Become a Hero In Another World

Become a Hero In Another World
Tiga Orang Petualang



Matahari muncul dan menandakan datangnya pagi , salah satu dari ketiga orang petualang yang bertemu dengan Akuto tadi malam terbangun dan menguap.


"Ha.. Sudah pagi ya.. Sial aku masih ingin tidur"


//memeluk


"Sialan !! oi bangun !!'


"Ha ?? diam.. A... Cu cu"


"Sepertinya kau mendapatkan mimpi yang bagus ya !!!"


Prakk ! Prakk !


Pria yang bangun terlebih dahulu itu terus menampar nampar wajah temannya yang sedang tertidur.


"Oi ! Hentikan !!"


"Hahaha !! Cepat bangun kalian berdua !!"


"Hoaam.."


"Cih ! kenapa hanya aku ?!"


"Karena kau spesial"


"Dasar sialan !!"


Setelah mereka bertiga terbangun para petualang itu merapikan kemahnya dan bersiap pergi.


"Oi ! kenapa kita makan dulu ?"


"Yah benar itu !"


"Sudah diamlah lagi pula kita sudah dekat ke desa yang kita tuju"


"Ha..."


"Iblis !"


"Apa ?!!"


Para petualang itu akhirnya telah meninggalkan kemahnya dan Akuto baru terbangun setelah mereka pergi.


"Whoaa ! sudah pagi ?"


Akuto mendudukkan dirinya lalu mengusap - usap matanya.


"Hmm .. yap sepertinya aku harus melanjutkan perjalananku"


Akuto bangkit lalu bersiap untuk melanjutkan perjalanannya ia memakai tasnya lalu pergi ke kemah yang dia temui sebelumnya.


"Dimana mereka ? apa sudah pergi ?"


Akuto berdiri dengan sedikit rasa kecewa dihatinya


"Ha.. Padahal aku ingin menanyakan sesuatu."


Akuto berjalan dengan pasrah melanjutkan perjalananya dan dengan tak disengaja dia merasakan dia menginjak sesuatu.


"Apa ini ?? sebuah tanda ? lambang ?"


Akuto menemukan sebuah tanda dengan sebuah lambang dan mengambilnya.


"Hoho ini keren cocok sekali bila kugunukan dengan jubah bulu serigalaku ini"


Akhirnya Akuto selesai memasang lambang itu jubahnya dan perasaan kecewa sedikit terobati karena dia menemukan sesuatu yang keren.


Sudah 5 jam berlalu sejak ia meninggalkan kemahnya dan sekarang matahari berada tepat diatas kepala.


"Ah.. Panas !! , haus sekali..."


Akuto mengambil sebuah botol atau lebih tepatnya sebuah bambu yang ditutup kayu tebal diatasnya.


"Ha - habis ?!!"


Dari kejauhan terdengar suara dentuman keras dan cekikan kuda.


"Whoaa !! sial mereka mengagetkanku !! ada masalah apa mereka dengan ku ?!"


Akuto dengan kesal berjalan dengan cepat dan memaki maki penyebab suara itu tapi sesampainya ia di sana.


"Mo - monster !!!"


"Ahh ! bu - bukannya sudah kubilang sebaiknya kita menyewa penjaga !"


"Diam sekarang bukan saatnya untuk itu"


Dihadapan kereta kuda kedua pria itu terdapat sebuah monster cacing yang muncul dari tanah dan ukurannya lumayan besar.


"Sebuah cacing raksasa ? sebaiknya aku segera membantu !"


Akuto berlari menuju cacing itu dengan cepat sebelum ia meluncurkan serangan dan membunuh penumpang kereta kuda tak beruntung itu.


"Kak ! dia menyerang !!"


"I - ibu !!!"


"Fire Ball !!"


"Whoaarr !!"


Akuto mengeluarkan sihir apinya kearah wajah cacing itu dan cacing itu kembali kedalam tanah.


"Apa ? tadi ?? siapa yang melakukannya ? kak ?"


"Ha.. Ibuku tolong aku !!"


"Oi kak ! berhenti menangis !"


"ha ??"


Salah pria itu menyadarkan temannya yang tak berhenti menangis dan Akuto datang dari belakang kereta mereka untuk mengecek keadaan mereka berdua.


"Hey ! kalian tidak apa apa ?"


"Siapa kau ?"


Salah satu pria itu memandang dengan curiga terhadap Akuto dan memegang pedang pendeknya.


"Tidak perlu tegang seperti itu lagi pula aku yang menyelamatkan kalian tahu !"


"Kau ? yang melakukan sihir tadi ?"


"Terimakasih !... Aku terselamatkan tuan pahlawan !"


"Kak tunggu dulu !"


"Ah eh ? sama sama"


"Tak perlu lagi pula jika aku tak melakukan itu pasti jalanku akan terhalang"


"ah ! terimakasih !"


"Hehe .. kalau begitu aku pergi dulu"


Akuto menenangkan pria yang mengucapkan terimah kasih padanya lalu pergi melompati lubang besar yang disebabkan cacing raksasa itu.


"Yosh ! saatnya pergi !"


Dari belakang kedua pria itu kebingungan saat melihat Akuto melompati lubang itu dengan mudah.


"Apa ? bagaimana bisa ? apa dia petualang ?"


"Dasar bodoh ! dia itu malaikat tahu !"


"Kau yang bodoh dasar bodoh !!"


"Apa ?!"


"Lagi pula kita harus memutari lubang ini"


"Oi !! jangan mengabaikan ku !!"


"Eh kak ! bagaimana kalau kita menyewa petualang tadi ?"


"Hah ? kau ingin menyewa penjaga ? ayolah mereka tak berguna !! aku bisa mengalahkan bandit sendirian"


"Bisa bisanya kau mengatakan itu setelah menangis dihadapan cacing itu"


"Ughk ! Lakukan sesuka mu !! tapi jangan menangis kalau kita kehabisan uang !!"


"Hahaha lagi pula kita bisa mencari uang lagi tapi nyawa tak bisa kita cari dengan mudah"


"Oi pak tua ! lebih baik kau kejar orang itu"


"Sial !"


Salah satu pria itu melompat dari kereta dan berusaha mengejar Akuto yang akan mulai menjauh.


"Oi !! .. sial lubang ini mengganggu saja ! , Oi !! Tuan yang di sana !! oii !!"


Pria itu berusaha memanggil Akuto sekeras mungkin tapi Akuto tak bergeming sedikitpun.


"Apa ada yang salah dengan telinganya ??"


Pria itu mengambil sebuah batu kecil lalu melemparkannya sejauh mungkin ke arah Akuto.


"Yosh ! sekali lagi !"


Beberapa batu yang terlempar berhasil mengenai kepala dan leher Akuto.


"Ha ?? .. Siapa itu ?"


"Oi !!!"


Tak jauh dari tempat Akuto terlihat seorang pria yang melambai lambaikan tangannya kepada Akuto.


"Hmm ? apa dia memanggil ku"


"Iya !! Kau !! oii !!"


"Sepertinya benar begitu.. ha.. Aku harus berjalan kembali.."


"Yosh ! berhasil !"


Akuto berjalan perlahan lahan mendatangi pria itu dan melompati lubang yang menganga.


"Ada apa ?"


"Eh anu itu !"


"Apa ?"


"Aku ingin menyewa mu tuk mengawal kami dan bawaan kami sampai dengan selamat ke tujuan !"


"Hmm baiklah tapi kalian akan pergi kemana ?"


"Oh ! kami akan pergi ke kota yang berada di dekat sini namanya adalah kota Aivend !"


"Hoho ! baiklah aku kurasa akan membantu , oh iya ! berapa kalian akan membayar ku ?"


"Lebih baik kita membahas didalam saja disini sangat panas"


"Yah kurasa benar !"


Sambil membawa tas kayu di punggungnya Akuto berjalan bersama Pria itu ke keretanya.


"( Hmm kurasa pria ini seorang pedagang , dan aku harus meminta bayaran yang tinggi muehehe )"


"Ayo silakan"


"Ahm.. Baiklah"


Akuto menaiki kereta itu , keretanya cukup besar didepan ada tempat duduk untuk pengendara kudanya dan dibelakangnya lebih tepatnya didalam kereta itu ada tempat kosong sepertinya untuk tidur sisanya dipenuhi barang bawaan.


"Kak siapa dia ?"


"Oi apa kau lupa ?? dia orang yang menolong kita bodoh !"


"Oowh begitu ! haha maafkan aku !"


"Tidak apa apa ! ( Pria ini berubah total dari sebelumnya )"


"Baiklah jadi kami akan membayar sebesar 1 koin perak jika kau ingin mengawal kami sampai tujuan"


"Hmm.."


"Te - tentu saja kami akan menanggung biaya makan dan minumnya selama perjalanan bagaimana ?"


"Oi bodoh ! kau membayarnya 1 koin perak ? sebaiknya kau berikan saja dia roti basi sebagai bayarannya !"


"Oi kak !!"


"Cih !"


"Maaf ! maafkan aku bagaimana ? apa kau setuju dengan tawaranku sebelumnya ?"


"Eh sebenarnya ada saru hal ?"


"Uh ? a - apa itu ??"


"Aku ingin kau membantuku mendaftarkan diriku sebagai petualang !"


"Oho ! itu mudah ! setuju !"


"Baiklah !"


Akuto pun sepakat dirinya pun pergi mengawal kedua pedagang itu untuk ke kota Aivend yang juga jadi tujuan nya.