Become a Hero In Another World

Become a Hero In Another World
Penginapan Cristia



Tak sadar waktu berlalu dengan cepat Akuto yang selesai memakan makan malam mereka bersiap untuk tidur.


"Yosh ! Mari kita bersiap tidur Shiro neko"


"Humph !"


Akuto dan Shironejo saling berbagi tugas untuk Akuto dia bertugas merapikan piring dan meja setelah makan, sedangkan Shironeko merapikan tempat tidur.


Dari yang dilihat kasurnya cukup besar hingga bisa membuat tiga orang dewasa bersama jika mereka berhimpitan tapi karena Shironeko memiliki tubuh yang kecil mereka sepertinya tidak perlu berhimpitan.


"Kalau begitu aku akan pergi ke lantai bawah Shiro"


"Baiklah kak ! Serahkan kasurnya kepada Shiro kak"


"Baiklah aku mengandalkanmu Shiro"


Akuto turun ke bawah dengan membawa piring kotor dan lap yang Akuto gunakan untuk membersihkan meja.


Ketika tiba di lantai bawah Akuto melihat pelayan wanita itu sedang memasukkan roti yang terlihat tak layak makan ke kantung sampah.


"( Bukannya jumlah roti yang ia buang itu banyak ? )"


Akuto menghampiri pelayan wanita itu lalu menyapanya dengan ramah, terkaget karena Akuto muncul di belakangnya ia menjatuhkan kantung berisikan roti - roti tadi.


"Ini.. banyak sekali"


"Ah tuan ! Tunggu aku segera membereskannya !"


Pelayan itu memasukkan kembali roti - roti yang sudah basi itu ke dalam kantung sampah.


"Piring kotor ?, Maaf tuan apa anda sudah selesai dengan makan malamnya ?"


"Ah iya terimakasih makanannya cukup lezat"


"Tu - tunggu sebentar saya akan segera kembali !"


"Baik"


Akuto melihat gadis itu pergi tergesa - gesa menuju pintu belakang sepertinya disana ada tempat sampah.


Tidak mau menunggu Akuto pergi sendiri mencari sebuah dapur dimana ia bisa mencuci piring.


"Ah ! Ketemu ! Baiklah kurasa aku akan mencuci disini"


Akuto memutar kerannya kan tetapi tidak keluar air sama sekali dari sana.


"Kenapa ? Apa ada yang salah ? Atau jangan - jangan... Tanganku membawa kesialan !!!!"


Dari pintu belakang sang pelayan telah kembali, ia kebingunagan ketika melihat Akuto sudah tidak ada di ruang makan para pelanggan.


"Tuan ?? Kemana pergi orang itu ?"


Mencari dilantai atas Pelayan itu tidak menemukan Akuto sama sekali hingga ia tiba di dapur.


"Du Du Du !"


Pelayan itu melihat Akuto sedang mencuci piring - piring kotor dengan seember air disebelahnya.


"Tuan ?"


"Oh hey ! Dari mana saja kau ? Ah maaf aku pinjam sebentar ya"


"Ah tidak apa apa biarkan aku saja yang melakukannya !"


Pelayan itu mengambil ahli pekerjaan Akuto akan tetapi ada raut wajah bingung di wajahnya.


"Eh.. tuan bagaimana ada bisa mendapatkan air ini ?"


"Oowh itu dengan ini !"


Akuto mengeluarkan sihir air lalu mengisi kembali ember yang setengah kosong itu.


"Si - sihir !"


"Hahaha apa begitu menabjukan bagimu ?"


"Baru kali ini aku melihat seseorang menggunakan sihir air didepan ku jadi.."


"Sihir air ? Apa kau bisa pernah melihat sihir lainnya ?"


"Ya saya adalah pengguna sihir api tuan"


"Hebat ! Apa kau bisa bertarung ! Atau kau bisa membakar seluruh kota dalam satu kedipan mata !"


"Ah... Itu.. saya hanya menggunakan untuk kegiatan sehari hari tuan"


Menggaruk kecil di pipi pelayan itu sepertinya malu ketika membantah ekspektasi Akuto.


"( Kurasa itu wajar akan mengerikan bila setiap manusia di dunia ini seperti itu sih ! )"


"Kalau begitu tuan silakan anda kembali ke kamar anda"


"Owh terimahkasih kalau begitu aku pergi dulu"


Akuto pun kembali ke lantai atas dan menuju satu satunya ruangan yang ada di penginapan sederhana, Lebih tepatnya tokoh roti yang menjadi penginapan baginya.


"Shironeko aku kembali, apa kau sudah tidur ?"


Melihat ke dalam Akuto melihat Shironeko sedang duduk diam di kasur.


"Kak ?"


" Ya ini aku, apa kau belum tidur ?"


Menggelengkan kepalanya Shironeko mengirim sinyal jika ia belum tidur, tentu saja ia belum tidur matanya masih terbuka lebar dan ia masih Tersadar.


"Yosh kalau begitu aku akan ikut bergabung !"


Akuto pun berbaring ditempat tidur lalu Shironeko datang mendekat untuk memeluknya.


"( Wuaah ! Gadis imut sedang memelukku !! )"


Terlihat raut bahagia di wajah Akuto seperti akan gila di sisi lain Shironeko memeluk Akuto dan mengintip kepada wajah Akuto.


"Kak.."


"( Dia berbicara kepadaku !! Di pelukan ku !! Imut !!! )"


"Umm.. permisi tuan"


"Ah silakan ada apa ?"


"Itu karena hanya satu satunya kamar disini .. apa boleh saya juga tidur bersama anda ?"


Seketika pandangan Akuto berpindah ke atas untuk menyembunyikan wajahnya.


"Tu - tuan.. ?"


"( Se - seorang gadis meminta untuk tidur bersamaku !! Dan berarti.. aku memiliki dua gadis bersamaku )"


Ada dua gadis yang akan tidur bersama Akuto malam ini walau sebenarnya yang satunya masih anak anak.


"Tuan apa aku tidak boleh ?"


"Tentu saja boleh"


Dengan tersenyum lebar Akuto melebarkan tangan kanannya yang kosong untuk menandakan tempat dimana pelayan itu tidur.


"( Kurasa tidak apa apa lagi pula kasur ini cukup lebar jadi tidak akan ada yang terjatuh saat sedang tidur )"


Berjalan menuju lemari pelayan itu pun mengambil beberapa sebuah piyama untuk tidur dan dia berdiri disitu dengan wajah memerah.


"( Hmm ? Ada apa ? Ada apa ? Kenapa dia ? )"


"Maaf tuan apa anda bisa menutup mata anda, saya ingin mengganti pakaian saya"


Akuto mengusap - usap hidungnya karena ia merasa akan mimisan sekarang, walau itu hanya imajinasinya saja.


"Te - tentu !!"


Pelayan manis itu pun mengganti pakaiannya dan ia terus melirik Akuto yang sedang menutup matanya dengan tangan kanannya.


Tanpa disadari yang dari tadi terabaikan lah yang melihat pelayan itu sedang berganti pakaian yaitu Shironeko.


"Boing"


"Nyo - nya kecil to - tolong jangan menyebutkan itu !"


"( Boing ? Apa yang Shironeko maksud adalah sebuah pesawat ?? Tunggu di dunia ini sepertinya tidak ada pesawat.. kalau begitu itu apa ?? )"


Karena penasaran dengan apa yang Shironeko katakan Akuto sedikit menggeser kan jarinya untuk membuka pandangannya.


"Tu - tuan !!"


"( Aku ketahuan ! )"


Mendengar teriakkan pelayan itu Shironeko dengan sigap menutup celah di tangan Akuto dengan kedua telapak tangannya.


"Kak tidak boleh !"


"Ba - baiklah ! ( Ah.. kupikir aku akan tahu )"


Akhirnya pelayan itu selesai mengganti pakaiannya dan menggunakan sebuah piyama berwarna pink.


Cukup terbuka di bagian dada tapi dibagian lain tetap aman kurasa Akuto masih bisa menahan nafsu birahinya.


"Kalau begitu saya akan mematikan lampunya"


"Baiklah !"


Setelah mematikan lampunya pelayan itu berbaring di kasur dan ia tidur di sebelah kanan Akuto cukup dekat sampai Akuto bisa merasakan tubuhnya saling bersentuhan.


"( Ah ! Bagaimana aku bisa tertidur !! )"


Tubuh aku menegang untuk tidak melakukan gerakan aneh karena ia takut dituduh orang mesum.


Karena itu ia tak bisa tertidur hingga menjelang pagi Akuto baru bisa tidur akan sudah sangat mengantuk.


"( Oppa... )"


Matahari pun terbit entah dari mana karena sang Author lupa matahari terbit dari mana.


Shironeko lah yang pertama bangun mengedipkan matanya lalu mengusapnya Shironeko bangun dan duduk di kasur.


"Kakak masih tidur ?"


Melihat Akuto masih tertidur Shironeko membangunkan Akuto dengan menggoyangkan tubuh Akuto.


"Kak ! Bangun !"


Akuto pun pulang dari mimpinya dan kembali kepada kenyataan mata masih mengantuk dan ia merasa ingin tidur kembali.


"Kak !"


"Ba - baik aku bangun aku bangun !"


Karena mendengar suara gadis pelayan di samping Akuto juga terbangun.


"Selamat pagi tuan Akuto"


"Selamat pagi anu.."


Akuto lupa dengan nama gadis ini dan mencoba mengingatnya sedangkan Shironeko hanya bersembunyi dipunggung Akuto.


"Ada apa tuan ?"


"Maaf sepertinya aku melupakan namamu, hehehe ( sial pria macam apa aku yang melupakan nama seorang gadis !! )"


"Maaf tuan saya belum memberi tahu anda perkenalkan nama saya adalah Cristia"


"Kalau begitu akan ku pastikan nama itu melekat dalam pikiran ku"


"Baik tuan Akuto"


"( Hohoho ! Dia memanggil ku 'tuan' dan menambahkan namaku juga didepannya ! )"


"Kalau begitu saya akan menyiapkan bak mandinya tuan Akuto"


"Baiklah"


Pertama Cristia mengganti pakaiannya sedangkan Akuto dan Shironeko pergi ke meja makan di lantai bawah.