Become a Hero In Another World

Become a Hero In Another World
Mata Aneh Dan Monster Danau



"A - apa ?! mataku berubah warna ?!"


Akuto terus memandangi cerminan dirimya diair seakan tidak percaya apa yang telah ia lihat.


"Aku merasa lebih kuat dari sebelumnya !"


Walau kekuatannya berpusat dimatanya tapi tubuh Akuto juga bertambah kuat.


"Baiklah akan kucoba !"


Akuto sekarang berdiri lalu berlari bukannya ditanah melainkan didanau itu lalu berhenti anehnya dia tidak tenggelam sama sekali.


"Oho ! mataku. bisa berjalan diair..


APA AKU MENJADI SHINOBI SEPERTI DI ANIME YANG KUTONTON DULU !!:


Karena bersemangat mendapatkan kekuatan baru Akuto berlari kesana kemari lalu ia juga mencoba berlari secara vertikal menaiki air terjun.


"Whuaa aku bisa !!"


Akuto berlari sampai puncak lalu langsung lompat turun dengan melakukan salto belakang.


Ketika ia terjatuh Akuto tidak memiliki jeda waktu diudara melainkan ia langsung mendarat ditengah danau dan dalam posisi berdiri.


"Ke - keren ! aku juga bisa secepat itu !"


Dia mulai berpindah pindah dengan cepat meloncat keatas dengan tinggi melakukan banyak manuver yang diingatnya saat menonton anime.


"Kemampuan fisikku sangatlah meningkat drastis saat aku menggunakan mata ini apa sihirku juga sama ?"


Akuto sekarang bersiap untuk mengeluarkan sebuah sihir.


"Wind Blade !!"


Sebuah bilah angin yang besar dengan cepat mengarah keair terjun lalu menabrak dinding batu disana.


Batu batu yang hancur jatuh menutup gua yang ada dibalik air terjun itu.


"Ehe !! aku belum menelusuri gua itu ! kalau begitu aku akan menghancurkan batu yang menghalangi itu saja !"


Akuto sekarang berfokus untuk mengarahkan serangan sihirnya kearah air terjun itu.


"Jika aku menggunakan api mungkin hanya akan membuat uap panas dan tidak menghancurkan batu itu.... Ohhooo !!"


Imajinasi Akuto memberikan sebuah ide cemerlang kepadanya dan lalu Akuto memejamkan matanya.


"Wind Arrow !!"


Sebuah kumpulan angin membentuk sebuah panah dengan jumlah banyak yang berada disekitar tubuh Akuto.


Total dari semua panah angin itu sekitar masing masing 3 disamping kanan dan kiri Akuto.


Lalu panah angin itu tertembak lmenembus air terjun dan menghancurkan batu yang menutup gua itu.


"Bagaimana jika aku membayangkan hal yang lebih besar !!"


"Wind Fire Arrow Blast !!"


Berbeda dengan sebelumya sebuah panah api besar yang dikelilingi angin membuatnya terlihat seperti tornado api


horizontal diudara.


"Whoaa !! Tembak !!"


Akuto menembakan panah api itu lalu panah tersebut menembus air dengan cepat dan menghancurkan semua halanganny.


Kepala Akuto tertunduk dan tangan Akuto mengepal dengan keras dan lalu ia mengangkat kepala dan tangannya keatas dan.


"SENI ADALAH LEDAKAN !! JIAHAHAHAHA !!"


Akuto sekarang mengulangi kata kata yang dikatakan antagonis disuatu anime


yang sebelumnya dia anggap aneh.


Lalu Akuto terus saja menembakan berbagai sihir ke air terjun dan juga danau kecil itu.


"Wind Blade ! Fire Ball !! Aqua Blast ! Wind Fire Arrow !"


Dengan membabi buta Akuto melepaskan tembakan demi tembakan sihir keair terjun itu.


Dan lalu Akuto lelah dan duduk ditepi danau yang sudah berantakan hancur oleh sihir.


"Keren ! ha.. ha.. tak kusangka aku hebat sekali !"


Akuto kagum terhadap dirinya sendiri karena kekuatan yang imajinasikan bisa terwujud dengan mudah oleh kekuatannya.


"Hmm mataku belum berubah ? bagaimana cara menonaktifkan mata ini ya ?"


Saat Akuto sedang menatap matanya diair air yang ada didepan mengeluarkan riak riak kecil yang perlahan lahan membesar.


Lalu yang sebelumnya hanya sebuah riak air sekarang berubah menjadi ombak.


"Whuaa !"


Akuto mengira dirinya akan hanyut terbawa oleh ombak akan tetapi dia tetap berdiri diposisi awalnya tidak bergeming disana.


"Hmm apa itu ?"


Lalu Akuto melihat sosok besar yang bangkit dari dasar danau menunjukan dirinya.


"Apa ?!"


Akuto terkaget saat melihat raksasa bukan seekor monster danau yang berdiri tegap didepannya.


"Hey kau !! kau kan bocah sialan yang menggangu tidurku !!"


"Bi - bicara !!"


"Hah .. sebelumnya aku merasakan sekumpulan serigala putih tapi sepertinya baumu juga berbeda dari manusia pada umumnya ... BAU TENGIK !!!"


Akuto terbelangak ketika mendengar kata kata yang menyakitkan hatinya.


"Oi monster danau aneh !! aku tahu aku tidak mandi akhir akhir ini tapi tidak sopan tahu membicarakan hal itu padaku !!!"


"Huh ? hmm aneh kenapa manusia sepertimu bisa bicara ?"


"Seharusnya aku yang bingung tahu !!"


"Kupikkr semua makhlus serakah itu tidak bisa bicara"


"Tentu saja manusia bisa bicara dasar bodoh !!"


"Hahahaha ! sepertinya mereka tak bisa berbicara karena diriku"


Lalu monster danau yang ukurannya sebesar danau itu sendiri mendekatkan kepalanya ke Akuto untuk memamerkan taring dan nafasnya.


Akuto menelan ludah saat melihat wujud monster itu ia memiliki wajah seperti naga lalu mata kuning yang bersinar terang.


"Na - naga ?! tunggu apa kau ini naga air ?!!"


Dengan mata yang terbuka lebar Akuto menatap mengarah ke naga itu.


"Ahahaha ! berbanggalah karena kau telah melihat wujudku ini dan ingatlah diriku baik baik dalam kepala kosongmu itu !! karena akulah yang akan membunuhmu .."


Dengan suara yang menyeramkan naga air itu berbicara kepada Akuto seakan akan memakannya hidup hidup.


"Tidak !! jangan makan aku !!"


"Huh ?! dasar bodoh ! diriku tidak sudi memakan makhluk kotor sepertimu !"


"Fuih... syukurlah.."


"Matilah !!"


Naga air itu menyemburkan air dengan sangat kencang tepat didepan Akuto.


"Ehh !!"


Dengan cekatan Akuto melompat mundur menghindari semburan air itu.


"Tunggu ! aku tidak bermaksud menggangumu atau bertarung denganmu !!"


"Makhluk rendahan sepertimu sebaiknya mati saja terkena seranganku !!"


Lalu naga itu menembakan air lagi mengarah kepada Akuto dan Akuto berhasil menghindarinya lagi.


"Tunggu baiklah aku akan minta maaf !! jadi tolong berhenti menyerangku !"


"Ahaha ! kalau begitu meminta maaf lah dengan memberikannya nyawamu kepadaku !"


"Ehee ?!!"


Kali ini naga itu mengibaskan ekornya ke Akuto.


"Sepertinya tidak ada pilihan lain ! Wind Blade !!"


Sebuah bilah angin menembak ekor naga itu akan tetapi serangannya tidak berhasil memutuskan ekornya naga itu hanya menderita luka goresan yang cukup dalam saja diekornya.


Akuto pun terpental jauh karena terkena serangan dari ekor naga itu.


"Hmm sudah lama sejak terakhir kali aku terluka seperti ini"


Naga air itu melihat ekornya terluka lalu memalingkan mukanya mengarah ke arah dimana Akuto terhempas sebelumnya.


"Cih ! makhluk sialan kau menggangu tidur nyenyakku saja !"


Naga itu menggerutu dengan kesal karena tidurnya terganggu setelah memastikan bahwa Akuto benar benar mwnghilang dari sana naga itu mulai akan kembali kedasar Danau.


"Sebaiknya Aku kemba - !!"


Tiba tiba sesuatu melesat dengan cepat dari tempat Akuto terhempas dan menabrak wajah naga itu.


"Ahhh !!! Naga sialan !!"


Akuto dengan penuh amarah memukul wajah naga itu.


"(Bagaimana bisa ?!)"