
"Huaaa ! Sudah pagi rupanya"
Akuto bangun dari kasur lalu mrlihat seisi ruangananya.
"Hmm tidak ada apa apa.."
Dia merindukan gadis cilik yang membangunkannya kemarin dengan membawa sarapannya tapi sayangnya dia tidak datang hari ini.
Seusai Akuto berkata seperti itu terdengar suara ketukan pintu dan Akuto segera membuka pintu untuk melihat siapa yang datang menemuinya.
"Yo ! Ada apa !"
"Eh... Yo.. Hai"
"Albert ? Apa yang kau lakukan disini ?"
"Yah aku mengantarkan sarapanmu nah ambil !"
"Ho ! terimah kasih ! bagaimana kalau masuk dulu ?"
"Ah ? tidak usah aku sibuk"
Albert pergi berjalan menjauh meninggalkan Akuto , Akuto kembali masuk dan memakan sarapannya.
"Hmm ! Sarapannya lengkap ? apa mungkin kemarin yang kurang ya ?"
Selesai memakan sarapannya Akuto pergi keluar untuk melihat dampak penyerangan didesa.
Diperjalanannya mengelilingi desa Akuto banyak melihat rumah yang berantakan dan sedikit hancur.
"Ini tidak separah serangan beruang ya.. tapi banyak yang tewas.."
Banyak mayat penduduk desa yang disusun rapi dan ditutupi kain tipis yang baunya tercium.
"Oh hai nak selamat pagi"
"Selamat pagi ! anu boleh gk aku bantu ?"
"Tentu saja ayo angkat yang itu kita bawa kepemakaman"
"Baiklah"
Akuto membawa satu mayat dengan dipikulnya dipundak lalu berjalan dibelakang pak tua.
"Kau kuat juga ya pak tua"
"Ahahaha ! Meski begini jiwaku masih muda lo"
"Ahaha - ah.."
"Ada apa ?"
"Tidak ! tidak apa apa ! aku hanya kagum dengan kekuatanmu !"
"Ahaha yah duluaku seorang petualang yang menjelajah dunia dan mendapatkan banyak misi dari negara besar"
Pak tua itu menceritakan kisah kisah masa mudanya yang heroik sedangkan Akuto tidak merasa nyaman.
"( Ma - mayat ini punya dada yang besar ! )"
"Dan lalu aku mengalahkan monster dan disana aku bertemu dengan istriku"
"( Sial ! Tombak tersembunyi sudah terbangun ! apa yang kulakukan !! ini mayat wanitaa !! aku harus menghormatinyaa !! )"
"Ahaha ! saat aku menginap dirumah istriku kami melakukan berbagai hal saat malam hari tahu"
Pak tua itu menatap Akuto dengan sebuah mata aneh yaitu mata mesum mencurigakan.
"Ah - uhm Yah apa yang kalian lakukan ?"
"Ahaha ! kau polos sekali nak ! Saat kau punya pasangan nanti kau akan tahu apa indahnya dunia kufufufu !"
"Ahaha ! aku menantikannya !"
Akuto berjalan terus lalu ia akhirnya sampai disebuah pemakaman dan banyak papan yang bertuliskan nama.
"Baiklah kita sudah sampai nak !"
"Yosh ! aku taruh dimana ?"
"Taruh didekat sana makamnya tepat disebelah situ"
"Baiklah"
Akuto menaruh mayat wanita itu dengan hati hati lalu ia meminta maaf dalam hati karena apa yang ia lakukan sebelumnya.
"Kalau begitu kita kuburkan yang ini dulu "
Akuto dan pak tua menguburkan mayat yang dibawa pak tua itu dengan cangkul yang sepertinya sengaja ditaruh disana.
"Kasihan sekali anak ini dia harus meninggal diusia muda.."
"Hmm.."
"Hey nak.. jika kau akan melakukan perjalanan kau ingin kemana ?"
"Aku ? hmm kurasa aku akan jadi sepertimu !"
"Oho ! kalau begitu sebaiknya kau pergi ke sebuah kota lalu mendaftar menjadi petualang"
"Petualang ! itu seperti yang ada di anime anime !"
"Huh ? anime bicara apa kau nak ?"
"Ahaha tidak apa apa aku hanya membual ehehehe"
"Owh sebaiknya kau kurangi kebiasaan itu atau tidak wanita akan banyak menjauhimu"
"Ukhm ! ( Kurasa aku tahu kenapa aku selalu dijauhi ! )"
"Baiklah sudah selesai sekarang kita tancapkan batu nisan ini lalu kerjakan yang satunya"
"Okey !"
Sudah satu jam dan Akuto berjalan pulang menuju desa dan pak tua melanjutkan kisah heroiknya.
"Aha ! kita sudah sampai tidak terasa ya nak !"
"Iya benar juga"
"Kalau begitu aku pergi dulu"
"Yang lainnya gimana ?"
"Hmm ? oh itu akan dilakukan penduduk lainnya"
"Baiklah aku akan kembali ke gubukku !"
Akuto berpisah dengan pak tua itu dan berjalan menuju gubuknya.
"Ha.. badanku memjadi bau mayat ,kuharap aku tidak menjadi Zombie"
"Hmm ? oh hai kak !"
"Huh ? Oh hai Loli chan !"
"Loli ? Chan ?"
"Kau mau kemana ?"
"Aku akan ke sungai !"
"Sungai ?"
"Ya ! untuk membasuh muka !"
"Kalu begitu apa aku boleh ikut juga ?"
"Tentu saja !"
"Yosh ! Akhirnya !!"
Akuto berjalan menuju kesungai bersama gadis kecil itu kesungai dan dia hanya mengikutinya dari belakang karena tak tahu jalan.
"Apa kita sudah sampai ?"
"Belum kak !"
"Oh baiklah.. apa kita sudah sampai ?"
"Hentikan ! kaka bodoh !"
"Aduh du ! baiklah ! baiklah !"
"Hmm !"
"Ehehe.."
Saat diperjalanan Akuto hanya mengganggu gadis kecil itu karena reaksinya yang imut dia terus mengganggunya.
"Ahaha kalau begitu hilangkan keimutanmu dulu !"
"Tidak ! aku tidak mau hilang !"
"Ahaha !"
Gadis kecil itu berlari menjauh dari Akuto.
"Oi ! tunggu aku ! nanti aku tersesat !!"
"Bueek !!"
"Oi !!"
Akuto berlari mengejarnya karena takut ditinggak sendirian dihutan dan mereka terus berlari sampai akhirnya sampai kesungai.
"Ha.. ha.. Tu.. tunggu.."
"Kita sampai !"
"Huh ? apa sudah ?"
"Yup ! Uyeaayy !!"
Gadis itu melepas bajunya dan lalu melonpat masuk kedalam air.
"Mataku ! tutup !"
"Kakak ! ayo !"
"Ah.. baiklah !"
Akuto melepas bajunya kecuali boxer ( Celana pendek masa gk tahu "v ) dan masuk kedalam air.
"Di - dingin !"
"Ahaha ! kakak berlebihan !"
"Fuih..."
"Ara - ara .."
"Apa itu ? aku langsung merinding !"
"Halo ! jadi kau pemuda pengelana yang tersesat ya.. ?:
Wanita itu berbicara dengan nada menggoda kepada Akuto dan berenang mendekatinya.
"Eh iya !"
"Kufufu .. kau terlalu tegang sini biar aku santaikan sedikit tubuhmu !"
"Eh uhmm.. "
Wanita itu memijati bahu Akuto dari belakang dan gadis kecil yang tadinya asik berenang mendekati Akuto.
"Kakak ! Basuh kepalaku !"
"Huh ? ba - baiklah !"
"Ikan ! ikan ! kenapa kau menjauhiku !"
"Kufufu kau imut sekali seperti biasanya"
"Huh bibi ? apa yang bibi lakukan"
"Aku memijati tubuh anak ini"
"Urgh ! damagenya !"
Wanita itu menempelkan tubuhnya kepunggung Akuto dan Akuto merasakan kekenyalan yang aneh.
"I - ini"
"Ada apa ~ ?"
"Tidak ! tidak apa apa"
"Hup !"
Gadis kecil itu duduk dipangkuan Akuto dan kembali menyanyikan lagu ikannya.
"Kakak Apa kakak membawa tongkat ke sungai ?"
"Tidak emang kenapa ?"
"Aku merasakan sebuah tongkat dibawahku ! dan ia terus mengeras !"
"Kufufu bagaimana kalau kau mengambil tongkat itu !"
"Baik bibi !"
"Tu - tunggu !!"
Akuto berdiri karena airnya dangkal lalu izin pergi.
"Se sepertinya tubuhku sudah bersih aku akan pergi dahulu !"
"Sudah selesai ? Kau tidak menginginkannya lagi ?"
"Ti tidak !"
"Kufufu baiklah !"
"Kalau begitu aku ikut kakak !"
"Ara - ara semuanya pergi.. kalau begitu aku juga ya.."
"Ba baiklah !"
Akuto memakai pakainya jauh dari wanita dan gadis kecil itu karena dia tidak merasa nyaman saat memasang banu didekatnya.
"Yosh mari kita pergi !"
"Aku didepan !"
"Kalau begitu aku disini !"
Wanita itu mengandeng lengan Akuto dan Akuto tidak bisa menolak karena sibuk mengendalikan nafsunya.
Perjalanan kali ini terasa lebih lama karena Akuto tidak berlari seperti sebelumnya dan juga karena ada wanita yang mengandengnya.
Walau membutuhkan waktu lama akhirnya mereka sampai lalu disana ia berpapasan dengan seorang pria.
"Sayang ? apa yang kau lakukan ?"
"Aku mandi disungai lalu ada anak muda yang menggodaku !"
Wanita itu berlari memeluk pria yang sepertinya akan marah.
"Hai paman !"
"Ah.. Hai paman.. !"
"Oi ! Apa yang kau lakukan dengan istriku !"
"Tunggu aku hanya mandi kesungai dan.."
"Dan apa ?!"
"Dan dia menggodaku sayang"
"Apa ?!"
Pria itu mendaratkan kepalan tanganya diwajah Akuto lalu dia mendaratkannya lagi dan lagi.
"Kufudu kurasa sudah cukup sayang"
"Huh !"
"Mari kita pulang aku sudah tidak sabar !"
"Baiklah ! ayo !"
"Da da akuto san !"
Wanita itu melambaikan tangannya dan tersenyum melihat Akuto.
"Dasar !!"
"Kakak ? apa kau baik baik saja ?"
"Yah aku baik"
Akuto bangkit kembali lalu ia berjalan kembali kegubuknya dan gadiskecil itu menatap dengan bingung dari belakang.
"Humm ?".