Become a Hero In Another World

Become a Hero In Another World
Hari Pertama Petualang Baru



Akuto berdiri diam didepan meja resepsionis sambil melihat gadis resepsionis itu mempersiapkan barang barang yang diperlukan.


Sang manajer guild itu melihat Akuto lalu menyapahnya dengan ramah.


"Halo ! jadi kau adalah Sai Akuto ??"


"Iya itu benar !"


"Haha aku tak sabar menunggu kau untuk beraksi kudengar kau bisa mengalahkan Cacing raksasa itu sendirian ?"


"Yah itu benar.. hahaha !"


Akuto hanya tertawa kecil karena malu ketika ia dihujani pujian dari manajer guild itu , sepertinya manajer guild itu mengharapkan kontribusi besar yang akan dilakukan oleh Sai Akuto.


"Tapi kenapa kau percaya begitu mudah ?"


"Orang yang sudah seperti saudara bagiku mengatakannya dan kenapa aku tidak mempercayainya ?"


"Tapi mungkin aku tak sekuat yang kau kira"


"Ahaha kau sungguh rendah hati anak muda !"


Diraut wajah sang manajer itu penuh kesenangan yang membingungkan adalah kenapa dia begitu bahagia terhadap orang yang baru akan mendaftar dan kekuatannya saja belum diukur.


Sedangkan dilihat dari orang orang yang berada didalan guild itu sepertinya banyak petarung hebat.


"Annie apa sudah selesai ?"


"Persiapan alatnya sudah siap manajer kita tinggal meneteskan darahnya"


"Bagus ! baiklah anak baru silakan teteskan darahmu !"


"Tentu ! akan kuteteskan sebanyak , apa ?! da - darah ?!"


"Iya itu benar tuan"


Akuto terdiam lalu melihat belati kecil didepannya perlahan lahan dia mengambilnya dan lalu


"( Hanya setetes itu merupakan hal yang mudah bagiku !!! )"


Akuto dengan cepat mengambil belati itu lalu mengibaskannya kearah tangannya.


"Ehe ?! Tu - tuan !!!"


Akuto mengeluarkan banyak darah dan darah dari jari jari Akuto menyembur kemana mana.


"Oho ! sudah ? mari kita lihat.... ?"


"Manajer ! Tuan Akuto !"


"Yah bawa dia keruangan dan gunakan ramuan penyembuh"


Gadis resepsionis itu mengangkat Akuto dengan mudah sulit dibayangkan seorang lelaki digendong oleh seorang perempuan yang berbeda sebanyak dua kali.


"Tunggu sebentar akan kuambil segera !"


Akuto dibaringkan disebuah kursi panjang dan gadis itu pergi berlari mengambil ramuan penyembuh di penyimpanan.


Tak lama setelah gadis itu meninggalkannya Akuto terbangun.


"Hmm ? dimana inj ? Jarikuu ?!!"


Akuto melihat jarinya bersimbah darah akan tetapi ketika ia meraba rabanya tak ada bekas yang ditinggalkan belati tadi.


"Ini aneh ? kenapa lukanya hilang ?"


Akuto membulak balikkan tangannya lalu pintu terbuka dengan keras.


"Aku datang !!! He ?!! anda sudah bangun ?"


"Yups "


"Kalau begitu kita harus menyembuhkan lukanya cepat minum !"


Gadis itu sangat khawatir kepada Akuto dan sekarang Akuto hanya menatapnya saja.


"Aku akan membersihkan darahnya seharusnya sudah tidak apa apa sekarang"


"Baiklah.."


Akuto terus menatap wajah gadis resepsionis itu dengan pakain khas yang mirip dengan pakain khas seorang bartender.


"Sudah sepertinya ramuan penyembuhnya bekerja dengan cepat"


"Terimah kasih"


"Ah tidak apa apa !"


Akuto mengucapkan terimah kasih dengan tulus dan gadis resepsionis itu tersipu malu , saat Akuto sedang sibuk bersama gadis itu manajer guild itu datang masuk.


"Kau sudah bangun ?"


"Su - sudah !"


"Manajer ?"


Sang manajer terlihat serius lalu dia menatap akuto.


"Mungkin kita harus mencobanya lagi"


"La - lagi ?!"


"Apa ada masalah dengan alatnya manajer ?"


"Yah mungkin karena terlalu banyak darah yang tertetes atau mungkin.."


"Baiklah ayo !"


Akuto berdiri lalu bergegas pergi dari ruangan itu karena dia ingin bergegas menyelesaikan tahap ini.


Tiba dimeja resepsionis Kenzo terlihat sangat bosan dan dia tertidur pulas


"Tidak , itu karena dia hanya menerima misi penting dan dia diperintahkan untuk bersiaga di guild"


"Bukankah itu membosankan ?"


"Kurasa begitu baginya ."


"Akuto ? kemarilah kali ini aku yang akan membantumu"


Manajer itu mengulurkan tangannya kepada Akuto dan memerintahkannya untuk datang dari kejauhan Akuto memandangi dengan curiga.


"Ada apa ? kemarilah"


"Baik"


Dengan pasrah Akuto datang walau dia merasakan firasat yang buruk dan dia benar ketika tangannya bersentuhan dengan telapak tangan manajer.


"Kasar !"


"Ada apa ? apa aku terlalu kasar ? baiklah aku akan memperlakukanmu dengan lembut"


"Hentikan itu !"


Akuto semakin waspada terhadap Manajer aneh ini dan dibelakang mereka berdua Gadis resepsionis itu diam melihat adegan langka itu.


"( Manajer memperbolehkan tuan Akuto mendaftar tanpa harus membayar .. apa sebelumnya Akuto san dengan manajer ! )"


"Hyaaa !"


Gadis itu terteguo menelan ludahnya dan suasananya semakin panas ketika sang manajer menusukkan belatinya kejari Akuto.


"Mungkin menyakitkan saat pertama kali tapi kau akan terbiasa nanti"


"A - apa ?! hentikan !!"


"Syuuu !!"


Gadis resepsionis itu mimisan dan terpental ke belakang beruntungnya Kenzo ada disana dan dia berhasil menahan annie gadis resepsionis itu sebelum terjatuh.


"Kenzo ? syukurlah tak semua lelaki seperti.."


Annie chan kembali berdiri akan tetapi kenzo datang membantu manajer karena Akuto meronta ronta


"Aku menahannya dari belakang"


dengan tubuh besar milik kenzo Akuto akan sangat sulit untuk bergerak dan Manajer dengan mudah berhasil mengambil darah Akuto.


"Baik selesai !"


"Ahaha kau sangat energik Akuto !"


"Ha.. ha. ha.. si - sial !!"


Manajer melihat air yang sudah diteteskan darah Akuto disana terlihat beberapa simbol sepertinya sebuah kata kata.


Akuto mencoba membacanya tapi ia tak mengerti huruf didunia ini tapi anehnya mereka berbicara seperti Akuto.


"Ini aneh.... jarang ada kasus seperti ini ?"


"Ada apa pak tua ? kenapa kau sangat bingung"


Kenzo datang melihat hasilnya lalu ia terkejut setelah melihatnya.


"Iya ini aneh.. hey Akuto kemarilah bukankah ini aneh ?"


"Ah... aku tak bisa membacanya emang apa yang salah ?"


"Kekuatan magis mu adalah enol , yang artinya kau tak punya mana sedikitpun ditubuhmu ?"


"Heh ?!"


Akuto setelah mendengar laporan dari Kenzo sangat bingung karena sebelumnya dia sudah menggunakan berbagai jenis sihir mulao dari angin , air , dan bahkan api tapi kenapa ia tak memiliki mana.


"Hmm mungkin ada sedikit kesalahan yah tapi untuk sementara kami akan mencantumkan ini dilaporan dan untuk job class kau adalah. "


"Spell fencer ! hoho keren Akuto kau memiliki job sebagai ahli pedang dengan sihir !"


"Horray !"


Akuto bingung apakah dia harus senang atau bingung karena kekuatan sihirnya adalah enol yang artinya dia tak memiliki potensi sihir apapun


"Tak perlu dipikirkan anak mudah dan ini saatnya untuk menentukan misi pertamamu"


"Misiku ! baiklah !"


"Annie chan tolong bantuannya aku akan kembali ke ruangan ku"


"Baik manajer !"


Annie segera kembali keposisinya lalu ia memilih selembaran berisikin misi misi yang dkberikan oleh para penduduk.


"Karena kekuatan magis mu tidak ada.. aku merekomandasikan kamu untuk membunuh slime yang memakan padi dipertanian !"


"Slime ? ( Oh itu adalah monster level 1 untuk seorang pemula kurasa memang benar )"


"Slime ya.. berbeda misi pertamaku adalah membunuh Minatour"


"Ehe ?! apa ?"


"Kufufu saat Kenzo san meneteskan darahnya seisi guild bersorak karena airnya meledak kemana mana"


"Me - meledak !"


"Yups"


"Ahaaha kau berlebihan Annie chan !"


Dan Akuto menerima misi yang diberikan kepadanya yaitu membunuh slime dilahan pertanian.