Become a Hero In Another World

Become a Hero In Another World
Pagi Shironeko



"( Ha... Aku masih ngantuk )"


Berulang kali kepala Akuto terangguk - angguk karena dirinya sedang mengantuk.


"Kakak ? Tidak apa - apa ?"


"Aku baik baik saja Shiro hanya ngantuk , hoaaam !"


Dari belakang terdengar suara langkah kaki menuruni tangga dan dari sana terlihat Cristia sudah menggunakan pakaian bekerjanya.


"Selamat pagi tuan ! Maaf membuat anda menunggu saya akan segera membuat sarapan Anda"


"Baik terimahkasih Cristia"


Cristia berbalik dan menuju dapur untuk membuat sarapan mereka


"( Hmm kira - kira apa yang harus aku lakukan ya hari ini ? )"


"Kak ?"


Melihat Akuto termenung Shironeko berusaha memanggilnya untuk mengambil perhatian dari Akuto.


"Ada apa Shiro ?"


"Umm kak ! Shiro ingin kakak .."


"( Oh ya kalau tidak salah semalam Shiro ingin memintaku untuk melakukan sesuatu ya ?? )"


"Shiro ingin-"


"Makanannya sudah siap tuan Akuto nona Shironeko"


Dengan senyuman di wajahnya Cristia menghidangkan sarapan Akuto dan Shiro , menu hari ini adalah telur, roti, dan segelas air putih.


"( Hoho sudah lama aku tidak memakan makanan seperti ini sejak aku SMP )"


Di kehidupan sebelumnya ketika masih di dunia asal Akuto , Akuto selalu sarapan dengan sebuah mie instan atau terkadang karena terlambat bangun ia terpaksa untuk tidak sarapan sama sekali.


"( Hahaha beruntungnya aku memiliki kekuatan ini dan Shironeko !! )"


"Kak . ?"


Menunggu Akuto , Shironeko memegang kedua alat makan dengan tatapan penuh kelaparan yang mengarah pada makanan diatas piring.


"Kenapa menungguku ?"


"Ma - maaf tuan"


"O - Owh !!"


Akuto lupa kalau ia berada di penginapan bukan rumah miliknya.


"Yosh silakan 5 tembaga bukan ?"


"Baik terimahkasih tuan"


"Nyaaam !!"


"Oh kau sangat lapar rupanya Shiro"


Shironeko akhirnya bisa memakan makanan yang ia tunggu dengan lahap.


~ 15 menit kemudian ~


"Yosh Shiro selanjutnya kita harus kemana dulu ya.."


Akuto memiliki uang yang banyak hasil menjarah sekelompok bandit dan ia bingung harus menghabiskannya untuk apa.


"( Pertama kurasa aku memperpanjang sewa kamar di tempat ini lalu pergi mencari senjata dan.. membeli pakain renang untuk Shiro muehehe )"


"Hummph ??" Shironeko menatap wajah mesum Akuto dengan tanda tanya di matanya.


"Ah ! Apa aku ketahuan ?!"


"Ketahuan ?"


Akuto membalikkan tubuhnya dan membuat postur berpikir yang keren.


"Hmm bagaimana kehidupanku di 10 Ribu tahun kedepan ya... Hmmph !"


"Wuaaahh kakak pintar !!"


Shironeko datang mendekati Akuto dan mengelus ngelus kepalanya sambil tertawa ceria.


"Kakak menakjubkan !"


"Shiro kau terlalu polos.."


Ya kurasa tidak apa apa karena kepolosan nya adalah bagian dari keimutan nya juga.


Cristia datang mendekati mereka berdua dengan membawa sekeranjang roti yang baru dia buat.


"Silakan tuan Akuto dan nona Shiro jika ingin mencobanya ?"


"Tentu saja !"


"Shiro mauu !"


Mereka berdua mengambil masing masing satu dan mencobanya terasa sangat hambar dan sedikit keras.


"Kakak Cristia ini enak !"


"Terimahkasih Shironeko bagaimana dengan anda tuan Akuto ?"


"Hmm .. ini hambar dan sangat keras"


"Ughk !!"


"Tapi ini enak ! Shiro mau lagi !"


"Ah terimahkasih Shiro !"


"( Apa aku terlalu jujur ya ? )"


Setelah mencoba roti buatan Cristia Akuto mengajak Shironeko keluar mengelilingi kota.


"Dari arah ini kita hanya perlu lurus ya ?


"Kak itu apa ?"


"Hmm terlihat seperti ikan, bagaimana kalau kita mampir ke sana"


"Baik !"


"Paman aku pesan dua tusuk !"


"Baiklah !!"


Dua ikan bakar di serahkan kepada Akuto masing masing nya seharga yaitu 3 koin tembaga.


"Enak !"


"Apa kau menyukainya Shiro ?"


Shironeko mengangguk dengan kencang sambil memakan ikan bakar nya.


"Yosh sepertinya aku sudah sampai di sini"


Akhirnya mereka sampai pada tujuan Akuto hari ini yaitu toko penempa.


"Permisi"


Cring !


"Selamat datang !"


Pria berjanggut putih dan bertubuh besar agak mirip dengan dwarf hanya saja tubuhnya tinggi dan tidak pendek.


Disekitar tokoh itu terpajang berbagai peralatan seperti pedang, perisai, sarung tangan, helm, dan yang lainnya.


"Halo pak aku disini ingin membeli sebuah pedang apa ada ?"


"Hoomm"


Pria tua itu menatap tajam kepada Akuto sepertinya ia sedang berpikir pedang apa yang cocok dengan Akuto.


"Siapa kau ?"


"Heh ?! Apa kau bo - ukhum aku adalah pelanggan disini pak"


"Owh begitu ? Jadi apa mau mu ?"


Sial pria ini sepertinya sudah pikun, ah.. kenapa aku harus bertemu dengan orang seperti ini ?!.


"Aku ingin mencari sebuah pedang pak"


"Pedang ? Bagaimana kalau ini ?"


"Maaf pak tapi itu sebuah perisai"


"Apa kau buta ?! Ini adalah pedang !!"


"Tapi itu..."


"Baiklah ! 3 koin perak !"


"Ah tidak pak aku ingin membeli pedang"


"Beli atau pergi ?"


Karena malas untuk mencari toko lainnya dan kasihan karena pria tua itu sepertinya sepi pembeli.


Ya itu wajar saja karena dia seperti itu, pada akhirnya Akuto membeli sebuah perisai tangan dengan harga 3 koin perak .


"3 koin perak ya.. artinya itu 300 tembaga ya..."


"Kakak ?"


Masih memakan ikan bakar yang sudah setengah Shironeko memanggil Akuto.


"Ada apa Shironeko Chan ?"


"Hmm tidak.."


"( Apa dia lupa ? Kuharap Shiro tidak tertular kepikunan pria tua tadi ! )"


Melanjutkan perjalanan mereka kini Akuto pergi ke guild petualang untuk mencari misi.


"Perisai yang lumayan bagus tapi misi seperti apa yang cocok ya ?"


"Misi ??"


"Yups misi ! Aku ingin mengambil sebuah misi di guild kau ingin ikut ?


"Mau !"


"Baiklah ayo ! ( Kurasa tidak apa apa jika membawanya jika mengambil misi seperti kemarin )"


Akuto menggendong Shironeko dipunggung nya dan berlari menuju guild petualang.


Dipunggung Akuto sepertinya Shiro sendiri sangat menikmatinya.


Sesampainya mereka di guild petualang Akuto pergi ke resepsionis dengan Shironeko di punggungnya.


"Halo Annie"


"Selamat pagi apa anda ingin mengambil sebuah misi ?"


"Yups !"


"Kalau begitu silakan menuju papan misi yang disebelah sana"


"( Tulisan apa ini ??!! )"


Akuto tidak bisa membaca tulisannya sama sekali dan sekarang ia menebak misi misi yang mudah dengan melihat gambarnya.


"Ini anjing ? Atau serigala ? Kalau yang ini ayam ??"


"Kakak"


dari samping Shironeko Menarik jubah serigala Akuto.


"Ada apa Shiro apa kau menemukan sesuatu yang bagus ?"


"Humph !"


"Hoho ! Yang mana ??"


"Kakak apa kakak bisa membantu Shironeko mencari teman Shironeko ??"


"( Hmm apa ? Mencari Shironeko membantu teman Shironeko ??? )".


Akuto kebingungan dengan kata kata yang diucapkan Shironeko, sementara Shironeko terus melihat ke arah Akuto dengan mata penuh harapan.