
Digelapnya malam terdapat kumpulan cahaya yang menerangi sebuah bangunan yang terbuat dari kayu disana terlihat sekelompok bandit sedang mengikat anak - anak setengah hewan di kedalaman hutan. Mereka memasukan anak - anak setengah hewan itu ke dalam kerangka besi yang berada diatas kereta kuda.
Para bandit tersebut tampak tergesa - gesa dikarenakan khawatir akan pasukan prajurit kerajaan akan datang untuk menangkap mereka.
'Bos !."
Salah satu bandit bergegas masuk ke dalam sebuah tenda dan tampak seorang lelaki bertubuh gendut berpakaian mewah dengan dua gadis diperlukannya.
"Hey ! apa kau lupa sebelumnya aku sudah memberitahu mu untuk meminta izin sebelum masuk ?!."
"Maaf boss ! tapi !."
"Kembali sana aku masih ada urusan disini cepat aku sedang sibuk disini !."
Orang gendut tersebut tampak tak senang ketika kesenangan nya diganggu seseorang sayangnya dia tidak melihat situasi yang tepat untuk melakukannya.
Sementara itu bandit yang datang memasang muka kesal dengan perilaku yang diberikan atasannya kepada dirinya.
"Kita harus bergegas menuju tempat persembunyian lain mereka akan segera menemukan tempat ini, Kita tidak punya waktu untuk dibuang ! atau kita semua akan mati digantung dasar sialan !."
"Kita ? maksudmu kalian bukan, Cepat sana pergi aku akan siap sebentar lagi."
Dengan wajah kesal bandit itu keluar dari tenda dan bergegas menyiapkan barang barang mereka yang tersisa, Sedangkan bos dari bandit tadi ikut bergegas menyelesaikan kesenangan nya yang tertunda.
Banyak barang yang diangkut ke dalam sebuah kereta kuda dan beberapa dari kereta kuda sudah berangkat pergi meninggalkan tempat persembunyian mereka.
Anak - anak setengah hewan yang akan dijual ke pasar budak juga sudah siap untuk diberangkatkan hanya tinggal melakukan pemeriksaan terakhir.
Beberapa bandit ditugaskan untuk melakukan pengecekan terhadap para budak dan kereta kuda yang digunakan disana, Di sebuah kereta kuda terkurung Shironeko yang tak berhenti menangis dengan memanggil nama Akuto.
Bandit yang memeriksa kerangka besi yang ditempati Shironeko bersama anak - anak setengah hewan lainnya memukul keras jeruji besi kerangka besi untuk menghentikan tangisan Anak - anak setengah hewan didalamnya.
"Diamlah ! nanti akan jadi repot kalau mereka datang !"
"Mereka ... ?."
"O - oi yang benar saja !"
Mendengar kata "mereka akan datang" membuat para anak - anak setengah hewan membuat suara lebih keras dengan menangis dan berteriak.
Mendengar suara bising ketua dari bandit itu datang menemui sumbernya. Dia datang dan memukul anak buahnya.
"Mendiamkan mereka saja tidak bisa !."
Ketua bandit itu mengambil sebuah cambuk dan memukul membabi buta ke dalam jeruji besi sesekali cambuk yang dilontarkannya mengenai jeruji akan tetapi tetap ada yang kena cambukan keras dari pria itu.
"Bos jangan terlalu merusak mereka.."
"Jika tidak dibeginikan bagaimana ada orang yang mau membeli mereka !.*
Pria itu terus melontarkan cambuknya hingga para anak - anak setengah hewan menghentikan tangis dan suara bising yang mereka buat.
Mundur sekitar dua setengah jam sebelum nya di bibir gua terdapat Akuto yang tengah berlari ke jalan masuk ke gua yang kedua.
Sebelumnya setelah mendengar suara teriakan Akuto bergegas berlari menuju arah sebaliknya dari bibir gua sebelumnya yang dimana tergeletak pasukan Alicia yang telah di lumpuhkan Akuto dengan kekuatan sihirnya.
"Shironeko !! dimana kau ?!."
Sesampainya disana Akuto berteriak memanggil Shironeko akan tetapi tidak ada jawaban dan suara yang didengar Akuto sebelumnya tidak ada.
"Apa aku bermimpi ? tidak seharusnya mereka ada disekitar sini !"
Akuto bergegas menaiki tanjakan di gua dan keluar dari gua itu. Dari sana Akuto melihat beberapa arah yang mungkin akan dituju Shironeko bersama anak - anak setengah hewan lainnya.
Akuto pergi mengarah ke sebuah jalan memasukki hutan yang tampak nya baru dilalui sebelumnya karena tampak beberapa jejak yang masih baru dan rerumputan yang baru terinjak, Tampaknya ekskul Pramuka yang ditekuni oleh Akuto saat masih di bangku SD dan SMP tidak sia - sia.
Akuto berjalan memasuki hutan dengan mengikuti jejak yang dia temukan akan tetapi setelah berjalan cukup lama dia tidak menemukan apa - apa sampai seseorang datang menyerang Akuto dari belakang.
Sebuah bilang pedang diayunkan dan mengenai punggung Akuto hingga membuat luka robek yang cukup lebar di sepanjang punggung Akuto.
"urgkh !Fire Ball !"
Akuto menciptakan bola api dengan telapak tangannya dan mengarahkan tembakannya ke dada sang penyerang akan tetapi jarak dekat tidak menguntungkan untuk seorang mage apa lagi dengan diserang secara tiba - tiba.
Dengan luka yang ada dipunggung nya membuat pergerakan Akuto sulit apa lagi dia belum pernah bertarung melawan pengguna pedang ditambah dikelilingi pepohonan juga gelapnya malam menguntungkan sang penyerang yang membuat Akuto kesulitan untuk mengarahkan sihirnya.
Satu - satunya pilihan Akuto sekarang adalah mundur akan tetapi ketika ia ingin mundur dia telah dikepung oleh dua orang lainnya.
"Mau kemana lu ? lu pikir bisa kabur tanpa kepala lu kami penggal ?."
Tampaknya kedua orang itu memiliki hubungan dengan orang yang mencoba melakukan pelecehan kepada anak - anak setengah hewan yang sebelumnya juga telah Akuto bunuh.
Kedua orang itu segera menyergap kedepan Akuto dengan cepat melontarkan sihir air yang cukup besar sama seperti sebelumnya dan air yang seperti ombak menggulung kedua orang itu didalamnya.
"Haha ! hampir saja !."
Akuto tertawa bahagia bahwa dia mengetahui nyawa terselamatkan dengan sihir nya akan tetapi setelahnya Akuto merasakan kepalanya semakin terasa berat dan ada rasa memual dari perutnya.
Dari arah belakang punggung Akuto tampak seorang yang menebas Akuto sebelumnya datang untuk mengambil kesempatan.
"Ahaha dasar bodoh !!."
Tiba tiba sebuah panah datang menghalangi orang itu dan membuat nya mundur.
Akuto terkaget dan merasa terselamatkan oleh anak panah yang dilesatkan entah oleh siapa akan tetapi itu menolong hidupnya.
"Masih ada satu lagi rupanya !."
Akuto memaksakan tubuhnya dan bersiap melontarkan sihirnya dan kali ini dia tidak akan ragu untuk membunuh orang yang sudah berniat membunuhnya dua kali.
Akan tetapi usaha itu dihentikan ketika dia melihat Kenzo datang berlari dan mengayunkan bilah pedang nya ke orang yang menyerang Akuto.
"Kenzo ?! kenapa kau bisa disini ?."
"Kita bicarakan itu nanti ! Zillie !."
"Aku mengerti !."
Dua orang selanjutnya datang menyusul salah satu diantaranya bernama Zillie.
"Aku akan membantu !."
"Tidak perlu khawatir Kenzo pasti bisa mengalahkannya, Heal !."
Zillie menenangkan Akuto lalu merapalkan mantra penyembuh kepadanya, Luka akibat sabetan pedang tadi perlahan menutup dan pendarahan juga telah terhenti.
Sementara Zillie menyembuhkan Akuto, Kenzo sedang bertarung dengan orang yang menyerang Akuto bersama dengan pemanah yang sebelumnya melepaskan anak panahnya untuk Akuto.
Mereka berdua berhasil membuat orang yang menyerang Akuto terluka akan tetapi ketika akan ? melumpuhkan nya orang itu melemparkan bom asap dan menghilangkan jejak dari sana.
"Dia sudah kabur kupikir nanti aku bisa menangkap nya."
"Sayang sekali Kenzo tampaknya itu tidak bisa dilakukan."
Mereka berdua berbalik dan berjalan menuju Akuto dengan raut wajah yang tidak mengenakan.
"Eh.. apa yang kalian lakukan disini Kenzo ?."
"Kami sedang menjalankan misi sementara itu apa yang kau lakukan anak baru ?."
"Aku datang untuk menyelamatkan gadis kecil yang sebelumnya bersamaku."
Raut wajah Kenzo sedikit berubah otot wajah yang sebelumnya kencang sedikit mengendur setelah mendengar perkataan Akuto sementara kedua orang lainnya diam menyaksikan.
Kenzo memejamkan matanya dan menghembuskan nafasnya.
"Jadi jika kau ingin menyelamatkan gadis kecil itu apa kau tahu tentang pasukan Alicia yang diserang yang letaknya tidak jauh dari sini ?."
"Mengenai itu.. akan ku jelaskan !."
Akuto menjelaskan kejadian sebelumnya dimana dia menyerang pasukan Alicia dengan alasan bahwa pasukan Alicia tiba tiba datang menyerang dirinya dengan anak panah dan serangan berikutnya datang hingga membuat tidak ada kesempatan untuk berbicara.
Untung saja tidak ada korban dari kejadian sebelumnya karena Akuto tidak ingin Alicia membencinya karena sudah membunuh anak buahnya.
"Sayang sekali sepertinya kita kehabisan waktu dan mereka berhasil menangkap anak - anak setengah hewan itu."
Kenzo menyayangkan keterlambatannya dalam menangkap penculik anak - anak setengah hewan itu akan tetapi Kenzo memerintahkan prajurit yang bersamanya untuk melacak keberadaan orang yang menyerang Akuto sebelumnya dan mengikuti jejaknya hingga ke sarang mereka.
Sedangkan Kenzo, Akuto, Zillie, dan seorang pemanah kembali ke tempat sebelumnya dimana pasukan Alicia dilumpuhkan oleh Akuto.
Sesampainya disana Akuto disambut dengan banyak mata yang menatapnya dengan tajam dan beberapa dari mereka berdiri dan siap untuk bertarung sayang nya hal itu dihentikan oleh Kenzo yang bersamanya.
"Tak kusangka kau berani datang menjumpai kami disini tuan Akuto !."
Alicia berkata dengan nada kesal didalam katanya dan raut wajah nya tampak tidak senang ketika melihat Akuto ada didepannya.