Become a Hero In Another World

Become a Hero In Another World
Penyerangan Sekumpulan Serigala



"Apa ?! Oi apa yang kau lakukan disana ?!"


"Eheheh Hai !"


Para penduduk tercengang lalu mereka terkejut ketika banyak serigala yang datang disekeliling mereka.


"Jangan mendekat !!"


"Grrr.. "


Beberapa penduduk menggunkan tongkat kayu panjang untuk menjauhkan serigala akan tetapi serigala itu datang menyerang.


"Groaaar !!"


"Pure light shot !"


Serigala tertembak oleh serangan cahaya Akuto para penduduk kebingungan lalu melihat keatas.


Akuto hanya tersenyum ketika para penduduk melihatnya dengan pasrah , mereka tak bisa bertarung karena beberapa lelaki terluka karena Akuto sebelumnya.


"Aku bisa mengatur kekuatan tembakannya ! kalau begitu !!"


Akuto melesat turun ketanah lalu meninju salah satu serigala.


"Keren ! Aku benar benar kuat sekarang !"


Serigala lainnya datang melompat menyerang Akuto, Akuto merunduk lalu memukul dengan keras perut serigala itu.


"Ahaha ! bagaimana ?"


Tiga serigala menyerang Akuto dan Akuto menggunakan Wind Blade untuk membunuh serigala - serigala itu.


Dari belakang salah satu pria dengan tangan diperban diserang serigala ia sudah diterkam dan menahan tubuh serigala diatasnya.


"To - tolong !"


"Albert !!"


"Goaar !!"


Seseorang mencoba membantunya akan tetapi ia dicegat serigala lain dan terpaksa harus melawannya.


"Sial ! Albert !!"


"Huh ?"


Akuto melirik kearah suara itu dan melihat pria dengan tongkat sedang melawan serigala.


Dan Akuto mengenal nama yang disebut oleh pria itu sebelumnya ialah albert.


"Ahaha ! sekarang rasakan itu !!"


"To - tolong aku !! Ahh !! siapa saja !!"


"Ha.. tak ada pilihan lain !"


Akuto datang dengan cepat karena kekuatannya sedang Aktif ia melesat dengan cepat.


"A - Apa ?"


"Hehehe.. kekuatanku sedikit aneh ! aku tak tahu batasannya ?"


Akuto membantu albert bangun dan ia berterimah kasih lalu lari untuk berkumpul dengan para penduduk


"Baik ! Oi paman yang disana !"


Akuto memanggil pria yang sedang melawan serigala akan tetapi dia tidak menanggapinya.


"Salahku juga sih .. Fire ball !!"


Serigala itu terpental dan terbakar ketika bola api Akuto mengenainya.


"Hey ! aku bisa kena !"


"Maaf ! tapi lebih baik kau membuat lingkaran untuk melindungi penduduk yang tak bisa bertarung ditengahnya !"


"Huh ? baiklah !"


"Yosh ! sisanya serahkan kepadaku !"


Pria itu berlari kearah kerumunan penduduk dan juga meneriaki pria yang lain untuk membantunya.


Untuk Akuto menyerang serigala - serigala lainnya dengan serangan fisik dan sihir akan tetapi dirinya tak cukup untuk melawan mereka semua.


"Sial ! Hey ada satu disana !!"


"Urryaaaa !! giliran kami !!"


Satu serigala yang mendekat dikeroyok habis oleh penduduk desa yang menunggu giliran untuk bertarung.


"Mati kau !!"


"Jangan berani - beraninya menyerang desa kami !!"


"Whoaa !!!"


"Mereka mengerikan juga .."


Akuto memandang mereka ketika mereka menusuk dan memukul serigala itu sampai mati.


"Oi dia sudah mati !"


"Apa ?"


"Ugkh ! tidak apa apa"


Akuto mencoba menegur mereka akan tetapi dia dibalas dengan tatapan tajam.


Mereka melanjutkannya dan Akuto fokuz kembali untuk membasmi kawanan serigala.


"Yossh ! Semuanya semangat !!"


"Oaah !!"


Akuto terus bertarung dan membiarkan beberapa serigala lolos karena dia percaya penduduk desa bisa mengatasinya dan itu benar.


"Rasakan ini !! Oaaah !!"


"Aku juga ikut !!"


"Eh pak tua !"


"Aku masih muda !! Lihat ini !!"


Pak tua itu mengambil tongkat dan menyerang serigala juga.


"Jiahahaha ! Kemampuanku masih belum pudar ! ingat itu !!"


"Kami jugaa !!"


"Yoo !!"


Penduduk desa semuanya bersemangat para wanita dan anak juga orang yang sedang terluka membantu dengan melempar batu dan mencaci maki


"Ahahaha !!"


"Hehehe .. mereka benar benar mengerikan"


"Fuih.. sudah semua sepertinya.."


"Ha.. ha.. Mana lagi !"


"Kalian tak kenal lelah ya.."


Akuto heran dengan stamina mereka mungkin karena Akuto menggunakan sihir dan kehabisan mana.


"Hmm ? dimana zen ?"


"Huh ?.. Iya juga dimana dia ?"


"Oi keponakannya juga tak ada !"


"( Keponakan ? apa gadis itu keponakannya ? )"


"Sebaiknya kita mencari mereka nak"


"Yah kupikir juga begitu !"


Akuto dan beberapa orang pergi untuk mencari mereka , ada juga yang ditinggalkan untuk menjaga penduduk yang tak bisa bertarung.


Akutomemyusuri dan mengecek semua gubuk terkadang dia menemukan mayat penduduk yang sudah dimangsa serigala.


"Sial ! Aku harus cepat ! Oi gadis kecil !! Zen !!"


Akuto terus berlarian akan tetapi dia mulai tersesat karena iru ia memutuskan untuk kembali ke yang lainnya.


"Kebetulan ! bagaimana ? kalian menemukannya ?"


"Aku tidak menemukan mereka !"


"Sama"


Akuto mulai cemas dengan keadaan mereka lalu mereka sadar bahwa pak tua belum kembali.


"Dimana pak tua ?"


"Benar juga ! mungkin paman menemukan mereka !"


"Okey mari kita kesana tadi pak tua pergi kearah itu !"


Akuto dan lainnya bergegas menuju lokasi pencarian milik pak tua dan disana dia menemukannya.


"Oh Pak tua !!"


"Paman !!"


Dipanggil beberapa kali Pak tua itu hanya berdiri diam tak begeming disana


Akutopun berlari mendekatinya.


"Pak tua ! ada apa ?"


"Hiks .. Hiks.. paman zen.."


"A - apa ?"


Akuto melihat gadis kecil itu dipelukan pak tua itu lalu didepannya ada mayat zen yang tersandar dengan dinding gubuk dibelakangnya.


"Apa yang terjadi ?!"


"Dia sudah bertarung dengan keras.."


Terdapat banyak luka gigitan dan cabikan ditubuh zen lalu disana juga ada dua mayat serigala yang lehernya sudah terputar.


"Zen yang melakukannya .."


Akuto kagum dengan perjuangan zen dalam melindungi gadis kecil yang sebenarnya keponakannya.


"Paman.. hiks.. hiks.."


"Sudahlah Nia chan .. Kakek ini akan menjagamu , oke ?"


"Hmm .. hiks... kakek kenapa paman.."


Sudah sejam sejak saat penyerangan kawanan serigala itu dan penduduk desa sedang membersihkan puing puing bangunan yang hancur.


"Baiklah ! besok akan kita lanjutkan !"


"Fuaah yah kurasa benar sebaiknya kita tidur dulu"


"Yah"


Para penduduk bubar dan Akuto mengikuti mereka , Akuto kembali kegubuk.


"Ha.. bagaimana keadaan gadis kecil itu ya.."


Akuto mengasihani gadis kecil itu lalu terdengar ketukan dari pintu kamarnya.


"Nak kau masih bangun ?"


"Oh pak tua ! masuk saja"


"Baiklah aku masuk"


Pak tua masuk kedalam gubuk dan Akuto bingung harus bersikap seperti apa.


"Eh anu.. Ada apa ?"


"Ah tidak apa apa aku hanya ingin berbincang sedikit !"


"Jadi apa itu ?"


"Sebelumnya aku minta maaf !"


"Ahaha tidak apa apa !"


"Terimah kasih .. anu kami semua berterimah kasih karena kau telah membantu kami nak"


"Itu wajar saja lagi pula aku tak mung diam begitu saja"


"Ahaha ya kurasa itu benar .. nak apa kau ingin tinggal beberapa hari lagi disini"


"Hmm ? kurasa tidak , aku berniat untuk pergi kekota terdekat !"


"Jadi begitu.. Kalau begitu izinkan kami untuk mengantarkan kepergian mu"


"Kurasa tidak apa apa !"


"Ahaha baiklah kalau begitu aku pergi dulu nak"


"Hmm oke !"


Pak tua pergi berjalan keluar meninggalkan Akuto.


"Ha.. apa mereka akan mengadakan perayaan ? kurasa itu tak pas sekarang"


Aku berbaring ditumpukan jeraminya dan menatap tas kayu bakarnya.


"Untung saja barangku tak ada yang rusak tapi tidak ada yang berhaga disana"


Akuto memejamkan matanya lalu tertidur.