Become a Hero In Another World

Become a Hero In Another World
Berburu Slime di Pertanian



Akuto akhirnya pergi sendirian untuk misi pertamanya yaitu membunuh slime , Seperti yang dia kira dia melihat gumpalan yang berjalan disekitar sawah.


"Baiklah jadi aku harus mengalahkan mereka semua ya !"


"Terimah kasih tuan petualang ! slime - slime ini telah memakan tanamanku dan mereka membuatku rugi banyak"


"Tenang saja akan ku habisi hingga tak tersisa !"


Sang petani duduk di belakang Akuto untuk melihat aksinya sedangkan Akuto bersiap untuk menargetkan slime slime itu dengan sihir apinya.


"Sudah lama aku tak menggunakan sihir ! kalau begitu Fire Ball !!"


Bola api melesat ke slime dan mengenainya hingga hancur.


"Wuaaaha ! oke mari kita lakukan lagi"


Petani yang duduk di belakang kaget ketika melihat sihir Akuto karena yang ia dengar seorang petualang barulah yang di tugaskan untuk misi ini tapi kenapa dia bisa menggunakan sihir.


"Tuan petualang ?'


"Hmm ? ada apa ?"


"Apa anda yakin ingin menyia nyiakan waktu anda untuk slime ini bukankah"


"Tidak perlu ini adalah misi pertamaku jadi aku tak ingin mengambil resiko lagi pula jika para slime memakan semua padi ini maka harganya akan naik di pasaran"


"Baiklah jika itu keinginanmu tuan petualang"


Petani itu kembali untuk duduk llalu Akuto tersenyum dan melanjutkan serangan sihirnya.


"Kurasa tidak apa apa jika aku pamer sedikit !"


Akuti mulai menembakan banyak bola api dan semuanya tepat sasaran banyak slime yang hancur dalam waktu bersamaan.


"Ahahaha ! Fire Ball ! Fire Ball !"


Terdapat senyum kemenangan di wajah Akuto , mungkin itu karena dia berhasil membuktikan jika dia berhasil menggunakan sihir walau di laporan ia tak memiliki mana sedikitpun.


Setelah setengah jam akhirnya Akuto selesai menyelesaikan tugasnya seluruh slime telah hancur dan tidak ada lagi yang tersisa.


"Terimah kasih banyak tuan petualang dengan begini aku bisa tenang !"


"Baiklah kalau begitu aku minta tanda penyelesaain misinya"


Setelah mengisi laporan bahwa sang petualang telah menyeselaikan tugasnya Akuto pergi ke Guild Petualang untuk mengambil hadiahnya.


"Nona aku sudah menyelesaikajnya"


"Selamat tuan Akuto ! ini 10 kpin tembaga untuk mu"


"Hoho ! terimah kasih banyak !"


Akuto keluar dari Guild lalu berjalan di jalanan banyak macam makanan yang dijual disana tapi ia bingung harus memilih apa.


"Aku harus memakan apa kali ini ? ha aku belum makan sejak pergi dari kereta pedagang itu apa sebaiknya aku.."


Ketika ia berjalan Akuto melihat sebuah gang kecil disebelahnya lalu ketika ia melihat ke arah dalam gang itu dia melihat sekelompok orang.


"Siapa mereka ?"


Dari gang itu terdengar banyak suara pria dan seorang gadis kecil.


"Tolong hentikan !"


"Ahahaa ! apa yang bisa dilakukan oleh gadis kucing seperti mu ?"


"Serahkan semua uang mu jika kau tidak ingin kamj melakukan sesuatu kepada tubuhmu !! ahahaahah !"


"Aku sudah memberikan semuanya ja - jadi tolong lepaskan Aku"


Pria besar yang mengangkat kerah gadis kecil itu mendekatkan wajahnya dan gadis kecil itu berusaha menghindar.


Dari suaranya Akuto mengetahui bahwa mereka adalah bandit sialan yang telah mencuri tas miliknya lalu ia datang untuk melihat apa tebakannya benar.


"Oi !! bandit sialan !!"


"Huh ? siapa kau ?"


Akuto datang langsung menendang pria berjaket itu dengan keras hingga ia terpental kalj jni dia menggunakan kekuatan matanya.


"Ahaha ! akan kuremukkan tulang kalian semua !"


"Jangan remehkan kami bocah !"


"Ahahah saatnya untukmu mati !!"


Pria ber badan besar itu menjatuhkan gadis yang ia tahan lalu melesatkan pukulan cepat ke akuto.


"Terlalu lambat !"


Akuto menghindarinya dan menendang perut orang itu dengan lututnya.


"Pasang matamu bodoh !"


Pria berjaket itu mengayunkan rantai panjang ke leher Akuto tapi Akuto berhasil menggenggam rantai itu.


"Ahahaha jika benar maka kekuatanku adalah imajinasiku.."


"Kau bicara apa ?!"


pria berjaket kulit berusaha menarik kembali rantai yang dipengang Akuto dan anggota bandit bertubuh cebol datang menyerang Akuto dengan pisau pendek.


Sebuah kilatan petir meyambar semua krang yang datang kepadanya dan aliran listriknya mengalir ke rantai hingg membuat pria jaket kulit itu tersengat.


Seketika semua bandit itu jatuh pingsan dan tak sadarkab diri.


"Yosh ! saatnya menjarah !"


Akuto memeriksa semua barang yang mereka bawa dan mengambil semua uang yang mereka miliki.


gadis kecil yang sebelumnya duduk terdiam mencoba untuk mengambil perhatian Akuto yang sedang mengecek kantung para bandit.


"Anu.. kakak..?"


"Hmm ?"


Akuto yang mendegar suara mencoba melihat sekitar tapj ia tak bisa melihat dengan jelas karena gelap.


"Siapa ? humm ? Fire"


Sebuab api kecil tercipta di ujung jari Akuto dan menerangi daerah gelap, disana Akuto melihat Loli dengan kuping kucing dengan baju putih dan pita biru dilehernya.


"( I -imut !!! )"


"Te - terimah kasih kak sudah menyelamatkan diriku !"


"Ahaaha ! tidak apa apa ! tidak apa apa ! lagi pula aku hanya kebetulan lewat dan-"


Gadis kecil itu menangis ia mengelap air matanya dengan tangannya Akuto yang melihat itu ke bingungan harus melakukan apa


"Ke - kenaoa kau menangis ?!"


"Sekali lagi terimah kasih kak !"


Sekali lagi gadis itu berterimah kasih dengan mata berkaca kaca penuh air mata dan kedua tangannya didada.


"( Po-se ini !! wa - wajah itu !! Imut !!! aku ingin membawanya !!! )"


Akuto datang mendekat lalu mengelus kepala gadis kecil itu karena ia ingin menenangkannya dan menyentuh telinganya.


"Yosh ! yosh ! asal kau tahu perempuan di lahirnkan untuk menjadj cantik tapi mereka akan lebih cantik jika tersenyum jadi Smile !"


"S - mile !"


"Kerja bagus ! jadi dimana rumahmu ?"


"Aku tak punya rumah.."


"Kalau begitu apa kau kesini bersama orang tua mu ?"


"Aku tak mengenal mereka"


"( Yatim piatu ?! Apa yang harus kulakukan ! apa yang harus kulakukan ?! )"


"Kak tolong bantu aku ! kakak sangat kuat ! jadi tolong bantu aku !"


Fokus Akuto sekarang tertuju kepada kata kata gadis itu.


"Kau ingin aku membantumu ?"


"Humph ! Humph !"


Gadis kucing itu mengangguk , Akuto hanya mengaruk garuk pipinya ketika melihatnya.


"Kau ingin aku untuk apa ?"


"Bantu aku menyelamatkan temanku kak !"


"Emang ada apa dengan mereka ?"


"Seseorang membawa mereka pergi"


Akuto diam lalu berpikir mungkin ini adalah kasus penculikan tapi ini sudah larut malam dan berbahaya bila berkeliaran.


"Aku sudah mendapatkan uang .. oh iya mereka mengambil uangmu bukan ?"


"I - iya"


"Yosh ambil ini !"


Akuto memberikan 3 koin perak yang ia dapatkan kepada gadis kucing itu akan tetapi gadis itu menolak.


"Ini bukan uangku !"


"Bukan ? jadi yang mana uangmu ?"


Akuto menunjukan kantung yang berisikan uang ia kumpulkan dari bandit bandit tadi lalu membiarkan gadis itu mengingat seperti apa uangnya.


"Sepuluh koin coklat !"


"Baiklah ! silakan"


"Kenapa aku masih mendapatkan koin Putih ?"


"Gunakan saja untuk membeli makanan"


Akuto lalu berjalan pergi dan meninggalkan gadis yang bingung kenapa Akuto pergi.


"Kak ! tunggu !"


Dari belakang gadis itu menarik Jubah serigala yang Akuto kenakan untuk memberhentikannya.