ? Apa ?"
"Gadis imut ini akan ikut belajar dengan mu kakak ahahaha !"
"Yah ! aku juga mau belajar kak !"
"Kufufu !"
"Ba - baiklah ... ( Rasa Kemaluanku membesar !! :v )
Akuto pun belajar bersama gadis kecil itu dan diajari oleh Zen anehnya gadis itu lebih pandai membaca dari pada Akuto.
"Hey bocah ! seharusnya kau malu dengan gadis disampingmu ini"
"Kakak ! kau pasti bisa ! aku saja 3 hari baru bisa sedikit kalau kakak pasti bisa !"
"Hehe kau baik sekali.."
"Hihi !"
Gadis itu tersenyum dengan manis.
"Baiklah kita lanjutkan pembelajarannya !"
"Yoo !!"
"Yo....!"
Sudah sekitar satu setengah jam Akuto belajar dan gadis kecil itu tertidur pulas di tumpukan jerami.
"Whoaa ! sepertinya aku sedikit mengerti !"
"Ahaha kau hebat juga bocah ! sekarang mari kita pelajari petanya !"
"Huh ?!!"
"Ahahah !"
Akuto dengan terpaksa haru mempelajarinya agar dia tidak ditipu oleh orang saat berkelana.
Setengah jam berlalu penjelasan tentang peta dan beberapa kerajaan telah usai.
"Baiklah bocah aku akan pergi sekarang !"
"Oi gadis itu masih disini !"
"Oh iya aku lupa !"
Zen mendekati gadis itu lalu mengangkatnya perlahan lahan.
"Hmm dia tak bangun ?"
"Yah dia sangat sulit untuk dibangunkan asal kau tahu !"
"Hoho !"
"Baiklah Aku pergi !"
"Umu ! bye bye !"
"Kata kata apa itu ? aneh !"
Zen pergi bersama gadis yang ia pikul dibahunya dari belakang Akuto melihat wajah gadis yang tertidur pulas.
"Imut !"
Mereka berdua telah jauh dan sudah tak terlihat dan sekarang Akuto berdiri sendiran didepan pintu yang terbuka.
"Yah.. Aku tak bisa melihatnya lagi.. baiklah saatnya tidur !"
Akuto menutup pintu lalu pergi kekasur jeraminya dan tiba tiba terdengar suara.
"Serangan !! Serangan !! Ada serangan !! semuanya cepat bangun !!"
Banyak wanita yang terbangun dan berteriak ketakutan dan mereka semua meneriaki penyihir.
"Penyihir !! Tolong !! ksatria !!"
"Yang benar saja ! apa yang mereka maksud penyihir adalah aku ?!"
Akuto keluar dari gubuknya lalu ia melihat banyak lelaki yang telah mengepung rumahnya akan tetapi zen tidak ada disana.
"Huh ? apa yang kalian lakukan ? apa serangannya disini ?"
"Pasti kau !!"
"Ya !! itu benar !!"
Beberapa orang berteriak setuju akan tetapi perhatian mereka berubah setelah ada orang yang menyampaikan sebuah kabar.
"Serigala !! serigala datang dari hutan mengepung desa !!"
"Apa ?! cepat ! kita harus mengevakuasi anak anak dan wanita !"
Sekarang mereka berlari untuk menyelamatkan anak istri mereka dan Akuto kebingungan.
"Serigala.. ? apa jangan jangan.. ?"
Akuto berlari untuk mencari zen dan pak tua kepala desa.
"Sial ! apa yang harus kulakukan ? desa terkepung tapi aku tak bisa berada disemua tempat !"
Akuto memikirkan segala sihir yang ia bisa akan tetapi tak keluar satupun jawaban.
"Ya ! waktu melawan naga itu aku bisa terbang !"
Akuto memfokuskan kekuatannya kembali dan benar kekuatannya aktif.
"Yosh !! Sekarang terbanglah !!"
Akuto meloncat dan dia berhasil terbang dan ia berteriak sekua tenaganya.
"SEMUANYA !! BERKUMPUL DI TENGAH DESA !! SEMUANYA !! BERKUMPUL !! DITENGAH !! DESA !!!"
"Huh ? baiklah !"
"Ba - baiklah !"
Banyak orang yang berlari ketengah desa dibawah kaki Akuto dan Akuto memperhatikan semuanya dari atas.
"Kami sudah berkumpul ! huh ? siapa yang memanggil ?"
"Hey disini !"
"Apaa ?!!"
Semua orang terkejut saat melihat keatas.