Become a Hero In Another World

Become a Hero In Another World
Keberangkatan Dari Desa ( 2 )



"Whuaa !Baiklah sekarang apa ?"


Akuto mengistirahatkan tubuhnya dengan membarangkan tubuhnya lalu menatap langit langit.


"Sepertinya tak ada yang bisa kulakukan lagi disini sebaiknya aku pergi"


Akuto bangkit lalu mempersiapkan barang barangnya dan memakai jubah serigalanya.


Akuto yang sudah siap membuka pintu lalu pergi untuk mencari pak tua untuk berpamitan dan meminta sebuah peta.


"Dimana pak tua itu ya ? Oho oi albert !"


"Huh ? ada apa ?"


"Apa kau melihat pak tua ?"


"Paman ? dia ada didalam sana"


"Oh terimah kasih !"


"Yah seterah padamu"


Akuto menuju gubuk pak tua itu lalu sesampainya disana ia mengetuk pintu dan pak tua itu membolehkannya masuk.


Saat Akuto masuk sesuana disana sangat tenang Istri pak tua itu sepertinya sedang merajut pakain sedangkan pak tua sedang meminum secangkir teh.


"Oh hi nak ! ada apa kau membawa barang barang mu ?"


"Ah iya ! aku akan segera pergi jadi setidaknya aku ingin berpamitan terlebih dahulu"


"Padahal baru satu malam kau menginap disini .... maafkan kami"


"Ah tidak ! Aku hanya bersemangat setelah mendengar ceritamu pak tua !"


"Hoho ! Apa kau ingin menjadi seorang petualang ?"


"Tentu saja , Aku akan menjadi petualang lalu kaya !! ahahahaha !!"


"Ahaha ! aku suka semangatmu kalau begitu pergilah kekota Aivend dan mendaftar disana !"


"Baiklah kalau begitu aku akan meminta sebuah peta eheheh .."


Pak tua itu memberikan sebuah peta dan pentunjuk - pentujuk jalan yang aman dilallui walau diselipkan sedikit sebuah kisah.


"Nah itu saja nak kuharap kau berhati hati setelah kau melalu jalan kecil ini kau akan melalui jalan yang besar biasanya disana banyak bandit"


"Umu ! aku akan waspada !"


"Yah kalau itu kau pasti bisa:


"Baiklah sampai jumpa !"


Akuto berjalan keluar dari gubuk meninggalkan pak tua bersama istrinya.


"Sayang kenapa kau memberikan uang dan lencanamu ?"


"Aku rasa itu akan membantunya nanti"


"Jika soal uang kurasa tidak apa apa tapi jika kau memberikan lencanamu ke sembarang orang kau tak akan tahu apa yang dia lakukan dengan lencana pahlawan itu"


"Ahahah ! Ayolah .. dia hanya anak muda yang tak tahu apa apa"


"Hmm.. jika ada masalah kau akan menanggungnya !"


"Ba - baiklah.. kurasa.."


Akuto sekarang sudah sampai didepan pagar keluar desa dan ketika ia hendak memulai perjalanan dari belakang terdengar seseorang yang memanggilnya.


"Kakak !! tunggu !!"


"Hump ?"


"Kakak !!"


"Oho hai gadis kecil !!"" Akuto melambaikan tangannya ke gadis kecil yang sedang berlari menuju dirinya.


Gadis imut itu akhirnya berhasil mengerjar Akuto dan memberikan sebuah bungkusan berisikan kue perjalanan.


"Ini untukku ?"


"Ya !"


"Oho terimah kasih !! kau sangat baik !"


"Ehehe !" Dari belakang Albert berlari menuju merekan dan datang memarahi gadis kecil itu.


"Hey gadis nakal jangan berlari mendahuluiku itu berbahaya !"


"Maaf !"


"Huh .. Sudahlah jadi kau sudah memberikannya ?"


"Sudah !"


"Baiklah ayo pergi !"


"Oi tunggu !!"


"Apa ?"


"Apa kau tak ingin mengucapkan salam ?"


"Baiklah sampai jumpa !... oh iya !"


"Huh ??"


Albert menarik sebuah belati dari sakunya , belati itu disarungi sebuah kulit hewan.


"Ini untukku ?"


"Ya paman lupa memberikannya padamu"


"Sial menyingkiri dariku !"


"Ahaha kau tsundere rupanya"


"Cepatlah pergi atau kami akan kembali terlebih sebelum kau"


"Ahaha baiklah ! bye bye !"


"Ucapan aneh apa itu"


"Bye bye kakak !"


Akhirnya Akuto pergi dari desa itu menuju sebuah kota yang bernama Aivend.


Sekarang Akuto sedang berjalan disebuah jalan tanah yang tidak lebar mungkin lebarnya seperti jalan biasa.


"Ha.. Mari lakukan kebiasaan yang sering kulakukan.. berjalan sendirian"


Akuto terus berjalan menyusuri jalan yang seperti tak ada ujungnya wajar saja desa yang ia singgahi berada sangat jauh dari perkotaan ataupun desa lain.


"Didesa itu juga tidak ada kuda atau kendaraan sepertinya mereka tidak berpergian karena JAUH !!"


Sudah 5 jam sejak ia pergi dan sore hari akan tiba Akuto menghentikan perjalanannya lalu mencari tempat untuk beristirahat malam ini.


Akuto masuk sedikit dalam hutan dan ia mencari tempat yang bisa dijadikan tempatnya tidur kali ini dia tidak tidur dipohon karena Akuto tidak ingin jatuh saat bangun.


Dan Akuto menemukan sebuah tempat yang pas ia mendirikan sebuah tenda kayu dengan dinding jubah serigala.


"Tenda kemana mana !! ahaha akhirnya berguna juga ! tak sia sia aku membuatnya , sekarang aku memerlukan kayu bakar"


Akuto pergi mencari kayu bakar disana ia menemukan kelinci dan berniat menjadikannya makan malam hari ini.


Akuto membersihkan kelinci yang telah didapatkannya lalu membakarnya , Malam hari tiba dan tidur.


 


"Uh ? apa ?"


Akuto terbangun lalu melihat kelangit malam.


"Masih malam ? ha.. !"


Akuto membalikkan badannya mencoba untuk tidur akan tetapi ia mendengar suara suara.


"Haa.. ! apa yang kita lakukan sampai harus berjalan sejauh ini !"


"Itu sudah tugas kita , lagi pula kita sudah dibayar banyak oleh orang itu"


"Apa kita tak mencari misi yang lebih mudah saja ?"


"Akhir akhir ini jarang ada orang yang membuat permintaan dan kali ini ada orang yang meminta langsung kenapa tidak ?"


"Oi kalian berdua bagaimana kalau kita beristirahat disini ?"


"Ide bagus !"


"Ya ! aku sudah lelah !"


Orang \- orang itu beristirahat didekat Akuto akan tetapi mereka tidak menyadari kebaradaan Akuto yang sedang tidur.


"Disini banyak juga kelinci"


"Yah sepertinya sarangnya berada didekat sini"


"Yo ! aku dapat satu !"


"Oi sudah cukup !"


"Ayolah kali ini saja kita makan banyak !"


Akuto yang sebelumnya tertidur terbangun kembali karena ia mendengar suara suara orang didekat perkemahannya.


"Huh ? Apa disini ada orang ya ?"


Akuto melihat sekeliling tapi dia tak melihat apapun lalu ketika ia melihat keatas disana terdapat asap yang terbang tak jauh dari tempatnya berada.


"Oho ! sepertinya ada pengelana juga ! bagaimana kalau aku menyapa mereka !"


Akuto mengikuti lokasi asal asap itu lalu disana ia melihat ada tiga orang dengan perlengkapan lengkap dan pedang yang disarungkan dipinggang.


"Oh halo ? apa kalian pengelana juga ?"


"Hmm ? Oh hai ada apa ?"


Salah satu orang mendakapi sapaan Akuto sedangkan yang lainnya sibuk mengunyah kelinci bakar ditangannya.


"Tidak apa aoa aku hanya melihat ada asap api unggun jadi aku mendekat"


"Ho aku baru menyadarinya sepertinya disana tempat kau berkemah ?"


"Haha iya !"


"Kebetulan sekali apa kau akan kedesa ?"


"Hmm ? Aku sudah meninggalkan desa itu"


"Ho.. begitu !"


Akuto melanjutkan oborolan mereka disana kedua orang yang tadinya sibuk makan ikut berbaur dalam obrolan.


Mereka terus mengobrol hingga mereka lupa kalau sekarang sudah tengah malam ,Akuto yang sudah mengantuk pamit pergi kembali ke kemahnya.


"Yah silakan !"


"Sampai jumpa besok !".