
Akuto masih kebingungan dilain sisi Shironeko mengangguk dengan kencang sambil menunggu jawaban dari Akuto.
"Tentu saja aku ingin membantu.. tapi aku tak tahu harus apa yang harus kulakukan"
"Ke hutan ! Ke hutan !"
Shironeko bersemangat memberi tahu lokasi yang ingin ditujunya untuk membantu teman teman Shironeko
"Hutan ? Annie apa kau tahu sesuatu tentang nama hutan yang ada disekitar kota ini"
"Hutan yang ada didekat kota cuman ada satu yaitu hutan Ollieanoer"
"Hutan Ollieanoer ? Hmm baiklah bagaimana aku bisa ke sana ?""
Annie mengeluarkan sebuah peta kecil disana Akuto melihat ada replikan dua dimensi dari kota Aivend dan Utara ada jalan besar, di timur ada sebuah hutan sepertinya itu adalah hutan yang dimaksud yaitu hutan Ollieanoer.
"Disini adalah hutan Ollieanoer jika anda ingin pergi kesana maka anda harus melewati gerbang timur Aivend"
"Baiklah jadi aku perlu kesana ya.."
"Tapi saya tidak menyarankan anda untuk pergi ke sana tuan Akuto karena disana banyak monster yang berkeliaran dan terdengar rumor kalau ada markas rahasia bandit disana"
"Bandit dan monster cukup menyulitkan juga ya"
Menoleh kebelakang Akuto melihat ke arah Shironeko akan tetapi dengan mata berkaca kaca tampak harapan yang tertuju kepada Akuto.
Akuto mulai memikirkan hal hal yang membuat Shironeko ingin ia untuk membantu temannya atau mungkin menyelamatkan teman - teman mereka.
Walau ada hal yang seperti itu muncul di benak Akuto, Akuto tidak mengharap kan hal seperti itu terjadi karena itu merepotkan.
"Baiklah jika kita memang harus pergi maka kita harus bersiap Shironeko ! Maaf Annie kurasa aku tidak mengambil misi hari ini"
"Tidak apa - apa"
Shironeko tampak bahagia mendengar Akuto menerima misi cuma - cuma yang diberikan Shironeko walau hanya gratis setidaknya Akuto ingin membantu gadis imut yang sedang bersamanya sekarang.
Ketika sudah berada di luar Guild Petualang Akuto tidak tahu harus pergi kemana terlebih dahulu akan tetapi Akuto memiliki pertanyaan yang terus ada sejak tadi.
"Shironeko ? Sebenarnya apa yang terjadi dengan teman temanmu hingga kau ingin aku membantu mereka ?"
"Umm..."
Shironeko terdiam sebentar sepertinya ia memikirkan bagaimana ia akan menjelaskannya.
"Jadi kemarin ketik a Shiro sedang berjalan dengan teman teman ada paman paman yang datang dan mereka membawa teman teman Shironeko !"
"Ini namanya penculikan ! Baiklah kurasa aku harus melaporkan ke kantor polisi tapi di dunia ini apa ada kantor polisi ya ?"
"Tidak ! Shiro tidak ingin polisi ! Shiro ingin kakak saja kalau kakak pasti bisa ! Jika terlalu lama maka"
"( Tunggu apa dia akan menangis ? Eh ?! Apa ?! )"
Shironeko menangis karena sudah tidak tahan membendung air matanya lagi dan kini ia sedang menangis, orang - orang yang berjalan disekitar menatap Akuto dan kasihan terhadap gadis didepannya yaitu Shironeko.
"Yosh ! Yosh ! Kurasa kita pergi ke toko ramuan kuharap disana ada ramuan penyembuh ! Baiklah ayo kita pergi Shironeko !!"
"Ba - baik !"
Berusaha menghapus air matanya Shironeko berjalan pergi mengikuti Akuto dan meninggalkan orang - orang yang akan mulai berkerumunan karena tangisan Shironeko sendiri.
Dan sekarang Akuto mencari cari toko ramuan karena toko pandai besi kemarin berada tidak jauh dari guild petualang Akuto pikir begitu juga dengan toko ramuannya.
"Permisi nek apa kau tahu dimana ada toko ramuan disini ?"
"Toko ramuan ? Apa maksudmu tokoh herbal"
"Maksudku toko yang menjual sebuah penyembuh instan yang digunakan petualang bukan tokoh herbal nek"
'itu tokoh herbal bodoh !"
"Aduh !"
"Cepat ikuti aku"
Setelah memukul Akuto nenek itu segera menyuruh Akuto dan Shironeko untuk mengikutinya berjalan.
Setelah berjalan 5 menit tokoh yang dimaksud sepertinya benar, tokoh herbal yang ada tanda dedaunan di papannya dan tempatnya tidak berada jauh dari guild petualang.
"Mari kita masuk"
"Baik"
"Pe - permisi !"
Shironeko tampak gugup di samping Akuto sedangkan nenek itu berjalan menuju meja dan memutar sebuah tanda.
"Baiklah jadi kau ingin apa ?"
"Kau yang menjaga tempat ini ?"
"Tidak aku pemilik tempat ini ! Jadi kau ingin apa ??"
"Ah. ."
Mengabaikan Akuto yang terbengong Nenek itu mengambil beberapa ramuan dan meletakkannya dimeja.
"Ini adalah ramuan penyembuh, ini ramuan penambah kekuatan, ini ramuan kamuflase, dan.. kurasa kau mungkin menyukainya"
"Ramuan penyembuh terdengar menarik tapi ramuan apa yang kau pikir aku akan menyukai nya nek ?"
"Ini adalah ramuan tidur ! Ramuan ini berkerja sangat cepat seperti ramuan lainnya kau bisa menggunakan ini untuk gadis gadis cantik kau tahu !"
"Gadis gadis ?"
"Ah bukan apa - apa Shironeko !! Oi nek disini ada anak kecil !"
"Hahaha maaf kalau begitu ! Ha-ha-ha"
"Cih ! Kalau begitu aku beli ramuan penyembuh nya saja !'
"Huh ? Tidak akan ku jual !"
"Apa ?! Jika kau tidak menjual bagaimana tempat ini bisa disebut toko !!"
"Ahaha ! Jika kau ingin membeli ramuan ini maka kau harus membeli semua ramuan ini ?"
Menunjukan ramuan yang berdiri berjejer disana ada ramuan penyembuh, penambah kekuatan, kamuflase, dan ramuan tidur.
"Jadi berapa harga semuanya ?"
Memberikan harga yang disebutnya nenek itu tersenyum dengan licik.
"Ha.. baiklah ini ambil lah !"
"Ahaha ! Kau baik sekali nak ! Baiklah terimahkasih dan silakan pergi dari sini !!"
"Langsung mengusirku setelah mengambil uangku ya ?"
""Cepat ambil ramuannya atau aku tarik kembali !"
"Baik ! Baik ! Sudah !! Ayo Shironeko'
Akuto pun pergi dengan cepat dari toko itu karena paksaan dari penjual tokoh itu.
"Ahaha !! Aku Untung banyak !!"
Meninggalkan toko herbal milik nenek tadi Akuto sekarang berjalan dengan Shironeko sambil memasuki ramuan nya ke dalam tas kayu buatan tangannya.
"kak kapan kita akan pergi ?"
"tenang saja setelah aku siap kita segera pergi kita tidak boleh ceroboh setelah diberi peringatan oleh Annie"
"Baiklah kak"
"Yosh gadis pintar ! kalau begitu mari kita penginapan terlebih dahulu"
Akuto bersama Shironeko sekarang memutuskan untuk kembali ke penginapan terlebih dahulu.
"Omong - omong Shironeko bagaimana kau tahu teman temanmu ada di hutan itu ?"
"Umm ? Seorang pak tua memberi tahuku jika paman paman itu suka berada disana jadi Shironeko pikir teman teman ada disana !"
"Umu ! Umu ! selain pintar sepertinya kau juga cerdas ya Shironeko !"
Menghadiahkan elusan lembut di kepala Shironeko, Akuto kagum dengan betapa cerdasnya Shironeko mencari informasi tentang teman temannya dan bukan menangis ditepi jalan.
Setelah beberapa langkah yang banyak tidak kerasa jika Akuto dan Shironeko telah sampai di penginapan yang mereka sewa.
"Kami kembali"
"Selamat datang Tuan Akuto dan nona Shiro"
"Umph ! terimahkasih bibi Cristia !"
Akuto dan Shironeko pun mengambil kursi kosong dan duduk disana dari dapur Cristia dengan membawa roti dengan aroma lezat datang menghampiri Akuto.
"Tuan dan nona silakan di coba "
"Ini kelihatan enak bagaimana Shironeko ?"
Bertanya kepada Shironeko yang sudah mengambil duluan dan mencicipinya wajah Shironeko tampak senang menandakan roti itu enak sekali.
"Ini enak !"
"kalau begitu.. humm benar !"
"Ah terimahkasih !"
"bagaimana bisa jadi enak seperti ini ?"
"Berkat saran dari tuan Akuto saya mencoba membuat sebuah roti dengan bahan bahan yang baru dan di pasar saya menanyai beberapa orang tentang roti yang enak"
"Hoho ! sepertinya kau bekerja keras ya Cristia !"
"Ini enak kak !"
"Terimahkasih"
Sambil menikmati Roti yang dibuat oleh Cristia Akuto teringat dengan apa yang harus ia lakukan sekarang.
"( Ini masih siang ya ? kurasa aku coba cari saja didalam hutan siapa tahu aku akan menemukan teman teman Shironeko )"
"Ada apa tuan ?"
"Oh Cristia aku akan pergi lagi nanti"
"ada apa ?"
"Aku akan mencari teman teman Shironeko di hutan jadi aku ingin kau menjaga Shironeko disini"
"Ba -"
"Tidak !! Shiro ingin ikut !!"
"Tapi Shironeko.."
"Tidak kak !! teman - teman Shironeko, Shironeko ingin bertemu dengan mereka ! Shiro tidak ingin disana !"
"Nona hutan itu sangat berbahaya bagi Anda karena disana banyak monster dan bandit yang berkeliaran merampok para petualang"
"Tapi.."
"(Petualang ! aku adalah seorang petualang apa mereka akan merampokku juga ??)"
Shironeko terdiam karena memikirkan bahaya hutan tersebut dan ia hampir menangis karenanya.
"Hmm.. ah kurasa tidak apa apa jika kau ikut Shironeko"
"Yeay !"
"Tuan apa anda yakin ?"
"Yah kurasa begitu soalnya jika aku tidak bersama Shironeko aku tidak tahu wajah teman temannya seperti apa"
Setelah sepakat pergi bersama Akuto pun mulai mengeluarkan barang barang yang ia telah beli hari ini.
"Kurasa perisai ini akan berguna nanti dan ramuan ramuan ini juga"
"Kak ?"
Mendengar panggilan Shironeko Akuto pun mengelus lembut kepalanya dan kini mereka siap untuk pergi ke hutan Ollieanoer.
"Yosh ! ayo Shironeko ! pertama kita pergi ke gerbang timur kota"
"Baik kak"
Dengan kepercayaan diri dan semangat yang tinggi keduanya menuju ke timur untuk pergi ke hutan Ollieanoer.