
Tidak pernah menyangka. Ayahnya tega memberikan perintah untuk menangkapnya. Apa salahnya? Apakah karena baru saja kembali dari danau kerinduan? Jika iya, kenapa harus sampai menyebutnya sebagai pengkhianat? Ia bisa menjelaskan dan akan mematuhi, bila mendapatkan sanksi.
Namun, tidak ada pembicaraan dari hati ke hati. Ayahnya langsung memberikan perintah di tempat. Jika semua sudah tidak bisa diharapkan. Kemana ia akan pergi? Sisa waktu yang dimiliki. Tidak akan bisa mengubah arah angin. Hembusan angin yang menerpa membawanya pada suatu tempat.
Di tatapnya rumah mewah yang ada di depan mata. Tidak jauh berbeda dengan istana keluarganya. Akan tetapi, apakah pemilik rumah itu adalah orang baik? Bagaimana jika tahu tentang identitasnya? Apakah tidak akan menimbulkan masalah baru. Setelah mempertimbangkan segala sesuatunya dengan baik. Tessa mengubah penampilan menjadi gadis biasa.
Tidak memerlukan butik, atau ruang ganti. Gadis itu hanya perlu memejamkan mata, maka seluruh energi dari kekuatannya terkunci dengan sendirinya. Ilmu key soul merupakan salah satu tingkatan yang hanya dimiliki oleh beberapa orang saja. Tessa tersenyum, lalu mengetuk pintu gerbang menggunakan tangan kosong.
Suara yang dihasilkan tidak begitu nyaring, tetapi cukup membangunkan seorang pria dengan seragam penjaga. Langkah pria itu berjalan menghampiri gerbang, tatapan matanya terpesona. "Nona, mau cari siapa?"
"Maaf, Pak. Apakah masih ada lowongan pekerjaan? Saya sangat membutuhkan uang untuk tetap makan." jawab Tessa dengan polosnya, membuat Pak Satpam merasa iba.
Tatapan pria itu, begitu jelas kasihan pada Tessa. Namun, bagaimanapun harus bertanya pada majikannya terlebih dahulu. Sebagai pegawai lama, bukan hal baru lagi. Jika pegawai yang akan bekerja di rumah besar itu harus melewati tahap ujian langsung dari sang majikan.
"Pak, Saya mohon." Tessa kembali meminta bantuan dengan suara bergetar seperti sudah lama tidak makan.
"Tunggu disini dulu, Non. Bapak akan coba tanya ke dalam. Semoga Tuan Muda dalam perasaan yang bagus. Sebentar ya, Non." pamit Pak Satpam.
Pria berseragam putih pergi menjauh dari pintu gerbang. Langkah kakinya terus maju, lalu menghilang di balik pintu pagar hijau samping rumah. Sembari menunggu, Tessa mengamati area sekitarnya. Rumah yang menempati posisi sangat tenang, bahkan terkesan tidak akan ada gangguan.
"Bawa dia masuk!" titah Tuan Muda dengan pasti bahkan terdengar tanpa ada keraguan.
Sontak saja ia berjingkat tak percaya akan apa yang di dengarnya. Namun, apapun penilaian dan ketidakpercayaan Pak Satpam. Tuan muda tetap pada pendiriannya. Sejak awal kedatangan Tessa. Pria satu itu bisa merasakan energi yang berbeda. Kekuatan yang besar yang menyapa, lalu dalam sekejap mata hilang tanpa jejak.
"Pak? Kenapa masih diam. Pergilah! Bilang padanya sudah bisa mulai bekerja di rumah ku. Selama mematuhi peraturan." ulang Tuan Muda, membuat Pak satpam menganggukkan kepala dengan senyuman yang sumringah.
Semilir angin yang menerpa membawa pesan melalui energi yang tersembunyi. Sayup-sayup terdengar suara sambutan. Namun, tingkat dari kepekaan tidak sesensitif sebelumnya. Setelah key soul diaktifkan, maka hanya akan ada dua jawaban. Satu menjadi manusia normal dan satunya lagi tetap memiliki kekuatan, meski hanya bisa menggunakan secara terbatas.
Berita bahagia diterima bersamaan dengan pintu gerbang yang terdengar berderit terbuka lebar. Pak Satpam mengulurkan tangan mempersilahkan Tessa masuk. "Non, siapa namanya? Biar nanti enak ngenalin ke pelayan lain."
"Tessa, Pak. Apa ini artinya, saya boleh bekerja disini, Pak?" tanya balik Tessa memastikan.
Singkat cerita. Pak Satpam membawa Tessa masuk ke dalam, tetapi bukan rumah utama. Melainkan bilik para pelayan. Pria itu memperkenalkan Tessa sebagai saudara jauhnya. Bukan karena niat buruk. Ia hanya mencoba untuk mempermudah gadis polos itu mendapatkan teman selama bekerja dirumah Tuan Muda.
Hari berat yang dilalui seorang Tessa, membuat gadis itu terdampar ke tempat yang baru. Ia tidak menyadari, jika takdir membawanya pada masa yang sulit dan penuh rintangan. Satu sisi, perintah dari ayahnya dan sisi lain jalan baru kehidupan yang siap menyambut esok hari dengan kisah baru.